
Di dalam Masjid Al-Furqon, antara jama’ah laki-laki dan perempuan dibatasi hijab yang membentang dari ujung hingga keujung satunya lagi ditengah Masjid sebagai pembatas tempat sholat jama’ah Ikhwan dan akhwat.
Samar-samar Cinta hanya mendengar pembawa acara yang dikomandoi oleh Bang Ayubi. Cinta begitu deg-deg-an.
Acara demi acara dilewati satu persatu, namun tiba-tiba Azizah menghampiri Cinta.
“Kak, ponsel Kakak dari tadi terus saja bergetar, nomer ini terus saja menghubungi Kakak” bisik Azizah.
“Siapa Dek?” tanya Cinta.
“Nggak tahu Kak, nggak ada namanya” jawab Azizah.
“Siapa ya kira-kira, apa dia ada kirim pesan?” tanya Cinta lagi.
Azizah hanya menggelengkan kepalanya, dan seketika nomer tak dikenal itupun kembali menghubungi nomer Cinta.
“Angkat aja kali Kak, kayaknya penting banget, udah lebih dari 30 kali loh nelpon” ucap Azizah.
Cinta pun permisi keluar sebentar pada Umma dan Kak Prinka untuk mengangkat panggilan telpon itu.
“Assalamu’alaikum” jawab Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, Cinta… Alhamdulillah akhirnya kamu angkat juga” jawab diujung telpon itu.
Deg deg deg deg…
Jantung Cinta berdegub kencang ketika mendengar suara diujung telpon itu.
“Bang Ammar” ucap Cinta merada terganggu.
“Cinta, sejak kemarin sore aku menghubungimu tapi nomor kamu nggak bisa-bisa aku hubungi, whatsapp juga. Apa kamu memblokir nomorku?” tanya Ammar.
“Maaf Bang, aku sibuk. Assalamu’alaikum” ucap Cinta hendak menutup panggilan telpon itu.
“Cinta tunggu, jangan kamu tutup dulu telponnya, please tolong ijinkan aku menjelaskan semuanya padamu” ucap Ammar to the point.
Flashback On
Ammar ingat betul malam takbiran terakhir ia berkomunikasi dengan Cinta semuanya masih baik-baik saja, malam itu setelah mengakhiri percakapannya dengan Cinta, Ammar sengaja mematikan ponselnya agar tidak terganggu I’tikafnya.
Sampai pagi hari setelah sholat idul fitri barulah Ammar mengaktifkan kembali ponselnya. Ammar mencoba menghubungi Cinta untuk berpamitan menuju kampung kedua orang tuanya didaerah Muara Enim. Butuh waktu hingga 5 sampai 6 jam jika naik mobil menuju lokasi kampung halaman Ammar.
Namun, saat itu Cinta tak kunjung bisa dihubungi nomor ponselnya, Ammar mengira mungkin saja ponsel Cinta habis daya baterainya atau mungkin kendala sinyal.
Akhirnya Ammar bersikap biasa saja dan tak sempat mengecek pesan whatsapp yang dikirim Cinta terakhir kalinya saat dini hari setelah itu Cinta memblokir kontak Ammar.
Banyaknya pesan masuk hingga pesan dari Cinta pun tenggelam. Ammar baru menyadari Cinta mengirimnya pesan ketika Ammar sudah sampai di kampungnya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Ammar ketika membaca pesan whatsapp yang dikirim Cinta yang berisikan gambar pernikahan Ammar dengan istrinya, bukan hanya gambar itu saja tapi juga beberapa gambar yang menampakkan kemesraan Ammar dengan istrinya.
Pesan terakhir yang dikirim Cinta membuat hati Ammar hancur dan menyesal mengapa tak sedari pagi Ammar mengecek pesan whatsapp dari Cinta, mengapa menundanya bicara jujur pada Cinta tadi malam.
📩 Cinta untuk Ammar.
📩“Assalamu’alaikum, Maaf karena aku masuk dalam kehidupan kalian, jika aku tahu sejak awal aku takkan menerima lamaran Abang”
📩“Aku tak tahu apa tujuan Abang melamarku padahal Abang sudah memiliki istri. Aku merasa sangat menyedihkan tidak tahu apa-apa tentang Abang”
📩“Jujur aku senang bisa kenal dekat dengan Abang dan aku sangat bahagia ketika akhirnya Abang melamarku, tetapi aku tidak tahu apa alasan Abang tidak jujur padaku. Maaf Bang aku tidak cukup kuat untuk menjalani hidup poligami, biarlah ibadah sunnah yang lain yang aku kerjakan tapi tidak dengan poligami, bukan aku menentangnya namun aku tak mampu menjalaninya”
📩“Aku rasa cukup sampai disini, aku manarik kembali jawabanku, maaf aku tidak bisa menerima lamaran Abang. Dan malam ini aku menyadari ketika cinta tumbuh dihatiku, sebenarnya aku tahu kemana hatiku ingin bermuara, namun aku tetap menyangkalnya karena mengira kamulah tujuanku. Lagi dan lagi ternyata Allah berkali-kali menegurku dan kali ini akupun yakin ternyata hatiku memang tak menuju padamu”
📩“Mungkin ini akan menjadi pesan terakhir dariku. Terima kasih dan maaf untuk semuanya selama ini. Wassalamu’alaikum”
Pesan menohok itu terasa menampar keras wajah Ammar yang tak berusaha menjelaskan sedari awal tentang kehidupan pribadinya.
Ammar mengusap kasar wajahnya, beberapa kali mencoba menghubungi Cinta tapi tetap tak bisa.
Ammar ingin bisa langsung pulang ke Palembang tapi itu tak mungkin ia lakukan mengingat Ammar baru saja sampai dan belum juga silaturahim dengan keluarganya serta ziarah ke makam kedua orang tuanya.
Hari ini, Ammar akhirnya mencoba membeli nomor baru dengan harapan semoga Cinta mengangkat telpon darinya. Dan benar saja meskipun puluhan kali dicoba akhirnya Cinta mengangkat panggilan itu.
Sejujurnya Ammar ingin jujur menceritakan semuanya pada Cinta namun belum sempat ia katakan, malam takbiran itu Ammar sudah berniat menceritakan semuanya pada Cinta tapi karena kesibukan Cinta Ammar pun menundanya.
Flashback Off.
“Cinta, tolong, tolong dengarkan Abang, Abang bukan tidak jujur padamu, Abang bisa jelaskan semuanya padamu Cinta.” Mohon Ammar.
“Maaf Bang, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Jika sudah selesai aku tutup telponnya” ucap Cinta hendak menutup sambungan telpon itu.
“Cinta, sore ini Abang akan pulang ke Palembang, Abang sengaja pulang ke Muara Enim untuk menjemput Paman dan Bibi untuk datang melamarmu, tolong Cinta percaya pada Abang" ucap Zayn
"InsyaAllah besok Abang akan datang ke tempatmu, Abang akan menjelaskan semuanya, memang benar Abang sudah menikah dua tahun yang lalu tapi istri Abang…..” Ucap Ammar menggantung ketika mendengar suara seorang wanita bercakap dengan Cinta.
“Kak Cinta masih telponan, udah dipanggil Umma Kak, Kak Zayn udah ngomong tu mau khitbah kakak, bentar lagi pasti Kakak disuruh jawab” ucap Azizah terdengar oleh Ammar.
“Iya Dek, ini udah kok” jawab Cinta.
“Maaf Bang aku sudah ditunggu” ucap Cinta.
“Apa Zayn melamarmu?” tanya Ammar.
“Iya” jawab Cinta.
“Sebegitu cepatkah kau mengambil keputusan kemarin menerimaku tapi hari ini kamu menerima khitbah laki-laki lain?” tanya Zayn.
__ADS_1
“Bukan terlalu cepat, justru keputusanku ini sangat terlambat, aku terlambat menyadari perasaanku, maaf jika aku mengecewakanmu. Assalamu’alaikum warohamtullahi wabarokatuh” ucap cinta kemudian memutus panggilan telpon itu tanpa menunggu jwaban salam dari Ammar.
Ammar tak mampu berkata apa-apa lagi, sejujurnya Ammar tahu perasaan kedua insan itu, Zayn dan Cinta, Ammar melihat jelas perasaan Cinta pada Zayn dan sebaliknya.
Ammar sempat ragu untuk melamar Cinta, namun niatnya kembali utuh ketika ternyata nyonya Aleta menentang hubungan keduanya.
Hari ini Ammar mendapati ketakutannya itu bahwa Cinta pada akhirnya menyadari perasaannya terhadap Zayn. Ammar menitikkan air matanya. Gadis yang dicintainya sejak jaman masih menjadi mahasiswanya itu kini akan menjadi milik orang lain.
Kembali ke acara lamaran Zayn pada Cinta, saat ini semua orang ikut deg-deg kan ketika dengan lantangnya Zayn mengutarakan niatnya dihadapan semua orang untuk mengkhitbah Cinta menjadi pasangan hidupnya.
“Salah satu sunnah Rasul yang paling aku tunggu-tunggu untuk aku lakukan adalah menikah, sebab menikah adalah salah sunnah yang dapat menyempurnakan separuh agama dua orang insan manusia. Yang aku tahu sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita dan istri yang sholeha, aku sudah lama menanti-nanti sosok bidadari dunia yang taat kepada Rabb-Nya, dan kini aku telah menemukannya” ucap Zayn.
“Bismillah…. Cinta Binti Fulan maukah kamu menjadi satu-satunya bidadari dunia dengan menerima lamaranku untuk menjadi istri sholehaku?” tanya Zayn dengan mantap dihadapan Buya Mahfud, Abah Furqon, dr.Syaamil, Ustadz Hasibuan, Ustadz Ayubi, Ilham dan semua sanak keluarga dan jama’ah sholat dzuhur yang hadir saat itu.
Gemuruh hati Cinta mendengar penyataan sekaligus pertanyaan Zayn padanya, padahal sebelumnya Zayn pun pernah menanyakan hal yang sama padanya.
Dengan perasaan bahagia dibalik tirai hijab yang memisahkan diantara keduanya, air mata bahagia Cinta mengalir deras karena Zayn terkesan begitu menghormati dan memuliakannya sebagai seorang wanita, seorang gadis yang tak jelas asal usul keluarganya.
“Cinta anakku, meskipun engkau telah memberikan jawabanmu pada Buya atas lamaran nak Zayn, tapi sekali lagi Buya serahkan jawaban langsung darimu, keputusan ini ada ditanganmu karena sesungguhnya engkaulah yang akan mengarungi mahligai rumah tangga ini” ucap Buya bijak.
Dengan hati bergetar dibalik tirai pembatas itu, Cinta memberikan jawabannya dihadapan semua orang.
“Assalamu’alaikum” salam Cinta dengan gugup.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab semua orang ikut bergebar-debar hatinya.
“Tuan Zayyan Wilson Arganta, terima kasih telah memantapkan hati anda untuk melamar saya, terima kasih telah memepercayakan hati anda kepada saya dengan cinta yang tulus, lamaran ini bukti dari keinginan kuat anda untuk mengajak saya bersama-sma menyempurnakan separuh agama kita sebagai dua insan manusia.” Ucap Cinta dengan suara bergetar.
“Bismillahirrohmanirrohim, atas ridho Allah yang diiringi dengan restu dari keluarga besar kita, lamaran darimu aku terima secara lahir dan batin, semoga niat kita mampu menuntun kita menuju mardhotillah. Aamiin” jawab Cinta dengan kucuran air mata bahagia membasahi pipinya.
“Aamiin Yaa Allah, Tabarokallah, Tabarokallah….” Riuh suara memberi selamat atas diterima nya lamaran Zayn terhadap Cinta.
Semua yang tahu bagaiaman perjauangan Zayn merebut hati Cinta pun turut hanyut terbawa perasaan, Mia, Mbak Lia, Kakak-kakak Cinta, bahkan Kak Prinka, Diki dan Ilham pun turut menitikkan air mata bahagia mereka.
Setelah resminya lamaran Zayn diterima, Kak Prinka pun secara resmi memasangkan Cincin pemberian Mama Zayn pada jari manis Cinta.
Akad nikahpun telah disepekati akan digelar pada hari jumat, artinya 3 hari setelah lamaran. Akad nikah pun akan digelar di Masjid yang sama pada hari ini, sedangkan resepsinya akan digelar di gedung aula rumah kasih sayang yang bersebelahan dengan masjid Al-Furqon.
Untuk mahar pun sudah ditetapkan, Cinta menyerahkan semuanya pada Zayn asalkan tidak memberatkannya, apapun itu Cinta akan menerimanya.
3 hari bukanlah waktu yang lama, namun karena Zayn dan Kak Prinka sudah menyiapakannya sedari awal jadi waktu yang sigkat itupun tak jadi maslah bagi mereka.
Ucapan selamat masih terus menggema, semua yang ada didalam masjid itu secara bergantian mengucapkan selamat pada Zayn dan Cinta.
Dipenghujung acara ditutup dengan bersholawat atas nabi secara bersama-sama, acara lamaran itu pun berakhir sebelum masuk waktu ashar.
💖tbc....
__ADS_1
...Haaiii readers kesayangan jangan lupa di like setiap episode nya ya, bantu vote, komen, favorit dan rating bintang 5 juga ya 🙏...