Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Jawaban


__ADS_3

Hati Cinta berdebar-debar ketika Zayn mulai berjalan mengarah kepadanya.


"Nona Cinta mohon maaf pinjam waktunya sebentar" ucap Zayn sopan.


“Emh… ya silahkan” jawab Cinta sebisanya agar semua orang tidak mengetahui kegugupannya.


“Baik, terima kasih” Zayn pun berdiri tegap dan nampak kewibawaannya dihadapan semua orang.


“Bob, apa Kak Zayn mau melamar Kak Cinta lagi ya, Kak Zayn romantis banget ya, meskipun sudah beberapa kali ditolak tapi perjuangannya tak pupus dan tak lekang oleh waktu, heheh” ucap Mia bisik-bsik pada Bobi.


“Kita jadi tim sorak gembira paling heboh ya kalau beneran Kak Zayn mau melamar Kak Cinta, kita buat Kak Cinta yakin untuk menerima lamaran Kak Zayn kali ini” ajak Bobi pada Mia yang memang masih seperti bocah kelakuan keduanya.


“Asssyyiiiaaappp….” Jawab Mia.


Namun, betapa terkejutnya semua yang ada diruangan itu, ketika Zayn mulai berbicara dan menyampaikan keputusannya untuk menyelesaikan bimbingan belajarnya lebih awal sebelum waktunya, termasuk Mia dan Bobi, terlebih lagi Cinta.


“Untuk semua rekan-rekan yang ada di kelas ini, terima kasih untuk banyak pengalaman yang telah dibagi kepada saya, terima kasih karena dari kalian semua saya banyak belajar bagaimna rasanya memiliki banyak teman yang bisa saling mengingatkan dan menasehati, maaf jika selama ini saya pun telah berbuat salah dan khilaf pada rekan-rekan semua” ucap Zayn memberikan senyum indahnya.


Kini Zayn sudah mulai terbiasa untuk tersenyum, mau berbaur dan berbincang dengan orang lain. Rekan-rekan balajarnya di MLA banyak memberikan perubahan yang baik bagi Zayn dalam menjalin hubungan interaksi sosial.


“Teruntuk Mia, Bobi dan Rian, terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian, maaf saya sering merepotkan kalian. Kapan-kapan mampirlah ke Diamond Corps, aku menunggu kalian, rekan-relan yang lain juga. Aku akan senangbhati jika kalian bersedia meluangkan waktu untuk mengunjungiku ke Diamond Corps" ucap Zayn.


“Kepada nona Cinta, saya ucapkan terima kasih karena sudah membimbing saya dan sudah berbaik hati membagi ilmunya kepada saya, mohon maaf juga jika selama saya bergabung dengan kelas nona saya banyak menyusahkan dan mengganggu privasi nona” ucap Zaya sambil tersenyum.


Cinta yang mendengar penuturan dari Zayn membuat hati dan pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan mengapa semuanya teras tiba-tiba. Mengapa Zayn tiba-tiba ingin keluar dari kelas belajarnya dan mengapa seolah-olah Zayn ingin pergi meninggalkannya.


Ingin rasanya Cinta bertanya, tapi Cinta tak punya keberanian untuk menyampaikan semuanya. Hanya rasa sesak yang kini memenuhi hati Cinta.


Zayn pun selesai menyampaikan maksudnya kemudian kembali duduk ketempatnya semula.


Semua rekan sekelasnya merasakan kesedihan atas pamitnya Zayn. Sebenarnya tinggal menghitung hari mereka juga alan berpisah karena kelas ini akan berakhir.


Tapi perasaan mereka tetap saja sedih karena Zayn pamit lebih dulu.


Cinta yang masih tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Zayn pun masih mematung.


“Nona Cinta, terima kasih atas waktunya, saya sudah selesai” ucap Zayn menyadarkan Cinta dari lamuannya.


“Owhh… iya, kalau begitu saya pribadi pun mohon maaf jika selama menjadi mentor anda banyak salah dan khilafnya yang telah saya lakukan pada anda." jawab Cinta.


Zayn pun kembali duduk ke tempatnya semua.

__ADS_1


"Oke kelas mari kita doakan semoga tuan Zayn sehat selalu, pekerjaannya juga lancar dan ilmu yang dipelajarinya disini dapat bermanfaat baginya. Sampai disini pertemuan kita hari ini, sampai bertemu lagi. Wassalamu’alaikum warohamtullahi wabarokatuh” Cinta menutup kelasnya lalu membukakan pintu untuk mempersilahkan semua peserta belajarnya keluar dari kelas.


Saat ini sebisanya Cinta menahan air matanya agar tak tumpah, entah mengapa jauh direlung hatinya merasakan ada sesuatu yang nyeri dan menyakitkan.


Mia dan Bobi yang melihat keseriusan diwajah Cinta dan Zayn memilih untuk langsung keluar dari kelas itu.


Kini tinggal Cinta yang masih memegang handel pintu dengan pintu yang masih tetap terbuka, dan ada Zayn yang masih duduk diam di tempatnya semula.


“Kamu tidak keluar?” tanya Cinta menahan emosi sedih yang membuncah dihatinya.


Zayn mengangkat kepalanya melihat kearah Cinta sejenak kemudian mengalihkan pandangannya. Entah mengapa air mata itu serasa tak dapat lagi Zayn bendung.


“Apa ada hal lain yang masih ingin disampaikan?” tanya Cinta karena sepertinya Zayn masih belum bergeming untuk beranjak dari tempat duduknya.


“Terima kasih untuk semuanya” hanya kalimat itu yang bisa Zayn ucapkan.


“Mengapa begitu tiba-tiba?” akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Cinta.


“Karena aku mulai sibuk dikantor, banyak proyek dan tender baru yang harus aku tangani, jadi aku tidak punya waktu luang lagi untuk mengikuti kelasnya” jawab Zayn beralasan.


Klaaaakk….


Tangan Cinta terlepas dari gagang pintu itu.


Klaaaappp….


Kini pintu itu tertutup sendiri.


Cinta masih diam ditempatnya, tangannya terasa lemas hingga memegang gagang pintu saja tak kuat.


Cinta tak mampu berkata apa-apa lagi, yang bisa ia rasakan saat ini kalau pipinya sudah basah oleh kristal bening yang jatuh dari mata indahnya.


Sejenak keduanya terdiam dan tetap menunduk ditempat masing-masing.


“Oiya, kudengar besok pengumuman interview tempo hari, semoga kamu berhasil dan karena besok aku sudah tidak masuk lagi, jadi hari ini aku ucapkan selamat untukmu, selamat Cinta” ucap Zayn memecah keheningan diantara mereka.


“Terlalu dini mengatakannya karena hasilnya belum keluar, tapi terima kasih atas dukungannya.” Ucap Cinta semakin perih hatinya.


“Oiya, maaf karena aku kita jadinya hanya berdua disini, maaf. Kalau begitu aku pamit duluan ya” ucap Zayn menahan sesak didadanya.


Rasanya masih ada hal yang menganjal dihatinya, Zayn masih ingin bertanya sekali lagi pada Cinta tentang jawaban dari lamarannya tempo hari, namun mengingat ancaman dari Oma Aleta membuat Zayn lebih memilih untuk mengakhiri perasaannya ini.

__ADS_1


Zayn berjalan menuju pintu keluar, namun baru beberapa langkah ia berjalan, langkahnya pun terhenti ketika Cinta memanggilnya.


“Zayn….” Panggil Cinta.


Zayn pun berhenti tepat di hadapan Cinta yang menyisakan jarak sekitar 3 meter diantara mereka.


“Tentang pertanyaanmu tempo hari, apakah kau masih menunggu jawabannya?” tanya Cinta memberanikan diri namun tetap menundukkan pandangannya.


Zayn melihat kearah Cinta yang tetap menunduk.


“Jika aku menerima lamaranmu dan aku tetap memilih mengejar impianku jika berhasil diterima di AIIBS, apakah aku boleh begitu, boleh tetap memilih dua-duanya?” tanya Cinta yang membuat jantung Zayn berdegub kencang.


“Huuuuffftt….” Zayn menghela nafasnya diiringi dengan pecah tangis Zayn dalam diamnya.


Zayn merasakan sakit yang begitu menyakitkan di relung hatinya, mengapa saat ia sedang berusaha merelakan cintanya pada Cinta, justru Cinta memberi lampu hijau padanya.


Zayn hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Cinta.


Cinta masih diam dan menunduk menunggu jawaban Zayn.


“Jika kau menerima lamaranku dan kau harus merelakan impianmu, bagaimana pendapatmu?” tanya Zayn dengan suara paraunya.


Cinta tahu dari suara Zayn terdengar bahwa Zayn pun saat ini sama sepertinya, banjir air mata.


Mendengar pertanyaan balik dari Zayn bukan sebuah jawaban, membuat hati Cinta jadi dilema.


"Apakah aku harus memilih salah satunya, tak boleh memilih kedua-duanya?" lagi Cinta balik bertanya pada Zayn.


Zayn benar-benar bingung harus menjawab apa, jujur saja saat ini hatinya sangat senang karena ternyata Cintanya kini tak bertepuk sebelah tangan lagi.


Namun, disisi lain Zayn juga sedih jika Cinta harus kehilangan cita-citanya untuk bergabung dengan AIIBS dan merelakan impiannya untuk beribadah sesuka hatinya beribadah di Masjidil Haram.


"Apakah kau menerima pinanganku?" tanya Zayn dengan hati-hati.


Cinta tak menjawab tapi Cinta dengan tegas menganggukkan kepalanya.


"MasyaAllah... Alhamdulillah... Allahu Akbar" Kalimat toyyibah pun terus diucapkan Zayn dalam tangis dan senyum.


Bagitupun Cinta, ketika mendengar Zayn terus menerus menganggungkan Asma Allah ada rasa bahagia memenuhi relung hatinya.


#tbc....

__ADS_1


...Haiii readers terkasih ketemu lagi dengan senin manis, buat kalian semua yang manis jangan lupa tinggalkan jejak like, bantu beri hadiah dan bantu vote nya juga ya teman-teman. 😍...


__ADS_2