
Cinta dan Ammar kini sudah berada diruang tunggu tempat berlangsungnya interview yang akan di ikuti Cinta.
“Cinta, kamu sendiri disini nggak papa kan, karena saya ada meeting dengan tim direksi lainnya” ucap Ammar.
“Iya nggak papa Bang, aku bisa kok” jawab Cinta.
“Oke. Kamu yang semangat ya” ucap Ammar sambil mengedipkan satu matanya pada Cinta.
Cinta kaget mendapat senyuman dengan kedipan sebelah mata dari Ammar yang terlihat sedikit genit.
Secepatnya Cinta menundukkan kepalanya karena merasa malu.
Ammar yang mendapati sikap Cinta yang salah tingkah hanya tersenyum dan merasa jantungnya berdebar-debar.
“Nanti kalau kamu sudah selesai dan aku belum kembali kesini, kamu bisa duluan pulang ke Hotel atau kalau mau sekedar jalan-jalan” ucap Ammar.
“Oke” jawab Cinta masih menundukkan kepalanya sambil menganggukkan pelan.
Ammar merasa sangat senang dengan sikap Cinta yang seperti itu, menunduk patuh membuat Ammar semakin mengagumi Cinta.
Ammar tahu bagaimana perasaan mereka masing yang sudah terjalin sejak lebih dari 3 tahun yang lalu, jaraklah yang membuat mereka akhirnya memendam rasa masing-masing meskipun satu sama lain bagaikan dua kutub yang saling tarik menarik.
“Oke, kalau begitu aku pergi dulu ya. Assalamu’alaikum” ucap Ammar berdiri dari tempat duduknya sambil berpamitan.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.” Jawab Cinta.
Ammar pun pergi meninggalkan Cinta di ruang tunggu itu.
Cinta pada dasarnya tak sendirian karena ada beberapa peserta lain dari MLA kantor cabang lain yang turut menunggu giliran dipanggil untuk wawancara.
Dari jauh Zayn melihat Cinta yang tetap tenang menunggu gilirannya untuk interview. Sekitar kurang lebih satu jam tiga puluh menit setelahnya kini giliran Cinta yang mendapat giliran masuk kedalam raung interview.
Zayn dan Diki yang duduk tak jauh dari lokasi ruangan interview itu, Zayn terus menatap pintu ruangan yang kini sudah tertutup, Zayn tak tahu apa yang sedang terjadi didalam sana, namun Zayn hanya turut mendoakan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Cinta.
Sekitar 15 menit berlalu, akhirnya pintu ruangan itu pun Kembali terbuka. Nampak Cinta keluar dengan senyum sumringah yang terpancar dari wajahnya. Cinta melangkah dengan pasti keluar dari ruangan itu.
Secepatnya Zayn dan Diki mengkondisikan keberadaan mereka agar tak terciduk kedua kalinya oleh Cinta.
Cinta duduk sejenak diruang tunggu itu kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tas yang disandangnya. Dilihatnya ada panggilan tak terjawab dari Umma Salamah.
Tadi saat ia hendak masuk ruangan interview memang terasa ada getaran dari dalam tasnya tapi tak diangkatnya, oleh karena Cinta harus segera masuk ruang interview dan ponselpun harus di non aktifkan.
📲 Cinta (Nama di kontak telpon Umma Salamah)
“Assalamu’laikum Umma” salam Cinta pada Umma Salamah.
📲 Umma Sayang (Nama di kontak telpon Cinta)
“Wa’alaikumussalam Nak” jawab salam Umma Salamah.
📲 Cinta
“Umma tadi nelpon ya, maaf ya Umma nggak keangkat, Cinta baru saja keluar dari ruang interview nya” ucap Cinta.
📲 Umma Sayang
“Subhanallah… maafkan Umma Nak berarti tadi Umma menganggu mu ya?” tanya Umma.
📲 Cinta
“Nggak kok Umma” jawab Cinta.
__ADS_1
📲 Umma Sayang
“Jadi bagaimana hasilnya Nak?” tanya Umma Salamah pada Cinta.
📲 Cinta
“Alhadmulillah lancar Umma, mereka memberikan respon positif terhadapku,mereka pun sempat mengatakan bahwa akulah orang yang mereka harapkan, entahlah apa itu kode atau apa yang jelas tadi aku gemetaran dan deg-degan banget Umma saat mereka memberikan penilaian positif terhadapku. Semoga hasilnya sesuai harapan ya Umma, mohon daonya” ucap Cinta terdengar begitu bersemangat dan bahagia.
📲 Umma Sayang
“Alhamdulillah kalau begitu, semoga berhasil ya nak, semoga kamu menjadi kandidat terpilih. Aamiin Yaa Allah” ucap Umma Salamah yang merasa terharu dengan mata berkaca-kaca.
📲 Cinta
“aamiin Yaa Allah, terima kasih doanya Umma, Cinta sayang banget sama Umma” ucap Cinta.
📲 Umma Sayang
“Umma juga menyayangimu nak, doa terbaik Umma selalu untukmu.” Ucap Umma Salamah membuat mata Cinta juga ikut berkaca-kaca.
📲 Cinta
“Terima kasih Umma” ucap Cinta tak terasa matanya pun basah.
📲 Umma Sayang
“Oiya nak kapan pengumuman hasilnya, apakah langsung hari ini juga?” tanya Umma Salamah.
📲 Cinta
“Belum Umma, kalau dari jadwalnya lusa Umma, kabarnya besok itu ada rapat direksi dulu untuk penetapan hasilnya, lusa baru diumumkan hasilnya” jawab Cinta.
📲 Umma Sayang
📲 Cinta
“Tidak Umma, jika tidak ada kendala insyaAllah aku akan pulang sore ini, besokkan kita puasa jadi aku ingin sahur bersama Umma, adik-adik dan semuanya yang ada dirumah kasih sayang” ucap Cinta.
📲 Umma Sayang
“Alhamdulillah kalau begitu, Umma tunggu kepulanganmu ya nak, hati-hati dijalan nantinya” ucap Umma Salamah yang kini jadi bersemangat.
📲 Cinta
“Iya Umma” jawab Cinta.
Dan begitulah obrolan Cinta dengan Umma, Cinta bersyukur meskipun tak memiliki Ayah dan Ibu kandung tapi Cinta bahagia karena Umma Salamah dan keluarganya begitu baik bahkan Cinta merasakan seolah Umma Salamah lah ibu kandungnya.
Karena sayangnya Umma Salamah pada Cinta, Umma Salamah tak pernah membedakan kasih sayangnya pada Cinta dengan anak-anak kandungnya sendiri, semua disayangi dengan porsi yang sama.
Setelah menutup sambungan telpon dengan Umma Salamah, Cintapun Kembali memasukkan ponselnya dalam tas, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu.
Zayn terus mengikuti Cinta diam-diam hingga akhirnya mereka kini sudah kembali ke gedung hotel tempat mereka menginap.
Zayn yang melihat Cinta berhenti sejenak di depan pintu lobby hotel, Cinta sekali lagi mengambil ponselnya yang ada didalam tas sandangnya.
Kesempatan ini di manfaatkan Zayn untuk membuat rencana seolah-oleh mereka KembaIi bertemu tak disegaja di lobby itu.
Zayn tahu Cinta belum makan siang, jadi Zayn berniat untuk mengajak Cinta makan siang dan tentunya bersama Diki juga agar mereka tidak hanya berdua, Zayn yakin jika hanya berdua Cinta pasti menolak.
Cinta nampak sedang menerima telpon dari seseorang yang entah dari siapa Zayn tak tahu.
__ADS_1
Cinta sebenarnya mendapat telpon dari Ammar. Ammar hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Cinta sekarang dan dimana posisi Cinta saat ini.
📲 Bang Ammar (Nama yang tertulis dalam kontak telpon Cinta
“Jadi, interview mu sudah selesai ya?” tanya Ammar.
📲 My Cinta (Nama yang tertulis dalam kontak telpon Ammar)
“Iya Bang sudah selesai dan sekarang aku sudah Kembali ke hotel, maaf ya Bang tadi tidak langsung menghubungi Bang Ammar karena aku takut Abang masih sibuk dan jika aku telpon takutnya mengganggu” jawab Cinta.
📲Bang Ammar
“Iya tidak apa, alhamdulillah jika kamu sudah kembali ke hotel. Oiya aku juga minta maaf sepertinya tidak bisa menemanimu makan siang, kamu jangan lupa makan siang ya” ucap Ammar.
📲 My Cinta
“Iya tidak apa Bang. Oiya Bang karena kegiatanku disini sudah selesai insyaAllah nanti sore aku langsung pulang ke Palembang ya Bang sesuai rencana kemarin” ucap Cinta.
📲 Bang Ammar
“Emh… begitu ya, tapi maaf sepertinya Abang belum bisa pulang hari ini, kamu pulang sendiri tidak apa kan, nanti ku pesankan tiket pesawat untukmu pulang” ucap Ammar.
📲 My Cinta
“Tidak apa Bang, aku bisa pulang sendiri, Abang juga nggak usah repot-repot aku bisa reservasi sendiri tiketnya” ucap Cinta.
📲 Bang Ammar
“Baiklah kalau begitu, nanti kabari Abang ya jam berapa kamu berangkatnya, jika ada waktu Abang akan mengantarmu ke bandara” ucap Ammar.
📲 My Cinta
“Baik Bang” ucap Cinta.
📲 Bang Ammar
“Baiklah kalau begitu Abang lanjut kerjaan Abang ya” ucap Ammar.
📲 My Cinta
“Iya Bang, Abang juga jangan lewat makan siangnya” ucap Cinta menginagtkan Ammar.
Mendapatkan perhatian kecil dari Cinta membuat jantung Ammar berdebar-debar, ada senyum yang mengembang di wajahnya.
📲 Bang Ammar
“Kamu juga Cinta” suara Ammar terdengar begitu lembut.
📲 My Cinta
“Iya Bang, oiya sudah dulu ya Bang, Assalamu’alaikum” ucap Cinta ingin segera mengakhiri panggilan telpon itu karena ia merasa semakin lama ngobrol dengan Ammar membuat kondisi hatinya tak baik-baik saja.
📲 Bang Ammar
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Ammar lalu menutup telponnya yang telah ditutup duluan oleh Cinta.
“Cinta, padahal malam ini aku ingin melamarmu. Mungkin memang belum saatnya, waktunya tidak tepat, mungkin lusa setelah kabar gembira hasil interviewnya diumumkan barulah aku akan memberi kejutan tambahan untukmu” gumam hati Ammar sambil tersenyum sendiri melihat hasil penilaian online dari tes interview yang masih terus berlangsung diruang yang berbeda dengan ruangan Ammar saat ini.
#tbc….
...Readers kesayangan yang baik hati setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, dan favoritnya juga ya bagi yang belum mefavoritkan. Oiya jika berkenan bantu bagi hadiah bunga bermekarannya juga ya plus rate bintang lima. Terima kasih atas dukungan dari all readers, semoga kita sehat dan bahagia selalu. Selamat menjalankan ibadah malam di bulan Ramadhan ini, selamat menantikan waktu bersahur juga serta selamat menjalankan ibadah puasa untuk esok hari sampai satu bulan kedepan. Love U all reader....
__ADS_1