Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Antara Cinta dan Cita-Cita


__ADS_3

Zayn masih diskusi dengan Kak Prika diruang kerja Kak Prinka.


“Jadi, maksudmu malam ini kita akan melamar Cinta, bahkan jika Cinta setuju malam ini kau juga ingin langsung menikahinya?” tanya Kak Prinka kaget.


“Ya” jawab Zayn sambil tersenyum bahagia.


“MasyaAllah... ini beneran Zayn?” lagi tanya Kak Prinka belum percaya dengan apa yang disampaikan oleh Zayn.


“Benar Kak, oleh karena itu aku mohon bantuan Kakak untuk mempersiapkan semuanya dari sekarang, aku akan minta tolong orang-orang kepercayaaku juga untuk mempersiapkan semuanya” jawab Zayn bersemangat.


Kak Prinka menatap tak percaya pada Zayn.


Jujur saja Kak Prinka sangat senang dan bahagia jika pada akhirnya Cinta menerima lamaran Zayn dan mau menikah dengan Zayn.


Kak Prinka benar-benar bahagia, apalagi melihat ekspresi Zayn yang menampakkan aura bahagianya, senyum Zayn begitu lepas dan sangat berbeda dari biasanya.


Kak Prinka bahagia karena perasaan cinta Zayn pada Cinta berbalas bak gayung bersambut, Kak Prinka juga bahagia karena perjuangan cinta dari keponakannya itu bisa ia gapai dan sebentar lagi terwujud.


Namun, ada kekhawatiran dihati Kak Prinka, bagaimana dengan restu dari Mami nya, apakah Mami Aleta akan setuju, dan bagaimana pula dengan perasaan Lala dan keluarganya mengingat pertunangan Zayn dan Lala pun tinggal beberapa hari lagi, persiapan dua keluarga pun sudah 90%.


“Zayn, apa Mami tahu dengan keputusanmu ini?” tanya Kak Prinka hati-hati.


Seketika raut wajah Zayn berubah.


“Tadi pagi aku sudah menemui Oma dikantornya sebelum menemui Cinta” jawab Zayn.


“Apa kau menyampaikan rencanmu ini?” lagi tanya Kak Prinka.


“Ya” jawab Zayn lalu menghela nafas.


“Lalu bagaimana respon Mami?” Kak Prinka bertanya lagi.


“Kakak pasti tahu bagaimana respon Oma Aleta” Zayn tersenyum.


Kak Prinka mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Apakah Kakak sudah tahu bahwa Cinta gagal ke AIIBS?” tanya Zayn.


“Iya, aku mencoba menghubunginya sejak pagi tapi tidak diangkat, mungkin dia butuh waktu sendiri” jawab Kak Prinka.


“Apa Kakak tahu mengapa Cinta bisa gagal padahal Cinta adalah kandidat terkuat untuk lulus?” tanya Zayn sekali lagi.


“Begitukah, jadi Cinta kandidat utama yang besar kemungkinan lulus maksudmu?” Kak Prinka balik tanya bukanya menjawab.


Zayn menganggukkan kepalanya.


“Jangan bilang Cinta gagal karena ulah Mami?” tanya Kak Prinka membelalakkan matanya.


“Itu kenyataannya, dan sampai sekarang aku pun masih bingung mengapa ini bisa terjadi meskipun aku sudah tahu alasan Oma melakukannya” jawab Zayn kemudian Zayn memejamkan matanya.


Zayn ingat perdebatannya dengan Oma Aleta tadi pagi.


Flashback On


“Oma, apa ketidak lulusan Cinta karena campur tangan Oma?” tanya Zayn ketika baru saja masuk keruang kerja Oma nya.


“Apa maksudmu Zayn?” tanya Oma Aleta kaget dengan tuduhan Zayn.


“Oma tidak usah pura-pura, tidak mungkin keputusan final bisa berubah dengan satu malam” jawab Zayn tegas.

__ADS_1


“Oma tidak mengerti maksud mu” jawab Oma Aleta.


“Oma tidak usah bohong lagi, kemarin Diki bilang Oma kekantor mencariku dan ketika Oma tahu aku ke MLA, Diki bilang Oma akan menyusul, lalu tiba-tiba pagi ini hasil akhir Cinta berubah, kalau bukan Oma siapa lagi yang bisa melakukannya!!!” jika tidak ingat sedang berpuasa rasanya Zayn benar-benar ingin murka.


“Iya, Oma memang ke MLA kemarin siang, dan Oma tidak menyangka perempuan tidak tahu malu itu malah dengan serakahnya menginginkanmu dan juga AIIBS” jawab Oma Aleta.


Zayn benar-benar terkejut dengan jawaban Oma Aleta, walau sebenarnya Zayn sudah tahu akan hal itu.


Tadi pagi saat Zayn sampai di MLA, Zayn langsung keruang CCTV menemui petugasnya dan melihat kejadian bahwa Oma Aleta bersama dua asisten dan 7 pengawalnya sedang berdiri didepan kelas mengajar Cinta, bertepatan dengan waktu mereka ngobrol berdua di dalam kelas itu.


Jhonson diperintahkan untuk membuka pintu kelas itu, tapi tidak jadi dan akhirnya Oma Aleta memerintahkan Jhonson untuk menguping pembicaraan Zayn dan Cinta.


Sampai akhirnya Oma Aleta pun berbalik meninggalkan kelas Cinta tanpa masuk dan tak lama kemudian barulah mbak Lia datang dengan tergesa-gesa membuka pintu ruangan itu.


Zayn baru menyadari mengapa alasan mbak Lia kemarin tiba-tiba datang dengan wajah panik dan khawatir serta menanyakan apakah cinta baik-baik saja, ternyata semua itu karena kehadiran Oma Aleta yang mencari Cinta dan dirinya.


“Oma, bukankah Oma sudah berjanji padaku tidak akan menganggu Cinta, tapi mengapa Oma malah menggagalkan impiannya, aku sudah memenuhi permintaan Oma tapi mengapa Oma masih melakukannya???” tanya Zayn dengan perasaan kecewa pada Oma Aleta.


“Karena dia serakah, dia menginginkan AIIBS dan juga menginginkanmu” jawab Oma Aleta lantang.


"Oma tidak mau kau disakiti lagi olehnya!!!" jawab jujur Oma Aleta.


Zayn terdiam mendengar jawaban Oma Aleta.


“Dan kau, kau juga bilang akan melamarnya padahal kau sebentar lagi bertunagan dengan Lala, mau ditaruh dimana muka Oma. Sudah cukup kau buat malu Oma malam itu dengan datang terlambat semua itu juga karena perempuan tidak tahu diuntung itu. Apa yang kau harapkan darinya, dia wanita serakah, bisa-bisanya kemaruk begitu!!!” tegas Oma Aleta.


“Dia tidak seperti itu Oma, wajar saja jika Cinta diambang kebimbangan, dia punya impian tapi dia juga punya hati, tidak ada salahnya dia mempertanyakan itu padaku, mencoba menjalani keduanya meskipun iu tidak mungkin, pada akhirnya dia juga akan tetap memilih salah satunya, antara cinta ataupun cita-citanya." terang Zayn.


"Dia bukan wanita serakah yang Oma sematkan padanya!!!” kali ini Zayn benar-benar berbicara dengan lantang.


“Berani kau berkata lantang begitu pada Oma Zayn!!!” Oma Aleta murka.


“Apakah Oma sempat berpikir, jika dia lulus AIIBS, bisa saja dia memilih cita-citanya dari pada aku cintanya, dengan begitu dia akan pergi jauh dan bisa jadi keinginan Oma menjodohkanku dengan Lala terwujud meskipun sejujurnya aku tak rela” ucap Zayn pelan tapi tajam.


Oma Aleta terkejut dengan ucapan Zayn, Oma Aleta tak sempat berpikir kesana karena diliputi amarah yang bersarang didadanya.


“Namun, karena dia gagal, artinya Cinta akan tetap disini dan lagi niat baikku disambutnya dengan baik, jadi aku memilih untuk kembali memperjuangkan cintaku padanya." ucap Zayn.


Oma Aleta membelalakkan matanya dengan jantung yang berpacu cepat karena menahan amarah.


"Terima kasih karena Oma sudah memberi celah untuk kami bersama, aku yakin meksipun ia kecewa karena kegagalannya, tapi sekarang karena tindakan Oma, aku yakin kebimbangannya akan dua pilihan itu tidak lagi menjadi bebannya" lagi ucap Zayn yakin.


"Aku harap Oma merestui kami, aku hanya ingin menyampaikan pada Oma bahwa malam ini aku akan melamarnya atau jika ia dan keluarganya setuju aku akan langsung menikahinya malam ini juga” tegas Zayn dengan yakin dan percaya diri.


“Apa, apa maksudmu Zayn???” tanya Oma Aleta dengan wajah panik.


“Bunkankah Oma sudah berjanji padaku, jika Cinta pada akhirnya menerima lamaranku, Oma akan mendukungku, merestui kami dan perjodohan ku dengan Lala dibatalkan." jawab Zayn.


"Lagi pula aku juga belum terikat pertunangan dengan Lala, itu baru rencana, bisa terjadi, bisa juga batal. Disini aku hanya ingin Oma sendiri yang harus bertanggung jawab dan mengakhiri semuanya. Oma yang memulai aku harap Oma juga yang mengakhirinya” sekali lagi ucapan Zayn bagaikan tamparan keras bagi Oma Aleta.


“Tidak bisa begitu Zayn, semuanya sudah kita persiapkan, 3 hari lagi kalian akan bertunagan, kamu tidak bisa memutuskan hal ini semaumu!!!” jawab Oma Aleta.


“Mengapa tidak, bukankah Oma juga melakukan semuanya semau Oma, mengancamku, tanpa mempertimbangkan perasaanku, tanpa berdiskusi dan menunggu persetujuanku, dan yang lebih sedihnya Oma bahkan mengabaikan janji Oma padaku” jawab Zayn penuh penekanan.


“Zayn... akan ada banyak hati yang kau sakiti jika kau batalkan pertunangan ini. Bagaimana dengan perasaan Lala, tante Ela, Om Erick mu dan juga perasaan Oma. Pikirkan hal itu, semua akan berdampak buruk untuk hubungan kedua keluarga kita jika pertunagan ini dibatalkan” ucap Oma Aleta kini berdiri dari tempat duduknya.


“Oma pikirkan saja sendiri, apakah aku harus memikirkan perasaan orang lain sedangkan perasaanku sendiri tidak di pertimbangkan, apakah aku harus menelan pil luka hanya untuk menjaga perasan orang lain, sedangkan hatiku hancur sendiri” jawab Zayn.


“Zayn, jangan jadi anak kurang ajar dan durhaka!!!” ucap Oma Aleta.

__ADS_1


“Apakah kau ingin menjadi anak durhaka karena sudah mengabaikan keinginan kedua orang tuamu untuk menikahkanmu dengan Lala?” ucap Oma Aleta.


“Aku rasa Mama dan Papa tidak menginginkan hal itu, jika mereka masih hidup aku yakin mereka juga akan menentang perjodohan ini, karena aku tahu Mama dan Papa sudah pernah berbincang dengan Buya Mahfud dan istrinya tentang harapan mereka akan jodoh untukku, dan mereka berserah diri kepada Allah untuk jodoh yang kelak akan Allah kirimkan untukku” jawab Zayn membuat Oma Aleta tak mampu berkata-kata lagi.


"Kamu tidak tahu akan hal itu" ucap Oma Aleta mementang.


"Buya Mahfud sudah cerita semuanya Oma" ucap Zayn.


"Tidak, bisa saja mereak mengarang cerita" jawab Oma Aleta.


"Berarti bisa saja Oma juga mengarang cerita itu, karena setahuku Mama pernah menceritakan sosok Cinta padaku, wanita yang menjadi harapan Mama dan Papa untuk menjadi pendampingku" jawab Zayn tegas.


Oma Aleta tak mampu mendebat Zayn lagi.


“Aku rasa apa yang ingin ku sampikan sudah ku sampaikan, apa masih ada yang ingin Oma sapaikan lagi padaku?, karena jika sudah selesai, aku mohon undur diri dari sini” ucap Zayn.


“Zayn, kau akan menyesal jika kau berbuat begini dan membatalkan pertunangannya” ancam Oma Aleta.


“Justru aku akan menyesal jika aku tidak memperjuangkan perasaanku sendiri. Sudah terlanjur Oma ingkari janji Oma padaku, jadi maafkan aku jika aku berjalan dijalurku dan aku harap Oma bisa menyelesaikan kekacauan ini dengan bijak.” Pesan Zayn.


“Aku permisi dan sebelum aku pergi aku hanya ingin mengatakan tolong Oma maafkan aku jika kata-kataku menyakiti hati Oma, maafkan aku jika bersikap dan bertindak tidak sopan pada Oma, maafkan aku karena tidka bisa memenuhi keinginan Oma." ucap Zayn berjalan mendekati Oma.


"Aku mencintai Oma, dan jika Oma pun menyayangiku tolong restui aku dan Cinta, dia gadis baik, Oma hanya belum mengenalnya saja, jika Oma sudah mengenalnya aku yakin Oma pun akan mencintainya” ucap Zayn berada dihadapan Oma Aleta kemudian mengambil kedua tangan Oma nya lalu menciumnya takzim dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


“Jaga kesehatan Oma selalu. Tuan Jhonson, nyonya Soraya, aku titip Oma” ucap Zayn kemudian meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Zayn, Oma Aleta terduduk di sofa tamu ruangannya sambil menarik dan menghembuskan nafasnya untuk menetralisir keterkejutannya tehadap sikap dan tindakan Zayn yang baru kali ini ia lihat setegas itu padanya.


“Nyonya, minum dulu” saran Soraya sambil meyodorkan mineral water pada nyonya Aleta.


“Terima kasih” jawab nyonya Laeta kemudain meminumnya.


“Jhonson, kirim orang untuk mengikuti kemana Zayn pergi” titah nyonya Aleta pada Jhonson.


“Baik nyonya” jawab Jhonson.


Flashback Off


“Zayn... Zayn... kau melamun?” panggil Kak Prinka.


“Owhh maaf Kak” ucap Zayn tersenyum.


“Jadi, apakah Cinta sudah tahu kalau kegagalannya karena ulah Mami?” tanya Kak Prinka.


Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Cinta tetap berpikir positif jika itu memang bukan bagian rejeki untuknya tanpa memikirkan hal lain penyebabnya” jawab Zayn.


“Dia memang gadis luar biasa” ucap Kak Prinka.


“Kak, mau kan menjadi waliku malam ini untuk melamar Cinta pada Buya Mahfud?” tanya Zayn.


“InsyaAllah, Kakak siap” jawab Kak Prinka tersenyum sambil memegang tangan Zayn memberinya kekuatan.


“Terima kasih Kak” ucap Zayn balas menggenggam tangan tante semata wayangnya.


#tbc.....


...Haiiii readers,,, jangan lupa tinggalkan jejaknya disini ya... Senin manis waktunya bantu bagi vote nya ya untuk karya ini. Terima ksih untuk all readers. Love U all....

__ADS_1


__ADS_2