
Dengan perasaan bahagianya Zayn dan Kak Prinka berdiskusi untuk menyiapkan apa saja yang harus mereka bawa pada acara lamaran nanti malam.
Setelah membuat list persiapan dan dirasa cukup, baik Zayn maupun Kak Prinka sibuk menghubungi orang-orang yang mereka percaya untuk menyiapkan semuanya.
Zayn pun tidak lupa dengan dua orang yang kini sudah menjadi sahabat rasa saudara bagi Zayn, kini Zayn mempunyai dua orang adik yang senantiasa mensupportnya dalam memperjuangkan cintanya Cinta.
“Sebaiknya ku hubungi Bobi dan Mia untuk membantu acara nanti malam, mereka adik-adik yang cekatan dan bisa dipercaya” ucap Zayn sambil mendial nomor ponsel Bobi.
Tak menunggu lama panggilan telpon itupun tersambung.
“Assalamu’alaikum Kak Zayn, kebetulan Kakak nelpon, disini lagi gawat Kak” salam Bobi kemudian bicara dengan sedikit panik dan tanpa jeda.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, gawat kenapa Bob, apa maksudmu?” tanya zayn serius.
“Kak Cinta Kak, Kak Cinta sekarang sedang menangis karena dimarahi dan dibentak-bentak. Sekarang Kak Cinta sedang ditemani Mbak Lia dan Mia di toilet” jawab Bobi.
“Apa????, ada apa dengan Cinta, siapa yang memarahi dan membentaknya???” tanya Zayn panik langsung berdiri dari tempat duduknya.
Kak Prinka yang mendegar ucapan Zayn pun terkejut dan menutup sambungan telponnya, Kak Prinka mencoba fokus mendengarkan percakapan Zayn dengan seseorang di ujung telpon.
Begitupun Ilham yang ini sedang berada disamping Bobi.
“Apa itu Zayn yang telpon?” tanya Ilham pada Bobi.
“Iya Pak” jawab Bobi.
“Biar aku bicara pada nya” pinta Ilham.
“Baik Pak” jawab Bobi memberikan ponselnya pada Ilham.
“Bob, Bobi... mengapa kau diam saja, jawab aku siapa yang memerahi dan membentak Cinta, apa yang sebenarnya terjadi pada Cinta, tunggu disana aku akan segera kesana” ucap Zayn karena belum ada tanggapan dari Bobi.
“Hallo Zayn... ini aku Ilham” jawab Ilham bersuara setelah Zayn selesai bicara.
“Ustadz Ilham, apa yang terjadi, apa maksud Bobi barusan?” tanya Zayn yang kini memakai jas hitamnya sambil bertelponan.
Kak Prinka hanya melihat dan mendengarkan saja, belum bisa memberi tanggapan karena belum ada kesempatan untuk bersuara.
“Nyonya Aleta kemari dan mempermalukan Cinta didepan umum, beliau menghardik dan menghina Cinta didepan banyak orang, hingga akhirnya Cinta syok dan sekarang sedang menenangkan diri ditemani Alya dan Mia” jawab Ilham.
“Oma disana, menghardik dan menghina Cinta, lalu bagaimana dengan keadaan Cinta?, dan apakah Oma masih disana?” tanya Zayn dengan perasaan membuncah.
Kak Prinka kaget dan menutup mulutnya ketika mendengar ucapan Zayn bahwa Mami nya melakukan sesuatu yang tidak pantas pada Cinta.
“Cinta benar-benar syok dan terus menagis sejak tadi dan untuk nyonya Aleta entah apakah sudah pulang atau masih diruang direktur karena tadi beliau meminta Pak Ammar untuk memecat kami berdua” terang Ilham.
“Astaghfirullahaladziim... Oma!!!” Zayn mengepal tangannya menahan amarahnya.
“Astaghfirullahaladziim... Astaghfirullahaladziim... Astaghfirullahaladziim...” Zayn terus beristighfar untuk meredam amarahnya.
“Ustadz Ilham, aku akan kesana, tolong jaga Cinta” ucap Zayn.
“Tanpa kamu minta pun aku akan selalu melindungi Cinta, tapi kurasa kamu tidak perlu kesini takutnya akan semakin memperkeruh masalah” ucap Ilham.
“Aku akan tetap kesana, tungggu aku. Assalamu’alaikum” salam Zayn.
“Wa’alaikumussalm warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Ilham.
Zayn pun menutup sambungan telponnya.
“Ada apa Zayn?” tanya Kak Prinka khawatir.
“Oma mendatangi MLA dan mempermalukan Cinta didepan semua orang di MLA” jawab Zayn.
“Astaghfirullahaladziim.... tega nya Mami sampai berbuat seperti itu!!!” Kak Prinka pun ikut kesal dengan tindakan Mami nya.
“Kak, aku ke MLA lagi ya, aku harus bertemu Cinta karena kata ustadz Ilham, Cinta mengalami syok atas kejadian ini.” Ucap Zayn.
“Kakak ikut denganmu Zayn” ucap Kak Prinka mengambil tas tangannya.
Zayn pun menganggukkan kepalanya.
Zayn dan Kak Prina pun menuju MLA.
__ADS_1
Sekitar 25 menit menempuh perjalanan dari kantor Kak Prinka ke MLA, dan kini mereka sudah sampai di lantai dua.
Saat ini ruangan itu sudah normal seperti biasanya seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, hanya saja beberapa orang mulai berbisik-bisik ketika melihat kedatangan Zayn.
Zayn bersikap acuh saja dan langsung menuju meja informasi untuk menemui mbak Lia, tapi ternyata mbak Lia tidak ditempat.
“Mana mbak Lia?” tanya Zayn pada karyawan lainnya yang bertugas bersama mbak Lia dimeja informasi itu.
“Sepertinya diruang istirahat karyawan tuan, menemani mbak Cinta” jawab karyawan wanita itu yang kini tahu bahwa Zayn adalah cucu pemilik dari MLA.
“Dimana ruang istirahatnya?” tanya Zayn buru-buru.
“Zayn tenanglah dulu” ucap Kak Prinka mengusap punggung Zayn.
“Dilantai atas tuan, ada petunjuk room area diatas” jawab karyawan wanita itu.
“Baik, terima kasih” jawab Zayn kemudian dengan langkah panjangnya menuju lift menuju lantai atas.
Zayn tiba di lantai 3, Zayn melihat Bobi dan Ilham sedang duduk di sebuah ruangan seperti ruang tamu.
“Bobi, ustadz Ilham” sapa Zayn.
Bobi dan Ilham pun melihat kearah Zayn dan Kak Prinka.
“Kak Zayn” panggil Bobi.
“Assalamu’alaikum” salam Zayn dan Kak Prinka.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Ilham dan Bobi.
“Mana Cinta?” tanya Zayn.
“Didalam” jawab Ilham.
“Bagaimana kedaannya?” tanya Zayn dan Kak Prinka bersamaan.
Ilham hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum tipis.
“Kak...” panggil Zayn pada Kak Prinka.
Zayn menganggukkan kepalanya.
Kak Prinka pun masuk kedalam ruang istirahat atau yang dijadikan mess bagi para karyawan ataupun peserta belajar yang tinggal jauh dari rumah.
“Assalamu’alaikum” salam Kak Prinka.
“Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Mbak Lia dan Mia.
Keduanya bingung siapakah wanita berpakain syar’i yang masuk menemui mereka.
Cinta menjawb salam itu dalam diamnya, Cinta masih menunduk memeluk kedua kakinya sambil membenamkan kepalanya diantara lututnya.
Terlihat bahunya masih bergerak turun naik yang menandakan bahwa Cinta masih menagis dalam diamnya.
“Maaf ada siapa ya?” tanya mbak Lia hati-hati karena belum mengenal Kak Prinka.
“Maaf membuat kalian bingung. Saya Prinka tantenya Zayn, tantenya Cinta juga” ucap Kak Prinka.
Cinta yang sadar bahwa yang datang adalah Kak Prinka semakin deras air matanya, ingin Cinta menyapa Kak Prinka tapi Cinta tak mampu mengangkat kepalanya.
“Selamat siang nyonya, maaf saya tidak mengenali nyonya” ucap mbak Lia.
Mia pun ikut menundukkan kepalanya untuk menghormati Kak Prinka.
“Panggil saya Prinka saja” ucap Kak Prinka.
Mbak Lia dan Mia hanya menganggukkan kepalanya canggung.
Kak Prinka pun mendekati Cinta, lalu memeluknya, entah mengapa seketika air mata Kak Prinka pun langsung jatuh.
“Cinta, sayang... kamu baik-baik saja kan?, Kakak dan Zayn datang,kami sangat mengkhawatirkanmu, apa lagi Zayn. Maafkan sikap Mami ya Cinta” ucap Kak Prinka dengan isak tangisnya.
Kak Prika tahu betul bagaimna perasaan Cinta saat ini, Cinta pasti sangat terluka dan sakit hatinya diperlakukan tak pantas oleh Maminya.
__ADS_1
Tangis Cinta pun akhirnya pecah, suara tangis yang ditahannya pun kini terdengar menyayat hati, hingga mbak Lia dan Mia pun ikut menangis.
“Kakak tak tahu apa yang dikatakan oleh Mami pada mu, tapi Kakak yakin semua yang diucapkan Mami tentangmu pasti semuanya tidak benar, Kakak juah lebih mengenalmu di banding Mami” ucap Kak Prinka terhenti karena mengatur nafasnya akibat terus menangis.
“Cinta, lihat Kakak, kuatkan hatimu karena kau adalah wanita tangguh” hibur Kak Prinka mengangkat kepala Cinta.
Terlihat sembab dan sedikit bengkak mata Cinta efek dari tangisnya.
“Aku bukan wanita serakah Kak, aku bukan wanita gila harta, aku juga bukan wanita perusak hubungan orang lain” ucap Cinta terbata-bata diiringi tangisnya.
“Tidak Cinta, tidak, kau bukanlah wanita seperti itu. Apakah Mami yang bicara seperi itu?, dia salah besar Cinta, dia salah, kamu wanita sholeha lagi baik hati” ucap Kak Prinka memegang kedua pipi Cinta sambil menghapus air mata Cinta yang terus mengalir dari sudut matanya.
Kak Prinka meraih tubuh Cinta lalu memeluknya, Cinta pun memeluk Kak Prinka masih dengan tangisnya.
Setelah agak tenang, Cinta pun bertanya pada Kak Prinka.
“Apa benar Zayn bertunangan dengan Lala putri dari nyonya Ela?” tanya Cinta.
Kak Prinka kaget mendengar pertanyaan Cinta, Kak Prinka bingung harus menjawab apa.
“Kak, benarkah bahwa Zayn akan menikah dengan Lala?” lagi tanya Cinta.
“Itu... itu baru rencana” jawab Kak Prinka ragu.
“Rencana yang sudah matang?” lagi tanya Cinta.
Kak Prinka hanya menghela nafas bingung harus menjawab apa.
“Apakah karena aku menerima lamaran Zayn makanya Zayn ingin membatalkan pertunangannya dengan Lala?” tanya Cinta pada Kak Prinka.
Kak Prinka hanya menunduk sambil memijat keningnya yang terasa berat untuk memberi jawaban atas pertanyaan Cinta.
“Wajar saja nyonya Aleta marah dan murka padaku, benar kata beliau disaat Zayn sudah move on dari ku, aku malah kembali membelenggunya” air mata Cinta jatuh ketika mengatakan kalimat itu.
Cinta ingat betul perjuangan Zayn untuk melamarnya, bahkan sampai akhirnya dia ijin pergi dari Cinta, ternyata benar dia berhenti untuk menghindar dari Cinta dan justru hal itulah yang membuat Cinta sadar dengan perasaannya pada Zayn.
"Maafkan aku selama ini Zayn" gumam hati Cinta.
“Tidak Cinta, tidak, sejak awal Zayn menolak perjodohan ini, dia tetap berjuang untuk membuka hatimu untuknya, Mami pun tahu itu.” Jawab tegas Kak Prinka.
“Tapi karena mempertimbangkan satu hal yang lebih penting menurut Zayn, akhirnya Zayn merelakan hatinya terluka dan mencoba mengikhlaskan melepas perasaannya padamu” lanjut Kak Prinka.
“Zayn dan Mami sepakat, ketika pada akhirny kau menyambut cintanya, Zayn akan kembali memperjuangkanmu dan Mami pun setuju akan hal itu. Zayn pun cerita dengan bahagianya bahwa kau akhirnya membuka hatimu untuknya, Zayn pun berniat untuk kembali meraihmu, tapi tak disangka Mami malah berbuat seperti ini” Kak Prinka mencoba menjelaskan.
“Apakah Zayn akan melakukan apapun untuk memperjuangkan hubungan kami?” tanya Cinta.
“Iya, aku rasa begitu, dia yakin dengan keputusan dan juga resiko yang dia ambil, Zayn akan terus berjuang sebisa dan semampunya hingga pada titik akhir perjuangannya untuk bisa bersamamu “ jawab Kak Prinka
“Sudah berapa persen persiapannya Kak?” tanya Cinta.
“Maksudnya?” tanya Kak Prinka bukan menjawab pertanyaan Cinta.
“Zayn dan Lala?” tanya Cinta.
“Heemmhhh.....” Kak Prinka ragu menjawabnya.
“Sudah berapa persen Kak?” tanya Cinta sekali lagi.
“Mungkin 90%, tinggal pelaksanaannya saja” jawab Kak Prinka jujur.
Cinta hanya diam dan terus menunduk sambil memejamkan matanya. Air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya.
“Cinta percayalah pada Zayn, yang ia lakukan bukan karena keegoisannya untuk mendapatkanmu, tapi Zayn yakin perjodohan ini hanya akan menyakiti banyak pihak, dan Zayn yakin istikharah cintanya tertuju padamu” ucap Kak Prinka meyakinkan.
“Zayn mencoba mengikhlaskan hatinya untuk melepasmu ketika benar-benar tak ada celah lagi baginya untuk menghalalkanmu. Tapi ketika dia tahu kau membalasnya, semangatnya kembali dan dia yakin dengan keputusannya untuk memilihmu menjadi pendamping hidupnya” jelas Kak Prinka.
Sesaat Cinta masih tetap diam tak memberikan respon apapun. Air matanya masih saja terus mengalir.
Dan akhirnya Cinta pun mengatakan sesuatu pada Kak Prinka untuk memperjelas ujung dari persoalan ini.
“Kak Prinka... tolong sampaikan pada Zayn, aku tak bisa bersamanya” jawab Cinta.
#tbc....
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya disini ya dengan Like, Vote, Komen, Favorit, dan bantu beri hadiah juga ya. Mohon dukungannya untuk karya ini ya all readers. 😍😍😍...