Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Muadzin


__ADS_3

Zayn menghampiri Cinta untuk berpamitan.


“Cinta” panggil Zayn yang tak sengaja berpapasan dengan Cinta.


“Ya” jawab Cinta.


Jantung Cinta berdebar ketika namanya di sebut oleh Zayn.


“Aku pamit duluan ya” ucap Zayn.


“Pamit, mau pulang maksudnya?” tanya Cinta.


“Iya, Oma memintaku untuk datang kerumah Om Erick karena ada acara keluarga disana” jawab Zayn.


“Owhh begitu, tapi sebentar lagi adzan, apa tidak sholat isya' saja dulu” saran Cinta.


Sungguh saat ini Zayn ingin bisa sholat tarawih malam keduanya di rumah kasih sayang. Alangkah tak enak hatinya pada Abah Furqon dan Buya Mahfud sekeluarga jika setibanya sholat isya' Zayn malah kabur dari sini.


Dan lagi, Zayn khawatir jika beranjak dari sini bisa saja sholat tarawihnya malam ini lewat, alangkah ruginya menurut Zayn demi urusan dunia akhirat tertinggal.


“Iya maksudku kebetulan bertemu denganmu disini, takutnya nanti tidak sempat berpamitan, jadi aku pamitan lebih awal. Lepas sholat tarawih dan witir barulah aku akan pulang” jawab Zayn dapat ide cemerlang untuk memperlambat kedatangannya ke rumah Om Erick.


Zayn bersyukur mengenal Cinta, karena sejak mengenal Cinta, Cinta banyak mengingatkannya untuk senantiasa mengingat Allah dan beribadah kepada Allah.


Hal ini lah yang membuat Zayn semakin kagum pada Cinta.


“Begitu ya, baiklah, kalau begitu aku lanjut bantu-bantu bereskan ini dulu ya” ucap Cinta menunduk menahan senyum.


Bagaimana tidak tersenyum pasalnya Cinta merasa begitu dihormati oleh Zayn, bahkan saat ia akan pulang Zayn sempat-sempatnya berpamitan dengannya.


Terselip ada perasaan bahagia dihati Cinta karena mengdapatkan penghargaan seperti itu dari Zayn, mengingat dirinya bukanlah siapa-siapa.


“Baiklah, kalau begitu aku ke Masjid duluan ya, Assalamu’alaikum” ucap Zayn.


“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta kemudian berlalu meninggalkan Zayn.


“Zayn, apa kita berangkat sekarang?” tiba-tiba Kak Prinka muncul setelah mengambil tasnya dan berpamitan dengan mbak Zilvia.


“Tidak sekarang Kak, sudah hampir masuk waktu isya’, sebaiknya kita utamakan sholat dulu lepas tarawih baru kita ke rumah Om Erick” jawab Zayn.


“Begitu ya, lalu bagaimana dengan Mami?” tanya Kak Prinka.


“Aku akan minta Jhonson menghubungi Oma, sebaiknya kita langsung ke Masjid saja” ucap Zayn tersenyum.


“Baiklah kalau begitu. Kau nampak begitu senang, bicara apa kau dnegan Cinta tadi?” tanya Kak Prinka.


“Dia pengingatku, saat aku berpamitan dia memberi saran untuk sholat dulu, mungkin ini memang jalan Allah untuk menyelamatkanku dari pertemuan itu” Zayn tersenyum.


“Kau ini, jadi sekarang sudah dapat ide baru lagi ya untuk menghindarai pertemuan itu. “ ucap Kak Prinka.


“Tidak bisa dihindari, hanya mengulur waktu saja” jawab Zayn sambil berjalan menuju Jhonson dan Diki.


“ Zayn jika kau memang tidak mau dijodohkan sebaiknya kau tegaskan saja dari awal, aku rasa Erick pasti akan mengerti” saran Kak Prinka.


“Terima kasih saran Kakak, akan aku pertimbangkan” jawab Zayn.


“Kakak hanya ingin kau bahagia” lagi ucap Kak Prinka.


“Terima kasih Kak” jawab Zayn.

__ADS_1


Zayn kini sudah berada diantara Diki dan Jhonson.


“Tuan Jhonson, tolong kabari Oma kalau kami akan datang lepas sholat tarawih” ucap Zayn to the point.


“Tapi tuan muda, bukannya tadi kita mau langsung berangkat, jika menunggu tuan selesai sholat tarawih itu artinya masih lama, akan semakin malam kita sampainya” ucap Jhonson.


“Saat ini sudah mendekati waktu isya’ aku tidak akan meninggalkan ibadahku sebagai bekal akhirat nanti hanya untuk urusan dunia, jadi katakan saja pada Oma bahwa kami akan datang lepas sholat tarawih.” Jawab Zayn tegas.


“Tapi tuan….” Ucapan Jhonson terhenti karena Zayn langsung memotongnya.


“Anda tidak usah khawatir, tidak akan sampai tengah malam sholat tarawihnya, tidak akan sampai dua jam. Jika kau bosan menunggu sebaiknya kau duluan saja. Tidak usah khawatir aku pasti akan datang” ucap Zayn penuh penekanan dalam kalimatnya.


“Saya akan menunggu tuan samapi selesai” jawab Jhonson.


“Baiklah kalau itu mau mu, kabarilah Oma. Kalau begitu kami pamit ke Masjid dulu” ucap Zayn.


“Baik tuan muda” jawab Jhonson.


Zayn, Diki dan Kak Prinka pun meninggalkan Jhonson dan para pengawal Oma nya di gedung aula yang sudah disulap menjadi dining room. Masjid itu berada tepat disebelah gedung aula tersebut.


Setelah kepergian Zayn, Diki dan Kak Prinka, Jhonson pun langsung menghubungi Soraya untuk menyampaikan pesan Zayn kepada nyonya besarnya.


Oma Aleta menarik nafas panjang setelah membaca pesan yang diserahkan oleh Soraya yang ditulisnya pada ponsel pintarnya.


“Kenapa tante?” tanya Mami Ela.


“Tidak apa-apa hanya dapat kabar dari Jhonson bahwa Zayn mungkin akan datang agak malam karena mau sholat tarawih dulu disana, kebetulan saat berpamitan mau kesini sudah masuk waktu isya’ jadi dia sholat dulu katanya, setelah tarawih baru dia akan kesini, maaf ya semuanya” ucap Oma Aleta tidak enak hati pada keluarga besar tuan Erick.


Tuan Erick menarik nafasnya mencoba untuk bersabar. Sedangkan Mami Ela yang melihat perubahan wajah suaminya seketika langsung berpendapat.


“MasyaAllah, Zayn sekarang makin kuat ibadahnya ya, Mami bangga padanya bahkan disaat pertemuan penting begini ibadah tetap menjadi nomer satu. Zayn memang calon suami idaman ya La” ucap Mami Ela agar semua yang ada diruangan itu tidak tegang.


“Iya Mi, Lala juga bangga pada Zayn, semoga Lala bisa mengimbangi Zayn. Sepertinya Lala harus banyak belajar lagi dan semoga Zayn kelak bisa membimbing Lala untuk urusan ibadah" ucap Lala yang juga berusaha mencairkan suasana yang terasa sedikit suram saat ini.


Sejujurnya Papi Erick merasa sedikit kesal dengan sikap Zayn, seolah Zayn sengaja menghindar dari pertemuan ini.


Pertama, dengan tegas Zayn mengatakan tidak bisa hadir karena akan menghandiri tasyakuran istri temannya.


Kedua, bilang akan segera datang tapi ternyata kini mengundur-undur waktu lagi dengan alasan mau sholat isya' dan tarawih dulu.


"Alasan lagi, bukankah dia bisa sholat disini jika dia mau, bisa juga kalau mau sholat berjama’ah bersama disini." geram Papi Erick dalam hati.


Namun, benar perkiraan Zayn, saat masuk waktu sholat isya’ keluarga tuan Erick sengaja mengulur waktu untuk mengerjakannya karena keasyikan ngobrol, selain itu alasannya juga karena waktu isya’ itu panjang jadi bisa dikerjakan nanti.


Naudzhubillah… jika disana ada Zayn pastilah Zayn akan menjadi ustadz dadakan, menyampaikan tausiyahnya tentang hukum wajibnya bagi seorang hamba Allah untuk segera menunaikan sholat di awal waktu bukan menunda-nundanya dengan alasan apapun apa lagi karena kesenagan duniawi.


Jangankan untuk sholat tarawih bersama, sholat isya’ pun Lala dan Mami Ela sendiri-sendiri, hanya kedua orang tua Mami Ela yang sempat sholat berjama’ah. Untuk anggota keluarga lainnya memilih untuk nanti saja mengerjakan sholatnya.


Kembali ke rumah singgah.


Saat ini Zayn sudah duduk diatas hamparan sajadah shaf terdepan. Hati Zayn bergemuruh bahagia karena Allah masih memberinya kesempatan untuk bisa menikmati ibadah dibulan ramadhan.


Sungguh beruntung bagi Zayn karena Allah telah memberinya kesempatan untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang sholeh.


“Zayn kamu yang adzan ya” tawar Ustadz Ayubi.


“Saya ustadz?” tanya Zayn balik.


“Iya, kamu mampu kan, bukakah waktu itu kamu pernah bilang ingin menjadi muadzin, ini kesempatan untuk kamu” ucap ustadz Ayubi.

__ADS_1


“Bolehkah?” tanya Zayn dengan perasaan membuncah.


“Tentu saja boleh, Bismillah… tunaikanlah” saran ustadz Ayubi.


Zayn menganggukkan kepalanya.


Zayn berdiri menghadap microphone yang sudah disiapkan untuk muadzin.


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Zayn memulai adzan nya dengan mengagungkan nama Allah, hatinya bergetar ketika Takbir ia kumadangakan.


أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ


أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ


Zayn semakin larut menikmati rangkaian kalimat syahadatain yang ia kumandangkan, gemetar sekujur tubuhnya merasakan sesuatu yang sejuk sampai ke qalbunya.


اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Mulai bergetar suara Zayn seakan menahan isak tangisnya memendam kerinduan kepada baginda Rosul Muhammad SAW.


حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Kini mata Zyan sudah megembun dengan suara bergetar yang terdengar syahdu merasakan setiap kalimat ajakan untuk sholat.


Begitupun dengan Cinta yang saat ini sedang berjalan menuju masjid bersama Azizah, Anisa dan beberapa adik-adiknya yang lain. Bergetar hati mereka mendengar suara sang muadzin yang memanggil untuk mengajak segera menunaikan sholat.


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Semua yang mendengar adzan itu terenyuh bahkan menitikkan air mata menikmati setiap kalimat Allah yang sampai ke qalbu mereka.


اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ


Semua yang ada didalam masjid itu menuduk dengan air mata yang terus mengalir, merasakan bahwa Allah begitu dekat dengan mereka ketika mendengar suara isak menahan tangis dari sang muadzin yang mengagungkan nama Allah.


لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ


Zayn mengakhiri adzannya dengan kalimat pengakuan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah yang membuat tangis Zayn akhirnya pecah.


Zayn tak menyangka dengan melafadzkan seruan adzan untuk mengajak semua umat muslim untuk menunaikan sholat mampu membuatnya banjir air mata bahkan dihadapan semua orang.


Ustadz Ayubi pun langsung meghampiri Zayn yang kini berdiri untuk menunaikan sholat qabliyah.


Ustadz Ayubi memberikan pelukan rasa bangga karena sebagai seorang mualaf yang baru beberapa bulan hijrah dengan memeluk agama Islam telah menjadikan Zayn banyak perubahan besar terutama dalam mempelajari Al-Quran sebagai pedoman hidup.


Cinta yang sedari tadi mendengarkan indahnya suara sang muadzin ikut menitikkan air mata, ada rasa penasaran dihati Cinta siapkah sang pemilik suara merdu yang telah mengagungkan nama Allah dengan begitu syahdu, hingga semua orang yang ada disekitar Cinta ikut menitikan air mata.


“Yaa Allah, semoga Engkau senantiasa memberikan limpahan rahmat-Mu kepada sang muadzin yang mampu membuat hati kami bergetar hingga meneteskan air mata ketika mendengar takbir atas kebesaran-Mu dikumdandangkan." doa tulus Cinta dalam hati.


Sholat isya’ dan sholat tarawih yang diakhiri dengan witir malam itu pun berlangsung dengan khidmat, apa lagi di Imami oleh ustadz Hasibuan yang tak kalah syahdunya membacakan ayat demi ayat dalam Al-Qur’an yang membuat semua makmumnya khusyuk dalam menjalankan ibadah sholat malam itu.

__ADS_1


#tbc….


...Haaiii redaers kesayangan, jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen dan favoritnya disini ya. Terima kasih untuk dukungan dari all readers. Love U all 😍😍😍...


__ADS_2