
Jantung Oma Aleta berdegub kencang, ada perasaan tak nyaman dihati Oma Aleta. Oma Aleta penasaran siapakah wanita disebelah Jhonson. Oma Aleta sama sekali tak mengenalinya.
"Apakah dia kekasih Jhonson?, tapi sepertinya dia seorang muslim, ahhh perasaan apa ini, mengapa rasanya aku ingin marah" gumam hati Aleta.
Meskipun ada perasaan tak nyaman, namun Aleta tetap berusaha tersenyum dan ramah.
"Selamat malam nyonya Aleta" sapa Berta.
Deg deg deg deg....
Jantung Oma Aleta semakin cepat berdegub mendengar suara wanita yang ada dihadapannya.
"Suara itu, tidak mungkin mungkin hanya mirip saja, karena wajahnya sepertinya berbeda dan lagi dia seorang muslim" lagi Aleta bermonolog.
"Selamat malam, anda siapa, apa kita saling kenal?" tanya Aleta.
"Nyonya Aleta, ini saya... Berta" jawab Berta sambil menundukkan kepalanya.
"Berta!!!" ucap Aleta kaget, tangannya pun gemetar.
Cinta yang merasakan tangan Oma Aleta gemetar pun langsung membalas genggaman tangan Oma Aleta.
"Oma, Oma baik-baik saja?" tanya Cinta sambil menenangkan Oma Aleta.
"Mau apa kau kesini!!!" tegas Oma Aleta dengan perasaan penuh amarah.
__ADS_1
Tubuh Oma Aleta pun semakin terguncang. Melihat reaksi tubuh Oma Aleta demikian, secepatnya Cinta memeluk Oma Aleta yang masih duduk disandaran ranjang rawatnya.
"Nyonya maafkan saya, maafkan saya nyonya, maafkan Cindy putriku" ucap Berta kemudian melangkah maju mendekati nyonya Aleta sambil menangis.
"Pergi, pergi kau wanita kurang ajar, jangan sebut nama wanita kotor itu dihadapanku, pergi!!!!" Oma Aleta berteriak histeris.
Cinta dan Zayn bingung dengan keadaan ini, keduanya bingung harus berbuat apa. Saat ini yang bisa mereka lakukan hanya memeluk Oma Aleya menenagkan.
"Oma, tenang Oma, tenang Oma" ucap Zayn dan Cinta.
"Zatn usir wanita gila ini, Jhonson, seret dia keluar dari ruangan ini!!!" perintah Oma Aleta.
"Aleta, dengarkan dulu Berta, ada hal penting yang ingin Berta sampaikan padamu" Jhonson mendekat berbicara pelan berusaha menenagkan Aleta
"Oma, Oma, Oma tenang Oma" ucap Aleta memeluk Oma Aleta yang histeris.
"Aleta, Aleta tenang dulu,Aleta dengankan aku, bukankah kau sudah janji tidak akan seperti ini" ucap Jhonson meraih tangan Aleta dengan tatapan iba.
Sungguh Jhonson tak tega melihat kondisi mental Aleta saat ini, Jhonson seolah kembali ke masa lalu saat Aleta harus menjalani pengobatan psikologisnya.
"Nyonya, ijinkan aku bicara sebentar saja, ada hal peting yang ingin ku....." belum selesai Berta berkata.
Praaaang.....
Bunyi pecah gelas berhamburan dilantai.
__ADS_1
Sayup-sayup terdengar kegaduhan didalam ruangan itu, membuat jantung Kak Prinka berdegub kencang.
"Mami, Yusi itu suara Mami, ada apa didalam???" ucap Kak Prinka berdiri dari tempat duduknya.
Rasanya ingin Kak Prinka masuk ke dalam ruangan itu, tapi ada keraguan dihatinya, takut jika ia masuk malah akan menimbulkan masalah baru.
"Berta...." ucap Jhonson kaget melihat darah mengalir dari pelipis Berta.
"Oma...nyonya...." ucap Zayn, Cinta dan Soraya.
"Pergi, pergi kau sebelum aku membunuhmu!!!" ucap Oma Aleta berang berapi-api.
"Astaghfirullahaladziim..." ucap Cinta dan Zayn mendengar ucapan Oma Aleta.
"Aleta!!!!"bentak Jhonson dengan lelehan air matanya lalu mengambil tissu untuk menutup luka di dahi Berta.
"Kau membentakku Jhonson!!!, kau membentakku dan membela kekasihmu itu!!!! aaaahhhhh....." Oma Aleta kembali histeris dan berusaha meraih benda yang ada di nakasnya untuk melempar Berta.
Entah mengapa, karena amarah yang begitu memuncak membuat tubuh Oma Aleta seolah memiliki kekuatan yang besar.
Namun, dengan sigap Cinta meraih tangan Oma Aleta dan Zayn mengambil semua benda yang ada didekat nakas.
🌞tbc...
...Tinggalkan jejak like nya disini ya all readers 🙏🤗🥰...
__ADS_1