
Riuh suara menggema didalam gedung resepsi pernikahan itu. Tak henti-hentinya para undangan silih berganti mengucapakn selamat kepada Zayn dan Cinta.
Dibawah panggung nan megah itu, nampak seorang wanita muda memakai kebaya warna pink baby dipadu dengan kerudung warna silver sedang tersenyum bahagia menatap pada Zayn dan Cinta.
"Yaa Allah... semoga aku segera menyusul Pak Zayn dan mbak Cinta" ucap Alya.
"Tapi, bagaimana mau segera menikah kalau calonnya saja aku belum punya. Huuufftt...." Alya menghela nafas panjang.
Ilham melihat Alya yang sedang duduk sendiri di meja VVIP. Sekilas Ilham melihat seakan ada perasaan gundah yang terpancar dari senyum getir Alya.
Karena merasa kenal dengan Alya, Ilham pun mencoba untuk bergabung duduk bersama Alya di meja itu, berharap semoga bisa menghibur Alya karena Alya terlihat sedih duduk sendiri.
Baru saja Ilham duduk dan hendak menyapa Alya, Ilham begitu terkejut ketika Alya mengucapkan sebaris kalimat yang membuat Ilham tak percaya.
"Aaahhhh... andai Pak Ilham tahu bahwa aku menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya di kantor Papa, dan andai saja dia membalas perasaan ini mungkin aku bisa segera menyusul kalian menghalalkan cinta ini, uuhhhh.... " ucap Alya memegangi jantungnya yang berdebar.
"Sayangnya... jangankan mau membalas perasaan ini, dipandang sebagai wanita idaman saja mungkin tidak, dilirik saja nggak, hahahaha... ngenes banget dengernya" Alya tertawa sendiri mengenang ucapannya.
Alya yang tadinya duduk santai hanya fokus menatap sepasang pengantin baru diatas panggung singgasananya, karena merasa tenggorokannya kering Alya pun menoleh kebelakang untuk mengambil gelas minumnya.
Dan betapa terkejutnya Alya ketika menoleh kebelakang ada Ilham yang duduk didekatnya sambil menatap tajam pada Alya.
"Aaahhhhh..." sontak Alya berteriak karena terkejut.
"Astaghfirullahaladzim...." ucap Alya lalu menutup mulutnya.
"Pak Ilham" sapa Alya dengan salah tingkah.
"Yaa Allah sejak kapan Pak Ilham duduk disitu, beliau denger celoteh memalukan barusan nggak ya, aduuuh Alya kenapa juga kamu mengerutu sendiri tadi, seharusnya kau tetap suka dalam diam saja Aliyya!!! aaahhh... kacau ini" ucap Alya dalam hati dengan perasaan berdebar.
__ADS_1
"Maaf Pak saya tidak tahu kalau ada bapak ?" ucap Alya dengan perasaan malunya.
Ilham hanya menganguk kan kepalanya karena masih syok dengan apa yang diucapkan Alya beberapa saat yang lalu.
"Sudah lama Pak?, sekali lagi maaf karena tidak menyadari keberadaan bapak" ucap Alya menundukkan kepalanya.
"Heemmhh" jawab Ilham.
"Alya, maaf.... " ucap Ilham.
"Yaa Pak ?" jawab Alya dengan jantung berdegub kencang takut di ceramahi oleh Ilham.
"Apa yang kamu ucapkan tadi benar?" tanya Ilham.
"Ucapan apa ya Pak, saya tidak mengerti maksud bapak ?" Alya balik bertanya sambil tersenyum salah tingkah.
"Sejak lama di kantor Papa, apa maksudnya?" tanya Ilham to the point.
"Emhh... " Ilham pun bingung harus berkata apa lagi.
Sepertinya debaran jantung hatinya pun saling bergaduh karena perasaan tak menentu yang dirasakan Ilham saat ini.
"Maaf, saya tidak sengaja mendengar apa yang kamu ucapkan tadi, maaf" ucap Ilham tulus.
"Owwhh... Hehe... Heemmhh" hanya kalimat itu yang bisa Alya ucapkan.
Sungguh Alya merasa benar-benar malu pada Ilham.
"Maafkan saya Pak Ilham" ucap Alya menundukkan kepalanya karena merasa malu dan bersalah.
__ADS_1
"Benarkah apa yang kamu katakan tadi, atau saya salah dengar?" tanya Ilham.
Dengan perasaan berat dan takut, pada akhirnya Alya pun menganggukkan kepalanya.
"Maafkan saya..." ucap Alya diiringi butiran bening yang keluar dari sudut matanya.
"Kamu menangis?, jangan menangis, sungguh maafkan saya" ucap Ilham dengan lembutnya.
"Kgs. Malik Cakradinata, Cakra Grup" jawab Alya masih menunduk.
"Cakra Grup?" ucap Ilham kaget.
"Jadi kamu putri dari tuan Malik Cakra Grup?" Ilham benar-benar terkejut dengan kenyataan yang baru saja terpampang nyata dihadapannya.
Sekali lagi Alya mengangguk.
"Nyayu Aliyya Cakradinata?" ucap Ilham.
Alya pun mengangkat kepalanya melihat pada Ilham.
Sepanjang karirnya bekerja bersama Ilham, hanya Ilham sajalah yang selalu menyebut dan memanggil namanya dengan panggilan Alya dan kali ini jantung Alya semakin berdegub kencang ketika Ilham menyebut nama lengkapnya dengan benar.
Pasalnya selama ini Alya sebisa mungkin menyembunyikan identitas dirinya. Masuk MLA pun karena rengekan manjanya pada sang Mama dan Papa dengan status identitas aslinya tersembunyi.
Tapi kini Aliyya yang manja telah berubah menjadi Aliyya yang mandiri. Alya yang dikenal pegawai MLA dengan panggilan Mbak Lia termasuk oleh Cinta.
Seorang gadis manja dan kaya raya yang juga keturunan kesultanan Palembang, karena cintanya pada seorang Ilham membuatnya mau belajar mandiri dan pada akhirnya membuat Alya bisa menjadi seorang wanita sholeha lagi bersahaja.
Mencintai Ilham mampu membuat pribadinya yang manja menjadi seorang muslimah mandiri. Alya banyak belajar Agama dan mendekatkan diri kepada Allah, memantaskan diri agar Allah memberinya cinta halal dibawah naungan cinta Allah.
__ADS_1
#tbc...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya disini ya all readers. Love U all 🥰...