
Suasana di rumah kasih sayang sudah sangat ramai, acara tasyakuran itu dihadiri seluruh sanak saudara, tetangga serta semua pengurus dan anak-anak yang tinggal ataupun belajar di yayasan pendidikan As-Syaamil Furqon.
Cinta dan adik-adiknya disibukkan dengan membantu menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa.
Begitupun Zayn yang sejak siang menjelang sore juga ikut bantu-bantu disana. Zayn hadir bukan hanya sekedar tamu yang duduk manis saja, tapi Zayn sengaja datang lebih awal saking antusiasnya untuk ikut terlibat membantu persiapan acara ini.
Tanpa sengaja Zayn dan Cinta berpapasan saat sedang menyiapkan persiapan tasyakuran sekaligus buka bersama untuk mereka semua.
Deg deg deg deg...
Jantung keduanya berdegub ketika keduanya saling melintasi meskipun tak saling memandang.
Cinta terlihat begitu cantik dan anggun dengan balutan gamis putih dipadu dengan khimar panjang berwarna baby pink, begitupun dengan Zayn, Zayn terlihat semakin tampan dengan koko putih yang dipakainnya dengan peci hitam yang menutupi kepalanya.
"Assalamu'alaikum Cinta" sapa Zayn pada Cinta tanpa melihat orangnya, Zayn hanya menatap lurus kedepan dan lanjut meneruskan langkahnya pelan.
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh Zayn" balas sapa Cinta menundukkan kepalanya kemudian kembali berjalan melewati Zayn.
Deg deg deg....
Lagi jantung keduanya kembali berdebar.
"MasyaAllah, aku gemeteran...." ucap Zayn.
"Getaran apa ini, mengapa sekarang aku jadi semakin gugup ya ketika melihat Zayn waalu hanya sekilas berpapasan jalan " ucap Cinta dalam hati sambil tersenyum kecil merasakan deru dihatinya.
Setelah saling memberi salam, Zayn dan Cinta kembali melanjutkan kegiatan masing-masing.
Sikap Cinta yang terus saja senyum-senyum sendiri ketika baru saja berapapasan dengan Zayn menjadi perhatian Umma Tuti dan Umma Zilvia. Mereka berdua menjadi ikut terbawa suasana.
“Anak gadis sedari tadi senyum-senyum sendiri, kayaknya tanda-tanda ini” ucap Umma Zilvia sambil tertawa kecil ketika Cinta baru saja membersamai mereka.
“Ehhmm, kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga ini Umm” ucap Umma Tuti sambil menoel-noel pipi Cinta saat Cinta berdiri didekatnya sambil membantu bagian catering menyiapkan sup buah.
“Haa...” Cinta kaget.
“Apa Kak?” tanya Cinta yang belum mengerti bahwa Umma Tuti dan Umma Zilvia sedang menggodanya.
“Menurut Kakak ni ya Dek, kamu itu cocok banget sama Zayn, apa sekarang benih-benih cinta itu sudah mulai tumbuh, hahaha” lagi ucap pelan Umma Tuti menggoda Cinta.
“Umma... apa sih, jadi Umma dari tadi ngegodaain aku ya” ucap Cinta dengan wajah memerah.
__ADS_1
“Apa kabar tuh jantung, kayaknya sedari tadi dipegang-pegang terus dadanya, deg deg kan ya...” kali ini Umma Zilvia yang menggoda Cinta.
“Umma berdua apaan sih, jadi sedari tadi Umma sholeha berdua ini ngegodaiin aku ya....” ucap Cinta sambil tersenyum pada Umma Tuti dan Umma Zilvia.
“Ya iyalah ngegodain kamu masak kita ngengodain buah-buah ini buat dijodohin sama Zayn, mana mau dia wong dia maunya sama kamu, hehehe” ucap Umma Tuti.
“Umma... udah ahh aku jadi malu ihh..” Cinta kali ini benar-benar merasa malu.
“Hahha, jadi beneran ni kalau cinta nya Zayn udah bertunas dihatinya kamu?” tanya Umma Tuti.
Cinta hanya tersenyum tak tahu harus menjawab apa, benarkah bahwa dia telah jatuh cinta pada Zayn, dia sendiri tidak tahu. Saat ini yang dirasakan Cinta apabila bertemu dengan Zayn jantungnya terus saja berdebar.
Waktu itu saat Cinta melakukan healing therapy bersama Kak Zelina nya untuk mengatasi trauma pasca kejadian yang menimpanya dulu, Cinta sempat berdialog dengan Kak Zelina dan menceritakan kegundahan hatinya.
Setelah mendapat konseling yang membahas tentang love therapy dari Kak Zelina, sedikit banyak cinta mulai memahami apa yang dirasakannya saat ini terhadap Zayn, namun Cinta belum bisa memastikan apakah benar di hatinya telah terukir nama Zayn.
“Walau udah pernah menolak, tapi Zayn kan masih berusaha untuk meyakinkan kamu agar menerima lamarannya. Saran Umma ni ya Dek, kalau memang dia melamar lagi dan kamu sudah yakin dengan hatimu, sok atuh Dek segera diterima dan dihalalkan biar nggak jadi dosa” nasehat Umma Zilvia.
“Iya bener itu Dek, jarang ada lelaki yang masih terus berjuang meskipun sudah ditolak berkali-kali" ucap Umma Tuti sambil merapikan gelas-gelas sup buah karena sebentar lagi maghrib pun akan tiba.
“Ku lihat Zayn juga semakin bersungguh-sungguh memantaskan diri untuk bisa bersanding denganmu. Bang Ayubi pernah cerita kalau Zayn masih akan terus berusaha meyakinkan kamu meskipun dalam diamnya saat ini tanpa mengusikmu lagi, agar kamu mau menerimanya” cerita Umma Zilvia.
“Dia akan terus berusaha memperbaiki diri selagi kalian belum dipertemukan Allah dengan jodoh yang sudah menjadi ketepan Allah. Jika memang pada akhirnya kalian tidak berjodoh, baik dari dia ataupun kamu sudah menemukan calon masing-masing disitulah dia akan berhenti memperjuangkanmu” lanjut Umma Zilvia.
Cinta tiba-tiba merasakan sesuatu yang tak enak dihatinya ketika mendengar cerita Umma Zilvia bahwa Zayn akan berhenti memperjuangkannya.
“Dek, saran Kakak ya, cobalah kamu istiqarah dengan bersungguh-sungguh meminta ketetapan hati dari Allah, Kakak lihat selama ini kamu sepertinya memang sengaja menutup hatimu untuk Zayn, seolah kamu tak memberi celah sedikitpun padanya” saran Umma Tuti.
“Atau mungkin ada orang lain yang sudah tertambat dihatimu hingga kamu tak bergeming pada lamaran Zayn?” tebak Umma Zilvia.
Jleeeebbb....
Hati Cinta serasa tertusuk pedang karena tebakan Umma Zilvia seolah benar adanya.
Cinta menyadari bahwa selama ini memang ada lelaki yang selalu ditunggunya untuk melamarnya, sejak lama Cinta menaruh hati pada lelaki itu dalam diamnya.
Lelaki yang menjadi inspirasinya, lelaki yang mengajarkannya banyak hal dalam dunia pendidikan dan pekerjaan, lelaki yang juga pernah menjadi penyemangatnya untuk bisa mengejar impiannya.
Ammar, sebuah nama yang Cinta rasa terukir di hatinya.
Ammar, laki-laki pertama yang mampu membuat hati Cinta berdebar riang ketika mendapati sosok Ammar yang alim, cerdas, baik dan ramah.
__ADS_1
Namun, ketika Kak Zelina membahas apakah itu perasaan mengagumi ataukah cinta yang sebenarnya, Cinta pun menjadi bertanya-tanya sendiri pada hatinya, apa sebenarnya yang ia rasakan terhadap Ammar, kagumkah atau cintakah.
***
Dirumah besar.
Saat ini Oma Aleta merasa sangat kesal dengan sikap Zayn, Oma Aleta bingung harus bagaimana mengatakan pada tuan Erick bahwa Zayn tidak akan datang pada acara yang sudah mereka rencanakan ini.
“Aku yakin dia kesana pasti karena perempuan tak tahu berterima kasih itu!!!” ucap Oma Aleta pada Soraya dan Jhonson.
Oma Aleta terkejut ketika mendapat kabar bahwa Zayn sudah berada di rumah kasih sayang sejak pukul 2 siang, sedangkan acara tasyakuran satu keluarga besar itu baru akan dimulai pukul 4 sore.
“Zayn benar-benar keterlaluan!!!” ucap Oma Aleta.
“Jhonson bagaimana pun juga kau harus bisa membawa Zayn ke rumah Erick, datangi saja panti itu, jemput Zayn dan katakan padanya jika dia tak datang maka semua keputusan yang sudah kami buat dia harus menyetujuinya tanpa bantahan” ucap Oma Aleta.
“Baik nyonya” jawab Jhonson.
“Soraya, kita akan berangkat lebih dulu” ucap Oma Aleta.
“Baik nyonya” jawab asistennya.
“Oiya Jhonson, kau juga harus pastikan wanita berbisa itu juga tak hadir dalam acara tersebut, aku tak sudi melihatnya!!!” tegas Oma Aleta.
“Baik nyonya” jawab Jhonson.
***
Di rumah tuan Erick.
Didalam kamarnya kini Lala sedang duduk didepan cermin dengan perasaan cemas.
Lala terus bertanya apakah Zayn benar-benar tidak akan datang. Meskipun Oma Aleta meyakinkan padanya bahwa Zayn pasti akan datang tapi mungkin akan terlambat karena Zayn akan menghadiri tasyakuran tujuh bulanan istri dari temannya terlebih dahulu.
Entah mengapa meskipun Oma Aleta berkata demikian tapi hatinya tetap saja merasa gelisah dan banyak pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
“Zayn, apakah acara temanmu itu jauh lebih penting dari acara kita?” tanya Lala yang hampir menangis.
“Ini acara persiapan pertunangan kita tapi mengapa kau lebih memilih acara temanmu itu” lagi lirih hati Lala dan kini bulir bening itupun jatuh dari mata Lala.
“Sebenarnya apakah kau benar menerima perjodohan ini, atau dengan kau tak datang pada acara ini karena ingin mengatakan secara tak langsung bahwa kau menolak perjodohan ini” lagi air mata Lala mengalir deras menerka-nerka bahwa Zayn menolak perjodohan mereka berdua.
__ADS_1
#tbc....
...Haaaiii readers terkasih ketemu lagi dengan senin bahagia, mohon bantuan like, vote, komen, favorit dan bunga bermekarannya juga ya. Love U all readers, terima kasih untuk semangat dan dukungannya....