Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Lelaki Baik dan Keren


__ADS_3

Kak Prinka membuka matanya dan betapa terkejutnya Kak Prinka saat melihat orang yang telah menolongnya adalah sosok laki-laki yang mengusik hatinya.


"Ustadz Ayubi" ucap Kak Prinka dalam hati.


"Astaghfirullahaladzim" ucap keduanya ketika netra keduanya bertemu.


"Maaf, bukan maksud saya..." ucap ustadz Ayubi namun lidahnya terasa keluh dan merasa begitu tak nyaman dihatinya.


"Tidak apa ustadz, saya justru berterima kasih pada ustadz, kalau tidak dibantu ustadz mungkin saya sudah jatuh ke lantai" ucap Kak Prinka lalu berusaha menegakkan tubuhnya.


Nampak darah terlihat dilantai.


Kak Prinka pun melihat wajah ustadz Ayubi yang seolah menahan sakit.


"Ustadz terluka" ucap Kak Prinka dengan raut wajah cemas.


"Iya, tapi tidak apa sepertinya hanya luka kecil" ucap Ustadz Ayubi berusaha tersenyum walau sebenarnya rasa sakit itu sudah mulai terasa.


Pecahan gelas itu menancap ke telapak kaki dan lutut ustadz Ayubi saat berlari spontan menolong Kak Prinka yang hampir jatuh.


Ustadz Ayubi awalnya tak merasakan tusukan beling yang menancap di kakinya. Ustadz Ayubi tak sadar bahwa ia menginjak pecahan gelas kaca dan saat menolong Kak Prinka lutut Ustadz Ayubi pun tertusuk pecahan beling karena posisi lututnya menekan kelantai.


sebelum kejadian, Ustadz Ayubi saat itu sedang menepi untuk menerima panggilan telpon yang masuk di ponselnya, setelah selesai dan hendak kembali ke tempat duduknya ustadz Ayubi melihat seseorang nyaris jatuh.


Ustadz Ayubi melihat pecahan gelas itu, iya yakin jika wanita itu terjatuh beling-beling itupun pasti akan menancap ke tubuh atau bahkan ke kepala wanita itu, maka dengan sigap dengan niat Lillahita'ala untuk menyelematkan wanita itu ustadz Ayubi pun berlari dan akhirnya Kaki dan lututnya yang terimbas tusukan pecahan beling itu.

__ADS_1


Ustadz Ayubi tak tahu ternyata wanita yang ia tolong adalah Kak Prinka.


"Ustadz ayo kita obati dulu lukanya, Tuan Jhonson tolong bantu ustadz Ayubi" ucap Kak Prinka dengan raut wajah cemasnya.


Jhonson dan beberapa pengawal Oma pun membantu ustadz Ayubi.


Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Oma, Oma meyakini dari tatapan dan sikap cemas yang ditunjukkan putrinya itu mengisyaratkan bahwa putrinya menaruh hati pada pria tampan yang dipanggilnya Ustadz Ayubi.


Oma Aleta pun tersenyum.


"Ya Allah, semakin yakin hatiku untuk hijrah dan berjalan lurus di jalan-Mu sebagai seorang muslim, bahkan aku baru berniat untuk menjadi seorang muslim saja doaku langsung Engkau kabulkan" ucap hati Oma Aleta lalu tersenyum melihat putrinya yang terlihat sangat cemas berjalan mengiringi lelaki yang sedang di bopong Jhonson dan pengawalnya.


Ustadz Ayubi pun di bawa ke ruang pengobatan yang ada dirumah besar, Kak Prinka yang ditemani Mami hanya menunggu diluar dengan perasaan cemas.


"Sepertinya doa Mami langsung dikabulkan Allah ya" ucap Mami Aleta tersenyum melihat putrinya.


"Hee??" ucap Kak Prinka bingung.


"Lelaki itu, apa dia yang sudah mengusik hatimu, apakah dia lelaki yang mengisi hatimu, karena Mami lihat sepertinya kalian berdua gugup kayak ABG dan tatapan itu seperti punya arti yang dalam dan satu lagi, itu wajah putri Mami juga mengisyaratkan sepertinya kamu sangat mencemaskannya, sepertinya memang ada udang dalam bakwan" ucap Mami Aleta tersenyum melihat gelagat gugup putri bungsunya yang seperti orang terciduk.


Kak Prinka pun gagap dan bingung harus berkata apa.


"Mami lihat sepertinya kalian dekat ya, Mami setuju, sepertinya dia lelaki baik dan keren" ucap Mami Aleta sambil memberi dua jempol kepada putrinya.


Kak Prinka hanya menunduk.

__ADS_1


"Prinka tak pantas mencintainya Mi, Cinta Prinka salah jika diteruskan" entah mengapa air mata Kak Prinka tiba-tiba menetes.


"Kenapa???" tanya Mami bingung.


"Karena dia pria beristri Mi dan istrinya pun wanita yang sangat luar biasa, Prinka tak sebanding dengan Ustadzah Zilvia istrinya, dan Prinka tahu persis Ustadz Ayubi sangat mencintai istrinya" ucap Kak Prinka mengusap air matanya yang mulai membasahi sudut matanya.


Mami Aleta pun terdiam tak dapat berkata-kata lagi.


Hati Mami Aleta ikut terluka melihat putrinya, terbayang olehnya kisah cinta bahkan kisah pernikahan putrinya pun gugur sebelum berkembang.


Dipeluknya erat putri bungsunya itu.


"Ikhlaskan lalu lepaskan, lebih baik terluka kini dari pada melukai hati seoarang istri dan Mami yakin kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik lagi karena kamu wanita yang baik" ucap Mami Aleta menasehati sekaligus menguatkan hati putrinya.


"Iya Mi, Biidznillah, Prinka juga tak ingin menyakiti hati siapapun apa lagi Ustadzah Zilvia yang begitu baik hatinya, terlebih Prinka juga tak ingin mendzolimi perasaan Prinka sendiri. Allah Maha baik, Prinka yakin ini adalah cara Allah menempa hati Prinka" ucap Kak Prinka tersenyum lalu mencium pipi Mami Aleta.


Mami Aleta pun mencium kening Kak Prinka dengan perasaan bangga.


"Mami bangga sama kamu sayang" ucap Mami Aleta memeluk lalu mengelus kepala Kak Prinka yang terbungkus khimar panjang.


Tak lama Umma Salamah dan Kak Zilvi yang tadinya ngobrol dengan Zayn dan Cinta pun sudah datang untuk melihat kondisi ustadz Ayubi setelah dikabari bahwa ustadz Ayubi ada diruang pengobatan.


Oma Aleta melihat sepasang suami istri itu, benar apa yang dikatakan putrinya bahwa istri ustadz Ayubi memang wanita yang sholeha lagi menyejukkan mata, dan memang nampak terlihat jelas bahwa ustadz Ayubi sangatlah mencintai istrinya.


"Pantas saja Prinka jatuh hati pada ustadz itu, karena sosok pribadinya yang kharismatik, namun perasaan Prinka memang tak pantas karena itu salah, Ya Allah Ya Tuhanku semoga Engkau jodohkan putriku dengan lelaki yang baik dan mampu memberikan kebahagiaan lahir batin untuk putri kecilku yang malang" doa Oma Aleta yang tak sadar bahwa Oma Aleta telah mengakui ke -Esa an Allah SWT sebagai Tuhan tempatnya berdoa dan memohon pertolongan.

__ADS_1


🌸🌸to be continue🌸🌸


...Jangan lupa like nya ya all readers. Love U all readers kesayangan 🤗🥰😘...


__ADS_2