
💐💐💐
Pagi itu Zayn sudah siap untuk melakukan fitting pakaian pengantin, Zayn dan Cinta memilih menggunakan pakaian Adat Palembang dan juga pakaian pengantian dengan nuansa modern untuk resepsi, sedangkan akad akan bernuansa arab style.
Ada 3 setel pakaian pengantin yang akan Zayn dan Cinta pakai nantinya.
Untuk akad nikah mereka akan menggunakan pakaian bernuansa serba putih untuk Cinta, dan untuk Zayn seperti pangeran Arab, dengan memakai sorban sebagai penutup kepalanya.
Setelah akad nikah Zayn dan Cinta akan langsung melaksanakan acara resepsi dengan memakai dua jenis pakaian pengantin yang akan dipakai secara bergantian.
Pakaian pertama Zayn dan Cinta akan memakai pakaian khas Palembang yakni aesan gede dengan warna red-gold, selanjutnya setelah sholat dzuhur mereka akan naik pelaminan lagi dengan memakai setelan Tuxedo dan juga gaun pengantin modern bernuansa putih seperti princess.
Zayn mencoba semua pakaian pengantin itu dengan wajah sumringah, tak dapat dipungkiri bahwa saat ini Zayn sangat bahagia.
“Emhh… calon pengantin senyum terus dari tadi” goda Diki.
“Jelas aku bahagia Dik, kau tahu belum juga acara resmi aku sudah benar-benar grogi saat mencoba pakaian ini" ucap Zayn tersenyum.
“Woohhh… bisa grogi juga ternyata ya, heheheh” ledek Diki.
“Kau cobalah juga pakaianmu, kau kan nanti akan jadi groomsmen dan pendampingku” ucap Zayn sambil melihat pantulan dirinya dicermin yang menampakkan full body nya.
“Ya ya ya” jawab Diki.
“Ngomong-ngomong jika kau jadi groomsmen artinya akan ada bridesmaid, lalu siapa ya yang nanti kira-kira jadi pendamping pengantin wanita nya, biasanya wanita lajangkan?” tanya Zayn menatap Diki sambil memainkan alisnya naik turun.
“Mana ku tahu. Itu alismu naik turun kenapa, hee?” tanya Diki tanpa melihat Zayn karena Diki juga sibuk memandangi dirinya di cermin yang sedang mencoba setelah jasnya.
“Mungkin dia seorang gadis sholeha juga yang nanti akan jadi pendampingmu, semoga dia jomblo juga jadi bisa kau dekati dia, hehheeh” goda Zayn pada Diki.
“Apa maksudmu, mentang-mentang udah laku ya, heeemm” ucap Diki menatap tajam pada wajah Zayn.
“Diki, jika aku sudah menikah, maka kejarlah juga wanita impianmu, jangan kelamaan menunda nanti kau jadi bujang tua atau nanti kau malah baper jika melihatku berduaan dengan istriku kelak” ucap Zayn awalnya ngomong serius ujung-ujungnya menggoda Diki.
“Dasar asem kau Zayn!” Diki melemparkan jas yang baru saja ia lepas pada wajah Zayn.
“Hahahaha” Zayn tertawa puas.
“Diki, tapi aku serius, jika aku sudah menikah, aku berharap kau juga segera menikah, semoga jodohmu segera sampai padamu” doa Zayn.
“Aamiin” ucap Diki lalu merebahkan tubuhnya di sofa.
“Mbak, baju nya yang ini, ini dan ini ya, untuk pengantin wanitanya bagaimana?” tanya Zayn.
“Sudah ada tim kami yang juga kesana tuan Zayn” jawab seorang pegawai butik ternama di kota Palembang yang khusus melayani Zayn dan sudah bekerjasama dengan tim wedding organizer yang dipilih Kak Prinka.
“Baiklah kalau begitu. Saya serahkan semuanya pada kalian” ucap Zayn.
“Baik tuan Zayn, insyaAllah kami akan memberikan yang terbaik untuk tuan Zayn dan calon istri serta keluarga besar tuan” ucap sang pegawai.
“Terima kasih” jawab Zayn.
“O iya untuk seragam semuanya sudah siapkan?” tanya Zayn.
“InsyaAllah sudah siap tuan, tadi juga sudah konfirmasi dengan nona Prinka, insyaAllah besok pakaiannya Sudah kami kirim semua baik ke keluarga tuan maupun keluarga nona Cinta” jawabnya.
“Alhamdulillah, terima kasih kalau begitu” ucap Zayn.
“Kalau begitu kami permisi ya tuan” ucap si pegawai butik.
“Oke” jawab Zayn.
Lima orang pegawai dari butik itupun akhirnya berpamitan, dan tinggallah Zayn dan Diki di ruangan itu.
“Zayn, apakah kau bahagia?” tanya Diki.
__ADS_1
“Iya, alhamdulillah aku sangat bahagia” jawab Zayn.
“Apakah sebahagia itu jika kita menikah dengan wanita yang kita cintai dan kita harapkan?” ucap Diki.
“Bisa jadi, karena saat ini aku sanagt bahagia bisa menikah dengan wanita yang aku cintai dan aku harapkan dalam setiap doaku” jawab Zayn.
“Alhamdulillah, aku turut senang dan bahagia mendengarnya” ucap Diki tersenyum sambil menatap langit-langi ruangan itu.
Diki merebahkan tubuhnya pada sofa dengan kepala melihat keatas.
“Lalu, apakah kau juga kan memperjuangkan cintamu pada Lala?” tanya Zayn to the point.
Diki sontak menoleh mentap Zayn.
“Apakah kau akan terus diam saja tanpa memberitahukan perasaanmu padanya?” tanya Zayn sekali lagi.
“Aku tahu batasan diriku Zayn, aku tidak pantas untuknya dan lagi yang di harapkan Lala itu dirimu bukan diriku” jawab Diki kembali melihat langit-langit ruangan itu.
“Apa maksudmu batasan, apanya yang tidak pantas?, apa kau sudah mencobanya, apa kau tahu dia kan menolak?, kau harus punya keberanian untuk menyampaikannya, untuk hasilnya biarlah Allah yang menentukan" ucap Zayn dengan nada yang kurang suka mendengar ucapan Diki.
Diki hanya diam.
"Jika dia jodohmu Allah pasti akan memberikan jalan indah-Nya untuk kalian bersama, jika tidak berjodoh ya setidaknya kau sudah mencoba untuk memberitahu Lala tentang perasaanmu" terang Zayn.
Diki masih terdiam sambil mencerna ucapan Zayn.
“Kau itu laki-laki mapan, sholeh, cerdas dan berkharisma. Kau jangan menyerah dulu sebelum berperang. Dan lagi aku sudah menetapkan hatiku untuk memilih Cinta. Kau cobalah ungkapkan perasaanmu padanya atau jika kau memang ragu maka berdoalah kepada Allah dalam diam mu yang mencintainya sejak lama” ucap Zayn.
“Ya aku hanya bisa berdoa dalam diamku. Doakan aku ya Zayn semoga Allah pun menjodohkanku dengan jodoh terbaik dari-Nya" ucap Diki tersenyum melihat kearah Zayn.
“Pasti, doaku pasti selalu untukmu Diki” jawab Zayn.
“Terima kasih” ucap Diki.
“Oiya Zayn, apakah kau sudah mengabari tuan Erick dan Lala soal pernikahanmu?” tanya Diki.
“Begitu ya, baguslah jika begitu. Oiya jam berapa kita kerumah besar?” tanya Diki.
“Masih menunggu titah nona besar, heheheheh” ucap Zayn.
“Siapa yang kau sebut nona besar, haaah….???” Kak Prinka yang baru datang dan mendengar ucapan Zayn langsung menjewer telinga Zayn.
“Aaauuu… sakit, ampun Kak…” ucap Zayn.
“Makanya jangan sebut aku seperti itu lagi, kedenagarannya seperti badanku yang besar kau sebut akau nona besar” ucap Kak Prinka.
“Hahaahahah” Sontak Diki dan Zayn tertawa mendengar protes dari tante mereka.
“Huffftttt….” Kak Prinka ikut merebahkan tubuhnya pada sofa nan empuk itu.
“Kakak Lelah ya?” tanya Zayn.
“Tidak juga, Kakak lega beberapa hal penting sudah fix, sore nanti Kakak akan ke rumah kasih sayang untuk cek dekor dan pelaminan disana. Kakak tidak mau ada minus semua harus sempurna sesuai harapan” ucap Kak Prinka.
“Kak Prinka semangat sekali” ucap Diki.
“Tentu dong semua ini untuk keponakanku tersayang, semuanya harus perfectto” ucap Kak Prinka.
“Owhh… terima kasih tante ku sayang, tante baik sekali” ucap Zayn mencubit pipi Kak Prinka karena gemas.
“Dasar bocah tidak sopan, kau pikir aku adikmu main dusel-dusel pipiku” ucap Kak Prinka mencubit lengan Zayn.
“Hahhaha” Zayn dan Diki tertawa.
“Ku pikir, kalian beneran akan menikah bersamaan seperti ucapan kalian waktu masa-masa ABG labil” ucap Kak Prinka.
__ADS_1
“Ya sebenarnya harapannya begitu jadi lucu kan, kompakan. Tapi ternyata jodohku sampai duluan dan Diki harus mendampingiku dulu” ucap Zayn tersenyum pada Diki.
“Ya begitulah jodoh, ada yang sampai duluan, ada yang belakangan. Tidak apa artinya Kakak masih punya kesempatan satu kali lagi untuk mewujudkan mimpi Kakak membuat desain pernikahan impian untuk Diki dan istrinya nanti" ucap Kak Prinka semangat.
"Uuuuhhh…. Melihat wajah Diki yang seperti pangeran mungkin pernikahan ala-ala negeri dogeng bagus ya, kau pasti akan nampak gagah seperti seorang putra raja di dongeng-dongeng, aahhhh aku gemes deh…..” ucap Kak Prinka membayangkan pernikahan ala-ala putri dongeng.
“Megapa jadi seperti negeri dongeng Kak?” tanya Diki penasaran.
“Karena kau tampan, baik dan punya pribadi seperti pangeran-pangeran di cerita dongeng. Zayn ku sarankan ala-ala seperti itu resepsi pernikahannya tapi dia menolak, jadi aku harus memikirkan konsep ulang lagi. Untung saja Kakak kalian ini cerdas jadi dalam satu malam Kakak langsung dapat inspirasinya.” Ucap Kak Prinka percaya diri.
“Jadi Diki, nanti kau saja ya Dik konsep acara pernikahannya seperti yang Kakak ceritakan tadi. Dijamin pasti waaahhh. Kau tenang saja biar Kakak yang akan urus semuanya, kau tinggal tunggu beres saja. Oke” ucap Kak Prinka bersemangat.
“Mengapa bukan Kakak saja yang menikah?” ucap Zayn dan Diki bersamaan.
“Kompak banget kalian” ucap Kak Prinka tersenyum.
"Kakak pasti terlihat sangat cantik dan anggun jika didandani seperti barby" ucap Diki.
Seketika wajah Kak Prinka memias.
“Kak” panggil Zayn dan Diki sekali lagi bersamaan.
“Heemhh” ucap Kak Prinka yang mendadak diam.
“Kak, apa Kakak marah?” tanya Zayn.
“Marah kenapa?” tanya Kak Prinka.
“Maaf” ucap Zayn dan Diki bersamaan.
“Kalian seperti anak kembar saja. Heeiii… Kakak baik-baik saja” jawab Kak Prinka kini tersenyum manis.
“Kak, maaf, tapi jika aku boleh bertanya apa Kakak belum ada niat untuk menikah lagi?” tanya Zayn.
“Hemhh… Kakak masih trauma Zayn. Begini saja dulu rasanya lebih nyaman” jawab Kak Prinka tersenyum getir.
“Tapi apakah Kakak tidak ada keinginan untuk mencoba membina suatu hubungan lagi?” lagi tanya Zayn.
Sedangkan Diki hanya diam mendengarkan, takut jika dia berpendapat lagi Kak Prinka akan tersinggung dan sedih.
“Kakak serahkan saja semuanya kepada Allah, tapi untuk saat ini Kakak lebih nyaman sendiri” jawab Kak Prinka.
Zayn dan Diki pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Kami berdoa semoga kelak Kakak akan menemukan pasangan yang sholeh lagi penyayang yang bisa membahagiakan Kakak dari dunia hingga akhirat” ucap Diki.
“Aamiin….” Ucap Kak Prinka tersenyum.
“Oiya Zayn, Diki karena semua list untuk hari ini sudah Kakak bereskan, tinggal beberapa lagi untuk nanti sore, jadi kita langsung ke rumah Mami ya, terus mampir ke rumah Erick dan Ela sekalian silaturahim lebaran, baru setelah Kakak ke rumah kasih sayang” ucap Kak Prinka.
“Oke Kak, apakah nanti aku juga boleh ikut ke rumah kasih sayang?” tanya Zayn semangat.
“Kau dan Diki setelah dari rumah Om Erick mu, kalian berdua langsung pulang saja, kau harus banyak-banyak istirahat Zayn jangan kecapean” tiitah Kak Prinka.
“Kakak juga tidak boleh kecapean, Kakak kan juga bagian penting dalam acara pernikahanku nanti, jadi aku ikut ya” ucap Zayn.
“Heeiii… kau harus dipingit jangan ketemu Cinta dulu belum jadi mahrammu, jadi nanti kau langsung pulang saja lagi pula kau dan Diki kan lagi puasa syawal” ucap Kak Prinka.
“Baik ndoro putri” jawab Zayn patuh.
“Issshhh kau ini. Okelah hayuk kita berangkat” ajak Kak Prinka.
Pada akhirnya mereka pun berangkat menuju kediaman nyonya Aleta.
❤❤❤
__ADS_1
👉tbc....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, favorit dan bantu beri hadiahnya juga ya. Love U all readers....