
Cinta yang masih di liputi perasaan berdebar-debar berusaha untuk tetap tenang dan mendengadkan dengan seksama apa yang ingin di sampaikan oleh Buya Mahfud.
“Selanjutnya Buya juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting padamu nak menyangkut keberadaan Ilham dan Zayn disini” ucap Buya.
Deg deg deg deg…
Lagi jantung Cinta berdegub kencang tak bisa ia kontrol.
“Cinta anakku dengarkan Buya baik-baik ya nak” ucap Buya.
“Baik Buya” jawab Cinta dengan perasaan gugup.
“Jadi selesai sholat ashar di Masjid tadi, Ilham mendatangi Buya dan menyampaikan niatnya untuk mengkhitbahmu, namun baru saja Ilham menyampaikan niatnya, Zayn pun datang dengan niat yang sama yakni kembali ingin mengkhitbahmu” terang Buya Mahfud.
Dug dug dug dug dug dug….
Jantung Cinta berdebar hebat ketika mendengar apa yang disampaikan Buya.
Rasanya jantungnya mau melompat keluar. Keringat dingin pun tiba-tiba dirasakan Cinta menyerang tubuhnya.
“Buya sebagai orang tua hanya bisa menasehati dan untuk keputusan tentang khitbah ini tetap Buya serahkan kepadamu nak” ucap Buya.
Lagi-lagi Cinta dihadapkan dengan masalah baru. Dua pria yang ada dihadapannya menghadap Buya untuk meminangnya.
“Saat ini ada dua pria dengan niat yang sama untuk mengkhitbahmu, Buya yakin dua pria ini adalah pria yang sholeh dan bertanggung jawab. Semua keputusan ada padamu nak, siapa yang akan kau terima pinangannya" ucap Buya.
"Buya hanya berharap siapapun yang menjadi pilihan Cinta bisa berlapang dada dan tidak menaruh dendam ataupun sakit hati, karena pada dasarnya jodoh itu adalah kehendak Allah, semua sudah tertulis di lauhul mahfudz-Nya, kita sebagai hamba hanya berusaha dan berupaya mencari denganbcara yang bensar dengan proses membenahi diri dan memantaskan diri untuk jodoh yang telah di siapkan Allah” pesan Buya.
Cinta hanya diam dan tetap menunduk, kepalanya terasa berat dihadapkan dengan masalah baru yang menuntutnya untuk lagi-lagi memilih diantara dua pilihan yang sulit.
Ilham, laki-laki yang selalu menjadi pelindung Cinta sejak kecil, laki-laki yang senantiasa selalu ada untuk Cinta, laki-laki yang memberikan banyak cinta dan kasih syangnya pada Cinta sejak kecil hingga saat ini.
Cinta tak menyangka laki-laki dihadapannya yang sudah dianggapnya seperti Kakak kandungnya sendiri itu ternyata memiliki niat untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupnya.
Mungkin inilah wujud janji Ilham padanya saat mereka masih kecil dulu, saat itu usia meraka masih sangat dini, Cinta berusia 7 tahun sedangkan Ilham 11 jalan 12 tahun.
🌸Flashback On
__ADS_1
“Bang, Kak Tuti dan Bang Salim kayak Raja dan Ratu ya” ucap Cinta pada Ilham saat menyaksikan Umma Tuti dan suaminya bersanding diatas pelaminan.
“Iya, Cinta adeknya Bang Ilham juga cantik seperti princess pakai makhota ini” ucap Ilham sambil memegang bando mahkota di atas kerudung Cinta.
“Kalau Cinta nanti menikah, apakah Cinta juga akan seperti Kak Tuti ya Kak, cantik seperti Ratu, dan apakah nanti Cinta akan dapat Raja tampan juga seperti Bang Salim?” tanya Cinta yang belum paham dengan arti dari sebuah pernikahan.
“InsyaAllah, jika Dek Cinta punya akhlak yang baik, insyaAllah nanti Allah juga kirimkan Raja tampan yang sholeh juga untuk Adek, jadi Cinta harus jaga kehormatan diri dan punya akhlak yang baik ya biar dapat Raja tampan yang akhlaknya baik juga” nasehat Ilham yang memang tumbuh dengan pemikiran yang lebih dewasa diusianya yang masih dini.
Cinta memang sangat dekat dengan Ilham, kemana-kemana Cinta selalu mengekori Ilham, mungkin karena sejak Bayi Ilham memang sangat dekat dengan Cinta hingga Cinta benar-benar merasa nyaman berada didekat Ilham, dan Cinta akan merasa kehilangan jika jauh dari Ilham., bahkan sampai menangis jika seharian tak melihat Ilham.
“Iya Bang, Cinta akan jadi anak sholeha, tapi Bang bagaimana kalau Cinta sudah jadi anak sholeha tapi Raja tampannya nggak datang pada Cinta” pertanyaan anak usia Cinta yang masih ingin banyak tahu pun terus ia lontarkan pada Ilham.
“Abang akan carikan Raja tampan dan berakhlak mulia itu untuk Princess nya Abang Ilham ini sampai ketemu” jawab Ilham sambil tersenyum.
“Abang nyarinya naik kuda ya, kayak didongeng-dongeng itu, Cinta ikut ya Bang jangan sendirian masuk hutannya nanti Abang hilang, Cinta nggk mau Abang pergi dari jauh dari Cinta” ucap Cinta nyerocos sambil memegang lengan Ilham kecil.
“Hahhaha, jaman sekarang orang-orang naiknya motor atau mobil Dek, nggak pakai kuda lagi” ucap Ilham sambil mengusap lembut kepala Cinta kecil.
“Ada Bang Kuda, Buya juga kadang naik Kuda kalau pergi-pergi” jawab Cinta protes.
“Iya itu Bang, mobilnya Buya ada tulisan Mitsu***** Kuda, Buya naik Kuda kan berarti” terang Cinta pada Ilham.
“Hahahahaa, kamu memang gadis cerdas” ucap Ilham mencubit kecil pipi Cinta kecil.
“Hhehehehe” Cinta pun ikut tetawa.
“Bang Ilham, kalau misalnya Raja tampan yang sholeh itu nggak ketemu, gimana dong Bang?” tanya Cinta dengan wajah sedikit sedih
“Emhh,,, Abang akan terus berdoa pada Allah agar Raja tampan itu datang dengan sendirinya naik kuda putih untuk menjemput Princess Cinta” ucap Ilham.
“Kalu dia nggak datang juga, gimana dong, kan Cinta anak yatim bukan Princess beneran” ucap Cinta menunduk sedih.
“Kalau nggak ketemu dan nggak datang juga, Abang yang akan menjadi Raja tampan dan berkuda putihnya untuk membawa Princess Cinta menuju negeri awan” jawab Ilham agar adiknya itu tidak sedih lagi.
“Beneran Bang???” tanya Cinta membelalakkan matanya menatap Ilham.
Ilham menganggukkan kepalanya, entah mengapa saat itu ada perasaan lain dihati Ilham. Ilham yang tadinya hanya ingin menghibur sang adik malah jadi deg deg kan.
__ADS_1
“Janji ya Bang, Abang akan jadi Raja tampan yang sholeh dan berakhlak mulia untuk Cinta kalau nggak ada Raja baik hati yang datang untuk si yatim ini” ucap Cinta yang paham betul bahwa Cinta dan beberapa anak-anak yang tinggal di rumah kasih sayang adalah anak-anak yang ditelantarkan oleh keda orang tuanya.
“Janji, Abang sayang Cinta jadi Cinta jangan sedih lagi ya, yuuuk kita ambil es krim disana” ajak Ilham.
"Bener ya Bang, janji ya Bang Abang akan jadi Raja tampan yang sholeh untuk Cinta" tuntut Cinta.
"InsyaAllah" Ilham tersenyum melihat Adiknya yang bicara sambil ngotot dan menunjukkan jari kelingkingnya mengajak Ilham membuat janji pakai kelingking seperti yang sering dilakukan teman-temannya disekolah.
"Cinta sayang banget sama Bang Ilham, Abang jangan tinggalin Cinta seperti Ayah dan Ibu Cinta yang menelantarkan Cinta ya Bang" pinta Cinta yang memang sangat dekat dengan Ilham.
Bagi Cinta Ilham adalah super hero nya. Apa lagi saat baru duduk di bangku SD Cinta sering di bully oleh teman-teman seusianya, diejek anak yatim, anak pungut, anak telantar dan sebagaianya, dan disaat itulah Ilham selalu datang menjadi pahlawan yang senantiasa melindungi Cinta.
Sejak kecil Cinta sangat mengagumi Bang Ilhamnya, bahkan Cinta kecil sempat berpikir kelak diapun ingin menikah dengan Ilham agar Ilham terus menjadi pelindungnya.
Begitupun dengan Ilham, sejak dia mengikrarkan janjinya pada Cinta, semakin beranjak remaja dan dewasa, perasaan Ilham semakin dalam pada Cinta. Rasa sayangnya yang menganggap Cinta sebagai adik berubah menjadi rasa sayang dari seorang laki-laki dewasa pada wanita dewasa.
🌸Flashback Off
Baik Cinta maupun Ilham menunduk mengingat masa-masa kecil mereka yang senantiasa selalu berdua. Bukan hanya Cinta yang terkenang dengan janji mereka, tapi Ilham pun juga demikian.
Tak sadar bulir bening dari dua kelopak mata kedua insan itu pun jatuh.
Cinta diambang kebingungan dengan pilihan sulit kali ini, bahkan lebih sulit dari pilihan sebelum-sebelumnya.
Jika selama ini Cinta dihadapkan dengan pilihan menerima atau menolak lamaran Zayn, Cinta bisa memutuskannya tanpa ragu sedikitpun untuk menolak Zayn.
Ketika lebih dari satu minggu yang lalu ia dihadapkan dengan pilihan antara Zayn dan AIIBS, meskipun terasa berat tapi pada akhirnya Cinta yakin dengan pilihannya untuk menerima lamaran Zayn meskipun pada akhirnya Cinta kembali membatalkannya karena diserang secara mental oleh nyonya Aleta.
Belum lagi dengan Lala dan nyonya Ela yang menghubunginya ketika Zayn memutuskan membatalkan pertunangan putri kesayangannya itu, meskipun selama ini nyonya Ela sangat baik pada Cinta, tapi kali ini nyonya Ela sangat kecewa dengan sikap dan tindakan Cinta.
Berbagai tuduhan yang yang tidak benar yang sempat dipertanyakan nyonya Ela yang membuat Cinta merasa tersudutkan, Cinta pun sudah menjelaskan tapi entah apa yang di sampaikan nyonya Aleta hingga nyonya Ela pun merasa benar-benar kecewa pada Cinta.
Cinta benar-benar diambang kebingungan, pilihannya kali ini benar-benar berat, antara Ilham dan Zayn, dua laki-laki yang sebenarnya punya tempat tersendiri di hati Cinta dengan porsi yang berbeda.
#tbc....
...Terus dukung karya author ya readers dengan bantu like, vote, komen, favorit dan bagi hadiah mawar bermekaran atau secangkir kopinya juga boleh. 😍😍😍. Terima kasih untuk dukungan all readers. Love U all readers. 💖💖💖...
__ADS_1