
Begitu sampai di bandara. Andrew terlihat lega. Setelah turun dari pesawat dan keluar dari bandara. Dia langsung mengemudikan mobilnya menuju apartement. Pikirannya sudah sangat kacau. Pagi itu situasi masih sepi.Belum banyak kendaraan berlalu lalang. Banyak orang belum memulai beraktivitas. Jadi mempermudah Andrew untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Dan berharap polisi tidak menilangnya.
Sampai gedung apartement, Andrew langsung buru-buru melangkahkan kakinya menuju lift dan menekan lantai tujuh. Didalam lift Andrew merasa belum tenang. Secara chatnya benar-benar belum dibaca Meysha. Begitu keluar dari lift. Andrew langsung setengah berlari menuju pintu apartemennya.
Karena terburu-buru, Andrew sampai salah-salah menekan kodenya. Dia jadi sedikit frustasi . Begitu pintu terbuka, Andrew langsung masuk apartement. Dia mengganti sandal dalam dan memanggil istrinya. Namun tak ada sahutan sama sekali. Dia pun melewati ruang tengah. Masih ada laptop dan handphonenya Meysha. Melihat handphone Meysha tergeletak begitu saja diatas meja. Semakin kalut pikiran Andrew. Dia berlari membuka kamarnya. Namun tidak ada Meysha. Dia keluar sampai balkon, sosok Meysha pun tidak ada. Lalu Dia berlari kekamar mandi. Hingga saking kalutnya, Dia membuka semua ruangan. Yang bahkan kecil kemungkinan Meysha masuk sampai ruang kerja dan kamar tamu. Namun Andrew tetap mengeceknya. Hingga Dia tak menemukan sama sekali Meysha.
Dia pun terlihat bingung. Andrew terduduk di ruang tengah. Lalu menghubungi orang tuanya. Siap tahu Meysha disuruh datang ke sana, namun jawaban Ibunya Meysha tidak ada sama sekali datang kesana. Hampir saja Andrew mau beranjak dan berpikir untuk ke rumah Ayah mertuanya.
Disaat itu pintu depan terbuka. Andrew langsung ke ruang tamu. Terlihat Meysha baru datang dan sedang mengganti sendal dalam. Meysha pun terkejut melihat Andrew, yang langsung berlari menghambur memeluk dirinya.
" Alhamdulillah. Aku kira Kau kenapa-kenapa." Ujar Andrew masih memeluk erat Meysha.
Sedangkan Meysha masih bingung, namun Dia langsung sadar apa yang Andrew maksud.
" Mianhe.Aku buru-buru kerumah sakit mendengar kabar Ayah yang kecelakaan. Hingga lupa tidak membawa hanphoneku." Jelas Meysha, sontak membuat Andrew terkejut. Dia pun lalu melepaskan pelukannya.
Meysha menjelaskan kronologinya. Dan bilang Ayah mertuanya sekarang belum sadarkan diri. Selagi masih pagi. Mereka pun melaksanakan kewajibannya dan lalu sarapan. Setelah itu Mereka ke rumah sakit. Andrew mengemudikan mobilnya secepat yang Dia bisa, agar bisa cepat sampai rumah sakit.Begitu tiba di rumah sakit, Ayah mertuanya terlihat dalam kondisi sudah sadarkan diri dan memiliki beberapa goresan luka.Namun Meysha masih terlihat khawatir di wajahnya. Walaupun ada kelegaan tersendiri begitu melihat Ayahnya sudah sadar.
Saat itu Dokter terlihat masuk kembali dan memeriksanya. Andrew dan Meysha masih menunggunya. Ayahnya belum bisa banyak bicara. Beliau hanya tersenyum melihat Mereka berdua. Andrew pun ingin mengusut kecelakaan itu. Secara itu seperti sebuah kesengajaan. Mendengar itu, Meysha langsung berpikir ke arah Fauzan. Karena sebelumnya Dia mendapatkan ancaman dari Fauzan.Tapi Meysha masih ragu mau menyampaikan ke Andrew, secara Meysha belum mempunyai barang bukti.
Andrew mengancel jadwal meeting siang ini. Dia tidak ingin Meysha sendirian menunggu Ayahnya dirumah sakit. Andrew terlihat membantu Meysha mengurus administrasi rumah sakit. Disela-sela menemani Meysha. Handphonenya Andrew berdering.
Manajer Park meneleponnya.
__ADS_1
Andrew pun ke luar dari ruangan.
" Yeoboseyo."
" Apakah sesuatu terjadi pada Meysha?"
" Tidak Hyung, Tapi Ayahnya kecelakaan dan masuk rumah sakit." Jelas Andrew.
Manajer Park pun terkejut dan menanyakan dirumah sakit mana. Dia juga ingin menjenguknya sekalian menjemput Andrew untuk jadwal syuting nanti sore. Andrew pun menjelaskan pada Manajernya tersebut.
Sedangkan Meysha masih terlihat duduk disamping Ayahnya yang sedang istirahat. Dia masih terlihat sedih dan khawatir. Bagaimanapun juga, kecelakaan kali ini sepertinya ada kesengajaan. Secara siangnya Dia menerima ancaman dari Fauzan.
Andrew hanya bisa menghibur dan menenangkan istrinya tersebut.
" Tapi ini sepertinya salahku." Ucap Meysha membuat Andrew tidak mengerti.
Andrew membelalakkan matanya mendengarnya. Dia bertanya-tanya apa hubungannya dengan Fauzan?
" Maksudnya?" Tanya Andrew.
" Kemarin siang, Dia menelepon dan mengancamku. Begitu Dia mengetahui pernikahan Kita." Jelas Meysha.
" Aku jadi khawatir juga denganmu. Dia sepertinya orang yang nekad. Seperti ini, Ayahku tiba-tiba kecelakaan. Dan mobil yang tiba-tiba membelok didepannya, seperti suatu kesengajaan." Meysha menatap Andrew dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
" Dan Kau. Aku juga jadi khawatir. Jangan-jangan Dia juga mempunyai rencana jahat untukmu.
Andrew langsung memeluk dan menenangkan Meysha.
" Jangan takut seperti itu. Kita cukup berlindung padaNYA." Bisik Andrew berharap bisa menenangkan Meysha.
Meysha pun langsung istighfar. Meysha menenggelamkan wajahnya didada Andrew yang bidang. Tanpa terasa air matanya menetes. Andrew pun membiarkannya. Walaupun membuat baju kemejanya sedikit basah. Begitu Meysha sadar, Meysha langsung mendongakkan kepalanya.
" Mianhe." Ucap Meysha seraya melihat ekspresi Andrew. Andrew malah mengelus kepala Meysha yang ditutupi dengan hijab hitamnya.
" Ehm." Suara dibalik pintu yang baru saja terbuka. Membuat Mereka saling melepaskan diri dari pelukannya. Meysha langsung mengusap matanya dan menunduk. Dia merasa malu.
Manajer park datang dan membawa sekeranjang buah-buahan. Lalu meletakkan dimeja dengan hati-hati. Agar tidak menimbulkan suara. Secara Ayahnya Meysha masih terlihat beristirahat.
" Maaf kalau menggangu Kalian." Ucap Manajer Park dengan suara pelan.
" Sama sekali tidak." Sahut Meysha.
Namun beda dengan Andrew yang menatap manajer Park dengan tatapan berbeda. Dan Manajer Park paham, Andrew menatapnya seolah berbicara, Dia memang datang disaat yang belum tepat. Manajer park pun diam-diam menahan diri untuk tidak mengolok Andrew didepan Meysha.
Manajernya park pun bertanya pada Meysha. Bagaimana kronologi kecelakaan Ayahnya. Meysha pun bercerita sesuai dengan yang asisten Ayahnya ceritakan padanya. Dan Meysha juga bercerita tentang siangnya, sebelum kejadian Fauzan memang mengancamnya. Sedangkan Ayahnya Meysha memang masih kerja di perusahaan milik sahabatnya tersebut. Manajer Park pun manggut-manggut dan mengerti akan kronologinya. Namun Dia juga belum bisa untuk menyarankan lapor ke pihak berwajib. Karena belum ada bukti konkrit atas kejadian tersebut. Dan apakah benar-benar ada hubungannya dengan ancaman Fauzan ke Meysha.
Manajer park akan membantu Mereka untuk menyelidikinya dahulu. Dan selanjutnya Mereka harus waspada. Takutnya seperti yang Meysha khawatirkan, yaitu Fauzan diam-diam merencanakan sesuatu untuk Mereka. Apalagi Andrew publik figur, sedikit saja berita muncul tentang kehidupan pribadinya. Pasti akan menjadi trending dan menjadi scandal baginya.
__ADS_1
Akhirnya Mereka bertiga duduk. Mencari solusi terbaik untuk pernikahan Mereka yang masih secret. Andrew menopang dagunya sambil berpikir. Sedangkan Manajer Park mengetuk-ngetukkan jari tangannya dimeja. Meysha sendiri memegang keningnya.
To be continued