Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Akad Nikah


__ADS_3

Azan Maghrib berkumandang. Tanda waktu untuk melaksanakan kewajiban telah tiba. Meysha pun langsung melaksanakan kewajibannya,sekaligus berdoa memohon yang terbaik untuknya.Setelah shalat Maghrib Meysha mendapat telepon dari Ibunya Andrew,


" Mengenai keputusan dan syarat yang keluarga Meysha ajukan, ini Kami sekeluarga sudah menyetujui. Namun untuk jelas dan detail rencananya langsung dengar sendiri dari Andrew."


Suara di handphone lalu berubah,


"Ini Andrew, Mey. Saya dan keluarga sudah setuju dengan syarat Ayahnya Meysha. Dan Saya sudah menghubungi Pak Lee sebagai penghulu dan masjidnya untuk tempat akad Kita.Kami sekeluarga insya Allah


berangkat sekarang, dan Saya akan shalat Isya di masjid Itaewon juga."


"Kau dan keluargamu serius?" Meysha masih tidak percaya.


" Iya Mey, Kami serius." Jawab Andrew.


" Kau yakin bisa menjadi imam buatku?" Meysha memastikan kembali.


" Insya Allah." Sahut Andrew.


" Kalau begitu jangan lagi panggil nama. Panggil Aku, Dek. Dek Meysha. Coba Kau bisa tidak?" Meysha menyarankan tentang panggilan yang sesuai dengan kebudayaannya.


Andrew tersenyum sebelum menuruti permintaan Meysha.


"Saya coba..., Dek Meysha, tunggu Aku dimasjid." Ucap Andrew terdengar sangat berusaha.


Mata Meysha berkaca-kaca mendengarnya. Ribuan hamdalah menyesak dalam dada. Rasanya Meysha benar-benar masih tidak percaya Andrew serius ingin menikahinya. Menjadikan Meysha pendamping dan teman hidupnya.


" Gomawo. Insya Allah, Kita akan bertemu di masjid." Sahut Meysha.


" Insya Allah. Wassalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Sambungan ditutup dengan salam.


Meysha menangis tersedu-sedu diatas sajadah. Dia lalu sujud syukur. Dalam sujudnya, Meysha memohon kepada Allah SWT, agar akad nikah itu benar-benar terjadi. Sehingga Dia bisa membahagiakan Ayahnya. Tidak sekedar angan-angan dan mimpi seperti sebelumnya.


Tidak lupa Meysha memberitahu Ibunya. Ibunya pun terdengar bahagia dan mendoakan yang terbaik buat Meysha.

__ADS_1


Dan pada malam ini,apa yang diharapkan Meysha akan terjadi. Sebuah pernikahan dengan seseorang yang selama ini Meysha rindukan disetiap sela doa-doanya.


Meysha turun dan memberitahukan Ayahnya bahwa Andrew dan keluarga menyetujui persyaratan tersebut. Dan Mereka akan melaksanakan acara akad nikahnya dimasjid center, Itaewon. Sekalian yang menjadi penghulunya adalah guru atau pembimbing Andrew dalam hal keyakinannya.


Kedua sahabatnya Meysha yaitu Yoenhe dan Jessi terlihat bahagia mendengarnya. Mereka pun membantu Meysha untuk bermake up natural. Dan karena mendadak, Meysha hanya mengenakan busana muslimah. Bagi Meysha itu sudah cukup.


Tepat pukul 19.00 Meysha, Ayahnya dan kedua sahabatnya menuju masjid.The Seoul Central Mosque terletak di pusat kota Seoul di Itaewon, dan merupakan masjid permanen pertama yang terletak di Korea Selatan dan merupakan satu-satunya masjid di Seoul.


Sampai di masjid Mereka mengikuti shalat isya berjamaah dulu. Kecuali keluarga Andrew dan kedua sahabatnya Meysha. Mereka menunggu.


Akad nikah dilaksanakan setelah shalat ba'da Isya, disaksikan oleh jamaah.Sebagian besar adalah muslim dan muslimah minoritas di Korea Selatan. Mereka turut terharu. Saat akad nikah mata Meysha berkaca-kaca. Apalagi mendengar suara merdu Andrew melantunkan surah Ar-rahman sebagai maharnya. Beberapa kali Meysha hampir


menangis, begitu menatap Ayahnya dan lalu menatap Andrew. Bagaikan menatap cinta pertama dan cinta terakhirnya.Akad nikah pun selesai setelah saksi mengucapkan sah.


Malam itu Meysha sangat bahagia. Andrew juga merasakan hal yang sama. Usai akad nikah Andrew mengajak Meysha naik mobilnya,menuju hotel termewah di Kota Seoul. Di dalam hotel, dengan penuh kekhusyukan Meysha menunaikan ibadahnya sebagai seorang istri sah secara agama.


Di mata Andrew, Meysha yang tampak cantik dan manis dengan hijabnya, ternyata jauh lebih cantik dan manis ketika rambutnya terurai.Hanya Andrew yang tahu secantik dan semanis apa Meysha tanpa hijabnya. Mereka berdua saling mengagumi, saling mencintai dan saling menghormati.


Kebahagiaan Mereka malam itu mengobati rasa kerinduan yang terpendam selama ini.Buah dari hasil sebuah doa, kesabaran, keyakinan dan kesetiaan yang tak Mereka sadari. Tasbih selalu mengiringi tarikan nafas Mereka. Mereka semakin yakin, bahwa Allah SWT bersama orang-orang yang sabar dan Ihsan.


Pernikahan Mereka masih hanya diketahui oleh kerabat Andrew, keluarga Meysha, sahabat Meysha, sang manajer dan jamaah Pak Lee di masjidnya. Namun belum konfirmasi untuk agensi dan media. Andrew belum mau berpikir kesitu dan berpikir untuk konsekuensinya. Hal yang utama dipikirkan saat ini adalah memiliki Meysha dengan cara yang halal menurut keyakinannya.


Lalu Mereka sarapan bersama. Karena Senin ini , Jadwal Andrew tetap padat merayap. Mereka tidak bisa lama-lama bersama. Mau tidak mau, Mereka berpisah untuk sementara.


Andrew membukakan pintu mobilnya dan lalu mengecup kening Meysha.


" Sampai jumpa nanti malam, Yeobo." Ucap Andrew masih kaku dan malu.


" Nde." Sahut Meysha.


" Wassalamu'alaikum." Ucap Andrew tersenyum penuh cinta.


" Wa'alaikumsalam." Sahut Meysha terlihat masih malu.


Tepat pukul 08.00 pagi , Sang manajer mengantar Meysha pulang ke rumah Meysha. Namun Meysha sudah dikasih kunci apartement juga oleh Andrew.


Begitu sampai dirumah Meysha, sang Manajer langsung pergi lagi menyusul Andrew. Sedangkan Meysha sendiri tetap memonitoring perusahaannya di Jakarta dan cabang lainnya. Setelah selesai Dia terduduk didepan laptopnya. Meysha masih merasa seperti mimpi. Dia kini sudah menyandang status sebagai seorang istri. Walaupun belum Mereka daftarkan. Masalahnya Andrew masih kontrak agensi. Dan Mereka juga belum berniat untuk mengumumkan ke media. Yang penting sudah sah dulu. Soal acara resepsi, konfirmasi ke publik dan agensi itu belakangan.

__ADS_1


" Apakah Kau bahagia?" Tanya Ayahnya tiba-tiba.


Meysha menganggukan kepala dan langsung beranjak, lalu berlari ke arah pintu untuk memeluk Ayahnya.


" Gomawo Pa." Ucap Meysha masih memeluk Ayahnya. Secara Ayahnya sudah memberikan restu untuk Dia dan Andrew bersatu.


" Ne. Yang penting putri papa bahag6." Sahut Ayahnya.


Lalu Meysha pun melepaskan pelukannya.


Ayahnya terlihat bahagia begitu melihat Meysha. Dia pun lalu mengajak Meysha makan siang diluar sebagai hadiah pernikahan Meysha. Meysha pun dengan senang hati menerima ajakan Ayahnya. Mereka makan direstoran yang tidak jauh dari tempat tinggal Mereka.


Sedangkan dilain tempat, Disela-sela break syuting. Andrew mengecek handphonenya. Ada sebuah chat dari Meysha.


^^^"Yeobo, Aku kangen."~Meysha^^^


Melihat chat kekasih halalnya saat ini, ingin rasanya Andrew langsung pulang.


" Ya salam, Kau membuatku ingin segera pulang yeobo.😍😘😘😘"~Andrew


^^^"Mianhe 😂. 😘😘😘."~Meysha^^^


Andrew pun terlihat tersenyum-senyum sendiri saat chat -an dengan Meysha. Manajernya yang suka usil menghampiri Andrew. Manajer park langsung memegang keningnya Andrew saat sudah berada disampingnya.


" Tidak panas." Celetuknya.


" Ya! Hyung apa maksudmu?" Andrew mendongakkan kepalanya.


Manajer Park hanya mengangkat kedua alisnya.


" Aku tidak gila." Elak Andrew.


" Aku tidak bilang begitu." Manajer Park mengelak.


" Tapi ekspresi wajah Hyung seperti berkata begitu."Komplain Andrew


Di saat itu sutradara mengumumkan untuk mulai syuting kembali.

__ADS_1


To be Continued


__ADS_2