
...💖Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan. Dan apapun yang membuatmu tersenyum, jangan lepaskan.💖...
🌸
Pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke kantornya Ilham menyempatkan diri membesuk cinta untuk memastikan perkembangan kesehatan Cinta.
“Assalamu’alaikum” salam sapa Ilham ketika memasuki ruangan itu.
“Wa’alaikumussalam warohmatulahi wabarokatuh” jawab Cinta, Umma Tuti dan Anis.
“Bang Ilham” sapa Cinta.
“Alhamdulillah Adek sudah bangun ya” ucap Ilham.
“Alhamdulillah Bang, Abang sendiri?” tanya Cinta.
“Sama Bang Ayubi, cuma Bang Ayubi masih dikamar Zayn, Abang pamit duluan tadi kesini karena mau kerja” ucap Ilham.
“Begitu ya, bagaimana keadaan Zayn Bang?” tanya Cinta.
“Alhamdulillah, tadi Abang sempat ngobrol juga sama Zayn, alhamdulillah keadaannya semakin membaik” jawab Ilham.
“Alhamdulillah” ucap Cinta terdengar lega.
“Apa kau mengkhawatirkan Zayn?” tanya Ilham.
“Iya Bang, aku berhutang budi padanya, walau bagaimana pun juga dia bisa jadi seperti itu karena menyelamatkanku” jawab Cinta.
“Ya sudah jangan terlalu dipikirkan Dek, jangan menyalahkan dirimu, sekarang kamu harus banyak istirahat, makan yang banyak, minum obat dan semoga cepat pulih” saran Ilham dengan semyum ramahnya.
“Iya Bang, terima kasih” jawab Cinta.
“Oiya ini bubur ayam kesukaanmu Dek, sama buah pir hijau kesukaanmu” ucap Ilham.
“MasyaAllah... Bang Ilham repot-repot banget, makasih ya Bang, Bang Ilham memeang Abang yang terbaik” ucap Cinta sambil mengacungkan dua jempolnya pada Ilham dengan gaya seperti kartun kegemaran bocah-bocah.
“Kamu bisa aja. Oiya Kak Tuti, Anis ini juga buat kalian” ucap Ilham.
“Makasih Ham, padahal Kakak udah sarapan tadi dirumah” ucap Kak Tuti.
“Bang Ilham memang Abang terbaik seperti apa yang dikatakan Kak Cinta” ucap Anis, anak gadis pertama Umma Tuti yang sebentar lagi menyelesaikan sekolah menengar atasnya.
“Ya sudah Abang berangkat ke MLA dulu ya Dek, insyaAllah pulang dari MLA Abang akan mampir lagi, kalau ada yang Adek pengen, Adek kabari aja nanti Abang bawakan. Anis juga kalau ada yang mau dititip atau pengen sesuatu nanti bilang ke Abang biar sekalian Abang bawain buat Anis dan Umma” ucap Ilham.
“Beeehh, ini nih yang Anis suka dari Bang Ilham, terbaiiikk. Nanti aku wa Abang ya” ucap Anis sambil mengedipkan satu matanya pada Ilham.
__ADS_1
“Ihhh si Anis, apaan sih, jangan ngerepotin Bang Ilham mu. Udah Ham nggak usah repot-repot” ucap Umma Tuti.
“Nggak papa Kak nggak ngerepotin, selagi bisa aku dengan senang hati aku melakukannya” ucap Ilham.
“Tuh kan Umma, Bang Ilham tu emang baik Umma, nggak papa Umma, nanti kalau Bang Ilham udah beristri aku malu mau minta beliian mie celor 26 ilir lagi sama Bang Ilham, kecuali kalau Bang Ilham menikahnya sama orang yang kita kenal, orangnya baik, nggak cerewet kayak Kak Cinta. Kalau Bang Ilham istrinya orang yang baru kita kenal, malu juga akunya mau minta traktir mie celor atau pempek kapal selam tiap Bang Ilham gajian, entar dikira akunya morotin Bang Ilham lagi, hehheheeh” ucap Anis panjang lebar.
“Aniiiss, mulutnya lancar banget kalau ngomong ya” ucap Umma Tuti sedikit melotot gemes pada anak gadisnya.
Anis hanya tetawa melihat Umma nya yang gemes dengan tingkahnya. Anis memang sangat dekat dengan Ilham. Sejak kecil Anis memang lengket dengan Ilham, hal itu karena Ilham memang sangat penyayang pada adik-adiknya.
Meskipun Anis adalah anak dari Umma Tuti yang dipanggil Kakak oleh Cinta dan Ilham, namun Umma Tuti tetap membiasakan anak-anaknya memanggil Cinta dan Ilham panggilan Kakak dan Abang sama seperti anak-anak rumah kasih sayang yang lainnya.
Apa kabar dengan Ilham yang kini terpaku duduk diam ditempatnya ketika mendengar rangkaian kalimat terakhir yang diucapkan oleh Anis.
Kalimat itu membuat jantung Ilham berdegub kencang. Ilham menatap lekat pada wajah Cinta yang kini sedang memakan potongan buah pir yang disuguhkan oleh Umma Tuti.
“Cinta, jika kau sudah sembuh aku akan jujur dan menyampaikan niatku untuk mengkhitbahmu, semoga Allah meridhoi dan kau mau menerima lamaranku. Segeralah sembuh Dek." ucap dan doa Ilham dalam hati.
“Bang, abang mau pir nya?” Cinta menawari Ilham potongan buah pir saat Cinta meyadari Ilham sedang menatapnya.
“Buat Adek saja, makan yang banyak ya biar cepet pulih” ucap Ilham tersenyum sangat manis.
“Iya Bang” jawab Cinta patuh.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab ketiga wanita berkerudung itu.
“Hati-hati dijalan ya Bang” ucap Cinta dan Anis bersamaan.
Ilham mengaggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Sehat sleamat sampai tujuan ya Ham” ucap Umma Tuti.
“Iya Kak, terima kasih” jawab Ilham.
Pagi pun berlalu digantikan siang dengan terik matahari yang meninggi dan udara yang terasa panas diluar sana.
Siang itu kamar rawat Cinta dipenuhi dengan ibu-ibu pengajian yang membesuknya, rombongan ibu-ibu itu sungguh tak menyangka guru ngaji mereka yang semalam masih sehat dengan senyum ramahnya kini sedang terbaring dirumah sakit.
“Ustadzah Cinta, nanti kalau kita sudah aktif pengajian lagi, ustadzah mau ya kita antar jemut saja agar lebih aman” ucap tante Ela.
“InsyaAllah ibu, terima kasih perhatiannya” jawab Cinta dengan senyum manisnya meskipun wajahnya terlihat bekas lebam.
“Iya, tadi malam saat baca pesan grup yang dikrim jeng Prinka saya benar-benar terkejut. Alhamdulillah ustadzah Cinta senantiasa dalam lindungan Allah” ucap Ibu yang lain.
“Alhamdulillah Yaa Allah” ucap semua yang ada didalam ruangan itu.
__ADS_1
"Seperti yang disamapaikan ustadzah semalam, bahwa balak, musibah itu semua tiada yang tahu kapan akan menghampiri kita, jadi bekal akhirat memang harus kita persiapkan" ucap Ibu-ibu yang dulu berdandan glamor tapi kini sudah berpenampilan sederhana lagi syar'i.
"Iya, bener-bener-bener" ucap semua ibu-ibubyang ada diruangan itu.
“Oiya katanya yang menolong ustadazah Cinta adalah Zayn, lalu bagaimana keadaan Zayn sekarang ya?” tanya seorang Ibu.
“Iya, Zayn yang bantu ustadzah Cinta, kebetulan banget ya, untung saja ada Zayn yang melintas disana, kalau nggak salah Zayn mau ke rumah kasih sayang juga, untung saja ya” ucap tante Ela.
“Qodarullah ya jeng, udah jodohnya dipertemukan dengan jalan seperti itu” ucap ibu yang lain.
“Jodoh???” ucap tante Ela, Mami dari Lala calon tunangan Zayn.
Mendengar kalimat itu mami Ela merasa ada yang mengganjal dihatinya.
“Iya, maksud saya udah takdirnya Allah kalau Zayn yang akan jadi penolong ustadzah Cinta” ucap ibu itu.
“Iya benar juga ya jeng, balik-balik semua karena kehendak Allah, padahal semalam suami saya juga lewat sana loh tapi nggak lihat ada yang aneh disekitar kejadian itu.” Ucap ibu yang satunya lagi.
“Ngomong-ngomong gimana kabarnya Zayn ya jeng?” tanya seorang ibu.
“Saya belum sempat lihat karena tadi sama ibu-ibu langsung kesini, tapi disana ada Lala yang besuk.
“Owhh ada Lala ya, pasti Zayn senang ya dikunjungi Lala, mereka kan memang akrab sejak kecil ya jeng, apa nggak dijodohkan saja jeng anaknya sama Zayn, cocok loh Zayn nya cakep, anak jeng cantik, pinter pula” puji seorang ibu teman Kak Prinka dan Tante Ela.
“Aamiin, mohon doanya saja ya jeng-jeng semua, niatnya memang begitu, semoga berjodoh ya jeng” jawab tante Ela.
“Aamiin,,, kita turut mendoakan ya Jeng” ucap Ibu-ibu yang ada diruangan itu.
Mendengar obrolan ibu-ibu itu tentang perjodohon Zayn dan Lala anak dari tante ela membuat sesuatu yang ngilu dihati Cinta.
“Yaa Allah... kenapa mendengar obrolan ibu-ibu itu hatiku jadi nyeri begini ya, sebenarnya ada apa dengan hatiku?” tanya Cinta sendiri damalm hatinya.
Panjang obrolan ibu-ibu itu menghibur Cinta yang sedang sakit, mereka berdoa semoga Cinta cepat sembuh dan bisa sehat seperti semula dan tentunya bisa kembali mengajari mereka mengaji serta berbagi ilmu tentang agama.
Cinta memang terhibur dengan kedatangan ibu-ibu yang tulus mensupportnya agar segera sembuh. Namun, dada Cinta sekali lagi merasakan sedikit sesak ketika mereka semua mulai membahas tentang hubungan Zayn dan Lala.
“Yaa Allah... mengapa rasanya hatiku tak terima ya ketika mereka membahas Zayn dan nona Lala. Astahgfirullahaladzim.....” Cinta memejamkan matanya menahan sesak didadanya, air matanya nyaris tumpah namun sebisanya Cinta menahannya.
Umma Tuti yang sedari tadi memperhatikan gelagat Cinta, seolah-olah paham dengan apa yang diaraskan oleh Cinta.
"Dek, apakah kau cemburu ketika mendengar bahwa Zayn akan dijodohkan dengan anak ibu itu, akankah kau baru menyadari perasaanmu pada Zayn sekarang???" tanya Umma Tuti dalam hatinya yang tak mampu ia ucapkan pada Cinta.
#tbc....
...Salam sayang untuk all readers tersayang, jangan lupa setelah baca tinggalkan jejaknya disini ya dengan tekan like, komen, favoritkan, bantu beri hadiah dan juga rate bintang lima. Love U all readers terkasih....
__ADS_1