Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Nervous


__ADS_3

Sepertiga malam yang terasa begitu menyejukkan, Cinta mengambil wudhunya untuk mensucikan diri sebelum menunaikan qiyamullail nya.


Setelah berwudhu Cinta pun menggelar sajadah panjangnya. Berbalut mukenah putih, Cinta bersujud menghadap Ilahi Rabbi, tahajud ia tunaikan, istikharah tetap ia kerjakan dan sholat sunnah hajat pun ia lakukan.


Cinta mengadukan semua isi hatinya kepada sang Khalik Pemilik Hatinya.


“Yaa Allah Yaa Tuhanku, sesungguhnya Engkau Maha Mentakdirkan dan bukanlah aku yang mentakdirkan. Dan Engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang yang tidak aku ketahui. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan Zayyan untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya” doa Cinta dalam hati.


“Yaa Allah Yaa Tuhanku, Aku berserah diri kepada-Mu jika Zayn adalah jodohku pilihan terbaik dari sisi-Mu, maka jadikanlah kelak ia suami yang juga menajdi sabahatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhiratku” Lanjut doa Cinta dalam hati.


Berdebar-debar hati Cinta ketika menyebut nama Zayn dalam doanya. Kali ini Cinta benar-benar berdoa dengan mantap tanpa ragu menginginkan Zayn menjadi pasangan halalnya.


Di tempat yang berbeda, Zayn pun melakukan hal yang sama disepertiga malamnya.


Zayn berdoa dan bermunajat merayu Allah untuk kelancaran khitbahnya pada Cinta.


“Yaa Allah, selalu dan selalu hamba memohon kepada-Mu karena sesunguhnya Engkaulah tempat hamba meminta dan memohon pertolongan, karena Engkaulah Dzat yang Maha Menghendaki atas segalanya, Engkaulah Dzat Pembuka Keberkahan, Engkaulah Dzat Pemenuh Kebutuhan dan Dzat yang Menciptakan langit dan bumi” Doa Zayn dalam hati sambil menengadahkan kedua tangnnya.


“Seperti halnya nikmat yang Enkau berikan kepada kami, hamba mohon mudahkanlah, lancarkanlah, berkahilah khitbah yang akan hamba langsungkan esok hari dengan wanita sholeha yang telah Engkau tetapkan untuk hamba” Doa Zayn penuh harap.


“Yaa Allah Yaa Tuhanku, jika Cinta adalah jodoh yang Engkau berikan padaku yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang akan aku lamar dan nikahi, semoga kami bisa saling membimbing dan mengingatkan dalam urusan agama, dunia wal akhirat” doa Zayn dalam hati dengan perasaan bahagia.


Malam itu dua insan yang dibalut rasa bahagia menantikan hari esok, menutup ibadah malamnya dengan sholat witir. Setelahnya merekapun kembali keperaduan untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka.


Selepas pulang dari sholat subuh di masjid, Zayn mulai menyibukkan dirinya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan mereka bawa untuk melamar Cinta.


“Zayn, kau jangan terlalu Lelah, percayakan saja pada mereka, insyaAllah semuanya sudah mereka siapkan sesuai inginmu” ucap Kak Prinka.


“Iya, terima kasih Kak” jawab Zayn.


“Oiya, apa cincinnya sudah kau siapkan, jangan sampai lupa” Kak Prinka mengingatkan.

__ADS_1


“Iya Kak. Oiya aku ke kamar Mama Papa dulu ya Kak” ucap Zayn.


Kak Prinka pun menganggukkan kepalanya.


Zayn pun melangkah menuju kamar kedua orang tuanya semasa mereka masih hidup.


“Assalamu’alainaa wa’alaa “ibadillahish sholihiin” salam Zayn ketika memasuki kamar kedua orang tuanya.


Zayn duduk diranjang yang pernah menjadi tempat tidur kedua orang tuanya dulu.


Tiba-tiba jatuh air mata Zayn merasakan kerinduan yang begitu mendalam kepada kedua orang tuanya.


Segera Zayn mengangkat kedua tangannya seraya membaca Ummul Kitab, Surah Al-Fathihah dan dilanjutkan dengan doa agar kedua orang tuanya tenang dan ditempatkan di Syurga-Nya Allah kelak.


“Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhaya warhamhuma kamaa rabbaya nii shagiraa. Allahummaghfirlaha warhamhaa wa’afiha wa’fuanha” Doa Zayn untuk mengobati kerinduaannya kepda kedua orang tuanya yang sudah tiada.


Zayn berpindah duduk di meja rias Mamanya, Zayn melihat figura bergambar Mama dan Papa nya memakai pakaian pengantin. Zayn tersenyum melihat foto kedua orang tuanya yang terlihat nampak bahagia denvan balutan pakaian pengantin berwarna putih.


“Mama, Papa, besok aku kan melamar wanita yang aku cintai, aku yakin Mama dan Papa juga mencintainya. Aku menemukannya Ma, Pa, wanita sholeha yang Mama dan Papa harapakan untuk menjadi pendampingku. Dia wanita sholeha, Mama Papa pasti mengenalnya lebih awal dibandingkan aku” ucap Zayn bicara sendiri didepan foto kedua orang tuanya.


“Ma, Pa, terima kasih atas doa-doa kalian semasa hidup, yang mendoakan agar aku mendapatkan jodoh yang baik lagi sholeha, Buya Mahfud banyak cerita padaku tentang harapan Mama dan Papa. Terima kasih karena kalian sejak awal telah merestui ku dan Cinta meski aku tahunya belakangan, hehhehe” ucap Zayn tertawa kecil.


“Ma, Pa, sejujurnya saat ini aku sedikit sedih karena sampai sekarang Oma Aleta masih belum merestui hubunganku dengan Cinta, tapi aku akan terus berdoa semoga hati Oma Aleta luluh dan pada akahirnya Oma juga akan menyayangi Cinta.” Zayn masih bicara sendiri.


“Ma, hari ini akan aku sematkan cincin pemberian Mama pada calon istriku Ma, semoga kami berjodoh dari dunia hingga akhirat” ucap Zayn lalu memeluk figura kedua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca.


"Yaa Allah, haramkan wajah ibuku dan ayahku dari disambar oleh api neraka. Karuniakan buatnya surga tanpa hisab." doa Zayn diiringi kristal bening meluncur dari sudut matanya.


Sungguh rindu yang paling menyakitkan adalah kerinduan pada mereka yang telah tiada.


Zayn pun membuka laci meja Mama nya dan mengambil kotak perhiasan peninggalan Mamanya yang sengaja memang tetap Zayn simpan dilaci Mamanya.

__ADS_1


Sebuah Cincin berlian premium dengan batu eksepsional yang diberikan oleh Papanya pada saat melamar dan menikahi Mamanya.


Mamanya berpesan jika kelak Zayn sudah menemukan jodohnya, Mama Talita ingin Zayn memberikan cincin itu pada calon istrinya, bukan sebagai mahar tapi sebagai perhiasan turun temurun yang dimulai dari Mamanya, kemudian istri Zayn, anak-anak Zayn dan seterusnya.


Zayn masih ingat pesan sang Mama bahwa mahar untuk istri Zayn adalah kewajiban Zayn sendiri sebagai tanda penghargaannya untuk memuliakan wanita yang kelak akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.


Saat ini jam sudah menujukkan pukul 11 siang, kediaman Zayn pun sudah ramai dengan keluarga dan orang-orang kepercayaan Zayn yang diajak untuk turut mendampingi Zayn untuk melamar Cinta.


Tak lupa Mia dan Bobi serta keluarga mereka pun turut serta untuk mengantar Zayn melamar Cinta.


Beberapa kali Zayn mencoba menghubungi Oma Aleta dan asisten pribadinya, namun tak ada respon, hingga akhirnya Zayn pun memutuskan untuk tetap berangkat melamar Cinta meskipun tanpa kehadiran Oma Aleta yang sangat diharapkannya untuk turut mendampingi.


Rombongan Zayn pun melaju ke rumah kasih sayang, sebelum dzuhur mereka sudah sampai dan disambut hangat oleh keluarga besar Buya Mahfud dan juga dr.Syaamil sekeluarga besar.


Jantung Zayn berdebar-debar dan rona bahagia begitu nampak diwajahnya.


“Heeeiii…. Santai Bro, nervous banget baru juga lamaran belum ijab qabul” goda Diki.


“Aku deg deg kan banget Dakocan” ucap Zayn.


“Hello Brother… ingat ucapan calon istrimu, panggillah seseorang itu dengan panggilan yang baik, heheeh” Diki sengaja menjahili Zayn agar Zayn tidak terlihat begitu tegang.


“Astagfirullah… maafkan aku saudaraku yang tampan dan berani” ucap Zayn.


“Gitu dong” ucap Diki senyum-ssnyum sambil memainkan janggut tipis didagunya.


Adzan Dzuhur pun berkumandang, semua pun bersiap menunaikan sholat dzuhur. Lepas sholat dzuhur, acara lamaran pun dimulai. Acara lamaran di langsungkan di Masjid Al-Furqon.


💖tbc....


...Mohon dukungannya ya dengan like, vote, komen, beri hadiah dan tentunya favoritkan karya ini ya readers... Love U all 🤗😍...

__ADS_1


__ADS_2