Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Mana Yang Benar ?


__ADS_3

Azizah dan Anisa melihat Cinta masih menunduk sambil mengusap dadanya sendiri, sekilas Azizah dan Anisa melihat ujung jilbab Cinta yang basah bekas jatuhan tetesan air mata Cinta.


“Kak, apa kakak baik-baik saja?” tanya Azizah pelan.


Cinta menganggukkan kepalanya namun tetap menunduk karena Cinta tak ingin kedua adiknya itu melihatnya menangis.


“Kak, aku rasa sebaiknya kita masuk ya karena seperti kemarin jam segini Dokternya akan visite kan” ajak Anisa.


“Iya” jawab Cinta yang kini sudah bisa mengontrol emosinya.


Azizah pun mendorong kursi roda Cinta untuk kembali masuk kedalam kamar inapnya.


Tak selang berapa lama Dokter dan perawat pun datang memeriksa keadaan Cinta.


“Alhamdulillah, kondisi luka dan lebamnya sudah semakin membaik, tinggal sisa-sisa memarnya saja, tapi secara keseluruhan semuanya sudah baik” ucap Dokter yang merawat Cinta.


“Alhamdulillah” ucap Cinta, Kak Hilma, Azizah dan Anisa.


“Lalu Dok, kapan kira-kira adik saya bisa pulang?” tanya Kak Hilma.


“Siang ini insyaAllah sudah boleh pulang jika tidak ada keluhan lainnya” ucap sang Dokter.


“Alhamdulillah” ucap semuanya.


“Untuk kasus trauma nya bagaimana Dok?” lagi tanya Kak Hilma yang masih mendapati Cinta yang tiba-tiba histeris ketika menutup matanya ketika hendak tidur tadi malam.


“Untuk riwayat trauma psikis mungkin nona Cinta bisa langsung konsultasi dengan psikolog untuk mengatasi trauma yang ibu sampaikan tadi” jawab Dokter muda itu.


“Baiklah, terima kasih ya Dok” ucap Kak Hilma.


“Kalau begitu saya permisi ya Bu. Nona Cinta semoga cepat pulih ya” ucap Dokter itu tersenyum ramah.


“Terima kasih Dokter” ucap Cinta sambil menganggukkan kepalanya.


Dokter itupun berlalu, tinggallah Kak Hilma yang sedang berbicara dengan salah satu perawat yang membersamai Dokter tadi untuk menanyakan perihal bagaimana proses administrasi perawatan Cinta jika mereka ingin pulang hari ini.


Cinta menatap langit-langit kamarnya, seketika ia mengingat kedekatan Lala dan Zayn saat mereka bertemu tadi ditaman depan.


“Benarkah mereka berdua akan bertunagan?” tanya Cinta dalam hatinya secara tiba-tiba.


“Yaa Allah, mengapa aku jadi memikirkan hal itu?” lagi tanya Cinta ada didirinya sendiri dalam hati.


“Jika itu benar toh itu bukan urusanku kan, aku juga bukan siapa-siapa mereka, dengan bertunangannya Zayn dan nona Lala, aku rasa dia tidak akan lagi melamarku. Melamarku...???” Cinta masih bermonolog dalam hatinya.


“Bukankah tadi dia berniat untuk mengkhitbahku lagi” ucap Cinta dalam hati.


“Zayn, benarkah kau akan melamarku sekali lagi, tapi mengapa nyonya Ela bilang bahwa kau akan bertunangan dengan nona Lala, mana yang benarnya?” Cinta terus bertanya-tanya dalam hatinya.


“Assalamu’laikum Cinta” salam Kak Prinka yang menepuk pelan punggung tangan Cinta.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta kaget.


“Kamu ngelamunin apaan, sampai nggak jawab salam Kakak dari tadi” ucap Kak Prinka.


“Subhanallah, benar begitu Kak, astaghfirullahaladzim, maaf Kak maaf, aku nggak denger tadi” ucap Cinta mengusap wajahnya.


“Nggak papa Cinta. Ngomong-ngomong lagi mikirin apaan sih sampai-sampai nggak denger?” lagi tanya Kak Prinka penasaran.


“Bukan apa-apa Kak, Cuma lagi kepikiran sesuatu aja” jawab Cinta.

__ADS_1


“Ya sudah , semoga apa yang kamu pikirkan itu adalah hal-hal baik yang membawa kebaikan untuk kamu” ucap Kak Prinka.


Cinta hanya tersenyum mendengar ucapan Kak Prinka.


“Oiya, Kakak kesini apa nggak papa Kak, emhh... maksudku bukannya dikamar Zayn sedang ada nyonya Aleta dan Lala” tanya Cinta.


“Kok kamu tahu?” tanya Kak Prinka.


“Itu karena tadi kami sedang ngobrol dengan Zayn diluar sambil menghirup udara segar ditaman depan, tiba-tiba ada nona Lala datang dan katanya nyonya Aleta juga akan datang” jawab Cinta jujur.


“Begitu ya, iya disebelah memang lagi ada Lala dan Mami, aku emhh... aku kesini karena ingin memberikanmu ini” ucap Kak Prinka asal.


Sejujurnya ketika Kak Prinka baru saja datang, Prinka melihat Mami nya yang dikawal Soraya dan Jhonson baru saja masuk kedalam ruang perawatan Zayn, ada empat penjaga juga yang mengawal didepan pintu kamar Zayn.


Kak Prinka rasanya ingin sekali bertemu Mami nya dan menanyakan banyak hal, namun mengingat penolakan dari Mami nya tadi malam membuat Kak Prinka masih belum sanggup jika Maminya kembali melontarkan kalimat yang tak sanggup didengarnya saat ini.


“Apa ini Kak, repot-repot terus Kakak bawa ini dan itu, jadi nggak enak hati” ucap Cinta.


“Bukankah kamu suka chocolate cream cheese, jadi aku bawakan ini untukmu” ucap Kak Prinka.


“MasyaAllah... Kak Prinka....” ucap Cinta dengan mata berkaca-kaca.


“Anis, Azizah, ayo temani aku menghabiskan cake ini” ucap Kak Prinka.


“Asiyaaaaaaapp” ucap Anis dan Azizah.


“Ada nona Prinka” ucap Kak Hilma yang baru saja keluar dari toilet.


“Assalamu’alaikum Umma Hilma” salam Kak Prinka.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Umma Hilma.


“Kapan datang?” tanya Umma Hilma.


“Oiya bagaimana kabar Zayn?” tanya Umma Hilma


“Kalau semalam sudah baik-baik saja, tapi kalau pagi ini saya belum cek Umma karena begitu datang tadi langsung kesini” jawab Kak Prinka.


“Begitu ya, nona Prinka baik banget belum ke tempat Zayn malah mampir kesini dulu” ucap Kak Prinka.


“Oiya Cinta, Kakak ke administrasi depan dulu ya sebentar” ucap Kak Hilma.


“Oiya Umma” jawab Cinta.


“Azizah, Anis jaga Kak Cinta ya, Umma kedepan dulu” ucap Umma Hilma.


“Iya Umma” jawab Anisa dan Azizah.


“Saya tinggal dulu ya nona Prinka” ucap Umma Hilma pada Kak Prinka.


“Mau kemana Umma?” tanya Kak Prinka.


“Mau urus adminsitrasinya Cinta, alhamdulillah hari ini sudah bisa pulang Cinta nya” jawab Umma Hilma.


“Begitu ya, Alhamdulillah. Bukannya biasanya bagian adm nya yang kesini ya?” tanya Kak Prinka.


“Iya, saya mau konfirmasi saja dulu ke bagian depan” ucap Umma Hilma.


“Umma Hilma nggak perlu repot-repot kedepan, kita konfirmasi via telpon saja. Biar saya yang urus” ucap Kak Prinka.

__ADS_1


“Begitu ya, baiklah kalau begitu. Terima kasih nona Prinka, kami banyak merepotkan nona” ucap Kak Hilma.


“Tidak merepotkan kok Umma, wait ya biar saya hubungin bagian adm didepan” Kak Prinka mendial nomor extension yang tertera di bagian depan telpon pribadi kamar itu.


Terlihat Kak Prinka sedang ngobrol dengan petugas administrasi melalui telpon ruangan itu.


“Oke, nanti petugasnya kesini, biar saya nanti yang urus semuanya” ucap Kak Prinka.


“Baiklah kalau begitu” ucap Umma Hilma.


Kak Prinka masih betah diruangan Cinta karena setelah dia menghubungi Diki ternyata Oma Aleta dan Lala masih ada di kamar Zayn.


Sedang asyik ngobrol tiba-tiba pintu kamar Cinta terbuka.


“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Ustadz Ayubi, Umma Salamah, Umma Zilvia dan juga Maryam adik yang tinggal Sekamar dengan Cinta dan Azizah.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Umma Hilma, Kak Prinka, Cinta, Azizah dan Anisa.


Seketika wajah Kak Prinka memucat saat melihat kehadiran ustadz Ayubi. Kak Prinka pun salah tingkah dan langsung menundukkan pandangannya.


Semua orang tak menyadari dengan perubahan ekspresi wajah kak Prinka, kecuali Umma Zilvia. Umma Zilvia tersenyum melihat sikap Kak Prinka yang salah tingkah dan seolah bersembunyi dibalik punggung Umma Hilma.


Umma Hilma pun mendekati Umma Salamah untuk membantu Ummanya duduk didekat ranjang Cinta.


“Cinta, apa kabarmu nak?” tanya Umma Salamah.


“Alhamdulillah sudah baikan Umma” jawab Cinta.


“Alhamdulillah” ucap Umma Salamah dan yang lainnya juga.


“Oiya Umma, alhamdulillah kata Dokternya Cinta sudah boleh pulang hari ini Umma” ucap Umma Hilma.


“Begitu ya, alhamdulillah, jadi bagaimana administrasinya?” tanya ustadz Ayubi.


“Sudah diurus oleh nona Prinka Bang” jawab Umma Hilma.


Kak Prinka terkejut ketika namanya disebut Umma Hilma.


“Owh begitu, terima kasih nona Prinka sudah membantu kami, nanti segala sesuatunya bisa disampaikan ke saya atau pada istri saya” ucap Ustadz Ayubi.


Seketika Kak Prinka mengangkat kepalanya ketika ustadz Ayubi menyebut namanya sedetik kemudian kembali menunduk karena debaran di jantungnya begitu menderu hebat.


“InsyaAllah” jawab Kak Prinka.


Umma Zilvia yang melihat kegugupan nona Prinka pun hanya bisa tersenyum.


“Mbak Prinka” sapa Umma Zilvia.


“Mbak Zilvia” Kak Prinka mengangkat kepalanya melihat Umma Zilvia.


“Ikut duduk bareng mbak Prinka ya” ucap Umma Zilvia tersenyum ramah.


“Owh... iya mbak silahkan” ucap Kak Prinka merasa canggung dan malu terhadap Umma Prinka.


“Yaa Allah, mengapa rasanya aku benar-benar merasa tak enak hati dengan mbak Zilvia, ampuni perasaan ini Yaa Allah” ucap Kak Prinka dalam hati.


“Semoga sehat selalu ya Mbak Prinka” Umma Salamah mengenggam tangan Kak Prinka.


“MasyaAllah, wanita ini sungguh bebudi baik dan cantik parasnya sama seperti sikap dan prilakunya, ampuni hamba Yaa Allah karena mengagumi suaminya dalam diam ini, hilangkanlah rasa ini Yaa Allah” ucap Kak Prinka tanpa sadar air matanya menetes.

__ADS_1


#tbc....


...Happy Monday all readers, di senin yang bahagia ini jangan lupa harus selalu bahagia dan semoga kita sehat selalu. Jika sudah baca jangan lupa di like ya, bantu bagi vote dan mawar bermekarannya juga. Terima kasih atas dukungan dari all readers. Love U all readers kesayangan. 💖😍🤗...


__ADS_2