
Setelah berpamitan dengan Ammar, Kak Prinka dan Zayn pun langsung menuju kantor Oma Aleta.
“Maaf tuan nyonya Presdir sedang ada tamu penting jadi tidak bisa diganggu” ucap sekertaris nyonya Aleta bagian depan ruangannya.
“Katakan pada Oma Aleta, saya mau bicara sekarang juga, jika beliau tetap menolak, katakan padanya saya akan langsung menemui tuan Erick” ucap Zayn.
“Tapi tuan, mohon maaf saat ini nyonya Presdir bensr-benar tidak bisa diganggu” jawab sang sekertaris.
“Kamu hubungi kedalam, hubungi asistennya, katakan apa yang saya katakan tadi, cepat!!!” bentak Zayn hingga nyali sang sekertaris jadi ciut.
“Ba-baik tuan” jawabnya.
Mata Zayn manampakkan sorot tajam pada sang sekertaris hingga si sekertaris pun dengan berat hati dan takut-takut mencoba menghubungi Soraya.
📲“Selamat siang nyonya, diluar ada tuan Zayn, tuan Zayn ingin bertemu nyonya Presdir” ucap si sekertaris.
📲“Katakan padanya seperti yang saya perintahkan tadi” ucap Soraya.
📲“Sudah saya sampaikan nyonya, tapi beliau bilang kalau nyonya Presdir tidak bisa ditemui tuan Zayn akan langsung menemui tuan Erick” ucap sang sekertaris.
📲“Apa???, baiklah akan saya sampaikan pada nyonya besar” jawab Soraya.
📲“Baik nyonya” jawab sang sekertaris.
📲“Oiya, katakan pada Zayn untuk tunggu sebentar, nanti saya kabari kamu” titah Soraya.
📲“Baik nyonya” ucap sekertaris itu.
Sambungan telpon pun selesai.
“Maaf tuan kata nyonya Soraya mohon tunggu sebentar” ucap si sekertaris merasa sedikit ngeri melihat sorot mata tajam dari Zayn.
Tak lama telpon yang ada di meja sekertaris itupun berbunyi.
📲“Iya nyonya” ucap si sekertaris.
📲“Katakan pada Zayn silahkan masuk” ucap Soraya.
📲“Baik nyonya” jawab si sekertaris.
Setelah menutup sambungan telponnya Zayn pun dipersilahkan masuk.
“Tuan, nona silahkan masuk” ucap si sekertaris.
“Sudah kuduga tidak ada tamu didalam, hanya alasan saja untuk tidak menemuiku, sengaja menghindar” ucap Zayn kesal.
“Zayn, istighfar, ingat kita sedang puasa” Kak Prinka mengingatkan.
“Astagfirullahaladziim… Terima kasih sudah mengingatkan Kak” ucap Zayn.
Zayn dan Kak Prinka pun masuk kedalam ruangan Oma Aleta.
“Selamat sore” ucap Zayn masuk diiringi oleh Langkah Kak Prinka.
“Mengapa ada wanita itu bersamamu, berani-beraninya dia menginjakkan kakinya di kantor ini dan memasuki ruang kerjaku!!!” ucap Oma Aleta marah ketika melihat Kak Prinka membersamai Zayn.
Kak Prinka menghentikan langkahnya.
Zayn menggenggam tangan Kak Prinka dan terus masuk mendekat ke sofa tamu diruangan itu.
Zayn dan Kak Prinka pun langsung duduk disofa tersebut meskipun belum di ijinkan.
“Zayn” pekik Oma Aleta.
__ADS_1
“Dia waliku setelah Mama dan Papa meninggal, aku sengaja mengajaknya kesini sebagai waliku untuk mendampingiku menemui Oma, mendengarkan motif fitnah Oma terhadapku” jawab Zayn.
“Tapi aku tak sudi wanita pembawa sial ini ada diruanganku!!, bisa-bisa aku sial seumur hidup jika dia dekat-dekat lagi denganku!” ketus Oma Aleta.
Deg…
Jantung Kak Prinka terasa tertusuk sembilu, ketika mendengar kalimat pedas itu dilontarkan oleh Maminya.
Jatuh air mata Kak Prinka, tangannya pun yang masih digenggam oleh Zayn gemetar. Zayn dapat merasakan gemetar tangan Kak Prinka.
“Jhonson, keluarkan wanita itu dari ruanganku!!!” titah nyonya Aleta.
“Berani mendekat pada Kak Prinka, aku pastikan Oma akan menyesal seumur hidup Oma!!!” balas ancam Zayn.
“Apa maksudmu Zayn, berani kau mengancam Oma!!!” Oma Aleta berdiri dari kursi kebesarannya.
“Dan aku pastikan pada Oma, jika selangkah Kak Prinka keluar dari ruangan ini, aku akan langsung menuju kantor Om Erick” lagi Zayn mengancam.
Oma Aleta terdiam mendengar ancaman dari Zayn.
Zayn merasa ancamannya itu cukup ampuh untuk membuat Oma Aleta diam.
“Kau….., aakkhhhh!!!” ucap Oma Aleta menghempaskan tubuhnya kembali duduk di kursi kebesarannya.
“Apa maumu?” ucap Zayn.
“Apa maksud Oma memfitnah aku yang melakukan sabotase gagalnya Cinta ke AIIBS?” tanya Zayn.
“Mengapa Oma melakukan hal kotor itu serta dengan teganya Oma membalikkan faktanya?” lagi tanya Zayn dengan tatapan serius.
“Satu lagi, apa sebenarnya mau Oma, mengapa Oma ingin memberhentikan Ilham dan Cinta dengan cara yang memalukan seperti itu. Oma benar-benar orang tua yang kejam!!!” Zayn pun dengan berani memprotes Oma Aleta.
“Karena mereka pantas mendapatkannya.” Ucap Oma Aleta.
Deg….
Lagi pisau tumpul terasa menusuk dan merobek jantung dan hati Kak Prinka.
“Tahu apa Oma tentang Cinta” Zayn tersenyum sinis.
“Aku tak perlu tahu siapa dia, dengan kesombongannya waktu kita melamarnya saja sudah membuktikan bahwa dia wanita yang tak tahu diuntung padahal dia tak selevel dengan kita” jawab Oma Aleta.
“Iya, kita memang tak selevel dengannya, segala yang dikerjakannya didunia tujuannya untuk akhirat sedangkan kita selama ini hanya mengaejar dunia semata, memang tak sebanding level kita, oleh akrena itu kami memperbaiki diri, memataskan diri untuk bisa selevel dengannya>” jawab Zayn tegas dan penuh penekanan dalam setiap kalimatnya.
“Zayn, kau sunguh keterlaluan” bentak Oma Aleta.
“Oma yang lebih tak berperasaan, bisa-bisanya berbuat semau Oma” jawab Zayn.
“Aku mencoba percaya pada Oma, aku yakin Oma memiliki hati yang baik lagi bijak seperti yang diceritakan Mama dan Papa, Oma adalah wanita yang sangat aku hormati selayaknya aku mengirmati Mama dan Papa” terang Zayn.
“Au kira Oma memang Ibu dan pemimpin yang bijak lagia professional, tapi ternyata Zonk, Oma mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi” sindir Zayn pada Oma Aleta.
“Zayn, beraninya kau bicara begitu pada Oma!!!” bentak Oma Aleta.
“Aku bisa lebih berani lagi dari ini jika Oma berbuat tidak adil, Oma berbuat tidak profesional dan Oma berbuat dzolim seperti ini” ucap tegas Zayn.
Kak Prinka melihat sosok Bryan Kakaknya pada diri Zayn. Sikap tegas dan pemebela kebenaran Kak Bryan nya benar-benar turun pada Zayn.
“Aku pikir Oma memang orang yang bijak dan professional, tapi ternyata nihil. Sepertinya apa yang diceritakan Mama dan Papa tentang sosok Oma Aleta sungguh berbanding terbalik” lagi - lagi Zayn mengungkapkan isi hatinya.
“Zayn… kau…!!!” Oma Aleta benar-benar geram dengan kalimat yang di ucapakan Zayn barusan.
“Zayn, sudahlah, tolong jangan bicara seperti itu lagi, ingat tujuan kita kesini” ucap Kak Prinka menasehati Zayn.
__ADS_1
“Aku hanya bicara fakta Kak, agar Oma tahu siapa dirinya, wanita yang kejam, tega, tidak professional dan pengingkar janji” tegas Zayn memancing emosi Oma Aleta.
“Zayn cukup!!!” bentak Kak Prinka.
“Oma, jika Oma bisa mengingakari janji Oma, aku pun bisa, jika Oma tidak bisa mengatakan pada Om Erick untuk membatalkan pertunagan ini biar aku yang mengatakaan semuanya” ucap Zayn.
“Zayn, kau tidak bisa berbuat semaumu, kau harus tetap menikah dengan Lala, jangan mencoreng nama besar keluarga Arganta!” ucap Oma Aleta.
“Aku tidak perduli, aku akan tetap menikahi Cinta, aku akan memperbaiki dan memperjuangkan cintaku dan Oma tidak berhak mengatur hidupku karena selama ini Oma tidak pernah ada untukku, seketika Oma datang Oma langsung berbuat semau Oma padaku” jawab Zayn.
“Jika kau melakukan itu, Onma pastikan kau akan menyesal dan Oma akan buat wanita itu lebih menderita lagi!” ancam Oma Aleta.
“Zayn, istighfar Zayn, ingat kita sedang puasa” Kak Prinka mencoba menenangkan Zayn.
“Kau harus tetap menikah dengan Lala, atau wanita itu akan aku hancurkan masa depannya” lagi ancam Oma Aleta karena tersulut emosi.
“Oma memang tak punya hati, mungkinkah nurani Oma telah mati hingga tega menyakiti orang lain yang tidak bersalah” ucap Zayn.
““Zayn,,, hentikan, jangan hina Mamiku seperti ini!!!” Kak Prinka membentak Zayn.
“Mami, cukup Mami, mengapa Mami masih saja seperti dulu memaksakan kehendak Mami bahkan tega menghancurkan mimpi orang lain demi tujuan Mami sendiri. Cukup aku yang jadi korban atas keegoisan Mami, bahkan Mami tega melihat aku anak Mami mendekam dalam penjara padahal Mami tahu aku mendapat kekerasan seacra fisik dan psikis. Andai sejak awal aku seberani Kak Bryan mungkin aku takkan semenderita ini menaggung trauma fisik dan psikis, hiks hiks hiks” Kak Prinka yang sedari menahan diri akhirnya mengeluarkan perih di hatinya.
“Apa kau bilang, aku Mamimu, mimpi kau!!!. Kau bukan anakku dan aku bukan ibumu, jangan pernah kau menganggapku ibu mu karena kau bukan anakku, kau bukan darah dagingku, kau tidak lahir dari rahimku, kau anak wanita murahan itu!!!!” pekik Oma Aleta dengan wajah yang memerah.
Jedaaaaarrrr……
Serasa petir menyambar hati Kak Prinka mendengar apa yang di lontarkan oleh Mami Aleta yang selalu dicintai dan dirindukannya.
Langit seakan runtuh menimpa kepala Kak Prinka, berat, sakit, amat sakit dirasakan hati Kak Prinka.
“Mami, apa maksud Mami barusan???” tanya Kak Prinkaberanjak dari duduknya.
“Sudah berulang kali ku katakan padamu jangan panggil aku Mami, karena aku bukan Mami mu, Ibu mu yang kurang ajar itu sudah habis dimakan ulat. Aku sangat membencimu, mengapa kau yang hidup bukan anak kandungku. Kau dan ibumu sama-sama membawa petaka dalam rumah tanggaku, karena ulahmu pun aku harus kehilangan suamiku untuk selamanya” pekik Oma Aleta.
Pada akhirnya larva amarah dan kebencian Mami Aleta pada Kak Prinka selama ini meledak dan mencuar bagaikan gunung meletus.
“Apa, apa maksud Mami, aku anak Mami, mengapa Mami tega mengatakan hal itu padaku, aku anak Mami, aku anak Mami, aku bukan anak orang lain, aku hanya ingin Mami satu-satunya Mamiku” ucap Kak Prinka memberontak.
“Kak Prinka” rangkul Zayn pada bahu Kak Prinka.
“Zayn, aku anak Mami, aku anak Mami Aleta Zayn” ucap Kak Prinka histeris.
“Kau bukan anakku, aku bukan Mamimu, kehadiranmu mengacaukan kehidupanku, kau dan ibu mu si wanita murahan itu telah menghancurkan kehidupanku” ucap tajam Oma Aleta penuh amarah.
Kak Prinka berkali-kali mendengar kalimat tajam dan menyakitkan dari Mami Aleta yang menghujam sampai ke jantungnya.
Tangis Kak Prinka makin histeris, hatinya tak sanggup mendengar ucapan dari Mami yang selalu dicintainya dan dirindukannya selama ini.
Kepala Kak Prinka terasa berat dan sakit, tiba-tiba saja tubuh Kak Prinka terjatuh dalam pelukan Zayn, Kak Prinka pingsan.
“Kak, Kakak, Kak bangun Kak, Kakak” panggil Zayn sambil menguncang-guncang tubuh wanita yang di sayanginya setelah kedua orang tuanya.
“Oma, Oma keterlaluan, dari sini aku makin paham, Oma memang tak punya hati nurani. Jika terjadi sesuatu pada Kak Prinka, aku takkan pernah memaafkan Oma!!!” ucap Zayn kemudian membopong tubuh Kak Prinka keluar dari ruangan itu untuk segera membawanya kerumah sakit.
Zayn tak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihatnya dari lantai 9 sampai ke parkiran.
“Kak, bangunlah Kak, Kakak aku mohon bangunlah” ucap Zayn dengan perasaan cemas sambil berjalan menuju mobilnya.
Setelah menggulingkan tubuh Kak Prinka dengan nyaman di jok kursi belakanhg, dengan segera Zayn naik dan melajukan mobilnya menuju Tamara Hospital.
"Yaa Allah... Kuatkanlah hati Kak Prinka menerima kenyataan pahit ini jika benar apa yang dikatakan oleh Oma tadi. Kuatlah Kak, aku akan selalu melindungi Kakak" gumam Zayn dalam hati tanpa sadar air matanya pun menetes
#tbc…
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, favorit, beri hadiah dan vote nya juga ya. Love U all readers....