
Setelah menyelesaikan sholat ashar nya, Zayn dan Cinta tetap duduk khusyuk diatas sajadah panjang mereka, berdzikir lalu dilanjutkan berdoa.
Zayn mengimami istrinya, sungguh nikmat ibadah sholat ashar mereka.
"Walhamdulillahirobbil'alamiin... " ucap Zayn mengakhiri doanya.
"Aamiin... " ucap Cinta mengaminkan do'a imamnya.
Sungguh Cinta merasa terharu, perasaan bahagia membuncah didalam hatinya. Seketika air mata nya kembali menetes karena bahagia.
Zayn berbalik menghadap Cinta.
Cinta pun dengan takzim langsung mengambil tangan kanan suaminya kemudian mencium punggung tangan Zayn sang suami.
Lama Cinta mencium tangan Zayn hingga Zayn merasa tangannya sedikit basah dan Zayn memahami bahwa itu basah karena air mata sang istri.
"Cinta, kamu menangis?" Zayn mengangkat kepala istrinya lalu memegang pipi putih Cinta yang sudah basah oleh air mata.
Cinta hanya diam sambil memejamkan matanya.
"Kenapa, apakah tangismu itu tangis bahagia atau malah sebaliknya, kesedihan dan penyesalan?" tanya Zayn lalu menghapus jejak air mata Cinta yang masih mengalir deras dengan jari-jarinya.
Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mencoba membuka matanya melihat kedalam manik mata coklat milik Zayn suaminya.
"Aku bahagia, Terima kasih karena sudah memilihku dan mencintaiku dengan tulus" lagi air mata Cinta mengalir deras meskipun ia tersenyum menatap Zayn.
"Alhamdulillah, Terima kasih juga karena kamu mau menerimaku dengan ikhlas menjadi suami dan juga imam hidupmu" ucap Zayn lalu menggenggam dan mencium tangan Cinta.
Sama hal nya dengan Cinta, kini air mata Zayn pun ikut luruh karena perasaan bahagia yang begitu memenuhi hatinya.
Cinta meraih wajah Zayn lalu menghapus jejak air mata yang membasahi pipi suaminya.
"Sebaiknya kita harus segera menghentikan tangisan ini agar mata kita tidak bengkak karena setelah ini masih harus naik pelaminan dan berbaur dengan tetamu lainnya" ucap Cinta tersenyum sambil menghapus air mata Zayn.
"Hehehe, benar, orang akan curiga mengapa mata kita sembab, nggak lucu kan di hari bahagia kita mata kita seperti panda" ucap Zayn tertawa kecil sambil menghapus jejak air mata ya g masih bersisa di pipi Cinta.
Zayn mendekat pada Cinta, kemudian memegang puncak kepala istrinya seraya berdo'a.
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتهَا عَلَيْهِ
“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan istriku dan kebaikan apa yang ia munculkan pada pernikahan. Dan aku berlindung padamu dari keburukan istriku dan keburukan apa yang ia munculkan pada perrnikahan.” doa Zayn kemudian mencium puncak kepala istri dengan penuh cinta dan kasih sayang.
__ADS_1
"Aamiin Yaa Allah" Cinta mengaminkan doa suaminya.
Hati Cinta bergetar hebat ketika puncak kepalanya yang masih memakai kerudung dan juga mukenah.
Lama Zayn mencium kening istrinya, sungguh Zayn merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam hidupnya meskipun di sudut hatinya masih ada perasaan gelisah mengkhawatirkan keadaan Oma Aleta dan juga Kak Prinka.
"Aku mencintaimu Cinta" ucap Zayn menatap hangat pada Cinta.
"Aku juga mencintaimu Zayn suamiku" Cinta pun membalas dengan senyuman hangat lagi meneduhkan untuk Zayn yang kini sudah memenuhi hatinya.
"Emhh... Kalau begitu ayo siap-siap kita harus melanjutkan resepsinya sampai selesai, setelah merapikan ini aku akan panggil MUA nya untuk masuk mendadani bidadari cantik ini" ucap Zayn lalu mengedipkan mata genit nya pada Cinta.
Melihat tingkah Zayn, Cinta merasa sauminya benar-benar menggemaskan.
"Baiklah, sini biar peci dan sajadahnya aku rapikan" ucap Cinta mengambil peci dan juga sajadah yang ada ditangan suaminya.
Setelah dirasa mereka siap, Zayn pun memanggil tim perias mereka.
Kali ini Zayn dan Cinta akan memakai pakaian pengantin modern, dengan gaun pengantin putih yang mengembang nampak begitu indah, Cinta nampak cantik seperti boneka.
Begitupun Zayn, Zayn memakai tuxedo warna senada dengan gaun yang di pakai oleh Cinta.
Setelah dirasa cukup, sepasang pengantin itupun kembali ke ruang resepsi, duduk bersanding diatas panggung pelaminan ya g megah, keduanya di perlihatkan kepada semua tetamu undangan untuk menegaskan bahwa kedua insan ini adalah suami istri yang sah.
Namun, di pintu masuk ruang resepsi itu, ada sepasang mata yang kini berjalan gontai dan sempat meneteskan air mata melihat senyum sang pengantin wanita yang kini sedang berdiri disamping seorang pria yang disebut sebagai suami sah dari dari seorang gadis bernama Cinta.
Pelan tapi pasti lelaki tampan itu berjalan masuk menuju singgasana raja dan ratu sehari itu.
Jantungnya berdegub kencang, air matanya pun tak mampu ia tahan, ia biarkan kristal bening itu mengalir.
"Nak, istighfar... " seorang ibu memeluk bahunya turut meneteskan air mata.
"Aku terlambat Bi" ucap lelaki itu lalu memejamkan matanya.
"Nak, duduklah dulu sebentar disini, atau jika kamu sudah tak nyaman ayo kita langsung pulang saja" ucap Ibu itu menguatkan lelaki tampan itu.
"Ammar..." panggil seorang pria yang merupakan suami dari Ibu yang memeluk lelaki tampan itu.
Lelaki tampan itu adalah Ammar, lelaki yang pernah melamar Cinta dan bebraps hari yang lalu merangkai hari indah untuk penikahan mereka.
Kini nampak jelas di depan mata Ammar bahwa wanita yang dicintainya, wanita yang selangkah lagi akan menjadi istrinya, saat ini malah mereka jadi istri sah dari laki-laki lain.
__ADS_1
Sesak rasa dada Ammar, sejenak Ammar menghapus air mata nya yang sudah membasahi pipinya.
"Ammar ayo kita pulang" ajak Paman Ammar karena sungguh tak tega melihat kesedihan keponakannya itu.
Tak dapat ditahan, air mata Paman pun jatuh melihat kerapuhan hati keponakannya itu.
Karena disibukkan dengan para tamu yang ingin berslaaman dan foto bersama Zayn dan Cinta, keduanya pun masih belum. menyadari keberadaan Ammar yang kini menatap kearah keduanya.
"Nak, ayo kita pulang" ajak Bibi Ammar.
"Aku akan menemui Cinta dan suaminya Bi, Paman" ucap Zayn pelan dengan suara terisak.
"Apa kamu tak mengapa Ammar, menurut Paman sebaiknya kita langsung pulang saja" saran Paman Ammar.
"Ammar tak mengapa Paman, ayo kita duduk dulu, setelah agak sepi diatas sana, aku akan naik dan mengucapkan selamat untuk keduanya" ucap Ammar mencoba tersenyum dan menguatkan hatinya.
"Ammar, anak ku... " ucap Bibi menahan tangis.
"Aku tak mengapa Bi" ucap Ammar menggenggam tangan Bibi nya.
"Mengapa dia menikah dengan orang lain Nak, bukankah kita datang untuk melamarnya, meresmikan hubungan kalian, meluruskan kesalah pahaman diantara kalian dan bukankah kamu bilang dia menerima pinangan mu, tapi mengapa hari ini Cinta menikah dengan orang lain, mengapa begitu cepat dia mengambil keputusan tanpa mendengarkan penjelasan dsrimu" ucap sang Bibi pelan karena tak dapat lagi menahan sesak didadanya.
"Semua salah Ammar Bi, Ammar tak jujur padanya sedari awal hingga membuat Cinta salah paham" jawab Ammar.
"Kamu bukan tak jujur nak, kamu sudah mau berkata jujur padanya tapi kesempatan untuk mengatakannya yang tak tepat dan belum berpihak padamu" ucap sang Bibi yang paham dengan keadaan Ammar dan selalu menjadi tempat curhat ternyaman Ammar setelah kepergian Ibu nya sejak Ammar duduk di bangku SMA.
"Karena mereka memang tak berjodoh Bu, Allah Maha Tahu segalanya, kita ikhlaskan saja dan tetap mendoakan kebahagiaan untuk Cinta dan suaminya" nasehat Paman.
Ammar berusaha menguatkan hatinya, setelah ia rasa dapat mengontrol emosi kesedihannya, Ammar pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju panggung mewah dan megah itu.
Paman dan Bibi pun turun mendampingi Ammar berjalan menaiki singgasana cinta sepasang pengantin baru itu.
Saat ini di atas pelaminan sudah tak terlalu ramai lagi, setelah para tetamu yang berfoto ria bersama pasangan pengantin baru itu turun, langkah Ammar pun mendekat dan mulai terlihat oleh Zayn dan Cinta.
Gemuruh hati Cinta ketika melihat sosok Ammar yang datang semakin mendekat kearahnya dan Zayn.
Cinta seketika menggenggam tangan Zayn untuk menguatkan hatinya.
Zayn paham dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini pada istrinya. Dengan sigap Zayn pun menggenggam erat tangan Cinta seolah mengalirkan kekuatan dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
Zayn menyambut kedatangan Ammar dengan senyum hangat, begitu pun Ammar dengan langkah pelan tapi pasti melangkah dan berhenti tepat dihadapan Zayn, kemudian memberikan senyum terbaiknya kepada Zayn dan Cinta.
__ADS_1
#tbc....
...Haaiii readers kesayangan, jangan lupa tinggalkan jejak like nya di part ini ya. Love U all readers. 🥰🥰🥰...