Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Melamar Lagi ?


__ADS_3

Beberapa hari setelah malam pertemuan dua keluarga untuk merencanakan pernikahan Zayn dengan Lala, kini dua keluarga itupun disibukkan dengan persiapan untuk perhelatan acara lamaran tersebut termasuk Lala, Mami Ela dan Oma Aleta. Kecuali Zayn, Zayn menjalani hari-harinya seperti biasa.


“Zayn, tadi nyonya Aleta berpesan jika meeting mu sudah selesai, kamu ditunggu di butik milik tante Ela” ucap Diki.


“Hemh…” Zayn hanya berdehem.


“Apa kita akan langsung kesana?” tanya Diki.


“Nanti saja” jawab Zayn.


“Tapi nyonya Aleta sudah menunggu, bukan hanya nyonya Aleta tapi ada nyonya Ela dan juga Lala yang menunggu” ucap Diki.


“Biar saja” jawab Zayn.


“Zayn, apa kau tidak berniat untuk datang?” tanya Diki sekali lagi.


“Maunya begitu” lagi jawaban Zayn singkat.


“Zayn, kau sudah memutuskan untuk menerima perjodohan ini, kau juga harus belajar untuk bertanggung jawab” ucap Diki.


Zayn melirik ke arah Diki.


“Jika kau tidak suka harusnya kau menolaknya sejak awal, jika kau sudah memutuskan untuk menerimanya maka jalanilah, karena ada hati lain yang akan tersakiti jika kau terus begini” ucap Diki.


Zayn hanya diam sambil menatap kosong kedepan.


“Aku tahu kau tak bersedia dengan perjodohan ini, tapi semalam kau mengiyakan semua rencana yang sudah diatur untuk kalian, artinya kau juga sudah mengambil tanggung jawab dalam hal ini” Diki mengingatkan.


“Diki, jika aku ada pilihan lain untuk menolaknya, aku pasti akan menolaknya. Kau tahu, jujur saja meskipun Cinta tak menerima lamaranku bukan berarti aku akan menikahi Lala, karena tidak sedikitpun hatiku untuk Lala” ucap Zayn tegas.


“Saat ini aku hanya sedang berusaha untuk menerima kenyataan ini, kau tahu kan rasanya merelakan untuk melepaskan orang yang kau cintai agar dia bahagia dan tak terluka” ucap Zayn penuh penekanan sambil menatap Diki tajam.


“Maksudmu?” tanya Diki bingung.


“Jangan bohong, aku tahu betul bahwa kau menyukai atau lebih tepatnya memiliki perasaan mendalam pada Lala sejak lama” tegas Zayn.


Diki terkejut mendengar ucapan Zayn.


“Kau tidak bisa membohongiku, katakan jika tebakanku salah” tantang Zayn.


Diki hanya terdiam dengan tatapan kosong mengahadap kedepan.


“Demi kebahagiaan Lala, kau merelakan perasaanmu, bukankah sakit rasanya?. Begitulah yang aku rasakan saat ini, jadi jangan paksakan sesuatu padaku, biarlah aku terbiasa dulu” ucap Zayn.


“Tolong jika Oma menghubungimu lagi, katakan pada Oma aku ada kerjaan diluar, pilihkan saja pakaian yang mereka rasa cocok untukku” ucap Zayn sambil mengambil jas nya lalu memakainya.

__ADS_1


“Kau mau kemana?” tanya Diki.


“Aku ada kelas, tidak mungkin aku bolos karena sudah beberapa hari ini aku absen” ucap Zayn beralasan.


“Kau mau menemui Cinta?” tanya Diki.


“Aku belajar disana otomatis aku akan bertemu dengannya karena dia mentorku” jawab Zayn.


“Tapi Zayn kau…..” ucapan Diki terhenti dipotong Zayn.


“Kau tidak usah khawatir, aku juga takkan merugikan dan membahayakan Cinta. Aku kesana mungkin untuk terakhir kalinya, aku akan berpamitan pada Cinta” ucap Zayn dengan wajah murungnya.


Diki merasakan kesedihan yang dirasakan oleh tuan mudanya, namun Diki juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Zayn pun beranjak keluar dari ruangannya meninggalkan Diki sendirian didalam sana.


Beberapa kali Zayn menarik dan menghembuskan nafasnya untuk menetralisir perasaannya.


Zayn melajukan mobilnya diatas aspal hitam nan pekat menuju kantor MLA.


Karena suasana Ramadhan maka kegiatan bimbingan latihan dan belajarnya dipercepat di banding waktu normal.


Kini Zayn telah sampai dilantai dua, dilihatnya ruang kelas yang sudah tertutup yang menandakan kelas sudah dimulai.


Kriiieeettt…..


Pintu ruangan itu terbuka.


Semua mata melihat ke arah pintu yang terbuka itu, begitupun Cinta matanya kini tertuju pada pintu untuk melihat siapakah yang membukanya.


“Assalamu’alaikum” salam Zayn.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab semua yang ada didalam ruangan itu termasuk Cinta.


Deg deg deg….


Jantung Cinta berdegub kencang ketika melihat sosok lelaki yang sedari beberapa hari yang lalu juga ia nantikan kabarnya, afa pertanyaan mengapa beberapa hari ini Zayn tidak ada kabarnya dan tidak mengikuti kelasnya.


Sejujurnya Cinta merasakan kehilangan karena sudah hampir tiga hari tak melihat dan tak mengetahui kabar tentang Zayn setelah malam di rumah kasih sayang.


“Maaf saya terlambat” ucap Zayn.


Jika dulu, ketika Zayn tak datang maka Cinta akan merasa sangat senang dan bahagia karena tidak akan ada yang menguntitnya dari belakang seperti bayang-bayang.


Atau jika Zayn terlambat maka Cinta tak akan mengijinkan Zayn untuk masuk, malah pernah kejadian Zayn terlambat maka Cinta tak segan mengusirnya dari kelasnya.

__ADS_1


Tapi kali ini, ketika sosok Zayn tak ada didalam kelasnya, Cinta merasa ada yang hilang dan berharap Zayn akan segera masuk dan meminta maaf karena sudah bolos dan terlambat.


“Apa saya boleh tetap ikut bergabung dengan kelasnya?” tanya Zayn pada Cinta.


“Emhhh… Baiklah, silahkan masuk” jawab Cinta dengan hati berdebar-debar.


Mia dan Bobi yang melihat pemandangan canggung, malu-malu dan salah tingkah dari Zayn dan Cinta, membuat Mia dan Bobi merasakan bahwa ada sesuatu yang manis diantara Cinta dan Zayn.


“Bob, kayaknya ada gelembung-gelembung love sedang melayang-layang dari arah pintu ke mejanya Kak Cinta” ucap Mia usil pada Bobi.


“Sepertinya gelembung love warna merah muda itu akan segera sampai pada si pemilik hatinya, hohoho” sahut Bobi.


“Hahhaahh” Mia dan Bobi tertawa kecil karena merasa turut bahagia jika memang pada akhirnya Kak Cinta mereka sudah menyadari perasaannya pada Kak Zayn.


“Saya ijin bergabung" ucap Zayn sekali lagi membuyarkan lamunan Cinta.


“Owhh… iya boleh, silahkan cari tempat duduk senyamannya” jawab Cinta dengan perasaan campur aduk, rasanya nano-nano.


Zayn pun duduk di tempat yang masih kosong yang terletak paling belakang.


Jika dulu Zayn bersih keras untuk duduk didepan pas didepan meja Cinta, tapi kali ini Zayn merasa lebih nyaman untuk duduk lebih jauh dari Cinta untuk mengontrol diri dan menjaga pandangannya juga.


Cinta pun melanjutkan kegiatannya didalam kelas dengan profesional, meskipun saat ini jantungnya terus saja berdegub kencang dan hatinya masih saja berdebar-debar.


40 menit telah berlalu, kelas pun selesai. Sebelum Cinta menutup kelasnya, Zayn pun mengangkat tangannya untuk interupsi.


“Oke kelas, kegiatan kita hari ini selesai, sampai jumpa lagi dipertemuan berikutnya, manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin karena sebentar lagi kalian smeua akan segera diberangkatkan dan disalurkan ke tempat kerja kalian masing-masing” pesan Cinta.


“Baik Kak” jawab semuanya bersemangat.


“Kalau begitu saya akhiri kelas kita siang ini dengan….” Ucapan Cinta terhenti ketika Zayn mengangkat tangannya.


“Mohon ijin bicara bolehkah?” tanya Zayn dengan santun.


“Iya tuan Zayn, silahkan” jawab Cinta.


“Terima kasih nona Cinta. Oiya, saya mohon ijin kedepan karena ada yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan semuanya” ucap Zayn.


Jantung Cinta lagi-lagi berdegub kencang, apa lagi ketika Zayn memohon ijin untuk bicara didepan kelas.


“Yaa Allah, apakah dia akan mengutarakan perasaannya lagi didepan orang banyak, apakah dia mau melamarku lagi?, aku harua kawab apa Yaa Allah” kepala Cinta dipenuhi dengan pertanyaan itu.


#tbc….


...Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, favorit dan tentunya bantu vote juga ya karya ini, karena dukungan dari all readers sangat membantu karya ini agar banyak yang baca. Jika bersedia bantu bagi hadiah bunga mawar bermekarannya juga ya. Terima kasih untuk all readers terkasih....

__ADS_1


__ADS_2