
...💗Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini💗...
🌸
Oma Aleta yang masih menyimpan amarah dihatinya karena tidak dikabari langsung oleh Zayn ataupun Diki tentang kecelakaan yang dialami oleh Zayn, semakin kesal hatinya karena yang menjadi penyebab terbaringnya cucu semata wayangnya itu karena menyelamatkan Cinta.
Oma Aleta masih setia menunggu diruangan Zayn, Oma Aleta berniat akan pulang jika Zayn sudah bangun dan memastikan dengan jelas bahwa Zayn baik-baik saja.
Sedangkan Lala, terpaksa harus pulang lebih awal karena ada klien yang ingin bertemu langsung dengannya dan tidak ingin diwakilkan.
Meskipun hatinya ingin tetap tinggal, namun dengan berat hati Lala pun meninggalkan Zayn dan berpamitan dengan Oma Aleta.
“Oma, aku pamit duluan ya” pamit Lala setelah menceritakan soal kliennya.
“Iya sayang tidak apa-apa, Oma tahu kamu orang yang sangat sibuk tapi kamu masih menyempatkan diri menemani Zayn disini.” Jawab Oma Aleta.
“Nanti jika perkejaanku sudah selesai aku akan mampir lagi kesini” ucap Lala.
“Terima kasih sayang, kamu memang gadis yang baik dan perhatian” ucap Oma Aleta.
“Terima kasih Oma, kalau begitu aku keluar ya Oma” ucap Lala kemudian mencium pipi kiri dan pipi kanan Oma Aleta.
“Hati-hati dijalan ya sayang” ucap Oma Aleta.
Lala pun menghilang dibalik pintu. Setelah kepergian Lala, Oma Aleta merasa sedikit bosan.
“Diki, apakah gadis yang diselamatkan oleh Zayn juga dirawat disini?” tanya Oma Aleta.
“Iya nyonya” jawab Diki hati-hati.
“Dikamar mana dia dirawat?” lagi tanya Oma Aleta.
“Dikamar sebelah nyonya” jawab diki dengan hati yang cemas.
“Soraya, Jhonson kita kesana” titah Oma Aleta.
Baik Diki, Soraya maupun Jhonson merasakan ada aura tak enak yang menyelimuti wajah Oma Aleta.
“Waduuhh,, gawat ini kalau nyonya Aleta ke kamarnya nona Cinta, iya kalau hanya sekedar membesuk, bagaimana jadinya jika dia ngamuk dan marah-marah.” Pikir Diki bermonolog dalam hati.
“Harusnya aku bilang tidak tahu saja tadi. Ahhhh... Bagaimana ini???” lagi ucap Diki dalam hati.
Oma Aleta pun berdiri kemudian merapikan pakaiannya.
Melihat Oma Aleta yang melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, secepatnya Diki menuju ranjang tampat Zayn yang saat ini masih tertidur.
“Aauuu” ucap Zayn yang merasakan sakit dibagian ujung rambut dekat telinganya hingga Zayn pun terbangun.
Entah apa yang terjadi, Zayn merasakan seolah itu nyata bukan mimpi
Zayn belum tahu saja kalau Dikilah penyebab kesakitannya. Diki sengaja menarik kuat ujung rambut-rambut kecil milik Zayn yang tepat berada diatas ujung daun telinga bagian atas.
Diki melakukan persis seperti jaman mereka sekolah dulu, jika bandel biasanya gurunya akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Diki pada Zayn agar siswa-siswanya kapok.
"Maafkan aku Zayn, aku terpaksa melakukannya agar kau bangun, jika tidak nyonya Aleta akan kekamar nona Cinta, takutnya jadi masalah baru, aku juga nanti yang kau salahkan. Maafkan aku ya Zayn" aku Diki dalam hati karena merasa bersalah.
__ADS_1
Oma Aleta yang mendengar suara Zayn pun berbalik melihat kearah Zayn.
“Zayn, kau sudah bangun, ada apa, apa kau kesakitan, yang mana yang sakit?” tanya Oma Aleta mendekati Zayn dengan wajah panik.
“Oma, Oma disini, kapan datang?” tanya Zayn mengusap wajah dan matanya serta beberapa kali mengusap-usap bagian yang dijahili oleh Diki.
“Oma sudah lama datang tapi saat datang kau tertidur. Bagaimana keadaanmu,.apa yang kau rasakan sekarang?” tanya Oma Aleta.
“Alhamdulillah aku baik Oma” jawab Zayn.
“Kau, mengapa kau tak mengabari Oma jika kau terluka dan dirawat dirumah sakit ini?” tanya Oma Aleta.
“Maaf Oma aku hanya tak ingin Oma khawatir. Lagi pula aku baik-baik saja Oma” jawab Zayn.
Diki bersyukur jawaban yang diberikan Zayn sama dengan alasan yang ia sampaikan pada nyonya Aleta.
Zayn pun paham, pertanyaan itu pasti dilontarkan Oma Aleta pada Diki dan sudah jelas jawaban itu pasti menjadi jawaban Diki, oleh karena itu Zayn menjawab dengan alasan yang sama.
“Apanya yang baik-baik saja, jika kau baik-baik saja mana mungkin kau dirawat disini, dan lagi kau kena luka tusuk bahkan dua tususkan diperutmu, bagaimana Oma tidak khawatir” ucap Oma Aleta yang kini kembali duduk disamping ranjang Zayn.
Sekali lagi Diki mengusap dadanya merasa lega, akhirnya nyonya Aleta tidak jadi mengunjungi kamar sebelah, walau bagaimanapun juga Diki tidak tega jika Cinta menjadi bahan amukan amarah Oma Aleta, padahal Cinta pun kini mungkin berada difase trauma akibat kejadian yang menimpanya.
“Oma... lukanya tidak parah kok dan lagi aku juga sudah baik-baik saja, lihatlah aku hanya butuh istirahat saja pasti akan segera pulih” jawab Zayn santai lalu melemparkan senyum ramahnya pada Oma Aleta.
“Heemhh... kalau begitu kau harus segera pulih” ucap Oma Aleta tak ingin berdebat dengan Zayn.
“Zayn, apa benar gadis itu yang menyebabkan kau begini, dasar gadis itu memang membawa pengaruh buruk untukmu” ucap Oma Aleta.
“Astahgfirullahaladzim... Oma tidak baik berkata seperti itu. Bukan dia yang menyebabkan aku begini, semua sudah takdir-Nya” jawab Zayn sambil memberi aba-aba pada Diki untuk menaikkan kasur bagian kepalanya agar Zayn bisa duduk dengan nyaman.
“Kalau bukan karena dia, kau tidak mungkin celaka seperti ini” tegas Oma Aleta.
“Zayn, mengapa harus kau yang membantunya, kau ingat bukankah dia sudah berlaku buruk padamu, menolak perasaan dan lamaranmu bahkan dengan lantang menolak lamaran Oma secara resmi pada keluarganya, dasar dia wanita tak tahu diuntung” ucap Oma Aleta masih merasa kesal dan jengkel pada Cinya.
“Oma sekali lagi aku katakan bahwa semua sudah takdir Ilahi, mengapa aku yang membantunya karena suratan takdir mengatakan seperti itu dan lagi apakah karena dia sudah menolakku lantas aku hanya akan diam saja melihat dia dalam keadaan berbahaya, apakah pantas aku membalasnya dengan hal buruk pula” tanya Zayn telak.
“Oma hanya masih sangat kesal dengannya, bisa-bisanya dia menolakmu” ucap Oma Aleta.
“Sudahlah, Oma tidak perlu kesal, jangan marah-marah lagi nanti wajah Oma muncul keriput loh” ucap Zayn menggoda Oma Aleta.
“Apa, diamana keriputnya?, owhhh tidak... aku harus segera perawatan sepulang dari sini. Soraya hubungi tim perawatan kulitku!" ucap Oma Aleta yang tidak ingin keriput diwajahnya nampak.
“Oma tetap cantik kok, tidak usah khawatir, aku hanya bercanda” ucap Zayn tertawa kecil karena merasa lucu melihat ekspresi Oma Aleta.
Melihat reaksi Oma barusan Zayn jadi teringat Kak Prinka, wajar saja Kak Prinka punya sifat tak ingin terlihat tua dan rajin perawatan kulit serta wajahnya, semua itu turun 100% dari sifat Oma Aleta.
“Kau, dasar bocah nakal bisa-bisanya mengerjai Oma” ucap Oma Aleta ikut tertawa kecil sambil memegang kedua pipinya sendiri.
“Makanya Oma jangan marah-marah dan jangan kesal-kesal lagi, oke?” ucap Zayn.
“Hemhh,, iya” ucap Oma Aleta.
Sedang asyik ngobrol tiba-tiba pintu masuk kamar Zayn pun terbuka, ada pramusaji yang mengantar camilan sore untuk Zayn.
“Selamat sore tuan Zayn, silahkan dinikmati snack sorenya, semoga segera pulih” ucap pramusaji itu ramah.
__ADS_1
“Terima kasih” jawab Zayn.
Pramusaji itupun berlalu.
“Kamu makan dulu ya snack sorenya. Soraya tolong bantu Zayn” titah Oma Aleta.
Zayn pun menurut dan tak menolak karena tak ingin Oma nya kembali kecewa dan kesal jika ditolak.
Baru saja Zayn mendapatkan suapan pertama puding buah yang disuapi oleh Soraya, pintu kamar itupun kembali terbuka.
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam dari empat orang yang masuk kedalam kamar itu.
“Wa;alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn dan Diki.
“Bang Syaamil, Kak Zelina, Umma Tamara dan Abah Furqon” sambut Zayn.
“Zayn, bagaimana kabarmu?” dr. Furqon pun menyapa.
“Alhamdulillah sehat Bah” jawab Zayn.
Iya Zayn mengenal keluarga Abah Furqon dan Umma Tamara, karena kelauarga mereka juga dekat sejak keluarga Zayn menjadi donatur tetap di rumah kasih sayang. Begitupun dengan dr.Syaamil dan Zelina, Zayn banyak belajar juga dengan dr.Syaamil.
“Tante Aleta, anda disini juga, selamat sore” sapa Abah Furqon.
“Iya, selamat sore Furqon” sapa Oma Aleta.
Oma Aleta pun mengenal keluarga pemilik rumah sakit itu karena mereka sering juga bekerjasama, Abah Furqon adalah teman baik Bryan putra semata wayangnya, begitupun juga dengan orang tua Zelina yaitu tuan Akhmad Mustofa karena mereka adalah rekan bisnis.
...(Yuk kenalan sama Zelina dan dr.Syaamil di novel author satunya lagi dengan judul : “Dibawah Naungan Cinta Allah”)...
“Oma, semoga sehat selalu” Zelina menyapa Oma Aleta yang memang sudah dikenal Zelina sejak kecil.
“Kamu semakin cantik saja Zelina, bagaimana kabar tripple and twins?” tanya Oma Aleta.
“Si kembar sehat semua Oma” jawab Zelina.
“Apa mereka tidak ikut?” tanya Oma Aleta.
“Tidak Oma, kembar tiga ada les hari ini jadi tidak ikut, kalau twins tadi sedang tidur siang saat saya kesini” jawab Oma Aleta.
“Sudah besar ya mereka sekarang” tanya Oma Aleta.
“Iya Oma, Kembar tiga sudah 7 tahun, kembar dua sekarang 3 tahun usianya” jawab Zelina.
“Ini kamu sedang hamil lagi ya?” lagi tanya Oma Aleta sambil mengelus perut Zelina.
“Iya Oma” jawab Zelina.
Dan sore itupun dihabiskan dengan perbicangan antara dua keluarga besar itu.
Melihat teduhnya wajah Zelina dan kebahagiaan dr.Syaamil membuat Zayn teringat dengan Cinta.
Zayn yakin bisa merebut hati Cinta, layaknya seperti kisah dr.Syaamil yang berujung manis menikahi cinta pertamanya yaitu Zelina.
“Yaa Allah, ijinkan aku memiliki kebahagiaan yang sama seperti Bang Syaamil dan Kak Zelina. Buatlah Cinta membuka hatinya untuk menerima ku. Meskipun aku hanya memiliki waktu satu bulan saja tapi aku takkan menyia-nyiakan kesempatan itu, semoga sebelum pada titik akhir perjanjian yang kusepakati dengan Oma Aleta, Cinta menyadari ketulusanku dan mau menikah denganku sebelum ada hati yang tersakiti” doa Zayn dalam hati.
__ADS_1
#tbc....
...Readers kesayangan jangan lupa tekan like, vote, komen, favoritkan karya ini dan bantu beri hadiah juga ya. 💖 U all readers 🤗...