Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Apartement


__ADS_3

Sore hari Meysha ijin ke Ayahnya. Untuk sementara ini, Meysha dan Andrew masih tinggal diapartement Andrew. Secara pernikahan yang mendadak bagi Mereka. Membuat Mereka belum ada mempersiapkan apa-apa. Bahkan rencana bulan madunya.


Meysha menuju apartementnya Andrew, tepatnya di Seoul Forest Trimage. Seoul Forest sendiri adalah kompleks apartemen empat puluh tujuh lantai yang menghadap langsung ke Sungai Han. Dan dianggap sebagai salah satu kompleks hunian terbaik di Seoul. Kompleks tersebut menjadi hunian para selebriti, pebisnis hingga politikus.Dan sepertinya Meysha harus beradaptasi dengan lingkungan barunya.


Apartemennya itu memiliki tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Selain itu, apartemen memiliki pelayanan layaknya hotel termasuk tempat bermain golf di dalam ruangan, sauna, pusat kebugaran, lounge, perpustakaan ruang belajar dan spa.


Sebelum masuk apartement, Meysha tidak lupa membaca surah Al-Ikhlas.Meysha menekan kode yang telah Andrew berikan, lalu Dia menarik kopernya.Interior tempat tinggal Andrew terlihat menggunakan lantai kayu dengan furniture abu-abu gelap. Nuansa furniture tersebut senada dengan area dapur.Lalu dinding mayoritas berwarna putih terang.


Space yang luas, dengan bukaan kaca lebar, memberikan keleluasaan tersendiri bagi penghuninya. Penempatan tanaman hijau di beberapa titik, juga membuat suasana di dalam apartemen semakin nyaman untuk beristirahat.


Meysha melihat ada tiga kamar di dalam apartement tersebut. Dia masih bingung kamar mana yang Andrew tempati untuk Mereka. Meysha mengeluarkan handphonenya dan menanyakan pada Andrew. Andrew yang masih sibuk dengan kerjaannya belum bisa menjawab teleponnya. Terpaksa Meysha duduk disofa seraya melihat pemandangan sungai Han.


Selang beberapa menit, handphonenya berbunyi. Andrew menelepon balik. Tidak lupa Meysha mengucapkan salam. Lalu Meysha pun bertanya kamar yang mana yang ditempati. Andrew pun menjelaskan pada Meysha. Kamar dekat ruang tengah adalah kamar Mereka. Sedangkan kamar pertama adalah kamar tamu. Dan kamar terakhir adalah ruang kerja Andrew ketika diapartement.


Setelah selesai menjelaskan Meysha pun mengucapkan salam, sebelum akhirnya memutus teleponnya. Lalu Dia masuk dikamar yang telah Andrew tunjukkan. Dia pun menarik kopernya masuk ke kamar. Meysha mengedarkan pandangannya. Dia terpana, semua barang tertata rapi. Bahkan tempat tidur, selimut dan bantal tidak ada yang berantakan sama sekali. Jendela kamar sekaligus balkon kamar, melihatkan akan keindahan sungai Han. Lemari tepat berada di sisi kiri, tempat tidur disisi kanan bagian tengah, dan meja make up disamping lemari.


Setelah membereskan baju-bajunya.Meysha keluar menuju balkon. Betapa kagetnya Dia, saat melihat banyak pot berserta bunganya tertata rapi. Dan dua buah kursi juga satu meja berada dibalkon tersebut. Meysha pun duduk sambil menikmati senja.


Meysha mengingat semua hal yang sudah dilaluinya bersama Andrew. Awal perkenalan Mereka, berdebat tentang teori, ancaman yang Meysha dapat, scandal Andrew karena perjodohannya, hingga saat mereka akhirnya kehilangan kontak, saat Meysha hampir memutuskan untuk menerima Fauzan karena hampir putus asa. Dan disitu Andrew datang kembali. Hingga akhirnya Mereka berdua sebagai pasangan suami istri.


Meysha masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi dan sudah dilalui Mereka berdua. Perjalanan cinta Mereka terasa sangat rumit. Diwarnai dengan rasa rindu yang saling terpendam. Dan hanya lewat doa Mereka menitipkan rindu yang masih terlarang kepada Rabbnya. Namun siapa sangka justru semuanya berakhir dengan indah di pelaminan.


Sebelum Maghrib, tidak lupa Meysha membersihkan diri.


Begitu waktu sholat Maghrib tiba. Meysha langsung melaksanakan kewajibannya. Meysha pun berdzikir seraya menunggu waktu isya. Begitu sudah ngisya. Meysha duduk diruang tengah. Seraya menyalakan laptopnya. Dan Andrew belum juga pulang. Sepertinya jadwalnya benar-benar sibuk.

__ADS_1


Tepat sekitar pukul 23.15 terdengar langkah kaki masuk. Meysha pun beranjak dan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Terlihat Andrew dengan senyumannya berdiri mengganti sandal dalam.


Andrew langsung memeluk Meysha.


" Aku sangat merindukanmu."


Meysha tersenyum geli mendengarnya.


Meysha tidak menjawabnya. Dia masih canggung. Andrew pun memahaminya. Lalu Dia melepaskan pelukannya. Andrew menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Selesai mandi, Andrew seperti biasa hanya memakai handuk. Membuat Meysha langsung beristighfar. Membuat Andrew jadi terkejut. Andrew pun buru-buru memakai baju.


Meysha sendiri masih merasa canggung dan malu ketika berdua saja dengan Andrew di dalam kamar. Meskipun saat ini status Andrew adalah suami resmi Meysha. Beruntung Andrew bisa menetralisir suasana, Andrew mengajak Meysha berbicara, layaknya Mereka masih sering berdebat tentang teori. Sambil memijat kaki Meysha tersebut, yang pastinya lelah setelah acara pindahannya tadi sore.


" Bagaimana disini? Apakah Kau nyaman?"


" Kau tahu, dalam doaku selalu terselip namamu." Ungkap Andrew.


Meysha menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak tahu."


" Harusnya Kau jawab tahu." Andrew komplain.


" Tapi Aku tidak tahu." Sahut Meysha.


" Aku kira malah Kau sudah melupakanku." Tambah Meysha.

__ADS_1


" Hampir."


" Kok gitu?" Sekarang giliran Meysha yang komplain.


" Iya, bagaimana Aku terus mengingatmu. Bisa-bisa Aku disuruh ngulang adegan terus karena lupa dialog skrip." Ujar Andrew mencoba melawak.


" Tidak lucu." Meysha memutar kedua bola matanya.


Rasanya tidak ada tempat ternyaman saat ini bagi Meysha, selain didekatnya Andrew. Selain hal-hal yang sudah Meysha ketahui, ternyata Andrew juga humoris. Andrew masih memijat kaki Meysha dan merasa takjub dengan keindahan jari jemari Meysha. Andrew bermain-main dan mengatakan ingin menggigitnya, namun Meysha seketika menarik kakinya, hingga membuat Andrew terjerembep jatuh ke lantai.


" Mianhe." Meysha minta maaf dan langsung beranjak menolong Andrew. Beruntung hanya bibir Andrew sedikit berdarah. Meysha pun langsung bertanya dimana kotak P3Knya. Andrew sambil memegang bibirnya, Dia menunjuk kotak P3K didalam lemari. Meysha pun mengambilnya lalu duduk disampingnya Andrew.


" Alamat gagal malam ini." Celetuk Andrew mendapat cubitan kecil dari Meysha. Andrew hanya meringis mendapatkan cubitan dari istrinya tersebut.


Meysha terlihat membuat kotak P3K. Lalu Dia mengambil kapas, setelah itu membuka botol alkohol. Lalu menuangkan sedikit demi sedikit ke kappas tersebut. Setelah dirasa cukup, Meysha pelan-pelan membersihkan darah yang mengalir dari bibir Andrew.


Andrew menatap Meysha dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Meysha mengerutkan kedua alisnya, seraya masih membersihkannya luka dibibir Andrew. Setelah bersih Meysha pun beranjak. Namun Andrew malah menarik ke dalam pelukannya.


" Lepaskan Aku Yeobo! Aku mau mengambil air dingin untuk mengkompres." Meysha berusaha melepaskan diri dari pelukan Andrew. Namun Andrew malah mempererat pelukannya.


" Sebentar saja." Pinta Andrew dengan suara lembutnya, membuat Meysha terdiam. Bahkan jantungnya berdetak kencang. Selang beberapa menit , Andrew melepaskannya. Meysha jadi lupa Dia mau mengambil apa karena salah tingkah.


" Kompres," Andrew mengingatkan Meysha sambil menunjuk luka dibibirnya. Meysha pun tersenyum malu. Dan langsung keluar dari kamar. Dia menuju ke dapur. Dan di depan kulkas,Meysha menenangkan diri dari jantungnya yang masih berdetak kencang.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2