Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Rasa Yang Sama


__ADS_3

Diki yang masih memperhatikan Zayn dan Cinta, tiba-tiba merasakan ponselnya bergetar. Dilihat oleh Diki siapakah yang menghubunginya.


"Lala" ucap Diki dalam hati.


Sejenak Diki kembali melihat kearah Cinta dan Zayn yang sedang ngobrol.


"Yaa Allah... Bagaimana ini, sungguh aku bahagia jika Zayn mendapatkan sambutan baik atas perasaannya oleh nona Cinta" gumam Diki.


"Tapi aku juga tak tega jika harus melihat Lala bersedih, kecewa dan sakit hati jika Zayn lebih memilih Cinta" lagi gumam lirih hari Diki.


"Siapa yang harus ku jaga hatinya, aku tahu Zayn mengharapkan nona Cinta, tapi aku juga paham betul Lala pun sangat mengharapkan balasan Cinta Zayn" Diki asyik demgan pemikirannya sendiri.


Lamunan Diki buyar ketika ponselnya sekali lagi bergetar.


"Diki...." panggil Zayn.


Baru saja Diki hendak mengangkat panggilan dari Lala, tiba-tiba Zayn memanggilnya hingga Diki pun tak jadi mengangkat panggilan telpon dari Lala.


"Ya" jawab Diki.


"Ayo" ajak Zayn pada Cinta.


"Baik" jawab Diki.


Zayn yang biasanya barang bawaannya di bawakan oleh Diki ataupun petugas hotel, tapi kali ini ransel Cinta, Zayn lah yang membawanya.


Cinta awalnya menolak karena Cinta merasa bisa membawanya sendiri tasnya tidaklah begitu berat, tapi Zayn tetep kekeh ingin membawanya, Cinta pun akhirnya menurut saja.


Mendapati perhatian yang begitu besar dari Zayn membuat Cinta terselip rasa kagum dihatinya terhadap Zayn.


Deg deg deg....


Jantung Cinta berdegub tak beraturan.


Sambil berjalan Cinta hanya bisa senyum-senyum sendiri dalam tunduk kepalanya mengimbangi langkah Zayn yang ada disebelahnya dengan jarak aman agar tak menimbulkan fitnah.


Berbeda dengan Diki yang berada dibelakang Zayn dan Cinta, Diki hanya geleng-geleng kepala melihat Zayn yang untuk pertama kalinya menyandang tas ransel.


"Sebegitu cintanya kah engkau pada nona Cinta, lalu bagaimana dengan Lala, sungguh aku tak bisa melihat kesedihan yang akan dirasakan Lala jika dia tahu bahwa sedikitpun Zayn tak mengharapkan dirinya." ucap Diki dalam hati.


Sedang berjalan sekali ponsel Diki bergetar.


"Tuan Zayn, mohon maaf saya angkat telpon sebentar" pamit Diki.


"Owhh... siapa?" tanya Zayn.


"Teman pribadiku" jawab Diki.

__ADS_1


Iya biasanya rekan bisnis ataupun orang-orang yang ingin menghubungi Zayn akan menelpon melalui nomer Diki.


Zayn sangat menjaga privasinya, hanya orang-orang tertentu yang ia bagi nomor handphone pribadinya.


"Baiklah, silahkan" ucap Zayn sejenak menunggu didepan pintu lift.


Diki agak menjauh dari Zayn dan Cinta, Diki punya cara sendiri untuk melindungi perasaan kedua orang yang sangat ia sayangi.


"Assalamu'alaikum" salam Lala.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Diki.


"Diki, kau kemana saja, mengapa ku telpon dari tadi tidak kau angkat-angkat?" tanya Lala dengan nafas sedikit cemas.


"Maaf tadi aku sedang siap-siap, ponselku mode senyap jadi tidak ketahuan ada panggilan dari nona Lala" jawab Diki.


"Aaiihhh Diki pakai panggil nona segala, seperti biasanya saja, aku lebih suka kau panggil aku dengan nama saja, Lala" protes Lala.


"Tapi itu tidak sopan nona, nona adalah...." ucap Diki terputus ketika Lala langsung memotongnya.


"Diki, aku marah jika kau terus saja begitu dan aku terus saja harus mengingatkanmu!!!" tegas Lala.


"Baiklah, maaf" ucap Diki.


"Kau dimana, apakah kau bersama Zayn?" tanya Lala.


"Astaghfirullah... sadar Diki, kau harus sadar diri, mereka berdua memamg dalam proses akan bertunangan" lirih hati Diki kemudian tersenyum sendiri.


"Diki, Diki... heeii kau masih disitu kan?" lagi panggil dan tanya Lala pada Diki karena sejak tadi belum ada jawaban yang diberikan Diki.


"Owhh... maaf-maaf tadi sedang cek email, kenapa, kamu bilang apa tadi ?" tanya Diki pura-pura agar tak ketahuan bahwa tadi Diki sempat melamun.


"Aku tadi tanya, apakah kau bersama Zayn, kalian sedang sibuk banget ya?" tanya Lala pada Diki dengan nada agak manja.


Lala memang sedikit manja pada Diki, karena sejak kecil sampai mereka kuliahpun Lala yang dikenal sebagai sosok wanita mandiri dan tegas ternyata jika berdekatan dengan Diki akan menjadi gadis manja.


Akan berbeda ceritanya jika Lala, Diki dan juga Zayn sedang bersama, Lala terkesan lebih diam, mandiri dan juga jaga image.


"Iya aku sedang bersama Zayn, kami memang lumayan sibuk, saat ini saja Zayn sedang berbincang dengan rekannya" jawab Diki jujur karena memang benar Zayn sedang ngobrol dengan rekannya meskipun itu bukan rekan kerja.


"Begitu ya, syukurlah kalau begitu" jawab Lala terdengar lega suaranya.


"Ada apa, apa kau mau bicara dengannya?" tanya Diki pada Lala.


"Emmhh... tadinya aku menelpon Zayn tapi nomernya tidak bisa dihubungi, aku ingin menyampaikan pesan dari Papi. Tapi, karena nomer Zayn tak bisa dihubungi makanya aku menelponmu." jawab Lala.


"Owhh itu mungkin handphone nya non aktiv karena tadi daya beterai handphonenya low" jawab Diki beralasan agar Lala tak bersedih hati karena tak bisa menghubungi Zayn.

__ADS_1


"Jadi, apa kau mau bicara langsung dengannya sekarang?" lanjut tanya Diki


"Sebenarnya mau sih, tapi sekarang sepertinya kalian sedang sibuk ya, jadi ku titip pesan padamu saja ya Dik, dan jika dia sudah tak sibuk ku tunggu saja telpon balik darinya" jawab Lala.


Entah mengapa Diki juga heran mengapa Lala tak bisa menghubungi Zayn padahal tadi Zayn baru saja telponan dengan Kak Prinka dan baterai ponselnya pun full karena tadi Diki lah yang memutus sambungan daya listrik pada ponselnya Zayn.


"Baiklah, kalau begitu apa pesannya?" tanya Diki.


"Emhh... begini, besok kan buka puasa perdana, Papi ingin mengundang Zayn, Kak Prinka dam dirimu juga untuk bisa buka puasa dan taraweh bersama dirumah kami dan kata Papi sekalian membahas lanjutan niatan tempo hari" ucap Lala terdengar malu-malu.


"Baiklah, insyaAllah nanti akan ku sampaikan pesannya pada Zayn" jawab Diki.


"Oke, kalau begitu salam untuk Zayn ya Dik" ucap Lala.


Lala jika bertemu langsung dengan Zayn, maka Lala akan tampil mandiri namun masih malu-malu, ucapnnya pun kadang lebih terdengar formal bahasanya, namun akan sangat berbeda jika Lala bertemu dan ngobrol dengan Diki, Lala pun bisa tertawa lepas dihadapan Diki.


Setelah menutup sambungan telponnya dengan Lala, Diki pun kembali menghampiri Cinta dan Zayn yang sedari tadi sudah menunggunya didepan pintu lift.


"Serius banget ngobrolnya, siapa yang telpon, apa ada masalah?" tanya Zayn tulus.


"Tidak ada, semuanya baik-baik saja" jawab Diki sambil tersenyum.


"Mencurigakan!!!!, Apa itu telpon dari orang yang spesial dalam hidupmu, hingga kau senyum-senyum sendiri dan lihatlah wajahmu merah seperti udang goreng" ucap Zayn pelan pada Diki.


"Iya sebut saja begitu. Sudah jangan bahas tentangku lagi, itu pintu liftya sudah terbuka, ayo kita masuk" ucap Diki mempersilahkan Zayn dan Cinta untuk masuk kedalam lift.


"Benarkah dia orang spesial dalam hidupmu, aku tak pernah tahu akan hal itu, siapa dia?" lagi tanya Zayn pelan-pelan penasaran.


"Kita kelantai atas atau bawah?" Diki mengalihkan pembicaraan ketika ketiganya sudah masuk kedalam lift.


"Kau punya hutang cerita padaku!!!, kutunggu ceritamu" ucap Zayn pelan agar tak didengar Cinta.


Zayn benar-benar penasaran dengan sosok seseorang dibalik telpon yang dianggap spesial oleh Diki.


Zayn tahu betul selama ini Diki tak pernah sekalipun membahas tentang sosok orang spesial bagi Diki apa lagi seorang wanita, pasalnya Diki hanya sibuk dengan pekerjaannya dan selalu bersama Zayn.


Bagi Diki, Lala memang gadis spesial yang memenuhi hatinya, namun Diki sadar diri, meskipun mereka akrab tapi statusnya tetaplah, bahwa Lala adalah nona nya.


Meskipun Lala tak pernah tahu akan perasaan Diki, namun Diki tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk Lala.


Jadi, ketika melihat perjuangan Zayn merebut hati Cinta, berusaha memberikan yang terbaik bagi Cinta, Diki sangat paham dengan perasaan itu karena Diki pun sama, rasa yang sama yang dialami oleh Zayn tetap mencintai dalam diamnya dan berusaha untuk tetap menjaganya.


Yang berbeda hanyalah kepercayaan diri dan keberanian mempertahnkannya. Jika Zayn terus bertahan dan berusaha meskipun ditolak, tapi Diki justru tak pernah bisa menyampaikannya dan hanya bisa berdoa segala kebaikan dalam dian dan doanya ubtuk wanita yang dicintainya.


#tbc....


...Haallloooo readers kesayangan, terima kasih atas semua dukungan dari all readers, jangan lupa setelah baca kisahnya diatas tinggalkan jejak like nya ya. Love U all readers 🤗😍😘...

__ADS_1


__ADS_2