
...🌸MasyaAllah, Tabarokallah... Terima kasih untuk all readers atas dukungannya, terima kasih sudah komen dan like disetiap bab nya, salam cinta untuk all readers.🌸...
Setelah hampir 45 menit menunggu, akhirnya Buya Mahfud dan keluarganya sampai di ruang rawat inap Cinta.
Buya Mahfud pun mendengarkan cerita dari Kak Cinta selintas informasi yang Kak Cinta dapatkan dari dr.Viona saat bertemu di IGD tadi.
Mereka belum dapat cerita pasti bagaimana kejadian yang sebenarnya, karena yang tahu kejadiannnya adalah Cinta, sedangkan Cinta saat ini sudah tertidur lelap.
Betapa sedih dan pilunya hati Umma Salamah dan Kak Zilvia melihat kondisi Cinta saat ini, apalagi mendengar cerita dari Kak Prinka yang didapat dari dr.Viona bahwa psikis Cinta sempat terguncang.
“Cinta, nak, cepat sembuh ya nak” ucap Umma salamah meneteskan air mata sambil mengusap kepala Cinta.
“Umma....” usap Kak Zilvia mengusap punggung Umma menenangkan.
Ilham menatap Cinta dengan perasaan bersalah, Ilham merasa gagal melindungi Cinta, Ilham merasa tak bisa menepati janjinya pada Cinta untuk terus menjaga dan melindunginya. Tanpa sadar air mata Ilham mengalir membasahi wajahnya.
“*Cinta, maafkan Abang belum bisa jadi Abang yang baik, belum bisa menjagamu dan melindungimu dengan benar. Seharusnya Abang tidak membiarkanmu pulang sendiri." lirih hati Ilham.
"Cinta, Impianmu membuatmu begitu gigih sampai akhirnya kau lupa bahwa kau adalah seorang wanita yang tak selamanya harus sendirian untuk berjuang, bahkan kau rela berjuang sendiri tak kenal lelah sapai akhirnya nyaris membahayakan nyawamu sendiri*” lagi lirih hati Ilham penuh emosi.
“Ilham” sapa ustadz Ayubi menepuk pelan bahu Ilham.
“Bang” ucap Ilham kaget.
“InsyaAllah Cinta akan baik-baik saja” ucap Ustadz Ayubi.
“Aku Abang yang gagal Bang, aku gagal menjaga dan melindungi Cinta” ucap Ilham dengan kristal bening yang masih menyusuri lembah tulang pipinya yang terpahat indah saat Ilham tersenyum.
“Selama ini kamu sudah melakukan yang terbaik Ham, jangan menyalahkan dirimu sendiri” ucap Ustadz Ayubi sambil memberikan sapu tangannya pada Ilham.
“Emhh, maaf... terima kasih Bang” Ilham baru menyadari bahwa wajahnya sudah basah, secepatnya Ilham mengusap air matanya dengan sapu tangan dari Ustadz Ayubi.
“Nona Prinka, dimana Zayn?, katanya Zayn ya yang tadi menemukan Cinta dilokasi kejadian?” tanya ustadz Ayubi pada Kak Prinka.
Deg deg deg deg....
Jantung Kak Prinka selalu saja berdebar-debar ketika bertemu ustadz Ayubi, terlebih lagi jika ustadz Ayubi menyapanya entah mengapa hal itu selalu saja terjadi yang membuatnya salah tingkah.
“Owhh... iya ustadz, Zayn mengalami luka robek dilengannya dan dua luka tusuk di bagian perutnya” jawab Kak Prinka gugup.
Sebisa mungkin Kak Prinka menetralisir kegugupannya , meskipun tetap saja Kak Prinka terlihat salah tingkah.
Kak Prinka berdo'a semoga saja semua orang tak menyadarinya terlebih lagi istri dari ustadz Ayubi, bisa fatal akibatnya. Kak Prinka tak mau dianggap bagaikan duri dalam daging.
__ADS_1
Mendengar jawaban Kak Prinka, bukan hanya ustadz Ayubi yang terkejut namun semua yang ada diruangan itu juga ikut terkejut.
“Innalillahi... jadi Zayn juga terluka, bagaimana keadaan Zayn sekarang, dirawat dimana?” lagi tanya ustadz Ayubi dan Buya Mahfud bersamaan.
“Dikamar sebelah Buya, kamar nomor 2” jawab Kak Prinka semakin berdebar ketika sekilas melihat wajah ustadz Ayubi.
“Astaghfirullahaladzim... Yaa Allah, ampuni hamba-Mu yang banyak dosa ini, kenapa aku jadi berdebar-debar begini jika melihat wajah ustadz Ayubi. Astaghfirullah, sadar Prinka sadar itu suami orang, sadar Prinka sadar” Kak Prinka bermonolog dalam hatinyaengibgatkan dirinya sendiri.
“Buya kalau begitu aku lihat Zayn dulu, Ilham mau ikut atau masih mau disini?” tanya ustadz Ayubi.
“Bolehkah saya disini dulu sebentar, nanti saya menyusul Bang” jawab Ilham.
“Baiklah kalau begitu, ingat Ilham ini bukan salahmu, jangan salahkan dirimu, semua ini adalah Qodarullah” ucap Ustadz Ayubi sambil menepuk pelan bahu Ilham.
“MasyaAllah, ustadz Ayubi benar-benar mempesona... Astaghfirullahalazim, Prinka bisa-bisanya dalam kondisi seperti ini kau berpikir yang aneh-aneh” Ucap Kak Prinka dalam hati sambil mentralisir debaran dijantungnya.
“Buya ikut denganmu Yubi” ucap Buya.
"Yubi, owwhh imutnya, my Yubi-kun" ucap Kak Prinka spontan dalam hati.
"Yaa Allah ampuni aku, astaghfirulalhaladzim... kenapa aku jadi makin nyeleneh sih, astaghfirullah...." Kak Prinka memejamkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nona Prinka baik-baik saja?" tanya Kak Zilvia yang seumuran dengan Kak Prinka.
Kak Zilvia hanya tertawa manis dan ramah melihat kegugupan Kak Prinka.
Buya Mahfud dan ustadz Ayubi pun akhirnya pamit lalu mengunjungi kamar Zayn.
Sesampainya dikamar Zayn ternyata Zayn sedang tertidur lelap, Buya dan ustadz Ayubi pun akhirnya mendengarkan cerita Diki yang sempat diceritakan oleh Zayn meskipun hanya sepotong-sepotong tidak lengkap ceritanya.
Ilham yang kini duduk bersebelahan dengan Umma Salamah didepan ranjang rawat Cinta menatap lekat pada gadis yang sangat ia sayangi sejak kecil bahkan rasa sayang itu kini sudah tumbuh menjadi perasan cinta yang ingin memiliki.
“Cinta, cepat sembuh ya Dek. Maafkan Abang belum bisa jadi Abang yang baik untuk kamu, Abang tidak bisa melindungi kamu, maafkan Abang” ucap Ilham dengan suara nerat dn serak seakan menahan kesedihannya.
Umma Salamah yang paham betul dengan kedekatan hubungan Cinta dan Ilham sejak kecil, tak pernah mengira jika Ilham yang kini tumbuh menjaji pria dewasa mempunyai perasaan yang berbeda pada Cinta.
Umma Salamah menganggap perasaan sedih Ilham saat ini adalah sama sepertinya, sedih karena adik yang disayangi kini dalam keadaan lemah dan wajah yang penuh luka lebam.
Namun, berbeda dengan pandangan Kak Zilvia dan Kak Prinka, Keduanya paham betul dengan tatapan yang diberikan Ilham, jika mereka tak salah menebak Ilham memiliki perasaan lebih dari sekedar Abang ke Adik kecilnya tapi perasaan yang mendalam dari seorang pria dewasa kepada wanita yang dicintainya.
Karena hatinya merasa tak kuat melihat keadaan cinta, Ilham pun memilih untuk pamit keluar untuk menyusul Buya dan ustadz Ayubi membesuk Zayn.
Sebenarnya alasan Ilham ingin cepat-cepat keluar karena air matanya sudah ingin tumpah, bahkan kristal bening itu sudah sempat keluar dari sudut matanya dan itu sempat terlihat oleh Kak Zilvia.
__ADS_1
“Ilham, apakah kau menyayangi Cinta lebih dari sekedar Adik, aku bisa merasakan bahwa kau menyukai Cinta” ucap Kak Zilvia dalam hati.
“Umma, Kak Zil dan nona Prinka, saya permisi keluar ya, ke kamarnya tuan Zayn dulu menyusul Buya dan Bang Ayubi” pamit Ilham.
“Ya Ham, salam untuk Zayn ya” ucap Umma Salamah.
“Iya Umma, Assalamu’alaikum” pamit Ilham.
“Wa’alaikumusalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Umma Salamah, Kak Zilvia dan Kak Prinka.
Sepeninggalan Ilham, Kak Prinka pun menceritakan bagaimana pertemuan terakhirnya dengan Cinta yang membuat kesepakatan untuk antar jemput Cinta, namun sayang malam ini justru ketakutan Kak Prinka itu malah benar terjadi.
Dari kejadian ini mereka semua bisa mengambil hikmahnya, semoga ini menjadi pelajaran, peringatan dan pengalaman bagi mereka dan tentunya bagi Cinta sendiri agar lebih hati-hati dan waspada.
Setelah keluar dari ruangan Cinta, air mata Ilham yang dibendungnya sejak tadi kini tumpah tanpa jeda. Ilham benar-benar tak sanggup membayangkan betapa ketakutannya Cinta saat mengalami peristiwa tragis itu.
“Cinta, kita sudah sama-sama dewasa, jika bukan Zayn pilihanmu maka aku akan maju selangkah mendekatimu, segeralah sembuh Cinta” ucap Ilham dalam hati.
Sebelum menuju kamar Zayn, Ilham terlebih dulu ke toilet untuk membersihkan wajahnya. Ilham mengusap wajahnya dengan air yang terasa begitu menyegarkan.
Setelah berwudhu hati Ilham kini sudah merasa lebih tenang, setelah dirasa penampilannya cukup baik, Ilham pun masuk kedalam ruang perawatan Zayn.
Melihat Zayn yang juga sedang tertidur pulas, Ilham pun akhirnya duduk membersamai Buya Mahfud, Ustadz Ayubi dan juga Diki asisten pribadi Zayn.
Ilham hanya menjadi pendengar setia apa yang di perbincangkan ketiganya, seketika Ilham merasa kagum dengan Zayn, bahkan Zayn yang sudah ditolak Cinta berkali-kali ternyata tetap peduli dan diam-diam terus melindungi cinta dengan caranya sendiri.
Diki pun menceritakan pada Buya dan semuanya, bahwa Zayn pernah cerita pada Diki tentang laki-laki penjahat itu.
Zayn bercerita pada Diki bahwa Zayn pernah mendapati penjahat itu beberapa kali sengaja mengikuti Cinta, Zayn sudah pernah memperingati penajaht itu, tai ternyata penjahat itu kembali lagi menguntit Cinta.
Oleh karena itulah alasan Zayn selalu ngotot untuk mengantar Cinta pulang meskipun sering diangap penguntit. Kadang meskipun Cinta marah dan tak menyukainya Zayn akan tetap diam-diam mengikuti Cinta untuk memastikan cinta selamat sampai tujuan.
Dan malam ini, ketika Cinta memintanya untuk berjanji tak mengikuti Cinta, Zayn hanya mengiyakan saja, namun jauh dilubuk hatinya ia akan tetap mengikuti Cinta, karena Zayn khawatir lelaki penajhat itu akan berbuat nekat pada Cinta jika ada kesempatan dan ternyata benar dugaan Zayn.
Setelah selesai makan malam dengan Oma Aleta, Zayn sebisanya mencari alasan agar bisa pergi dan pamit dari Oma Aleta. Setelah berhasil Zayn langsung menelpon Kak Prinka menanyakan keberadaan Cinta, dan ketika Kak Prinka mengatakan Cinta sdah pulang sendiri, secepatnya Zayn melesatkan mobilnya menuju jalan Sultan Mahmud Badaruddin II.
“Zayn ternyata kau memang laki-laki baik dan tulus mencinta Cinta. Dibandingkan kau ternyata aku bukanlah apa-apa, bahkan aku sempat menyerah diawal sebelum mengakui perasaanku pada Cinta karena takut ditolak. Sayangnya Cinta terus menolakmu, jika Cinta menyadari ketulusanmu Cinta pasti akan bahagia bersamamu" ucap Ilham tulus dari hatinya.
“Zayn, jika Cinta memang tak memilihmu, ijinkan aku untuk mencoba menyatakan perasaanku padanya. Terima kasih Zayn karena darimu aku banyak belajar artinya mencintai dengan tulus” lagi ucap Ilham dalam hati.
"MasyaAllah, aku mengagumi pribadimu yang tulus Zayn, sungguh" ucap Ilham dalam hati smabil tersenyum.
#tbc....
__ADS_1
...All readers kesayangan jika sudah baca ceritanya jangan lupa tekan like nya ya, bantu kasih bunga juga, rate bintang lima dan tentunya ditunggu komen penyemangatnya. Love U all readers yang baik hati. 😍😍😍...