
Mendekati waktu ashar kedua pengantin turun dari pelaminan untuk bersiap-siap menunaikan ibadah sholat ashar sekaligus nanti nya akan berganti kostum.
Dengan sigap Diki membantu dan mendampingi tuan muda sekaligus saudara nya itu untuk turun dari pelaminan.
Zayn berdiri lebih dulu dari tempat duduknya, kemudian Zayn pun menyodorkan tangannya untuk membantu Cinta sang istri berdiri.
"Ayo" ucap Zayn sambil membuka jemari tangan kanannya di hadapan Cinta.
Cinta dengan perasaan gugup melihat tangan kanan Zayn yang siap membantunya untuk berdiri.
Meskipun awalnya ragu karena diselimuti perasaan malu tapi pada akhirnya Cinta menyambut tangan Zayn.
Zeeerrrr.....
ada rasa yang tak bisa diartikan oleh keduanya.
Deg deg deg....
jantung keduanya pun berdegub kencang.
"Terima kasih" ucap Cinta menunduk karena nervous.
Setelah Cinta menyambut tangannya, Zayn pun menggenggam jari-jemari Cinta.
"Jantungku deg-degan" ucap Zayn pelan sambil melihat kearah Cinta.
Bluuusssshhh...
Wajah Cinta memerah, sejujurnya Cinta bukan hanya deg-degan saja, tapi sejak tadi aliran darah nya sudah mengalir dengan deras saking gugupnya.
Diki yang melihat kelakuan sepasang pengantin baru itupun ikut tersenyum-senyum.
Diki turut bahagia atas kebahagiaan sahabat sekaligus satu-satu nya saudara yang Diki miliki.
Saat mendampingi Zayn turun dari pelaminan tanpa sengaja Diki melihat Lala yang duduk bersama adiknya. Manik bola mata hitam itupun bertemu.
__ADS_1
Deg deg deg deg....
Jantung keduanya berdegub kencang.
Wajah Diki terlihat memerah sangat manis.
Sikap Diki yang biasanya tenang kali ini sangat nampak gugupnya dihadapan Lala. Beberapa kali Diki menghela nafas, mengalihkan pandangannya dan sedikit salah tingkah.
Berbeda dengan Diki, justru Lala semakin intens menatap Diki, Lala berusaha menyelami hatinya apakah benar sejak awal justru Diki lah yang memenuhi hatinya.
Lala ingin memastikan apakah debaran dihatinya saat ini adalah benar perasaan cinta yang sebenarnya tak pernah ia sadari sebelumnya.
Diki berjalan melewati Lala dengan perasaan gugupnya, tubuhnya terasa bergetar, ingin rasanya Diki bersikap biasa saja dan seperti biasanya ketika ia bertemu dengan Lala.
Tapi kali ini, sejak Lala tahu bahwa Diki mencintainya, Diki sedikit sulit mengontrol sikapnya dan kegugupan itupun napak nyata terlihat oleh Lala.
"Diki" panggil Lala saat Diki berjalan melewatinya tanpa menyapanya.
Diki menolehkan kepalanya melihat ke sumber suara yang memanggil namanya.
"Mengapa kau melewati ku begitu saja? " ucap Lala dengan sikap manjanya.
"Emmhh... maaf" ucap Diki mengalihkan pandangannya.
"Bisa kita bicara berdua nantinya?" tanya Lala dengan senyum manisnya.
"Owhh... iya tentu, aku antar Zayn dulu" jawab Diki dengan semua merah jambu di pipinya.
"Diki, kau terlihat begitu manis dengan tingkah gugup mu, ternyata kamu punya sisi imut dan gemesin ya kalau ketahuan jatuh cinta" goda Lala pada Diki untuk memecah kecanggungan diantara mereka berdua.
"Heee...?" Diki kaget mendengar ucapan Lala dan hasilnya membuat wajah putihnya semakin merah seperti tomat masak.
"Kak Diki lagi jatuh cinta ya Kak, sama siapa?" tanya Lula yang juga mengenal Diki.
"Owhhh itu, itu.... " Diki semakin gugup mendapat pertanyaan dari Lula.
__ADS_1
"Pada seorang gadis tentunya La, hehehe" Lala yang menjawab pertanyaan Lula adiknya.
Sejujurnya saat ini Lala pun diserang perasaan gugup dan debaran yang semakin heboh didalam dadanya, apa lagi ketika melihat kegugupan yang nampak di wajah Diki.
Namun Lala yang memang pandai mengontrol emosinya, berusaha agar Diki tetap nyaman dan tak canggung kepadanya.
"Diki, kau punya hutang cerita padaku, jadi jangan menghindar lagi" ucap Lala dengan senyum manisnya.
"Iya, insyaAllah setelah sholat ashar aku akan menemui mu La, kamu sholat ashar juga ya La jangan ditunda, Lula juga. Aku ke Zayn dulu ya. Assalamu'alaikum" ucap Diki dengan kalimat bijaknya.
Bluussshhh...
Kali ini wajah Lala yang memerah, jantungnya kembali heboh ketika mendengar nasehat yang di ucapkan oleh Diki.
Lala menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Diki.
"Wa'alaikumussalam" jawab Lala.
Diki pun akhirnya berlalu mengejar Zayn yang sudah berjalan lebih dulu bersama Cinta dan tim MUA.
"Yaa Allah... seperti nya selama ini aku memang bodoh tidak menyadari siapa cintaku yang sebenarnya. Kamu selalu begitu sejak dulu Diki, selalu mengingatkan ku untuk sholat, bahkan hal-hal kecil lainnya. Kamu yang selalu perhatian padaku, kamu yang selalu ada untukku, kamu yang mencintaiku dalam diam mu tanpa meminta sedikit pun balasan dari ku. Diki seperti nya aku yakin dengan hatiku bahwa aku benar-benar jatuh cintamu" ucap Lala dalam hati sambil tersenyum-senyum melihat punggung lelaki yang semakin jauh melangkah kedepan.
"Kakak sungguh mencurigakan, sedari tadi senyum-senyum sendiri sambil menatap Kak Diki, Jangan-jangan Kakak... owhhh tidak!!! " Lula menutup mulutnya tak percaya.
"Apa sih Lula" ucap Lala tersenyum manis pada adiknya karena merasa malu karena ketahuan senyum-ssnyum sendiri sambil menatap Diki.
"Secepat itukah kakak move on dari Kak Zayn???" cerocos Lula sambil geleng-geleng kepala.
"Aaiihhh si Lula ngmong apaan sih, udah ini a-a-a buka mulutnya Kakak suapin kue nya, ayo dimakan" ucap Lala yang sedikit salah tingkah.
"Owhh... owhhh... kamu ketahuan, Kakak sama Kak Diki.... " Lula membuat dua simbol hati dengan jarinya.
"Lula.... " gemes Lala lalu mencubit sayang pipi chubby adik cantiknya.
#tbc....
__ADS_1
...Haaii readers kesayangan, jangan lupa tinggalkan jejak like nya di part ini ya. Love U all readers. ...