
Cinta masih menatap wajah suaminya yang tampan, sungguh wajah Zayn begitu menawan hingga Cinta tak berkedip dan seketika senyumnya mengembang.
"Cinta, Cinta..." panggil Zayn sambil menjentikkan jarinya didepan wajah Cinta.
"MasyaAllah tampannya... " ucap Cinta kaget dan spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam hati dan benaknya dihadapan Zayn.
"Aku tampan???" tanya Zayn sambil tersenyum dengan wajah semu merah jambu nya.
"Emhh... emmhh..." Cinta mengatubkan mulutnya gugup karena ketahuan sedang menikmati wajah tampan suaminya.
Cinta benar-benar malu dihadapan Zayn, seketika Cinta menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.
"Kamu malu, kamu lucu banget sih" ucap Zayn menikmati momen salah tingkah istrinya.
Cinta masih diam dengan wajah yang ditutup menggunakan kedua telapak tangannya.
"Dibuka dong tangannya, suami tampan mau lihat wajah cantik istrinya" goda Zayn hingga makin memerah wajah Cinta sampai kedua daun telinga nya pun ikut memerah.
Perlahan Zayn menggenggam kedua tangan Cinta agar nampak wajah Cinta.
"Kok masih tutup mata, nggak mau lihat wajah tampan suaminya ya?" lagi Zayn menggoda Cinta.
Sungguh wajah Cinta benar-benar memerah seperti udang panggang.
"Pi ka boo" ucap Zayn main ci luk ba setelah mata Cinta terbuka.
Zayn tersenyum bahagia melihat sikap manis Cinta.
"Kamu cantik, I Love You" ucap Zayn.
Cinta hanya tersenyum sambil mengatupkan bibirnya menahan getaran-getaran cinta di hatinya.
"I Love You" Zayn mengulangi kalimatnya karena Cinta tak menjawab.
"I Love You too" ucap Cinta malu-malu lalu kembali menutup matanya dengan bibir terkatub erat.
Rasanya Cinta ingin menutup wajahnya dengan kedua tangan nya karena malu dan gugup.
Tapi bagaimana bisa menutup wajah dengan kedua tangannya, karena saat ini Zayn menggenggam erat kedua tangan Cinta.
Deg deg deg deg
__ADS_1
Jantung kedua insan yang sedang membangun cinta itupun berdegub kencang, rasa bahagia memenuhi hati mereka.
"Emhhh... aku mandi dulu ya, udah sore banget" ucap Cinta tiba-tiba.
"Iya mandi gih bentar lagi masuk waktu maghrib, kamu juga pasti udah gerah banget" ucap Zayn.
"Iya" jawab Cinta singkat karena masih deg-degan.
"Aku juga tadi begitu makanya langsung mandi, alhamdulillah udah mandi jadi segeran. Aku ambilin handuk nya dulu ya" ucap Zayn berdiri lebih dulu lalu berjalan menuju lemari pakaian.
"MasyaAllah... nggak bisa nafas, deg-degan banget rasanya" ucap Cinta pelan setelah Zayn berlalu.
Cinta pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya, menuju lemari pakaian.
"Ini handuknya" ucap Zayn sambil memberikan handuk yang ada di tangannya.
"Terima kasih" jawab Cinta.
"Oiya Cinta, aku keluar duluan ya mau ketemu Buya dan keluarga lainnya, dan karena udah deket waktu maghrib, aku sekalian ke Masjid ya Cinta" ucap Zayn.
"Baiklah, nanti aku menyusul kalau sudah selesai mandi" ucap Cinta.
"Oke, kalau begitu aku pamit keluar ya. Assalamu'alaikum" ucap Zayn.
Cinta pun meraih tangan kanan Zayn kemudian mencium punggung tangan suami nya itu.
Ada rasa bahagia memenuhi hati Zayn, Zayn terus mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena telah menjadikan cinta pertamanya itu kini menjadi wanita halal baginya.
Zayn pun mencium puncak kepala Cinta.
"Aku mencintaimu Cinta" ucap Zayn pelan kemudian sekali lagi mencium puncak kepala Cinta.
Deg deg deg deg...
Jantung keduanya berdegub kencang seirama.
Hati Cinta benar-benar merasa hangat mendapat perlakuan manis dari Zayn, dalam tunduk nya ada senyum yang mengembang di bibir Cinta.
"Aku juga mencintaimu" jawab Cinta tulus dari hatinya.
"Terima kasih" Zayn pun menggenggam tangan Cinta lalu mencium punggung tangan putih milik istrinya.
__ADS_1
Sungguh keduanya merasakan kebahagiaan dan kenyamanan dihati masing-masing.
"Oiya Cinta, ba'da Maghrib, bolehkah aku ijin membesuk Oma dan Kak Prinka?" tanya Zayn sembari minta izin kepada istrinya.
"Tentu saja boleh. Oiya bagaimana kabar nyonya Aleta?" tanya Cinta.
"Aku belum tahu kabar terbarunya, setelah ini aku akan coba hubungi Jhonson" jawab Zayn.
"Semoga nyonya Aleta segera sembuh" ucap Cinta tulus.
"Aamiin. Oiya mulai sekarang biasakanlah memanggil Oma Aleta dengan panggilan Oma jangan nyonya lagi, oke" titah Zayn.
"Tapi.... " Cinta bingung sendiri.
"Patuh sama suami ya" goda Zayn.
"Baiklah" jawab Cinta malu-malu.
"Oke, mandi gih" ucap Zayn.
"Iya" jawab Cinta.
"Oiya Zayn, bolehkah aku juga ikut bersama mu mengunjungi Oma Aleta?" tanya Cinta pelan.
"Tentu saja boleh, tapi apakah kamu tidak lelah?" tanya Zayn.
Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu ba'da Maghrib kita akan berangkat ke rumah sakit" jawab Zayn.
"Terima kasih" jawab Cinta.
Setelah obrolan singkat sore itu Zayn pun keluar dari kamar menemui Diki, Buya dan keluarga lainnya.
Sedangkan Cinta sendiri masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Maghrib pun tiba, keduanya sholat di Masjid Al-Furqon Rumah Kasih Sayang. Tempat yang menjadi sejarah sah nya hubungan mereka berdua.
Lepas sholat Maghrib, Cinta dan Zayn pun berkumpul sejenak bersama keluarga besar Rumah Kasih Sayang, menikmati makan malam bersama setelah seharian penat dengan kesibukan acara akad nikah dan resepsi pernikahan Zayn dan Cinta.
Setelah selesai makan malam, Zayn dan Cinta pun berpamitan kepada Buya, Umma dan keluarga besar lainnya untuk membesuk Oma Aleta yang kini masih terbaring lemah di Tamara Hospital.
__ADS_1
#tbc....
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya disini ya all readers kesayangan. Love U all readers....