
...💖Hal terindah ketika engkau jatuh cinta, akan tetapi akan lebih indah jika orang yang kau cintai menyadarai cintamu💖...
🌸
Lepas sholat tarawih di rumah kasih sayang, Zayn pun berpamitan dengan Abah Furqon, Buya Mahfud, dr.Syaamil, ustadz Ayubi, Ilham dan beberapa orang lainnya.
“Abah, Buya, saya pamit ya, terima kasih untuk pengalamannya hari ini sampai dengan malam ini” ucap Zayn.
“Iya sama-sama” jawab Abah dan Buya.
“Terima kasih juga ya Zayn sudah datang dan ikut repot hari ini” ucap dr.Syaamil.
“Sama-sama Bang, aku juga senang, semoga istri Bang Syaamil sehat selalu, ibu dan janinnya sehat selamat sampai lahiran dan seterusnya” doa Zayn.
“Aamiin Yaa Allah, terima kasih atas doanya” ucap dr.Syaamil.
“Saya pamit ya semuanya, Assalamu’alaikum” ucap Zayn.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab semua yang mendengar salam dari Zayn.
Zayn bersama Diki pun beranjak dan keluar lebih awal dari Masjid.
Saat keluar dari Masjid, Zayn melihat ada Cinta yang menuggu diteras Masjid bersama Umma Zilvia, Umma Tuti dan juga Azizah menemani Kak Prinka.
“Kak” sapa Zayn.
“Kita berangkat sekarang?” tanya Kak Prinka pada Zayn.
“Iya Kak” jawab Zayn mengangguk.
“Oke” jawab Kak Prinka.
“Mbak Zilvia, mbak Tuti, Cinta dan Zizah, saya pamit ya, maaf tidak sampai selesai acaranya” ucap Kak Prinka.
“Nggak papa mbak, mbak juga masih ada acara lagi setelah ini. Kita yang makasih banget padahal mbak ada acara keluarga tapi malah menyempatkan kesini lebih dulu.” Ucap Umma Zilvia.
“Baiklah tolong sampaikan salam untuk Umma Salamah, Umma Tamara, Zelina dan yang lainnya juga ya mbak” ucap Kak Prinka.
“InsyaAllah” jawab Umma Tuti dan Umma Zilvia.
“Kita pamit ya, Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Kak Prinka.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari semuanya.
“Saya juga pamit ya Umma, Cinta dan Azizah. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Zayn yang di ikuti Diki.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” sekali lagi mereka menjawab salam dari Zayn dan Diki.
Sekilas bola mata indah Cinta dan Zayn bertemu.
Deg deg deg….
Seperti biasa jantung keduanya akan berdegub kencang ketika netra itu bertemu.
Zayn pun melemparkan senyumnya pada Cinta kemudian mengalihkan pandangannya, begitupun dengan Cinta.
Melihat sikap salah tingkah antara Zayn dan Cinta membuat Umma Tuti dan Umma Zilvia ikut senyum-senyum.
“Hayooo… kalau udah yakin segera kasih jawaban gih biar dihalalin” goda Umma Tuti.
“Umma apaan sih” ucap Cinta malu-malu.
“Bener kata mbak Tuti Dek, lanjut atuh sok diterima khitbahnya” ucap Kak Zilvia.
__ADS_1
“Tapi Umma, Kak Cinta kan lagi ikut seleksi AIIBS, gimana kalau seandainya Kak Cinta diterima dan akan tinggal di Arab?” tanya Azizah.
Jleeebbbb….
Kalimat Azizah menusuk jantung Cinta.
Saking seringnya deg-deg kan ketika bertemu sapa dengan Zayn, Cinta sampai lupa dengan hal itu.
“Iya ya Umma nggak kepikiran sampai kesitu. Dek gimana tah?” tanya Umma Tuti.
Cinta hanya tersenyum karena sebenarnya hatinya juga bingung.
“Ngobrolnya kita lanjutin nanti lagi yuk, itu Umma udah manggil-manggil kita kayaknya, tangannya melambai-lambai kekita” ucap Umma Zilvia.
“Ehh iya bener, yuk kita kesana” ucap Umma Tuti.
Umma Zilvia dan Umma Tuti pun beranjak lebih dulu.
“Kak Cinta, yuk” ajak Azizah.
“Iya” jawab Cinta ikut melangkahkan kakinya.
Meskipun kakinya terus melangkah tapi hati dan pikiran Cinta masih terus memikirkan ucapan Azizah.
“Kak… Kak Cinta… Kak Cinta” panggil Azizah.
“Owhh… iya, kenapa Zah?” tanya Cinta sadar dari lamunannya.
“Kak Cinta melamun, kayaknya ada yang lagi Kakak pikirin ya, ada apa Kak?” tanya Azizah.
“Emhh… nggak ada kok, nggak papa, yok jalan lagi” jawab Cinta.
“Apa Kak Cinta kepikiran sama ucapan ku tadi ya Kak, apa ucapanku tadi menganggu Kakak?, maafin aku Kak” ucap Azizah yang hanya beda 2 tahun dengan Cinta.
“Nggak kok, udah yok kesana, Kakak udah laper kayaknya ayam kecap tadi enak ya” ucap Cinta mengalihkan pembicaraannya.
“Oke, aku mau daging malbinya ya Kak, dari aromanya terbayang kelezatannya” ucap Azizah.
“Kamu kayak iklan aja Zah” ucap Cinta.
“Hhhahaah” Azizah dan Cinta pun tertawa bersama sambil menutup mulutnya agar tawanya tak kelepasan.
Sambil berjalan menuju dining room, ada beberapa adik-adik laki-laki yang tinggal di rumah kasih sayang sedang ngobrol.
“Aku nangis loh tadi waktu denger Kakak nyo adzan” ucap bocah lelaki yang sering muroja’ah bareng Zayn.
“Iyo aku jugo, merinding bulu roma aku, rasonyo cakmno itu nah, pacak nian Kakak itu adzan, pengen aku biso adzan sebagus itu biso buat uwong-uwong tenangis dengernyo saking meresepinyo” ucap bocah yang lain.
“Aku nak belajar samo Kak Zayn kagek, minta ajari dio cakano biso adzan sebagus itu” lagi ucap bocah yang lain.
Deg….
Jantung Cinta berdegub mendengar nama Zayn disebut.
“Zayn, maksudnya yang adzan tadi Zayn, benarkah atau akau salah dengar ua?” tanya Cinta dalam hati.
Sejujurnya Cinta juga penasaran sejak tadi, siapakah laki-laki yang mengumandangkan adzan tadi.
“Aku jugolah, kagek kalu Kak Zayn kesini aku nak minta ajari samo Kak Zayn” ucap bocah yang pertama tadi.
“Hebat nian yo Kak Zayn, Abah Ayubi, Kak Ilham, biso ngaji samo adzan sebagus itu, apolagi Kak Zayn suaronyo merdu nian, geregetan aku laju, hehehe” tambah si bocah kedua.
Karena asyiknya menguping pembicaraan ketiga bocah itu, Cinta sampai lupa kalau ada Azizah disebelahnya.
__ADS_1
Azizah yang juga mendengar obrolan ketiga bocah itupun sekarang semakin mengerti, sepertinya Kak Cinta saat ini sedang kepikiran Zayn.
“Kayaknya beneran ini, Kak Cinta lagi mikirin Kak Zayn, dan gara-gara ucapanku tadi Kak Cinta jadi makin kepikiran kan, maafin Azizah ya Kak” ucap Azizah dalam hati.
“Rahmat, Dek Rahmat” panggil Azizah pada salah satu dari tiga bocah itu.
“Iyo yuk Zah” bocah itupun mendekat.
“Lagi ngomongi apo sih, seru nian cak nyo?” Azizah berinisiatif untuk memperjelas ke ingin tahuan Cinta.
“Lagi ngomongi adzan yang spektakuler tadi nah yuk, ayuk denger dak adzan nyo, bagus kan, merdu kan suaronyo sampai uwong-uwong banyak metu banyu mato” ucap Rahmat dengan bahasa dan logat Palembang tulen.
“Woow adzan spektakuler cak apo bae Rahmat ni. Iyo ayuk denger tadi adzannya bagus nian ye. Memangnyo siapo yang adzan, Rahmat ye, pinter nian kau Dek, ayuk sampai melok keluar banyu mato” ucap Azizah menelisik.
“Bukan aku Yuk, tapi aku nak berusaha biar biso adzan sebagus itu jugo” ucap Rhamat.
“Terus siapo yang adzan, Arief yo apo Iskan?” Azizah pura-pura tidak tahu.
“Bukan kami Yuk, tapi Kak Zayn, ayuk tahu Kak Zayn kan?, Kakak yang mukonyo cak wong barat itu nah, yang putih ganteng cak artis, yang tiap malem galak muroja’ah bareng-bareng samo kami” ucap Iskan.
“Owhh, Kak Zayn yo, iyo-iyo ayuk tahu, mokasih infonyo yo Dek” ucap Azizah dengan penekanan dan cukup kuat menyebut nama Zayn.
“Iyo yuk, yuk kami duluan yo, kami nak makan rendang samo malbi kagek kehabisan, ahhahaahha” ucap Arief, Rahmat dan Iskan dengan riangnya berhambur langsung masuk ke ruang makan.
“Oiyo iyo, duluanlah” ucap Azizah.
Setelahnya Azizah pun kembali mendekati Cinta.
“Bener Kak Zayn Kak yang adzan” ucap Azizah memastikan pada Cinta.
“Heehh…???” Cinta kaget.
“Bener Kak Zayn yang adzan, Kak Cinta penasarankan tadi. Cerita sama Zizah nggak papa Kak kalau mau cerita, itu kalau Kak Cinta percaya sama Zizah tapi” ucap Azizah.
Mendengar ucapan Azizah, pipi Cinta jadi merah merona.
“Kak, istikharah lah lagi dengan hati yang ikhlas, minta petunjuk Allah” saran Azizah.
“Heee…” Cinta menoleh pada Azizah ketika mereka baru saja masuk dining room dan duduk di kursi dengan meja bundar yang telah tersedia berbagai jenis makanan diatasnya.
“Kak, seperti apa yang pernah Kak Zelina sampaikan waktu itu, bahwa cinta itu tidak pernah meminta untuk menanti tapi ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Yang pertama adalah keberanian, yang kedua adalah pengorbanan” ucap Azizah.
Cinta terdiam mendengarkan ucapan sang Adik sambil mencernanya.
“Lelaki yang baik tidak akan bermain-main dengan cinta, sebab dia tahu kata cinta itu menuntut tanggung jawab. Dan aku melihat cinta yang tulus itu ada pada Kak Zayn untuk Kakak” lagi Azizah mengungkapkan pendapatnya.
Sejenak Cinta melihat dan menatap kearah Azizah.
“Terima kasih sudah mengingatkan Kakak ya Zah” ucap Cinta.
“Sama-sama Kak, bukankah Kakak yang selalu bilang padaku, kita hidup ini harus saling mengingatkan dan menasehati dalam hal kebaikan dan kesabaran” ucap Azizah.
Cinta pun tersenyum.
“Yaudah makan yuk Kak, kasihan makanannya sedih tu kelamaan nungguin kita buat disantap” guyon Azizah.
“Hayuklah…” jawab Cinta.
“Zayn…. Entah mengapa kini aku merasa semakin mengagumimu, kau begitu indah dan membuatku terpukau, maaf jika selama ini aku terus saja mengabaikanmu, bahkan dalam istikharahku pun kututup hatiku untuk namamu" gumam hati Cinta.
"Bukan, bukan Allah tak memberi petunjuk padaku, tapi karena selama ini aku yang tak meminta dengan benar kepada Allah. Bahkan ketika aku tidak meminta dan memohon dengan benarpun, Allah dengan kasih sayang-Nya, dengan cinta-Nya telah membuka mata dan hatiku untuk melihat ketulusanmu." lagi Cinta asyik dengan pikirannya sendiri, bicara dengan hatinya sendiri.
"Zayn maaf, maaf karena kini aku baru menyadari mungkin aku telah jatuh cinta padamu” Cinta masih bermonolog dalam hatinya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
#tbc….
...Haaii readers terkasih jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, favorit dan boleh juga bantu bagi bunga bermekarannya ya. Love U all readers kesayangan. 🤗😍😘...