Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Undangan


__ADS_3

Setelah keluarga dr.Syaamil meninggalkan rumah kasih sayang, Zayn dan Diki juga berpamitan pada Buya Mahfud untuk pulang.


"Kalau begitu kami juga mohon undur diri Buya, Ustadz, Umma dan lainnya" ucap Zayn.


"Baik, kalau begitu hati-hati di jalan ya nak" ucap Buya Mahfud.


"Iya Buya. Assalamu'alaikum" salam Zayn dan Diki.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab salam dari semuanya.


Cinta melihat kepulangan Zayn, Cinta juga masih duduk dekat Umma Salamah karena tadi baru saja melepas keberangkatan Kak Zelina, Kak Syaamila dan Umma Tamara.


Saat beranjak dari duduknya tanpa sengaja Zayn menatap kearah Cinta, begitupun sebaliknya hingga netra keduanya bertemu.


Deg deg deg deg....


Lagi jantung Zayn dan Cinta berdegub kencang.


"Astaghfirullah...." ucap Zayn dan Cinta dalam hati sembari mengalihkan pandangan masing-masing.


Pada Akhirnya Zayn dan Diki pun meninggalkan rumah kasih sayang.


Mobil yang di supiri oleh Pak Beno pun kini membelah jalanan menuju kediaman Zayn.


"Zayn" tanya Diki.


"Ya" jawab Zayn.


"Ada yang mau aku sampaikan" ucap Diki.


"Apa?" tanya Zayn.


"Menyangkut undangan dari dr.Syaamil, sebenarnya besok sore kau sudah ada jadwal" ucap Diki.


"Bukannya aku free ya, dan besok siang sampai sore bukannya aku tidak ada jadwal" Zayn mengingatkan.


“Mohon maaf Zayn karena kabarnya juga baru aku dapatkan sebelum kita terbang tadi siang, maaf juga karena tadi aku tidak langsung memberi tahu mu” jawab Diki.


“Memangnya ada acara apa, jika bisa ditunda atau diatur ulang jadwalnya, diatur saja. Besok aku akan datang ke undangannya dr.Syaamil” ucap Zayn.


“Besok sore tuan Erickson juga mengundangmu untuk acara buka bersama dirumahnya, sekaligus ada hal yang ingin dibicarakan denganmu menyangkut pertunanganmu dengan Lala” jawab Diki.

__ADS_1


“Apa???” Zayn kaget.


“Maaf tadi siang Lala yang menelponku mengabari hal ini, awalnya dia menelponmu tapi katanya nomor ponselmu tidak bisa dihubungi jadi dia menelponku atas perintah Papinya." terang Diki.


"Karena kau sedang ngobrol dengan nona Cinta maka aku bilang saja kau belum bisa bicara langsung dengannya dan maaf juga aku baru sempat menyampaikannya pada mu sekarang.” lanjut Diki.


“Oiya ada titipan pesan juga dari Lala, dia harap kau menghubunginya jika sudah ada waktu luang” Diki menyampaikan pesan Lala.


“Huuuhhh” Zayn menghela nafasnya.


“Tuan Erickson ingin kamu datang bersama nona Prinka, dan kabarnya tuan Erickson juga mengundang nyonya besar untuk hadir” ucap Diki.


“Kita atur ulang saja pertemuannnya, nanti biar aku yang menghubungi Om Erick langsung” jawab Zayn.


“Tapi, apa tidak sebaiknya kau datang memenuhi undangan tuan Erick saja ?” saran Zayn.


“Aku akan datang ke rumah kasih sayang dan lagi mereka yang mengundangku lebih dulu” jawab Zayn.


“Bukankah tuan Erick yang mengundang duluan tadi siang?” tanya Diki.


“Iya benar tapi aku baru tahunya kan sekarang setelah mendapat undangan dari dr.Syaamil. Lagi pula acara tasyakurannya besok, kalau bertemu dengan keluarga Lala bisa dihari-hari berikutnya” jawab Zayn.


“Kau tidak usah pusing, aku yang akan menelpon Om Erick” jawab Zayn.


Diki tak mampu berkata-kata lagi, Diki hanya berharap semuanya akan baik-baik saja.


Sekitar 40 menit perjalanan akhirnya mobil mereka pun sampai dikediaman Zayn.


“Assalamua’alaikum Kak” salam Zayn ketika melewati ruang keluarga yang ada Kak Prinka disana sedang menonton televisi sembari menunggu Zayn.


“Wa'alikumussalam… Ehh si ganteng sudah pulang, Kakak merindukanmu sudah dua hari tak bertemu” ucap Kak Prinka senang.


“Terima kasih karena merindukanku, aku kekamar dulu ya Kak mau mandi” ucap Zayn sembari tersenyum tipis pada Kak Prinka.


“Pelit banget senyumnya, efek lelah hayati ya, hehee. Ya sudah naik gih mandi, setelah mandi turunlah lagi kita makan bersama, Kakak masak makanan kesukannmu loh, emhh sebenarnya Bi Yati yang masak tapi Kakak bantu juga, hehehe” ucap Kak Prinka.


“Ya Kak” jawab Zayn datar.


Melihat wajah Zayn yang tidak bersemangat membuat Kak Prinka jadi bertanya-tanya pada Diki.


“Diki ada apa dengan Zayn?” tanya Kak Prinka.

__ADS_1


“Antara bingung dan kesal kayaknya, heheh” jawab Diki sekenanya.


“Bingung kenapa?” lagi tanya Kak Prinka.


“Tuan Erick mengundang Zayn untuk datang ke acara buka bersama besok dirumah mereka dan kata Lala sekalian membahas soal rencana pertunangan mereka” jawab Diki.


“Owhh itu, iya tadi Ela pun menghubungiku, lalu kenapa memanngya, apa yang dibingungkannya, apa karena akan membahas soal pertunangan itu?” tanya Kak Prinka.


“Mungkin itu salah satunya, tapi yang membuat Zayn bingung karena besok Zayn dan nona Prinka juga diundang dr.Syaamil dan keluarganya untuk acara tasyakuran tujuh bulanan nyonya Zelina di rumah kasih sayang” jawab Diki.


“MasyaAllah udah tujuh bulanan aja ya Zelina. Jadi alasannya begitu ya, lalu Zayn bingung gitu mau datang kemana karena sama-sama penting ya acaranya?” lagi tanya Kak Prinka.


“Sebenanrnya tuan Zayn nggak bingung juga sih karena dia sudah memastikan untuk datang ke rumah kasih sayang dari pada memenuhi udangan tuan Erick” jawab Diki.


“Ohhh…lalu bagaimana dengan undangan tuan Erick?” sekali lagi Kak Prinka bertanya.


“Katanya dia akan menelpon langsung tuan Erick mengabarkan bahwa dia tidak akan hadir memenuhi undangan tuan Erick, atau kalau memenag masih mau ngajak buka bareng mungkin diganti hari lain saja atau lupakan saja buka barengnya” jawab Diki.


“Dasar Zayn yang punya acara siapa yang ngatur siapa, hee” Kak Prinka tertawa kecil.


“Apa karena akan membahas pertunangan itu makanya dia menghindarinya?” ucap Kak Prinka.


Diki hanya mengangkat kedua bahunya.


“Nona, saya keatas dulu ya mau mandi, gerah” ucap Diki.


“Oke mandi gih, kalau sudah selesai kau juga segera turun kita makan malam bersama. Aku juga masak spesial untukmu” ucap Kak Prinka.


“Baik nona” jawab Diki.


“Aaahhh... kau sudah ku bilang berkali-kali jangan panggil akau nona lagi, panggil saja aku Kakak, bukankah kau juga sudah kuanggap seperti keponakanku jadi panggil saja aku sama seperti Zayn memanggilku, oke???” titah Kak Prinka sambil berkecak pinggang.


“Baik Kak” jawab Diki tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Nah begitu anak pintar. Ya sudah naik sana, mandi” ucap Kak Prinka.


Diki pun meninggalkan Kak Prinka. Sepeninggalan dari Zayn dan Diki Kak Prinka yang ditemani beberapa asisten rumah tangganya menyiapkan makan malam bersama untuk mereka semua termasuk para pekerja yang ada dirumah itu.


#tbc….


...Jangan lupa tekan like, komen dan bantu beri hadiah bunga bermekarannya ya… Love U all readers terkasih. 😍😍😍...

__ADS_1


__ADS_2