
Cinta rasanya penasaran ingin melihat pengumuman kelulusannya karena pengumuman itu tertunda satu hari, harusnya pengumuman itu sudah rilis kemarin, tapi nyatanya pengumuman itu akan tayang pagi ini.
Jam saat itu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, itu artinya pengumaman pun sudah tayang.
Dengan perasaan gugup Cinta membuka link penguman resmi AIIBS.
“Subhanallah....” ucap Cinta menahan sesak didadanya.
Seketika air mata Cinta tumpah membasahi pipinya.
Dipegangnya erat ponsel pintarnya sambil didekapkannya didepan dadanya.
“Yaa Allah, apakah ini jawaban dan petunjuk dari-Mu untuk ku” entah mengapa isak tangis itu pun terdengar.
Umma Zilvia yang juga mengajar di PAUDIT itu pun tak masuk ketika mendapati Cinta yang seperti dalam keadaan menangis karena bahunya nampak bergetar dari belakang.
Umma Zilvia pun menghampiri Cinta.
“Dek... Cinta... kamu menangis, kenapa?” tanya Umma Zilvia pelan sambil merangkul bahu Cinta.
Cinta hanya diam dan masih terus menagis tanpa suara.
Umma Zilvia yang paham akan hal itupun langsung memeluk Cinta.
“Menangislah jika itu bisa membuatmu lega dan jika sudah siap bercerita Kakak akan selalu siap jadi pendengar setia. Kalupun kamu nggak mau cerita cukup menangis aja kemudian lepaskan dan Lillahita’ala” peluk Kak Zilvia.
Cinta pun mengangguk sambil memeluk erat Umma Zilvia.
Beberapa kali handphone yang ada dalam genggaman Cinta bergetar, namun Cinta tak meresponnya, saat ini yang ia butuhkan adalah pelukan hangat Kak Zilvia yang bisa menguatkannya.
“Dek, itu handphone mu bergetar terus loh, apa nggak mau diangkat dulu?” tanya Umma Zilvia karena ponsel itu terus saja bergetar tanpa henti.
Cinta hanya menggelengkan kepalanya dengan tetap memeluk Umma Zilvia.
Sekitar 5 menit Cinta dalam posisi memeluk Umma Zilvia, setalah ia rasa cukup tenang, Cinta pun menghapus jejak air matanya sambil melihat Umma Zilvia.
“Sudah lega” tanya Umma Zilvia.
Cinta hanya menganggukkan kepalanya, matanya terlihat sedikit sembab.
“Mau cerita?” lagi tanya Umma Zilvia.
Sekali lagi Cinta menganggukkan kepalanya tanpa suara.
“Mau cuci muka dulu biar segeran” saran Umma Zilvia.
“Iya Kak” jawab Cinta kemudian beranjak dari duduknya.
Kini Cinta kembali duduk bersama Kak Zilvia dan kebetulan disana juga ada Kak Tuti dan Kak Hilma yang baru saja keluar dari kelas mengajarnya di SDIT dan SMPIT.
Sengaja mereka mendatangi Gedung PAUDIT tempat Kak Zilvia dan Cinta mengajar karena mereka ingin tahu secara langsung pengumuman tentang kelulusan Zayn.
“Kamu kenapa Dek?” tanya Umma Hilma.
“Iya... kamu kenapa Dek, kata Umma Zil kamu nangis ya?” Umma Tuti juga ikut bertanya.
Cinta kini tersenyum kepada ketiga kakaknya.
“Aku nggak papa Kak, tadi sedikit syok saja ketika melihat hasil pengumumannya” jawab Cinta.
“Sudah keluar ya pengumumannya, jadi gimana hasilnya?” kali ini Umma Tuti yang bertanya.
Cinta mengambil ponsel pintarnya lalu memperlihatkan pengumuman itu sambil tersenyum kepada ketika Kakaknya.
“Subhanallah Cinta....” ucap Umma Hilma dan Umma Tuti.
Cinta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
“Dek....” ucap Umma Hilma lalu memeluk Cinta.
__ADS_1
Begitupun Umma Tuti, ia melakukan hal yang sama dengan Umma Hilma, memeluk keduanya.
“Kamu baik-baik saja?” tanya Umma Tuti.
“Iya, aku baik Kak” jawab Cinta menetes air matanya.
Dengan sigap Umma Tuti pun menghapus jejak air mata itu.
“Ikhlaskan dan yakinlah Allah punya rencana baik dari setiap kejadian” nasehat Umma Hilma.
“Iya Kak” jawab Cinta.
“Semua pasti ada hikmahnya Dek, hanya saja saat ini kita tahu apa rencana terbaik yang telah Allah siapkan untukmu Dek” Umma Zilvia pun ikut menasehati.
“Iya Kak” jawab Cinta sambil menganggukkan kepalanya.
Pengumuman kelulusan itu menampakkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan Cinta dan penilaian terakhir yang Cinta terima melalui emailnya.
Cinta dinyatakan tidak lulus dalam seleksi tersebut dan itu artinya Cinta gagal bergabung dengan AIIBS, mimpinya untuk bekerja di AIIBS pupus sudah, impiannya untuk segera berkunjung ke Masjidil Haram pun harus menunggu lagi, mungkin memang belum ada panggilanya untuk berkunjung ke rumah Allah di Baitullah.
“Ikhlaskan ya Dek”ucap Ummi Tuti sekali lagi memeluk Cinta.
Handphone Cinta kembali bergetar, ditatap Kak Zilvia ponsel itu karena saat ini ponsel itu ada ditangannya.
“Zayn...” ucap Umma Zilvia.
Ketiganya melihat ke arah Umma Zilvia.
“Zayn calling....” ucap Umma Zilvia sambil memperlihatkan layar ponsel Cinta.
Ketiga Kakaknya pun melihat kearah Cinta, sedikit ada rasa penasaran diwajah ketiga Kakaknya.
Cinta pun hanya tersenyum dan nampak semburat rona merah jambu di pipi putih Cinta.
Panggilan itupun terputus.
“Wajahmu merona begitu Dek, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Kak Tuti.
“Mau diangkat?” tanya Kak Zilvia smabil menyodorkan ponsel milik Cinta.
Cinta pun mengambil ponselnya kemudaian menerima panggilan itu.
📲 “Assalamu’alaikum” salam Cinta nampak grogi karena dilihatin oleh ketiga kakak nya.
📲 “Wa’alaikumussalm warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Zayn.
📲 “Iya” ucap Cinta yang tak menyangka ini kali pertamanya Zayn menelponnya secara langsung.
📲 “Kamu dimana?” tanya Zayn pelan.
📲 “PAUD, kenapa?” tanya Cinta balik.
Ketiga Kakaknya yang kepo tingkat tinggi pun terus menatap Cinta hingga Cinta rasanya benar-benar merasa malu.
📲 “Apa kamu sudah melihat pengumumannya?” tnaya Zayn dengan perasaan berdebar.
📲 “Iya” jawab Cinta singkat.
📲 “Kamu baik-baik saja?” lagi Zayn bertanya.
📲 “Alhamdulillah, insyaAllah aku baik-baik saja” jawab Cinta.
Zayn bingung harus berkata apa lagi, saat ini hati dan pikirannya dipenuhi dengan banyak pertanyaan dan rasa tak percaya dengan hasil pengumuman itu.
Jelas-jelas kemarin sebagai salah satu petinggi MLA Zayn melihat ranking tertinggi dari hasil interview itu adalah nama Cinta, tapi mengapa pagi ini tiba-tiba berubah.
📲 “Apa kamu akan ke MLA?” tanya Zayn.
📲 “Iya, mungkin sebentar lagi” jawab Cinta.
__ADS_1
📲 “Aku akan menunggumu disana, mari kita bertemu sebnetar” ucap Zayn.
📲 “Ya” jawab Cinta.
📲 “Baiklah, kalau begitu ku tutup teponnya ya, Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Zayn berpamitan memutus sambungan telpon itu.
📲 “Ya, wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Cinta.
Cinta menebak mungkin Zayn menunggu jawaban darinya, karena Cinta juga sudah berjanji akan memberikan jawabannya hari ini.
“Yaa Allah... mungkinkah ini petunjuk sekaligus jawaban dari-Mu atas doa-doa yang kupanjatkan tadi malam” tanya Cinta dalam hatinya sendiri.
“Dek....” panggil Umma Hilma.
“Emhh... iya Kak” jawab Cinta.
“Abis tutup telponnya kok ngelamun, ada apa?” tanya Umma Hilma.
“Owhh... maaf ya Kak, maaf” ucap Cinta sambil menagkupkan kedua tanganya depan dada.
“Zayn ngomong apa Dek?” tanya Umma Zilvia yang juga penasaran.
“Dia tanya apakah aku akan ke MLA” jawab Cinta atas pertanyaan Umma Zilvia.
“Ngomong-ngomong sejak kapan kalian komunikasi via seluler?” tanya Kak Tuti yang selau saja unik pertanyaannya menurut Cinta.
“Baru kali ini Kak” jawab Cinta pada pertanyaan Umma Tuti.
“Owwhhhh......” ucap kompak dari ketiga Kakaknya.
“Kak” panggil Cinta.
“Ya” jawab ketiga Kakaknya.
“Apakah ketidak lulusanku ini adalah petunjuk Allah, jawaban Allah atas doaku?” tanya Cinta ada ketiga Kakaknya.
“Maksudnya?” sekali lagi ketiga Kakaknya berucap kompak bersamaan.
“Zayn melamarku lagi waktu itu” ucap Cinta malu-malu.
“Lalu?” tanya ketiga Kakaknya kompak
“Aku menerimanya” jawab Cinta.
“MasyaAllah.....” ucap ketiga Kakaknya tak percaya pada akhirnya Cinta luluh dengan perjuangan Zayn untuk menghalalkannya.
“Jadi, kalu boleh Kakak tebak, apakah kamu sempat bimbang dan bingung antara Zayn dan AIIBS?” tanya Kak Zilvia.
“Iya Kak” jawab Cinta.
“Kok bisa akhirnya kamu menerimanya?” tanya Umma Tuti penasaran.
Dan akhirnya Cinta pun menceritakan kemantapan hatinya untuk menerima Zayn, kemudain Cinta pun menceritaakn kegundahan dan dilemanya ketika dihadapkan pada pilihan menikah dengan Zayn atau lanjut AIIBS, karena sampai kemarin Bang Ammar nya terus memberikan support dan mengabarkan bahwa kemungkina diterimanya Cinta sangatlah besar mencapai 95%.
Tapi pada dasarnya mereka lupa bahwa peluang gagalnya masih ada 5%, meskipun persentasenya sangatlah kecil tapi pengaruhnya sangatlah besar.
“MasyaAllah... Barokallah ya Dek, mungkin ketidak lulusanmu itu adalah jawaban Allah atas doa-Mu yang sempat bimbang menentukan pilihanmu." ucap Umma Zilvia.
Cinta hanya tersenyum.
“Abah dan Umma harus segera dikabari Dek, dan jika kamu memang sdah mantap dan yakin dengan keputusanmu itu, segeralah Zayn mengkhitbahmu pada Abah, jang ditunda lama-lama takutnya jadi dosa, fitnah dan zina” nasehat Umma Hilma.
“Iya Kak” jawab Cinta tersenyum .
Ketiga Kakaknya pun spontan memeluk Cinta. Cinta memang gadis yang spesial dan paling dekat dengan ketiga putri Umma Salamah dan Buya Mahfud, hingga sering kali selain sebagai saudara ketiga Kakaknya juga bisa jadi teman curhat nya.
Meskipun sejujurnya Cinta sangat kecewa dan sempat terpukul dengan ketidak lulusannya. Namun, kini Cinta bisa mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan meyakini bahwa semua ini adalah petunjuk dari Allah dan hikmah terbaik bagi dirinya
Cinta yakin dengan ketetapan yang telah di tetapkan Allah bagi hamba-hambanya, terutama untuk dirinya, saat ini bersyukur jauh lebih baik dari pada meratapi kegagalan. Yakinlah dibalik semua kejadian pasti ada hikmahnya.
__ADS_1
#tbc....
...Haaii readers mohon dukungan like dan vote nya ya agar karya ini bertambah popularitasnya serta dapat dinikmati banyak pembaca. Sekali lagi terima kasih ya untuk all readers atas dukungannya pada karya ini. Love U all readers. 😍😍😍...