
Disepertiga malam, Meysha terbangun. Meysha pun membaca doa bangun tidur. Lalu Dia pelan-pelan memindahkan tangan kanan Andrew yang memeluk pinggangnya dan tangan kiri Andrew yang sejak awal tidur menopang kepala Meysha. Sepertinya Andrew kelelahan, Dia terlihat sangat nyenyak. Meysha melaksanakan shalat sunah malam.
Keesokan harinya.
Saat Andrew terbangun dan membuka mata, wajahnya seketika menunjukkan raut wajah kesal. Bagaimana tidak, yang diinginkan setiap pasangan adalah melihat wajah sang istri atau suami ketika pertama kali membuka mata, tetapi yang terjadi saat ini, Meysha justru memunggunginya dan bukannya berada dalam pelukannya. Ketika Meysha bangun, Meysha pun bingung karena raut wajah Andrew terlihat kesal padanya. Meysha pun bertanya pada Andrew. Andrew pun menjelaskan pada Meysha, kenapa Dia menjadi kesal seperti itu.
" Mianhe."Meysha minta maaf dan menjelaskan jika dirinya takut kalau lengan Andrew akan terluka, karena menahan beban yang cukup berat semalaman. Andrew pun memaafkan istrinya yang sepertinya masih lugu tersebut dan tersenyum kembali.
Saat waktu sholat shubuh. Mereka terbangun dan jamaah bersama. Setelah itu, Mereka joging bersama. Menikmati udara dipagi hari disekitaran taman sungai Han. Dan tentunya Mereka menjaga jarak. Meysha memaklumi, secara Dia juga belum ingin ada berita aneh-aneh tentang Mereka. Jadi pernikahan Mereka masih secret bagi publik. Selesai joging, Mereka membuat sarapan bersama dan lalu membersihkan diri.
Setelah itu Andrew siap-siap untuk berangkat kerja. Hari ini hanya ada jadwal pemotretan dan syuting MV. Sepertinya tidak memakan waktu lama. Sedangkan urusan kantor, Dia bisa menghandlenya lewat I-padnya.
Tidak lupa Meysha mengantar Andrew sampai ruang tamu saja. Takut ada media atau netizen yang berburu info didepan apartementnya. Seperti biasa, Mereka saling mengucapkan salam. Dan Andrew mencium kening Meysha dengan hati-hati. Secara bibirnya terluka.
Aktivitas Meysha diapartement tidak jauh-jauh dari pekerjaan dan hobinya. Meysha memang tipe pekerja keras. Bukannya Dia tidak bersyukur. Tapi Dia memang tipe orang yang tidak mau tinggal diam saja. Setelah menunaikan sholat sunah dhuha. Meysha membuka I-padnya dan kembali menarik data dari semua cabang. Setelah itu melakukan zoom meeting bersama dengan perwakilan setiap cabang dan divisi di perusahaannya.
Sedangkan dilain tempat. Andrew baru sampai dilokasi pemotretan. Dia terlihat memegang bibirnya yang terluka. Manajer Park pun terlihat terkejut. Dan langsung menghampiri Andrew.
" Kenapa dengan bibirmu? Apa Kau bermain sangat liar tadi malam?" Tanya Manajer Park setengah berbisik dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Andrew.
" Apa Aku salah?" Tanya Manajer Park.
" Sangat salah." Sahut Andrew kesal.
" Dan hilangkan pikiran kotormu itu Hyung!" Tambah Andrew membuat Manajer Park tertawa.
Kenzo yang baru datang mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Ada apa?"
" Tidak ada." Sahut Andrew.
Kenzo memperhatikan Andrew. Sepertinya ada yang berbeda.
" Kenapa dengan bibirmu?" Kenzo jadi penasaran dan jadi berpikir tidak jelas juga seperti manajer Park.
" Hanya terluka karena jatuh."
"Aku tidak percaya. Jangan-jangan Kau mempunyai kekasih." Tebak Kenzo.
" Apaan sih." Andrew mencoba menghindar dan melangkahkan kakinya menuju ruang make up. Secara member grupnya kalau sudah kepo, keponya tidak ketulungan.
Kenzo terlihat berpikir seraya garuk-garuk kepala. Sepertinya ada yang disembunyikan Andrew terhadapnya. Dimas salah satu grupnya yang baru datang pun membuat kaget Kenzo.
" Tapi masa sih. Bukankah selama ini Kita tidak pernah melihatnya menggoda wanita? " Dimas tidak percaya begitu saja.
" Iya juga yah. " Ujar Kenzo mengingat sikap Andrew yang sama sekali tidak pernah menggoda wanita. Hanya dikampus dulu, itupun bukan kategori menggoda. Melainkan pendekatan. Terus apa bedanya yah. Kenzo jadi mengingat masa lalu itu. Dan tentunya hanya Dia member yang mengetahuinya.
Karena Dia yang sekampus dengan Andrew.
" Lain kali Kita selidiki saja. Ayo!" Ajak Dimas ke Kenzo. Mereka pun menyusul Andrew ke ruang make up. Andrew terlihat masih dimake up. Namun diam-diam kedua sahabatnya itu memperhatikan Andrew. Jelas raut wajah bahagia yang terlihat. Sesekali Andrew tersenyum saat melihat handphonenya.
" Sepertinya Dia sedang jatuh cinta." Tebak Dimas.
" Tapi siapa yang membuatnya jatuh cinta." Dimas penasaran.
__ADS_1
Kenzo pun terlihat berpikir. Apa mungkin wanita itu,secara itu sudah lama sekali. Dan Mereka terlihat gagal menjalin hubungan. Apalagi wanita itu jelas berbeda. Dan scandal Andrew waktu itu, membuat Kenzo pun menggelengkan kepalanya, karena itu tidak mungkin.
" Apa mungkin satu agensi?" Pertanyaan Dimas masih berlanjut. Namun Kenzo tidak menjawab satupun. Dia sendiri sibuk dengan pemikirannya.
" Mola." Sahut Kenzo singkat.
Setelah selesai make up. Mereka langsung pemotretan.
Hingga libur akhir pekan datang.
Andrew mengajak Meysha menjenguk Ayahnya dan juga orang tuanya untuk memberikan penghormatan dengan memakai hanbok mengikuti kebudayaan Korea. Walaupun Mereka belum bulan madu,karena Andrew belum ada libur panjang. Sekitar bulan Juli biasanya Dia dapat waktu liburan. Dan itu dua bulan lagi.Jadi Mereka harus bersabar untuk itu. Mereka mengunjungi Ayahnya Meysha terlebih dahulu. Namun tentunya mengunjungi seperti biasa. Karena keluarga Meysha bukan asli Korea. Hany berbincang-bincang dan makan bersama. Setelah selesai mengunjungi Ayahnya Meysha. Mereka kembali menuju ke rumah orangtuanya Andrew.
Mereka memberi salam hormat kepad kedua orang tua Andrew dengan memakai pakaian tradisional Korea. Ini pertama kalinya Mereka bisa memberi hormat setelah resmi menikah.
Orang tua Andrew meminta Mereka untuk menginap setidaknya dua hari. Dengan alasan agar merasa benar-benar merasakan kebahagiaan mempunyai menantu. Padahal Ayahnya memang ingin menilai bagaimana menantunya tersebut. Dalam posisi menjadi istri Andrew. Andrew dan Meysha pun menyetujuinya.
Pagi-pagi Meysha terlihat sudah bangun dan membantu masak asisten rumah tangga orang tua Andrew. Dan Meysha memasak dua menu masakan Indonesia.
Andrew berusaha menahan tawa, saat Ayahnya terlihat lahap menyantap menu masakan Meysha, yang dimasak dengan sangat baik oleh Meysha. Kritikan dan saran pastinya tetap ada. Karena begitulah sifat Ayahnya. Namun Andrew memberi kode pada Meysha untuk memilih tetap tenang. Meysha pun hanya tersenyum, setidaknya Ayahnya sudah merestui Mereka.Andrew pura-pura membela Ayahnya dan menambahkan kalimat, jika Meysha harus mendengarkan dengan baik ucapan Ayah mertuanya. Meysha pun menjawab iya, agar Ayah mertuanya juga senang.
Di hari Senin pagi, Meysha mengantar Ayah mertuanya hingga ke depan pintu dan sekaligus mengantar suaminya, Andrew. Meysha memuji Andrew karena sudah melakukan semuanya dengan sangat baik.
Setelah suami dan Ayah mertuanya pergi. Meysha mengajak Ibu mertuanya jalan-jalan ke supermarket. Tentunya Meysha tidak perlu bersembunyi dari publik. Hanya Ibunya Andrew yang harus memakai masker, kacamata hitam dan syal agar tidak terlihat jelas oleh publik. Ibunya Andrew merasa sangat senang. Sejak kehadiran Meysha di rumah, Ibunya merasakan banyak perubahan terutama pada dirinya. Beliau merasa benar-benar memiliki seorang anak perempuan.Karena selama ini sebenarnya Ibunya Andrew merasa kesepian juga, Suaminya sibuk kerja dan cuek pada istrinya. Sedangkan Andrew sendiri sudah dewasa dan tentunya sudah mandiri. Apalagi sekarang sudah menikah. Sekilas Nyonya Kim pun curhat dengan Meysha disela-sela makan siang Mereka.
Meysha pun menyarankan kepada ibu mertuanya agar mengirimkan chat kepada Ayah mertuanya. Ayah mertuanya awalnya mungkin tidak akan merespon dan mengabaikannya, tetapi Ibu mertuanya tidak boleh menyerah. Sampai Ayah mertuanya menyadari betapa berharganya keluarganya, dibandingkan pekerjaan. Nyonya Kim pun manggut-manggut mengerti akan saran menantunya tersebut. Tanpa terasa waktu sudah sore dan Mereka kembali ke rumah. Sebelum Ayah mertuanya pulang. Kalau Andrew jelas malam. Syuting drama menyita waktunya. Meysha harus bersabar untuk itu. Konsekuensi menjadi pendamping seorang publik figur.
To be continued
__ADS_1