Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Aku Mencintai Mu


__ADS_3

Di meja VVIP yang lain, ada Kak Zilvia yang kini sedang duduk menatap ke arah Cinta dan Zayn dengan tatapan intens.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya ustadz Ayubi sambil mengelus kepala istrinya.


"Emmh....?" ucap Kak Zilvia sedikit kaget.


"Apakah kamu baik-baik saja?, sepertinya kamu melamun ya?" lagi tanya ustadz Ayubi pada istrinya.


"Maaf Bang" ucap Kak Zilvia lalu menunduk.


"Kamu kenapa, Abang perhatikan sejak tadi kamu terus saja menatap Zayn dan Cinta" lagi ustadz Ayubi mengelus kepala isyrinya yang tertutup khimarnya.


"Nggak papa Bang, adek hanya merasa bahagia dan terharu akhirnya Cinta dan Zayn kini sah menjadi pasangan halal, adek jadi ingat jaman kita pernah duduk berdua diatas singgasana seperti mereka" ucap Kak Zilvia sambil tersenyum menatap dalam pada mata suaminya.


"Alhamdulillah ya Dek pada akhirnya perjuangan dan doa Zayn yang bersungguh-sungguh tanpa lelah untuk menghalalkan Cinta nerakhir dengan manis diatas pelaminan" ucap Bang Ayubi menggenggam tangan Kak Zilvia.


"Adek bahagia memiliki suami seperti Abang, terima kasih Bang selalu setia dan tulus mencintai Adek yang begitu banyak kekurangannya." ucap Kak Zilvia yang kini mengeliarkan kristal bening dari sudut matanya.


"Abang juga bahagia Dek, bahagia banget punya istri sholeha dan secantik bidadari seperti Adek. Terima kasih juga karena Adek senantiasa mencintai Abang selama ini" ucap Bang Ayubi tersenyum hangat.


"Maafkan Zilvi ya Bang, karena sampai hari ini Zilvi belum juga bisa memberikan keturunan untuk Abang, maafkan Zilvi belum bisa menjadi istri yang sempurna dan.... " ucapan Kak Zilvia menggantung karena tak sangguo meneruskan kalimatnya karena dadanya terasa sesak.

__ADS_1


"Sayang... Dek... jangan menangis, Abang nggak masalah kok, semua akan baik-baik saja. Soal keturunan itu semua adalah kehendak Allah. Jika Allah belum memberikan keturunan untuk kita, itu semua bukan karena kesalahan Adek, tapi memang Allah belum menghendakinya untuk kita berdua" jelas Bang Ayubi.


Kak Zilvia menatap dalam pada manik mata suaminya, menyelami isi hati suaminya.


"Sayang... Abang nggak menuntut Adek harus sempurna karena Abang juga bukan manusia sempurna. Allah menyatukan kita karena ketidak sempurnaan kita untuk saling menyempurnakan." lagi ucap Bang Ayubi menenangkan kegundahan yang terpancar dari sorot mata istrinya.


"Maaf karena aku belum hamil-hamil Banh, maaf kstena aku tidak bisa memberi keturunan untuk Abang" deras air mata Kak Zilvi tak terbendung.


Ustadz Ayubi dengan cekatan menggeser kursinya mendekat pada Kak Zilvia kemudian dengan sigap ustadz Ayubi merangkul sang istri ke dalam pelukannya untuk menenangkan.


Suasana di dalam gedung itu sangat ramai dan masing-masing orang sibuk dengan urusan masing-masing.


"Bang... Abang mencintai Adek kan, Abang maukan membuat Adek bahagia disisa usia Adek?" tanya Kak Zilvia mendongakkan kepalanya melihat wajah lelaki tamoan yang dangat ia cintai.


"Sayang, jangan berkata seperti itu lagi, Adek pasti sembuh, sudah jangan bilang yang aneh-aneh lagi oke" ucap Ustadz Ayubi menoel hidung istrinya yang kini bersandar di bahu ustadz Ayubi sambil menatap intens pada Cinta dan Zayn yang terus saja tersenyum di atas pelaminan.


"Bang, kita tidak bisa memungkiri kenyataannya, Abang tahu itukan?" lagi Kak Zilvia mengingatkan suaminya akan penyakit yang ia alami.


"Abang tahu itu Dek, tapi biarlah semua berjalan atas kehendak Allah, tugas kita berikhtiar dan berdoa lalu kita jalani saja dengan tetap bahagia. Abang akan selalu bersama Adek, membahagiakan Adek" ucap ustadz Ayubi.


"Abang mencintaimu selalu sayang" bisik ustadz Ayubi lalu mencium kening Kak Zilvia.

__ADS_1


"Terima kasih atas cintamu Bang, tapi jika Abang mencintaiku dan ingin membahagiakan Adek, Abang maukan memenuhi pinta Adek tempo hari?" tanya Kak Zilvia menggenggam erat tangan ustadz Ayubi tanpa melihat wajah suaminya.


" Dek, tolong jangan paksa Abang untuk melakukan itu, karena cinta Abang hanya untukmu, istri Abang hanya kamu, Abang tidak berniat untuk mencintai dan memperistri wanita lain lagi selain kamu" ustadz Ayubi menegaskan namun tetap dengan bahasa yang lembut pada istrinya.


"Bang, menikahlah lagi dan menikahlah di hadapanku, Abang maukan membahagiakan Adek, bahagia Adek jika bisa melihat Abang menikah dengan wanita sholeha yang adeknyajin dia juga mencintai Abang" ucap Kak Zilvia.


"Bang, aku ingin pergi dengan tenang dengan melihat suami yang sangat kucintai sudah ada yang menemaninya jika kelak aku kembali ke sisi Allah, aku akan tenang karena akan ada wanita halal yang mampu memeluk Abang, menghibur Abang agar tak bersedih terlalu lama jika aku pergi" ucap Kak Zilvia menahan sesak dihatinya.


"Yaa Allah... Adek tolong jangan katakan hal seperti itu lagi. Sungguh Abang tak sanggup mendengarnya, sungguh Abang hanya ingin memgahabiskan masa-mads indah ini hanya untuk kita berdua" bergetar suara ustadz Ayubi dengan tangan gemetar sambik menggenggam erat tangan istrinya.


"Nona Prinka, Adek yakin, kalian pasti bisa bahagia Bang, Abang pasti bisa mencintainya juga. Menikahlah dengan mbak Prinka Bang, hatiku memilihnya untuk Abang." ucap Kak Zilvia sekali lagi meminta dan membujuk suami yang dicintainya agar mau menikah dengan Kak Prinka.


"Cukup Dek, jangan katakan itu lagi, jangan pinta itu lagi, cukup sampai tadi pagi saja adek memaksakan kehendak Adek agar Abang menamaninya bahkan meninggalkan Adek yang juga dalam keadaan tidak sehat. Jangan paksa Abang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati Abang Dek" tegas ustadz Ayubi namun sekali lagi tetap dengan bahasa yang lembut pada istrinya.


"Aku mencintaimu Bang" peluk Kak Zilvia dengan air mata yang mengalir dipipinya sambil tetap bersandar dibahu ustadz Ayubi dengan mata yang tetap menatap kedepan melihat kebahagiaan Cinta dan Zayn.


"Abang juga mencintaimu Dek" cium ustadz Ayubi pada puncak kepala Kak Zilvia di iringi kristal bening yang mulai mengalir dari sudut matanya.


#tbc....


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya di sini ya all readers kesayangan. ...

__ADS_1


__ADS_2