
" Bagaimana kabar Azam." Tanya Kenzo ditengah-tengah break syuting MV.
" Alhamdulillah lagi masa aktif. Kau harus cepat-cepat menikah." Saran Andrew. Secara satu per satu member sudah menikah. Namun Mereka tetap berada didunia entertainment. Begitu juga Andrew.
" Aku dengar-dengar Agensi mau merekrut Azam untuk menjadi traineer." Ujar Kenzo langsung mendapat tatapan mata tajam dari Andrew.
" Dia masih kecil. Aku belum bisa mengijinkan untuk itu." Sahut Andrew. Secara Andrew masih belum mempublikasikan wajah Istri dan putranya tersebut ke publik demi kenyamanan dan keamanan. Namun tentu para member serta staff dan orang agensi mengetahui pasti. Wajah Azam tidak jauh berbeda dari Andrew. Wajah visual yang bisa untuk kepentingan komersil agensi tersebut.
Diruang kostum.Manajer Park terlihat memperhatikan Andrew.
" Kenapa Hyung?"
" Semenjak menikah, sepertinya Kau lebih bahagia." Ucap Manajernya. Masalahnya sampai sekarang Manajernya belum ada niatan buat menikah. Dia masih berpikir bahwa menikah itu merepotkan.
" Makanya menikah Hyung. Menikah bukan sesuatu yang menakutkan." Ucap Andrew seraya mengecek handphonenya.
Setelah selesai syuting, Andrew langsung menjemput putranya. Andrew melajukan mobilnya menuju sekolahan Azam. Begitu sampai, Azam sudah terlihat menunggu Ayahnya tersebut. Dengan wajah bahagia putranya langsung menghampiri Andrew. Begitu Andrew keluar dari mobilnya.
" Bagaimana harimu?" Sapa Andrew seraya memegang kedua pipi putranya.
" Sangat menyenangkan Dad." Sahut Azam.
Sedangkan Meysha mengambil tas dan langsung keluar dari ruangan setelah mendapat telepon dari Andrew. Dia melangkah menuju area parkir. Dia melihat Azam teriak-teriak Meysha langsung menuju ke arah mobil mobil milik suaminya.Meysha membuka pintu bagian depan tepat disamping Andrew. Sedangkan Azam, Dia memang suka duduk dibagian belakang.
" Mom tahu tidak. Tadi teman Azam banyak yang cerita tentang adiknya." Celoteh Azam begitu Meysha masuk ke dalam mobil.
Lagi-lagi Andrew tersenyum jahil ke arah Meysha seraya menyalakan mobilnya.
Meysha terdiam sejenak. Mencari kata yang tepat untuk menjawab putranya tersebut. Sepertinya Azam memang lagi masa aktif. Mau tidak mau, Meysha harus menghadapinya.
" Azam tenang saja. Bentar lagi juga Azam punya adik." Ucap Andrew sengaja sebelum Meysha menjawabnya.
Meysha memandang Andrew dengan tatapan kesal. Andrew pura-pura fokus memandang ke depan. Agar tidak terkena pandangan mematikan dari Meysha.
Mereka akhirnya sampai di rumah. Meysha langsung memandikan putranya tersebut. Setelah itu Dia kekamar Azam dan memakaikan bajunya.
" Yeobo. Tolong ambilkan handukku." Teriak Andrew dari kamar mandi.
" Tunggu Yeobo." Ucap Meysha setengah berteriak.
__ADS_1
" Kenapa Daddy selalu lupa handuknya sih Mom?" Tanya Azam polos.
" Daddy kurang makan sayuran. Jadi pelupa. Jadi Azam banyakin makan sayur yah. Biar tidak jadi pelupa." Jelas Meysha.
" Iya Mom." Ucapnya seraya tersenyum dan membentuk lesung pipi yang membuat Meysha gemas melihatnya. Setelah selesai memakaikan baju Azam, Meysha
lalu menuju ke kamar dan mengambilkan handuk buat suaminya. Meysha mengetuk pintu kamar mandi. Andrew langsung membukanya.
" Yeobo. Bukankah Kau juga belum mandi. Ayo! mandilah bersama!" Ucap Andrew membuat Meysha langsung pergi, sebelum Andrew jauh lebih usil.
Meysha kembali ke kamar Azam. Dan menyalakan tv channel Anak-anak. Meysha mendampingi Azam menonton TV, Seraya menunggu Andrew mandi. Baby sitter Azam masih cuti libur. Jadi untuk sementara Meysha yang menemani Azam.
Meysha kembali mengecek ke kamarnya. Dan melihat Andrew sudah rapi. Meysha pun langsung melangkahkan kaki kekamar mandi,sebelum Andrew mulai usil dan kadang membuat Meysha kesal.Setelah selesai mandi dan rapi.Meysha langsung keluar kamar dan menyiapkan makan malam dibantu asisten rumah tangganya.
Meysha melihat Andrew dan Azam sedang bercengkeraman sambil menonton TV.Setelah masakan selesai dan makanan siap. Meysha memanggil Mereka untuk makan malam.
" Sayang, Ayo makan malam dulu."
" Ok." Lagi-lagi Mereka kompak seperti paduan suara.
Mereka bertiga dan tiga asisten rumh tangg Mereka makan malam bersama. Suasana hening. Tidak seperti saat sarapan pagi.
Mereka berjamaah bersama.
Setelah selesai Meysha langsung menuju ke kamar. Membiarkan anak dan suaminya diruang santai.
Meysha menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Tapi tidak terduga anaknya melihatnya dan berlari ke kamarnya. Lalu Andrew mengikutinya.
" Mom, Azam mau tidur disini juga."
" Iya sayang. Sini tidurlah." Sahut Meysha kepada putranya tersebut.
Meysha merapikan bantal untuk Azam
" Zam. Apa Kau ingin cepat-cepat mempunyai adik?"Pertanyaan Andrew yang jelas membuat Meysha kesal.
" Iya Dad." Ucap Azam senang begitu mendengarnya.
" Kalau begitu. Tidurlah dikamarmu. Bukankah anak Daddy ini sudah besar?" Andrew mengelus rambut putranya tersebut.
__ADS_1
" Baiklah Dad." Andrew pun mengangkat Azam ke kamarnya seraya mencium keningnya. Azam membalas ciuman Ayahnya dipipi.
Meysha langsung pura-pura tidur, begitu Mereka keluar dari kamar.
Setidaknya Meysha berpikir, bisa menghindari dari pikiran liciknya Andrew, Meysha tersenyum.
" Yeobo. Jangan harap Kau bisa membohongiku dengan pura-pura tidur seperti itu." Ucap Andrew tanpa Meysha duga sudah disampingnya kembali.
Meysha kira akan sedikit lama menidurkan Azam seperti biasanya.
" Aku benar-benar mengantuk Yeobo." Ucap Meysha seraya pura-pura menguap dan menarik selimutnya.
" Aku tidak percaya padamu." Ucap Andrew melepas menarik selimutnya.
Pagi hari Meysha terbangun dan melihat Andrew masih terlelap dalam mimpinya. Meysha merapikan selimutnya yang sangat berantakan. Agar Andrew tidak kedinginan. Perlahan Meysha beranjak bangun. Namun sebuah tangan mencegahnya.
" Terima kasih yeobo." Ucap Andrew masih mengantuk lalu menarik Meysha ke pelukannya kembali.
Meysha geleng-geleng kepala.
" Aku tidak mau terlambat sholat Subuh Yeobo." Bisik Meysha dan membuat Andrew langsung terbangun.
Andrew langsung melangkahkan kaki ke kamar mandi. Meysha membangunkan Azam dan memandikannya. Lalu memakaikan bajunya.
Lalu Meysha mandi. Setelah selesai dan rapi. Mereka sarapan bersama
Hari ini hari libur. Setelah setelah selesai sarapan pagi. Andrew mengajak putranya belajar main piano. Sedangkan Meysha duduk santai mendengarkannya.
"Daddy, bukankah Aku sudah pintar main piano." Ucap Azam.
" Iya. Anak Daddy memang hebat." Ucap Andrew seraya mengusap kepala Azam dengan lembut.
Satu bulan kemudian gejala awal kehamilan Meysha alami kembali.
Andrew sangat senang, begitu juga Davion yang sangat menginginkan seorang adik.Kali ini bukan bau parfum yang membuat Meysha mual, tetapi cream pencukur brewoknya.
Terpaksa Andrew ke kamar mandi putranya, atau Meysha yang menghindar jauh, saat Andrew melakukan aktivitasnya itu. Karena bagaimanapun juga Andrew masih menjadi seorang Idol, yang tetap menjaga penampilannya.
Setelah tes USG dokter bilang anak Mereka perempuan. Dan itu membuat Azam begitu gembira, karena sesuai keinginannya.
__ADS_1