Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Kompor Meleduk


__ADS_3

...💖Jika dua orang di takdirkan untuk bersama, maka dari sudut bumi manapun meraka berasal pastilah mereka akan bertemu.💖...


🌸


Dikamar berbeda, saat ini Cinta dikunjungi oleh rekan-rekan kerjanya dari MLA, ada Mbak Lia, Mia, Bobi, dan teman-teman lainnya.


Selain mereka semua ada juga Ilham dan Ammar yg membersamai Cinta sore itu.


“Cinta, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Ammar yang duduk dikursi dekat ranjang Cinta.


“Alhamdulillah sudah lebih baik Bang” jawab Cinta.


“Alhamdulillah” jawab semua rekan-rekan Cinta.


“Oiya ini Abang bawakan kue kesukaanmu, chocolate cream cheese” ucap Ammar tersenyum.


Ammar masih ingat betul dengan desert favorit Cinta, karena chocolate cream cheese itulah akhirnya mereka dekat.


“Terima kasih Bang” ucap Cinta yang merasa bahagia karena Ammar masih ingat kue favoritnya itu.


“Oiya teman-teman semua, ini jug ada untuk kalian semua” ucap Ammar memberikan bingkasannya satu lagi kepada Mbak Lia.


“Terima kasih Pak” jawab Mbak Lia kemudian memberikan bingkisan itu pada Mia untuk disajikan kue-kue yang terlihat enak itu diatas meja tamu.


“Cinta, mau aku suapi kuenya?” tanya Mbak Lia.


“Boleh Mbak” jawab Cinta.


Banyak yang mereka perbicangkan didalam ruangan itu hingga satu jam lamanya mereka mengunjungi Cinta. Setelah dirasa cukup semua rekan-rekan dan peserta belajar yang dimentori oleh Cinta pun satu persatu berangsur pulang, termasuk mbak Lia, Mia dan Bobi.


“Oiya Mbak Cinta, kabarnya tuan Zayn gimana ya?” tanya Mbak Lia.


“Aku belum dapat kabar terbarunya Kak, tapi kalau tadi pagi dia sudah baik-baik saja katanya, Zayn juga sempat mengunjungiku tadi pagi” jawab Cinta.


“Alhamdulillah kalau begitu, tapi bukannya kabarnya tuan Zayn kena luka tusuk saat menyelamatkan Mbak Cinta?" lagi tanya Mbak Lia.


“Iya Kak, ada dua tusukan di bagian perutnya dan satu lagi dilengannya juga” jawab Cinta.


“Untung ada Zayn ya Mbak” ucap mbak Lia.


“Itu namanya jodoh mbak Lia, Kak Zayn memang luar biasa ya, demi cintanya buat Kak Cinta, Kak Zayn rela terluka memepertaruhkan nyawanya untuk Kak Cinta.” Ucap Mia menyambar.


“Iya, kurang apa lagi coba, udah baik, ganteng, perhatian, peduli, rela berkorban pula untuk Kak Cinta. Kalau bukan jodoh apa lagi coba namanya, pas banget kan ketika Kak Cinta dalam bahaya Allah mengirimkan Kak Zayn untuk menolong Kak Cinta.” Tambah Bobi dengan perasaan menggebu-gebu.


“Iya, itu jodoh namanya, coba bayangkan bukan hanya pada saat bahagia saja Kak Zayn ada untuk Kak Cinta, bahkan dalam keadaan bahaya pun Kak Zayn selalu ada buat Kak Cinta, selalu terdepan. Terbaiiiik Kak Zayn memang” Mia semakin menjadi seperti kompor meleduk yang berkobar-kobar api semangatnya.


“Betul betul betul” ucap Bobi meniru kalimat si bocah kartun kembar yang suka ditonton anak-anak kecil jaman sekarang.


Kak Tuti yang melihat keseruan Bobi dan Mia berbicara pun mengerti, sepertinya Mia dan Bobi mendukung perasaan Zayn pada Cinta, nampak jelas sekali Mia dan Bobi seolah sedang megompori hati Cinta agar melihat perjuangan dan pengorbanan Zayn untuk Cinta.


Lain dengan Cinta, saat ini wajah Cinta memerah karena malu, selain malu Cinta juga tak enak hati pada Ammar entah mengapa Cinta tak ingin Ammar salah paham dengan ucapan bobi dan Mia.


Begitupun Ammar, ada perasaan tak enak hati mendengar ucapan Bobi dan Mia yang seolah-olah menjodohkan Cinta dengan Zayn.

__ADS_1


Berbeda lagi dengan Ilham, Ilham yang paham dengan maksud Bobi dan Mia hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Begitupun dengan Lia sepemikiran dengan Ilham, Lia hanya tertawa kecil melihat kelakuan Bobi dan Mia yang totalitas mendukung Zayn dalam merebut hati Cinta.


“Sepertinya dua bocah itu sudah ketularan konyolnya Zayn. Zayn memang luar biasa berpengaruh dan pandai menarik hati orang-orang yang ada disekitarnya, kecuali hati Cinta belum terkalahkan.” Ucap Ilham dalam hati karena merasa kagum dengan sosok Zayn.


“Ehheemm...” Ammar pun berdehem menetralkan perasannya.


“Abang mau minum?” tanya Cinta basa-basi karena saat ini Cinta pun jadi salah tingkah.


“Owhh... Iya boleh” ucap Ammar.


Melihat raut wajah Ammar membuat Cinta semakin tidak enak hati.


“Anis, Dek, tolong ambilkan Bang Ammar minum ya” pinta Cinta.


“Baik Kak” jawab Anis.


Seketika Mia memonyongan mulutnya kesal karena Cinta terlihat begitu perhatian dengan Ammar.


“Bob, nanti kita buat serangan lanjutan untuk menyadarkan Kak Cinta akan keberadaan Kak Zayn dan juga supaya tu orang yang lagi minum paham kalau kak Zayn tu lebih pantes buat Kak Cinta dari pada dia. Tuh lihat dia udah sedikit gerah dengan kompor meleduk kita” bisik Mia sambil nyegir kuda.


Entah mengapa hatinya terasa lega ketika melihat raut wajah Ammar yang memerah.


“Siiip,,, kita susun strategi lanjutan di grup ZaCi Lovers” ucap Bobi sama anehnya dengan Mia.


“Mantap” jawab Mia sambil mengacungkan jempol tangannya.


“Oke klop, sekarang segini aja dulu” ucap Bobi masih berbicara bisik-bisik agar tak didengar oleh orang lain.


“Owhh,, iya. Terima kasih yo Bobi, Mia sudah datang. Ngomong-ngomong Ayah mu dirawat disini juga ya Mia?” tanya Cinta.


“Iya Kak, Bapak dirawat disini, insyaAllah besok jadwal operasinya, mohon doanya ya Kak” jawab Mia.


“Semoga Ayahmu segera pulih dan sehat lagi ya Mia” doa Cinta.


“Iya, terima kasih Kak, Kak Cinta juga cepet sembuh ya Kak biar kita bisa belajar bareng lagi” ucap Mia.


“Aamiin Yaa Allah, salam untuk Ayah dan Ibu kamu ya Mia” ucap Cinta.


“Iya Kak. Kalau begitu kami permisi ya Kak, Pak Ilham dan Pak Ammar, tante dan Adek juga” ucap Mia dan Bobi.


Sebenarnya usia Mia, Bobi dan Anis tak jauh, hanya neda satu tahun. Anis saat ini sedang menuggu jadwal ujian Madrasah Aliyahnya, sedangkan Bobi dan Mia baru lulus tahun lalu dan kini mengikuti program untuk bekerja ke Arab melalui program pendidikan dan pelatihan di MLA.


Semuanya pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


“Oiya Mbak Cinta, aku sekalian pamit pulang bareng Mia dan Bobi ya, mau mampir juga sebentar ke tuan Zayn” pamit Mbak Lia.


“Owhh begitu ya, oke Mbak Lia terima kasih ya sudah datang” ucap Cinta.


Mbak Lia pun tersenyum.


“Assalamu’alaikum” salam Mbak Lia, Mia dan Bobi.

__ADS_1


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari semua yang ada diruangan itu.


Kini tinggallah Cinta, Ilham, Ammar, Anis dan Umma Tuti diruangan itu.


“Ham, kamu mau pulang jam berapa?” tanya Umma Tuti.


“Mungkin sebentar lagi Kak, kenapa Kak?” tanya Ilham balik.


“Kita pulang lepas mahgrib aja ya Ham, nanti Kakak pulang bareng kamu aja, tapi nunggu Bang Ayubi dan Mbak Hilma dateng dulu, nggak papa ya?” ucap Umma Tuti.


“Begitu ya, iya nggak papa Kak. Anis pulang juga Dek?” tanya Ilham.


“Nggak Bang, Anis nemenin Umma Hilma sama Azizah disini jagain Kak Cinta” jawab Anis.


“Oh begitu, oke” jawab Ilham.


“Oiya mumpung disini masih ramai, Kakak titip Cinta ya, Kakak belum ada besuk Zayn sedari pagi, Kakak kesebelah dulu ya. Maaf ya Pak saya tinggal” ucap Umma Tuti sopan pada Ammar.


“Oiya Ibu, Cinta biar kami yang jagain disini” jawab Ammar.


“Baik, terima kasih ya Pak. Ilham, Anis, Umma kesebelah dulu ya. Assalamu’alaikum” salam Umma Tuti.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Cinta, Ilham, Anis dan Ammar.


Kak Tuti pun berlalu.


Kini tinggallah Cinta, Ammar, Ilham dan Anis didalam ruangan itu.


Ammar masih duduk dikursi dekat ranjang Cinta, sedangkan Ilham dan Anis kembali duduk di sofa tamu.


Meskipun duduk di sofa sambil memegang gawainya, mata Ilham tak lepas pandangannnya dari Ammar dan Cinta yang sedang ngobrol.


“Bang Ammar, maaf ya sepertinya janji kita hari minggu nanti tidak bisa aku tepati” ucap Cinta membuka obrolan keduanya.


“Nggak papa Cinta, tidak usah dipikirkan, kita masih punya banyak waktu untuk itu, yang penting sekarang kamu sembuh dan sehat dulu” jawab Ammar tersenyum.


Melihat senyum Ammar membuat jantung Cinta berdebar-debar, Cinta pun menundukkan padangannya.


“Oiya ini hadiah ulang taun untuk kamu, maaf ya telat kasihnya. Semoga kamu suka” ucap Ammar.


“Terima kasih Bang” jawab Cinta lalu mengambil kado yang diberikan Ammar.


“Oiya Cinta sebenarnya ada yang ingin Abang sampaikan, tadinya mau Abang katakan saat kita ketemu hari minggu nanti, tapi karena kamu terbaring disini, Abang rasa Abang sampaikan sekarang saja” ucap Ammar tersenyum manis dan penuh makna yang menampakkan rona bahagia diwajahnya.


“A-apa Bang?” tanya Cinta gugup.


“Abang sengaja pulang ke Indonesia karena ingin menyampaikan berita bahagia ini juga padamu” ucap Ammar bersemangat.


Ammar yakin Cinta pasti akan senang dan bahagia medengar kejutan ini dari Ammar, sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu Cinta selama ini. Bahkan sengaja Ammar pulang ke Indonesia untuk menyampaikan langsung berita bahagia ini pada Cinta.


Cinta yang mendengar kalimat yang disampikan oleh Ammar membuat jantungnya semakin berdebar-debar.


“Yaa Allah... jantungku rasanya berdegub kecang banget dan nggak beraturan. Kira-kira apa ya yang mau disampaikan Bang Ammar, Apa Bang Ammar mau..... aduuhh aku jadi deg deg-an banget” gumam hati Cinta dengan wajah yang merah merona menahan rasa penasarannya.

__ADS_1


#tbc....


...Readers kesayangan jangan lupa dukungan dan semangatnya untuk author ya dengan tekan like, vote, komen, bantu bagi bunga mawarnya, dan tentunya favoritkan bagi yang belum memfavoritkan. Terima kasih banyak ya all redaers untuk dukungannya. Love U all....


__ADS_2