
Manajer Park menjelaskan, sebenarnya untuk agensi tidak masalah, Kalaupun Mereka ingin memohon ijin. Namun sebisa mungkin jangan sampai ketahuan publik dahulu.Selama ini, artis-artis Korea memang dikenal tidak punya dating atau larangan untuk pacaran dalam agensinya Andrew. Meski begitu, agensi memang meminta agar artis-artisnya, berusaha agar hubungan Mereka tidak diketahui oleh publik dahulu, selama masih kontrak dengan agensi.
"Salah satu solusi saat ini yaitu mengawasi Fauzan." Ujar Manajer Park. Dia tidak ingin ada scandal tanpa persiapan lagi. Karena hal itu bisa mempengaruhi semua kontrak kerja sama baik drama, brand ambassador maupun penjualan album grupnya. Andrew dan Meysha manggut-manggut mengerti, bagaimanapun juga Mereka tidak ingin banyak masalah yang timbul dari pernikahan Mereka yang masih tersembunyi dari publik.
Walaupun kini Ayahnya sudah sadar, namun belum diperbolehkan untuk pulang. Untuk sementara Meysha sering dirumah sakit. Dan kadang bolak balik ke apartement Andrew. Mau tidak mau, Andrew juga membantunya. Dan keluarga Andrew juga mengirimkan seorang asisten untuk membantu Meysha merawat Ayahnya. Secara Andrew masih sibuk juga dengan tour shownya, syuting drama dan juga syuting iklan berbagai brand yang masih kontrak dengannya. Belum lagi mengurus perusahaannya.
Selang dua minggu kemudian Ayahnya sudah diperbolehkan pulang. Lukanya juga sudah lumayan kering. Meysha pun menyarankan Ayahnya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sahabatnya tersebut. Dan Ayahnya mengikuti kehendak Meysha. Untuk sementara Ayahnya dirawat seorang asisten dan juga perawat. Meysha mencarikan khusus perawat khusus buat Ayahnya. Secara Meysha tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada Ayahnya. Dan Dia sendiri tidak bisa dua puluh empat jam memperhatikan Ayahnya.Hari ini saja Dia harus ke Jakarta untuk keperluan perusahaannya. Dua hari saja Meysha di Jakarta.
Sedangkan ditempat lain, Andrew
diruangan kerjanya, Dia menghubungi orang suruhannya. Kekecewaan jelas tergambar di wajah Andrew, ketika mendengar semua penjelasan orang suruhannya tersebut. Kesimpulannya, tidak ada barang bukti. Sehingga kecelakaan itu terkesan murni bagi pihak kepolisian.Andrew pun menyuruh orang suruhannya untuk terus memata-matai Fauzan.
Andrew keluar dari kantornya, Dia terlihat berjalan menuju mobilnya terparkir. Lalu Dia melajukan mobilnya ke apartemennya. Mengingat sore ini Meysha pulang dari Jakarta. Dia pun membelikan minuman dan makanan kesukaan Meysha.Namun sampai pintu apartemen.Dia terkejut, Kenzo dan Dimas konfirmasi kalau mau datang ke apartemennya.
Andrew pun langsung buru-buru masuk ke apartemennya. Dia langsung meletakkan makanan dan minumannya di kulkas. Dan lalu ke kamarnya. Ditutupnya semua pakaian baju Meysha dengan pakaian miliknya. Dia tidak ingin kedua sahabatnya itu curiga. Karena biasanya Mereka akan menggunakan semua fasilitas tanpa permisi kalau didalam apartementnya.
Setelah itu Andrew menyingkirkan semua peralatan mandi Meysha. Begitu juga sendal dalam Meysha. Andrew terlihat ngos-ngosan. Begitu merasa sudah aman, Dia duduk diruang tengah.
Selang beberapa menit, bell berbunyi. Andrew pun langsung ke ruang tamu. Kenzo dan Dimas terlihat membawa makanan dan minuman kesukaan Mereka. Dan Mereka langsung nyelonong masuk ke ruang tengah.
" Aku ingin istirahat bentar. Bolehkah dikamarmu?" Tanya Dimas.
" Aniya, dikamar tamu saja." Sahut Andrew.
" Kamarku pintunya sedang rusak." Andrew terpaksa berbohong, membuat Kenzo dan Dimas saling bertatapan. Dan membuat Mereka tambah curiga.
" Kalau begitu tidak jadi, Kita makan-makan saja dulu." Ajak Dimas.
" Mianhe." Ujar Andrew.
Sementara itu, sambil Andrew menemani kedua sahabatnya itu berbincang. Andrew chat Meysha. Namun masih pending. Sepertinya Dia masih didalam pesawat. Andrew pun berharap semoga Mesya membaca chatnya sebelum Dia ke apartemennya.
Dimas pun berkeliling apartement Andrew. Dari ruangan satu ke ruangan lainnya. Bodohnya Andrew, Dia lupa dengan jemurannya. Dimas terkejut melihat jemuran Andrew. Dia pun meliriknya. Ada sebuah baju yang sangat tidak banget buat Andrew. Dimas pun lalu ke ruang tengah.
__ADS_1
Dia main mata dengan Kenzo. Kenzo yang tidak mengerti hanya mengangkat kedua alisnya. Andrew jadi penasaran dengan gelagat Mereka berdua.
" Ada apa?" Tanya Andrew.
Kenzo dan Dimas saling berpandangan. Lalu Dimas menganggukkan kepalanya.
" Jujurlah pada Kami. Apa Kau sedang berkencan?" Kenzo bertanya pada Andrew.
" Kalian bicara apa sih? Kontrakku saja masih lumayan dengan agensi." Ujar Andrew mencoba menutupi dari kedua membernya yang teramat kepo.
" Jadi Kau ingin benar-benar hanya ingin menyelesaikan kontrak ini?"
" Tentu saja. " Andrew terlihat yakin. Secara Dia ingin fokus mengurus perusahaan. Dan kehidupan pribadinya juga aman.
Dimas dan Kenzo terdiam.
" Tapi Aku akan tetap mendukung grup. Aku bisa mencarikan investor untuk grup Kita." Ujar Andrew.
" Daebak! Serius?" Dimas terlihat senang.
" Jadi setelah kontrak selesai, Kau akan menikah?" Kenzo memastikan.
Andrew hanya mengganggukkan kepalanya. Dalam hati Dia merasa bersalah telah membohongi Mereka berdua.
" Kalau begitu , berarti saat ini Kau sudah mulai berkencan?" Tebak Dimas membuat Andrew membelalakkan matanya.
" Kau diam-diam membawa wanita ke apartemen. " Tambah Dimas semakin membuat Andrew gelisah.
" Apa maksudmu?"
" Aku melihat ada pakaian wanita dijemuranmu."
Andrew pun langsung menepuk jidatnya. Bisa-bisanya Dia lupa mengangkat jemuran yang hampir tiga hari karena kesibukannya.
__ADS_1
" Dan jelas itu bukan baju Ibumu." Tebak Dimas.
Andrew jadi garuk-garuk kepala.
" Mianhe. " Ucap Andrew terhenti.
" Sebenarnya Aku sudah menikah." Jelas Andrew yang kini membuat kedua sahabatnya itu melongo.
" Kau serius?" Tanya Dimas.
Andrew menganggukan kepalanya.
" Jadi kumohon Kalian untuk menyembunyikan dulu masalah privasiku ini, sampai Aku siap untuk publikasi." Jelas Andrew.
Kini Dimas dan Kenzo malah yang terlihat tidak percaya. Mereka berpikir kalau Andrew hanya sedang berkencan. Tapi kenyataannya malah sudah menikah. Mereka pun langsung menopang dagu masing-masing seraya memakan cemilan.
" Kita sepertinya yang terlalu bodoh." Ucap Dimas.
" Tidak, Kita malah yang terlalu pintar." Sahut Kenzo sambil masih menguyah makanannya.
" Mianhe. Semua ini juga mendadak."
Kenzo dan Dimas langsung beralih menatap Andrew.
" Kau dijodohkan?" Tebak Dimas.
" Aniya." Andrew menggelengkan kepalanya. Dia mengelak dari tebakan Dimas.
" Maksudku mendadak, karena Aku spontan memutuskan menikah saat itu juga." Jelas Andrew.
" Tapi kapan Kau berkencan dengan wanita?" Tanya Dimas. Secara Dia tidak pernah melihat Andrew bersama wanita spesialnya.
" Kami sama sekali tidak berkencan." Ujar Andrew lagi-lagi membuat ekspresi Kenzo dan Dimas melongo. Dan mau tidak mau, Andrew bercerita semua tentang perpindahan keyakinan yang telah Dia lakukan. Begitu juga bagaimana Dia bisa tiba-tiba menikah tanpa ada persiapan sama sekali.Kenzo dan Dimas langsung saling bertatapan. Mereka sangat tidak menyangka, Andrew diam-diam penuh rahasia. Selain itu pintar menyembunyikan kehidupan pribadinya pada publik, bahkan pada membernya sendiri. Namun faktanya sekarang, Kenzo dan Dimas telah mengetahuinya.
__ADS_1
To be continued