Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Sakit Terpendam


__ADS_3

Jhonson menatap sendu melihat Kak Prinka yang masih setia menunggu didepan ruang tunggu kamar VVIP.


Jhonson tahu tak sedikitpun Kak Prinka beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan Mami Aleta, sejak tadi siang Kak Prinka tetap pada pendiriannya untuk berjaga didepan ruang rawat Mami Aleta.


Walaupun Kak Prinka tahu Mami nya tak mengharapkan kehadirannya, meskipun Kak Prinka mendapatkan kenyataan pahit yang dilontarkan oleh Mami yang disayanginya, namun perasaan ssyangnya pada Mami Aleta tak pudsr sedikitpun.


"Prinka" sapa Tuan Jhonson dengan tatapan merindu.


Sejujurnya, selama ini Jhonson pun merasakan bahwa sikap dan sifat Kak Prinka nyaris sama persis dengan Mami nya, tapi setiap kali tuan Jhonson membahas sedikit saja tentang Kak Prinka, adik iparnya langsung merespon tak suka.


Dan akhirnya Jhonson memilih diam dari pada membuat bara api semakin membara di hati adik ipar nya itu.


"Tuan Jhonson, Kata Soraya tadi Mami mencari tuan, segeralah masuk tuan" ucap Kak Prinka.


"Iya baiklah. Ngomong-ngomong mana Zayn dan istrinya?" tanya Jhonson.


"Mereka sudah di dalam" jawab Kak Prinka.


"Kamu tidak ikut, mau masuk bersamaku?" lagi tanya tuan Jhonson.


"Tidak tuan, terima kasih, biar saya disini saja, saya akan menunggu kabar dari Zayn dan tuan bagaimana perkembangan kesehatan Mami" jawab Kak Prinka berusaha membuat senyum dibibirnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu" ucap tuan Jhonson tersenyum pada Kak Prinka.


"Apakah kamu nona Prinka?" tanya Berta.


"Benar nyonya saya Prinka" ucap Kak Prinka lalu menyalami wanita bernama Berta yang berdiri di samping tuan Jhonson.


"Alhamdulillah, kamu cantik sekali" puji Berta.


"Terima kasih nyonya, apakah nyonya kenalan Mami?" tanya Kak Prinka yang memangvtidak mengenal siapa Berta.


Berta pun menganggukkan kepala sambil menahan rasa sesak di dadanya.


"Baik tuan" ucap Kak Prinka.


"Saya juga permisi masuk ya nona" ucap Berta mengikuti langkah Jhonson.


Kak Prinka menganggukkan kepalanya seraya tersenyum pada Berta.


Jhonson dan Berta pun memasuki ruang rawat Mami Aleta.


Kak Prinka menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya menahan rasa sesak yang membelenggu hatinya.

__ADS_1


"Yaa Allah Yaa Tuhanku, berikanlah kesembuhan untuk Mami, sunghuh aku sangat mencintai Mami, berikanlah kesempatan pada hamba agar bisa berkumpul dengan Mami, hamba mohon Yaa Allah luluhkanlah hati Mami agar mau menerimaku, mau memelukku, mau mencium keningku, memberiku sedikit saja kasih sayangnya" doa Kak Prinka dalam hati.


Tanpa terasa kristal bening itu mengalir keluar dari celah sudut mata Kak Prinka.


"Kak, Kak Prinka baik-baik saja kan?" tanya Diki.


Kak Prinka menganggukkan kepalanya dalam tangis diamnya dengan tetap memejamkan matanya. Air mata itu terus saja mengalir seolah menggambarkan kesedihan serta kepedihan hati Kak Prinka.


Yusi sang asisten pun akhirnya memeluk erat tubuh rapuh Kak Prinka.


"Yusi... Aku sangat merindukan Mami, aku ingin sekali saja bisa memeluk Mami, hiks hiks hiks.... " adu Kak Prinka pada sang asisten dengan derai air mata yang tak bisa lagi ia bendung.


Yusi dan Diki pun akhirnya ikut meneteskan air mata melihat kerapuhan hati Kak Prinka.


"Kita berdoa saja ya mbak, semoga nyonya Aleta segera sembuh" ucap Yusi menguatkan Kak Prinka.


Yusi tahu betul betapa pilunya hati Kak Prinka karena menahan kerinduaannya kepada Mami Aleta. Yusi adalah tempat Kak Prinka membagi kisah hidupnya, sedikit banyak Yusi pun dapat merasakan kesedihan dan sakit terpendam menahan rindu yang dirasakan oleh Kak Prinka.


💕tbc....


...Jangan lupa di Like ya part kali ini, ❤ U all readers 🥰...

__ADS_1


__ADS_2