
Ruang kerja Buya terdengar mengharu biru ketika Buya menyampaikan jawaban Cinta atas lamaran Zayn dan Ilham.
"Dengan mengharap berkah dan keridhoan dari Allah di hari nan Fitri ini, Bismillahirrohmanirrohim... Cinta menerima lamaran ananda Zayyan Wilson Arganta" ucap Buya.
Seketika air mata Zayn jatuh ketika Buya menyampaikan jawaban atas lamarannya dan Ilham.
"MasyaAllah... Alhamdulillah" ucap Zayn bersyukur mendengar kaliamatbyang di ucapkan Buya.
Seketika Cinta mengakat kepalanya melihat reaksi Zayn.
Melihat air mata Zayn yang jatuh, Cinta pun ikut menangis karena bahagia.
"MasyaAllah... Tabarokallah... Selamat saudaraku" ucap Zayn langsung memeluk Zayn.
Zayn membalas memeluk Ilham.
"Barokallah Zayn, aku titip Cinta padamu, dia adik yang sangat ku sayangi" ucap Ilham tersenyum.
Ilham merasa lega hatinya, entah mengapa tak ada rasa kecewa sedikitpun di hati Ilham.
"Aku pasti akan menjaganya, insyaAllah" ucap Zayn memeluk erat Ilham dengan lelehan air matanya.
"Aku percaya padamu Zayn" ucap Ilham menepuk pelan punggung Zayn.
"Terima kasih ustadz Ilham" ucap Zayn.
Cinta semakin terharu melihat interaksi antara Zayn dan Ilham.
Cinta tak menyangka Ilham bisa sebijak itu menyikapi jawaban yang diberikan Cinta.
Buya dan Umma pun begitu terharu melihat sikap Ilham dan Zayn yang slaing mendukung dan mendoakan.
"Alhamdulillah, Buya senang melihat sikap klaian berdua, semoga Allah senantiasa memebrikan segala kebaikan-Nya untuk kalian berdua nak, terutaam kepadamu anak ku Ilham" ucap Buya.
"Aamiin Yaa Allah, terima kasih doanya Buya" ucap Ilham tersenyum.
"Kamu memang sudah dewasa dan semakin bijak nak, Alhamdulillah" ucap Umma Salamah kali ini.
"Alhamdulillah, insyaAllah Umma, semunya katena didikan Umma dan Buya" ucap Ilham tersenyum manis.
"Ilham anakku, Buya hanya ingin berpesan padamu." ucap Buya.
"Iya Buya, nasehat Buya selalu aku butuhkan" jawab Ilham.
"Soal jodoh, kau hanya perlu menggunakan waktu menunggu dengan hal baik, karena Allah Maha Tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu" ucap Buya.
__ADS_1
"InsyaAllah Buya" jawab Ilham.
"Seorang pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna, namun mereka tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan satu sama lain" tambah Buya.
Ilham memgangguk paham.
"Ilham, jodoh selalu tahu ke hati mana ia harus melangkah dan berpulang sebab itu setiap yang mencari pasti menemukan, setiap yang menanti pasti akan ditemukan. Bijaklah dalam masa penantianmu, kelak kamu akan takjub bagaimana Allah mempertemukan dengan jodohmu" ucap Buya tersenyum.
"Aamiin Yaa Allah, terima kasih nasehatnya Buya" ucap Ilham dengan senyum ramah di wajah tampannya.
"Bang Ilham..." panggil Cinta.
"Iya Dek" jawab Ilham.
"Aku bangga pada Abang, Abang adalah Abang terbaik bagiku" ucap Cints dengan suara bergetarnya.
"Abang juga bangga padamu Dek, Abang akan selalu mendukungmu selagi itu baik dan membawa kebahagiaan untuk mu" jawab Ilham.
"Terima kasih Bang, maaf jika aku banyak salah pada Abang" ucap Cinta kini mulai menangis.
"Jangan menangis Dek, kamu tidak ada salah pada Abang. Kini tugas Abang sudah selesai, Raja tampan yang sholeh sudah datang menghampirimu, Abang akan serahkan Princess kecil Abang pada Raja impian masa kecil kita untuk mu" jawab Ilham tetap tegar agar tak jatuh air matanya.
Bukan karena Ilham sedih, tapi karena Ilham teramat bahagia.
Ilham bahagia adik kecil yang sangatbia sayangi kinintelah menemukan calin pendampingnya.
"Ustadz Ilham, aku pun bangga padamu, kamu sungguh bijak, terima kasih untuk semuanya" ucap Zayn.
"Terima kasih tuan Zayn, saya pun bangga pada tuan Zayn, perjuangan tuan Zayn sungguh menakjubkan" ucap Ilham tersenyum ramah pada Zayn.
Semua yang ada didalam ruangan itu pun tertawa bersama, suasana yang awalnya tegang menjadi begitu hangat.
"Oiya Zayn, Cinta sudah memberikan jawabannya atas lamaranmu, lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Buya.
"Saya akan bicarakan pada Kak Prinka, insyaAllah besok pagi kami akan melamar Cinta secara resmi dan menentukan kapan ijab qabulnya" jawab Zayn mantap.
"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu. Buya dan Umma juga akan membicarakan berita ini pada keluarga yang lain." ucap Buya.
Zayn pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Oiya Zayn, maaf sebelumnya" ucap Umma Salamah.
"Iya Umma" jawab Zayn.
"Lalu bagaimana dengan nyonya Aleta?" tanya Umma Salamah.
__ADS_1
"InsyaAllah setelah dari sini, saya akan menemui Oma" jawab Zayn.
"Bagaimana jika beliau tidak setuju dengan pernikahanmu dengan Cinta nak?" Umma Salamah sedikit khawatir.
"InsyaAllah kita serahkan semuanya kepada Allah, saya akan berusaha meyakinkan Umma, apapun hasilnya, tidak akan mengubah keputusan saya untuk menghalalkan Cinta menjadi istri saya" jawab Zayn tegas dan meyakinkan.
"Alhamdulillah, baiklah kaminakan menyiapkan semuanya. InsyaAllah besok di tanggal 2 Syawal 1443 soga menjadi hari baik dan berkah untuk kalain berdua" ucap Buya.
"Aamiin Yaa Allah, terima kasih Buya" jawab Zayn.
"Cinta, terima kasih karena sudah menerima lamaranku, aku harap semoga tidak ada halang rintang lagi untuk meluruskan niat kita" ucap Zayn.
Cinta mengangguk dalam tunduknya.
Ada senyum sumringah di wajah Zayn dan Cinta, senyum bahagia.
Jika sebelum-sebelumnya Cinta memilih menghindari perasaannya untuk berjuang bersama Zayn, tapi sejak tadi malam, Cinta semakin yakin dengan keputusannya, apa lagi setelah istikharahnya tadi malam, Cinta sudah benar-benar mantap untuk berjuang bersama Zayn untuk mengarungi bahtera cinta yang halal lagi berkah.
"Cinta.... Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan, izinkan aku menjadikan kamu pasangan dalam hidupku untuk meraih cinta dari sebenar-benarnya cinta" ucap Zayn dengan perasaan berdebar-debar.
Deg deg deg deg....
Jantung Cinta berdegub dengan kencang mendengar ucapan Zayn.
Wajah semu merah merona terpancar dari wajah Cinta.
"Cinta... bagiku cinta adalah ikatan suci yang harus dituangkan dalam bentuk pernikahan. Aku tidak akan main-main dengan kata itu. Jadi, maukah kamu bersamaku untuk menjalin ikatan suci itu?" tanya Zayn dengan wajah serius namun tetap dengan senyum memukaunya.
"Iya, insyaAllah aku bersedia, aku mau" jawab Cinta dengan yakin.
"Alhamdulillah, Tabarokallah...." ucap semua yang ada didalam ruangan itu.
"Alhamdulillah, terima kasih Cinta" ucap Zayn dengan perasaan berdebar.
"Oiya, jika aku boleh bertanya sekali lagi, mahar apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Zayn.
"Bagaimana nak Cinta?" tanya Buya.
"Aku serahkan semuanya pada kamu, aku ingin mahar yang tidak memberatkanmu, karena soal mahar pun akan menjadi pertanggung jawaban kita berdua kelak di taumil akhir" jawab Cinta.
"Baiklah kalau begitu" ucap Zayn.
"Zayn dan Cinta anak-anakku, ingatlah pesan Buya ini nak. Tidak pernah didapati bunga-bunga cinta antara dua orang yang memadu cinta sebagaimana pada dua orang yang telah menikah, jadi jika sudah mantap segeralah halalkan niat ini dengan pernikahan yang sah dan jangan ditunda-tunda" ucap Buya.
"InsyaAllah Buya" jawab Cinta dan Zayn bersamaan.
__ADS_1
#tbc....
...Haaii readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, favorit dan bantu bagi hadiahnya juga ya. Love U all readers. 😍😍😍...