
Tak terasa pesawat yang membawa Cinta, Zayn dan Diki pun kini telah landing di Bandara sultan Mahmud Baddruddin II.
Supir pribadi Zayn telah menunggu kedatangan tuan mudanya.
"Selamat sore tuan" sapa Pak Beno supir pribadi Zayn kemudian membukakan pintu mobil untuk Zayn.
"Selamat sore Pak" jawab Zayn.
"Cinta masuklah lebih dulu" ucap Zayn.
"Eh??" Cinta kaget.
"Kami akan mengantar mu lebih dulu" ucap Zayn.
"Tidak usah repot-repot, aku bisa naik taxi saja" jawab Cinta.
"Kita tidak hanya berdua" ucap Zayn.
Cinta hanya diam tanpa menjawab.
"Kita pulang sama-sama saja ya sekalian aku mau silaturahmi dengan Buya dan yang lainnya juga" ucap Zayn.
"Baiklah" jawab Cinta akhirnya menyetujui.
Mobil itu pun melaju menuju rumah kasih sayang.
Sekitar 10 menit mereka pun sampai di rumah kasih sayang.
Waktu saat itu sudah menujukkan pukul 17.55 itu artinya sudah mendeati waktu maghrib, kurang lebih sekitar 20 menit lagi adzan maghrib pun akan segera berkumandang.
Anak-anak rumah kasih sayang sudah berbondong-bondong menuju masjid untuk sholat berjama'ah.
Zayn, turun lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Cinta.
Diki pun ikut keluar dari dalam mobil.
Ilham yang saat itu juga baru sampai, pulang dari kantornya, melihat sosok gadis yang dicintainya selama ini keluar dari dalam mobil dan betapa kagetnya Ilham karena yang membuka kan pintu mobil itu adalah Zayn.
"Cinta kok bisa bareng Zayn?" tanya Ilham sendiri.
"Terima kasih" ucap Cinta teteap menunduk tak melihat kearah Zayn.
"Sama-sama" ucap Zayn.
Nyuuuuuuttt....
Ada rasa nyeri di hati Ilham melihat pola tingkah malu-malu dari Cinta maupun Zayn.
"Kak Cinta" panggil Anis putri sulung Umma Tuti.
"Anis" Cinta tersenyum.
"Kakak udah pulang, alhamdulillah" ucap Anis.
"Alhamdulillah" jawab Cinta.
"Ehhh kok bisa bareng Kak Zayn?" tanya Anis yang kini sudah memakai mukenah karena hendak ke masjid.
"Iya pulangnya bareng Kak Zayn, tadi kita satu pesawat" jawab Cinta.
Deg deg deg.... seeeeerrrr.....
Jantung Zayn berdegub ketika mendengar Cinta memanggilnya dengan panggilan Kak Zayn.
Hanya mendengar kalimat itu saja jantung Zayn serasa berjoget-joget didalam sana.
__ADS_1
"Nis, ngobrolnya nanti saja, Kak Cinta biar masuk dulu pasti capek, mungkin Kak Cinta mau langsung mandi sebentar lagi kan maghrib" ucap Azizah mengingatkan.
"Heheh, iya Kak. Oiya Kak Cinta didalam ada Umma Tamara, Kak Zelina dan Kak Syaamila juga" ucap Anis memberi informasi.
"Oh ya, kalau begitu Kakak masuk dulu ya" ucap Cinta.
"Iya Kak, kita ke masjid duluan ya Kak. Assalamu'alaikum" ucap Anis dan Azizah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Cinta, Zayn dan Diki bersamaan.
"Kalau begitu aku duluan ya" ucap Cinta pada Zayn dan Diki.
"Iya, silahkan" ucap Zayn masih dengan perasaan berdebarnya.
Cinta melangkah agak cepat karena ingin bertemu dengan Zelina dan Syaamila yang sudah banyak membantunya dalam proses pemulihan traumanya tempo hari.
"Assalamu'alaikum, tuan Zayn, kalian disini" sapa Ilham pura-pura baru tahu.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab Zayn dan Diki.
"Pak Ilham" sapa Zayn.
"Baru datang?" lagi tanya Ilham.
"Iya" jawab Zayn.
"Ketemu Buya ya?" ajak Ilham.
Zayn pun memganggukkan kepalanya.
"Sebentar lagi maghrib, ayo kita langsung ke masjid saja dulu" ajak Ilham.
"Iya, mari" jawab Zayn.
Zayn, Diki dan Ilham pun menuju Masjid Al-Furqon.
"Bang Syaamil, Buya, Abah Furqon, ustadz Ayubi, Bang Ikhsan" sapa Zayn.
"MasyaAllah, benar ternyata. Sudah lama kita tidak bertemu sejak terakhir di rumah sakit, bagaimana lukamu" tanya dr. Syaamil.
"Alhamdulillah sudah sehat Bang" jawab Zayn.
"Alhamdulillah" ucap semuanya.
"Baru sampai nak?" tanya Buya Mahfud.
"Iya Buya tadi kebetulan satu pesawat dengan Cinta, jadi kami antar pulang sekalian mau silaturahim ke Buya dan semuanya juga" jawab Zayn.
"Owhh begitu, jadi Cinta sudah pulang ya, alhamdulillah. mau ke masjid kan?" tanya Buya
"Iya" jawab Zayn.
"Mari lanjut jalan" ucap Buya.
Para lelaki itupun melanjutkan langkah mereka menuju masjid sambil ngobrol ringan sepanjang perjalanan menuju masjid yang masih satu komplek di lingkup rumah kasih sayang juga.
Dilain tempat, kini Cinta sedang berbincang dengan Kak Zelina dan Kak Syaamila nya.
"Alhamdulillah sudah tujuh bulan" jawab Zelina yang sambil mengelus perutnya.
"MasyaAllah, gemes aku Kak, pantes aja gerakannya makin gesit. Ponakan aunty Cinta, sehat-sehat didalam sana ya" ucap Cinta sambil mengelus perut Zelina yang sedari tadi bergerak terus.
"Oiya Kak udah mau maghrib, aku kekamar dulu ya Kak, mau mandi" ucap Cinta.
"Iya buruan sebelum adzan" ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya Kak, oia Kakak belum pulangkan?" tanya Cinta.
"Kayaknya lepas sholat maghrib mau langsung pulang Dek, kesian si kembar tiga" jawab Zelina.
"Begitu ya, heemhhh" ucap Cinta merasa sedikit sedih.
"Besok kita punya waktu luang kalau mau ngobrol, insyaAllah besok kita akan tasyakuran tujuh bulanan Kakak disini, jadi pas banget kan sama buka puasa pertama, jadi besok insyaAllah kita ketemu lagi." ucap Zelina.
"Begitu ya, alhamdulillah" jawab Cinta yang rasanya ingin menumpahkan segala perasaan dan kebingungannay teehadap.perasaanya sendiri.
Cinta yakin Kak Zelina nya adalah orang yang tepat dan bijak dalam memberi solusi dari kedilemaan hatinya.
Begitulah obrolan ringan sore itu sambil menunggu adzan maghrib yang kurang dari 10 menit lagi akan di mulai.
Cinta bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Sejenak saat ia melepas kerudungnya, Cinta melihat benda yang melingkar di lehernya, sebuah kalung dengan ukiran nama Cinta.
Cinta masih menatap kalung itu, Cinta tersenyum melihatnya, ada perasaan bahagia menyelimutinya.
Kalung itu adalah kalung pemberian Zayn saat Cinta ulang tahun beberapa minggu yang lalu.
"Zayyan...." bibir Cinta menyebut satu nama dengan senyum meronanya.
"Astaghfirullah... aku mikir apa sih, kenapa jadi kepikiran Zayn terus, hadeehh mandi-mandi-mandi-mandi, wudhu terus sholat" ucap Cinta megalihkan pikirannya.
Lepas sholat maghrib, Zayn dan Diki masih tetap di masjid bersama Buya dan lainnya.
"Oia nak Zayn apa ada yang mau di obrolkan dengan Buya?" tanya Buya Mahfud.
"Nggak juga Buya, cuma mau silaturahim saja karena tadi sekalian nganter Cinta" jawab Zayn.
"Owh begitu baiklah" jawab Buya.
"Oiya Zayn apakah besok sore kamu sibuk?" tanya dr.Syaamil.
"Emhh... rasanya tidak, belum ada jadwal, kenapa Bang?" tanya Zayn balik.
"Begini, insyaAllah besok Abang dan istri mau tasyakuran tujuh bulanan, kebetulan besok juga hari pertama ramdhan jadi kita rencannaya mau tasyakuran disini, buka bersama dan tarawih bersama disini. Jika kamu nggak sibuk dan sempat datanglah juga kesini." ucap dr.Syaamil.
"Baik Bang, rasanya aku free kan Dik besok siang sampai sore?" tanya Zayn pada Diki.
Diki bingung harus menjawab apa, memang besok jadwal Zayn free, namun Diki belum sempat menyampaikan bahwa tuan Erickson juga mengundang Zayn untuk datang kerumahnya untuk buka bersama sekaligus membahas pertunangan Zayn dan Lala.
Belum juga Diki menjawab, Zayn sudah melanjutkan obrolannya dengan dr.Syaamil, seolah Zayn tidak butuh jawaban dari Diki karena yang Zayn tahu besok jadwalnya memang free.
"InsyaAllah aku akan datang Bang, jika ada kegiatan diluar akan aku cancel dulu biar bisa ikut bergabung disini besok" ucap Zayn bersemangat.
Bagaimana Zayn tidak semangat, ini adalah ramadhan pertamanya sebagai seorang muallaf.
Zayn sangat bahagia karena dari rumah kasih sayanglah dia menemukan jati dirinya sebagai seorang muslim dan di rumah kasih sayanglah Zayn menimba ilmu agamanya, serta dirumah kasih sayanglah wanita yang dicintainya berada.
"Oiya sampaikan juga undangan kami pada Kak Prinka ya" ucap dr.Syaamil.
"InsyaAllah Bang" jawab Zayn semangat.
"Diki, besok kamu juga hadir ya" ucap dr.Syaamil.
"InsyaAllah Dokter" jawab Diki.
Sungguh Diki dalam dilema, bagaimana jadinya perasaan Lala dan keluarganya jika besok Zayn tak mengindahkan undangan mereka.
"Bagaimana perasaan Lala ya jika tahu Zayn besok malah mengahadiri undangan disini dari pada memenuhi undangan dari calon mertuanya, aku yakin seribu persen Zayn lebih memilih datang kesini dari pada memenuhi undangan tuan Erickson" pikir Diki dengan gumamannya dalam hati.
"Harusnya ku sampaikan dulu pesan Lala tadi pada Zayn, kalau begini aku yang jadi bingung dan tak enak hati. Sungguh aku tak tega jika mendapati Lala harus kecewa, aku yakin Lala pasti sangat mengharapkan kehadiran Zayn besok ditengah-tengah keluarganya" gumam hati Diki.
__ADS_1
#tbc....
...Jangan lupa di like, komen dan bantu beri bunga mawar bermekarannya ya all readers terkasih. Love U all readers 😍😍😍...