Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Dua Wanita Yang Di Sayangi


__ADS_3

Zayn, Kak Prinka dan semua yang ikut kerumah sakitpun langsung menuju tempat yang telah diinfokan oleh Jhonson. Nampak Jhonson menunggu di depan sebuah kamar VVIP.


“Jhonson” panggil Kak Prinka dengan raut wajah yang panik.


“Nona Prinka, tuan Zayn, tuan Erick” sapa Jhonson.


“Bagaimana keadaan Mami?” tanya Kak Prinka.


“Kesehatan nyonya besar semakin menurun, oleh karena itu saya akhirnya melangar janji pada nyonya besar untuk mengabari tuan dan nona” jawab Jhonson.


“Apa kami boleh masuk?” tanya Zayn.


“Silahkan tuan” jawab Jhonson sambil membukakan pintu ruangan itu.


Kak Prinka, Zayn, Om Erick, Tante Ela, Buya Mahfud dan ustadz Ayubi pun masuk bersama kedalam ruangan itu.


“Mami.....” panggil Kak Prinka dengan suara bergetar ketika melihat Mami nya terbaring dengan mata tertutup diatas ranjang rawatnya.


Kak Prinka menangis melihat kondisi Maminya yang dipasang beberapa selang medis di tubuh Maminya.


“Nona” panggil Soraya sambil memeluk Kak Prinka.


“Sejak kapan Mami sakit, mengapa kami baru dikabari sekarang, hiks hiks hiks” Kak Prinka menangis sambil memegang tangan Maminya.


Sedikitpun Kak Prinka tak berkurang rasa sayang dan rindunya pada Maminya meskipun selama ini Maminya selalu bersikap kasar padanya.


Tak berkurang cintanya meskipun Maminya telah mengucapkan kenyataan pahit bahwa ia bukan putri kandung dari Mami Aleta. Namun, bagi Kak Prinka Mami Aleta tetaplah Mami yang sangat ia cintai.


“Jhonson sejak kapan tante Leta sakit?” tanya Om Erick.


Jhonson pun menceritakan sebenarnya nyonya nya sudah lama sakit gagal ginjal, namun kali ini ginjalnya sudah benar-benar tidak berfungsi dengan semestinya lagi yang mengakibatkan nyonya Aleta menjadi drop.


“Jadi saat terakhir kami bertemu Oma sudah sakit?” tanya Zayn.


“Iya tuan, sudah satu minggu nyonya dirawat intensif dirumah sambil menunggu ada pendonor ginjal yang cocok, sebenarnya sudah lama kami mencarinya namun belum ada yang cocok, dan setelah tuan dan nona pulang siang itu, nyonya colaps dan akhirnya dibawa kesini” jawab Jhonson.


“Mengapa tidak mengabari kami, bahkan semua penjaga dirumah besarpun bungkam” tanya Zayn sedikit kesal.


“Nyonya berpesan jika kami tidak boleh mengabri tuan Zayn, apapun yang terjadi” jawab Jhonson.


“Zayn, tenang” ucap Om Erick.


“Dokter bilang jika dalam waktu dekat kita tidak bisa menemukan pendonor yang cocok, kemungkinan untuk nyonya bertahan tidak akan lama, oleh karena itu saya menghubungi tuan” ucap Jhonson menunduk karena menahan kesedihan di hatinya.


“Aku bersedia menjadi pendodor, ayo Jhonson kita temui Dokternya mungkin ginjalku cocok untuk Mami, ayo Jhonson” pinta Kak Prinka sambil menangis tanpa menghiraukan rasa malu.


“Aku juga akan cek, ginjalku juga pasti cocok dengan Oma” ucap Zayn sambil menghapus jejak air matanya.


Soraya mencoba memeluk Kak Prinka karena melihat Kak Prinka yang begitu terpukul.


“Baiklah tuan dan nona, saya akan kabari dr.Fajar dulu” jawab Jhonson seolah mempunyai harapan untuk membantu nyonya besarnya.


Mendengar suara yang sedikit berisik akhirnya nyonya Aleta terbangun dari istirahatnya.


“Soraya” panggil Nyonya Aleta pelan.


“Nyonya” ucap Soraya melepas pelukannya pada Kak Prinka lalu menghampiri nyonya besarnya.


“Nyonya, nyonya sudah bangun?” tanya Soraya mengusap dahi nyonya Aleta.


“Berisik sekali” ucap nyonya Aleta dengan mata masih terpejam, nampak begitu lelah.

__ADS_1


“Maaf nyonya, ada tuan Zayn, tuan Erick, nyonya Ela, nona Prinka dan dua tamu lainnya disini” jawab Soraya hati-hati.


“Apa” nyonya Aleta kaget lalu perlahan membuka matanya.


“Mami, mami harus sembuh, hiks hiks hiks” ucap Kak Prinka memegang tangan Mami Aleta.


Melihat wajah Kak Prinka membuat jantung Mami Aleta berdebar-debar, ada rasa rindu namun juga rasa benci yang jauh lebih besar menguasai hati Mami Aleta.


Merasa tangannya digenggam oleh Kak Prinka, Mami Aleta pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Kak Prinka, Kak Prinka yang sadar akan hal itupun langsung melepaskan genggamannya.


“Oma, mengapa Oma tega sekali tidak mengabariku jika Oma sedang sakit” ucap Zayn mendekat lalu mencium tangan lemah Oma nya.


“Raya, mengapa mereka ada disini” tanya Oma Aleta dengan suara lemahnya tanpa merespon pertanyaan Zayn.


“Maafkan kami nyonya, maaf karena kami tidak menepati janji kami pada nyonya. Saya rasa tuan Zayn dan nona Prinka harus tahu dengan keadaan nyonya” jawab Soraya menunduk.


“Mereka sudah tidak menganggapku ada, begitupun mereka bagiku, suruh mereka keluar” perintah nyonya Aleta.


“Mami, jangan usir Prinka lagi Mi, Mami boleh maki Prinka, boleh benci Prinka, tapi Mami tetaplah Mami Prinka, Prinka akan tetap disini menemani Mami” ucap Kak Prinka menangis tersedu-sedu.


Mami Aleta memalingkan wajahnya, air matanya seakan ingin tumpah, sungguh jauh didalam lubuk hatinya menyayangi Kak Prinka namun lagi-lagi harga dirinya lebih tinggi dan enggan mengakui hal itu.


“Oma, aku akan melakukan apapun agar Oma sembuh” ucap Zayn.


“Tante, tante harus sembuh” ucap Om Erick.


“Jhonson bagaimana, apa kata dr.Fajar?” tanya Zayn.


“Beliau menunggu kita diruangannya” jawab Jhonson.


“Baiklah, kalau begitu ayo kita kesana” ajak Zayn.


“Aku ikut” ucap Kak Prinka.


“Tidak Zayn, aku ikut denganmu, aku yakin ginjalku cocok dengan Mami, kau akan menjadi tulang punggung keluargamu, jika kau hidup dengan satu ginjal itu bisa menganggu aktifitasmu nanti, jadi biar Kakak saja” ucap Kak Prinka.


“Apa????” Mami Aleta kaget mendengar ucapan Kak Prinka.


“Aku tidak butuh ginjal kalian berdua, jangan mengasihaniku dan berharap aku akan berhutang budi pada kalian berdua!!!” ucap Mami Aleta dengan suara tersengal.


“Apa lagi ginjal mu anak dari wanita benalu tak tahu diri. Meskipun cocok aku lebih memilih mati dari pada menerima bantuanmu. Aku tak sudi menerima ginjalmu, aku tidak mau bagian dari tubuhmu melekat ditubuhku” ucap Oma Aleta marah meskipun dengan suara yang masih lemah.


Jedaaaarrr


Serasa disambar petir disiang bolong ketika Kak Prinka mendengar ucapan yang baru saja dilontarkan oleh nyonya Aleta.


Kak Prinka termundur beberapa langkah karena syok mendengar ucapan dari Maminya.


Buya Mahfud, ustadz Ayubi, bahkan Om Erick dan tante Ela juga terkejut dengan kenyataan yang mereka dengar. Mereka baru tahu bahwa teryata Kak Prinka bukanlah putri kandungnya.


Om Erick dan tante Ela yang notaben bagian dari keluarga itupun tak tahu jika alasan Mami Aleta membenci Kak Prinka karena Kak Prinka bukanlah putri kandung Mami Aleta, bahkan selama ini mereka juga tidak pernah tahu ternyata rumah tangga Om Wilson dan Tante Aletanya ada orang ketiga diantaranya.


Om Erick dan Tante Ela hanya mengira kebencian Mami Aleta pada Kak Prinka karena kegaduhan yang dibuat oleh Kak Prinka dalam pernikahannya yang menyebab Kak Prinka dipenjara dan menyebabkan Papi Wilson laki-laki sekaligus suami yang sangat dicintai Mami Aleta meninggal.


Kak Prinka terdiam dalam tangisnya, sungguh bahkan sampai bertaruh nayawapun Maminya tetap tak menerima kehadirannya.


“Soraya suruh mereka semua keluar dan jangan penah kembali kesini, jika perlu sampai aku matipun aku tak mengijinkan mereka mendatangiku” ucap Mami Aleta dengan suara bergetar.


“Mamiiii.......Cukup!!!” teriak Kak Prinka demgan suara bergetar.


Semua yang ada didalam ruangan itupun terkejut melihat reaksi Kak Prinka.

__ADS_1


“Wanita benalu itu yang salah, mengapa aku juga yang Mami hukum, aku bahkan tak mengenal wanita kurang ajar yang sudah merenggut kebahagiaan Mami.” Ucap Kak Prinka setengah berteriak.


“Jika bisa memilih aku juga tidak ingin lahir dari wanita tak bermoral yang Mami benci itu, aku juga bahkan membencinya mengapa harus lahir dari rahim wanita itu. Jika bisa memilih aku hanya ingin lahir dari rahim Mami, aku hanya ingin jadi anak Mami, aku hanya ingin jadi anak Mami Aleta, hiks hiks hiks” Kak Prinka meluapkan emosinya.


“Nona, tenang nona” ucap Jhonson melihat Kak Prinka yang seakan tak bisa mengontrol emosinya lagi.


Kak Prinka mengangkat tangannya agar Jhonson tak menghentikan apa yang ingin ia ucapkan.


“Mami tahu betapa aku sangat merindukan Mami, betapa aku sangat mencintai Mami, betapa aku ingin dipeluk dan memeluk Mami, aku tidak peduli Mami mau marah ataupun memakiku, aku tetap mencintai Mami, aku sangat menderita selama ini jauh dari Mami, aku merindukan Mami, hiks hiks hiks...” lagi Kak Prinka melampiaskan semua yang menekan perasaannya selama ini.


“Prinka, tenang Prinka, tenang” ucap Tante Ela menepuk-nepuk punggung Kak Prinka sembari memeluknya.


“Bahkan Mami lebih memilih mati dari pada menerima bantuan dari kami, kalau begitu aku juga akan ikut Mami mati jika Mami mati” ucap Kak Prinka tak kuat menahan amarah dihatinya.


“Kak Prinka, istighfar Kak, dosa Kak” Zayn mengingatkan.


“Nak Prinka, istighfar nak, istighfar” ucap Buya Mahfud.


Deg deg deg deg....


Jantung Mami Aleta berdegub kencang mendengar luapan emosi putri yang sebenarnya juga ia rindukan selama ini.


Meskipun kenyataan pahit dari hasil tes DNA dimasa lalu menyatakan benar bahwa Kak Prinka adalah putri kandung suaminya dengan wanita itu, namun jauh dilubuk hatinya Mami Aleta merasa begitu dekat dengan Kak Prinka, apa lagi sejak putri kandungnya sendiri meninggal sejak bayi.


Mami Aleta tetap memalingkan wajahnya menangis tanpa suara, sungguh apa yang di ucapkannya bukanlah yang sebenarnya, Mami Aleta hanya tidak ingin Zayn dan Kak Prinka harus menjalani kehidupannya hanya dengan satu ginjal.


Berat rasa hati Mami Aleta jika ia menerima ginjal dari salah satu diantara mereka. Namun, sikap angkuhnya lebih memilih mengucapkan kalimat pedas penuh luka dari pada bicara baik-baik pada Zayn apalagi pada Kak Prinka.


“Tolong, meskipun aku bukan putri kandung nyonya, ijinkan aku menebus kebencian nyonya padaku dengan mendonorkan ginjalku ini, aku yakin ginjalku pasti cocok dengan nyonya, jika pun tidak cocok aku berjanji akan mencarikan donor yang cocok untuk nyonya, tolong ijinkan aku diperiksa juga, hiks hiks hiks hiks” Kak Prinka menangis sesegukan hingga membuat tubuhnya limbung dan akhirnya jatuh pingsan.


“Astaghfirullahaladziim....” ucap ustadz Ayubi dengan sigap langsung menangkap tubuh Kak Prinka yang nyaris membentur lantai.


“Kak Prinka" ucap Zayn spontan melihat tantenya jatuh lunglai.


“Prinka, Prinka, bangun Prinka, bangun Ka” ucap Tante Ela terdengar oleh nyonya Aleta.


“Prinka pingsan, ayo bawa ke IGD” saran Oma Erick.


Mendengar kalimat yang diucapkan oleh Oma Erick, Mami Aleta langsung menolehkan kepalanya melihat kearah Kak Prinka.


Mami Aleta menangis dan kepalanya terasa berat melihat gadis kecil yang selalu merengek menggoda dirinya sejak kecil untuk mendapatkan perhatian darinya, meskipun selalu diabaikan oleh Maminya tapi gadis kecil itu tak pernah menyerah.


“Prinka, putri kecilku, anakku, maafkan Mami nak, maafkan Mami” ucap Mami Aleta dalam hati.


Tak lama nyonya Aleta pun ikut tak sadarkan diri.


“Nyonya, nyonya, nyonya bangun nyonya” ucap Soraya panik.


“Tuan Zayn, nyonya Aleta tak sadarkan diri” ucap Soraya.


“Subhanallah.... Jhonson panggil Dokternya, ustadz Ayubi tolong bawa Kak Prinka ke IGD. Om, tante tolong temani ustadz Ayubi” pinta Zayn.


"Buya, mohon temani saya disini" pinta Zayn.


“Baik” ucap semuanya.


Dengan sigap ustadz Ayubi langsung menggendong tubuh Kak Prinka yang sudah tak sadarkan diri. Meskipun dilubuk hati ustadz Ayubi merasa ini tak pantas karena Kak Prika bukanlah mahramnya, namun niatnya hanya membantu dan semoga Allah mengampuni dosanya ini karena Allah Maha Tahu setiap niat dan isi hati hambanya.


Ustad Ayubi, Om Erick dan Tante Ela pun akhirnya menuju ruang IGD untuk memberikan pertolongan pertama kepada Kak Prinka. Sedangkan Buya Mahfud menemani Zayn tetap diruangan Oma Aleta bersama Soraya dan Jhonson.


"Yaa Allah... berikanlah kesehatan untuk dua wanita yang hamba sayangi" doa Zayn dalam hati.

__ADS_1


💖tbc....


...Mohon maaf kepada all readers baru bisa up lagi, author baru pulih dari sakit jadi baru bisa menulis lagi, semoga tidak mengurangi kesetiaan all readers untuk terus mendukung karya ini. Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, gift dan favoritkan karya ini ya all readers. Salam sayang dan semoga kita semua sehat selalu. 😍😍😍...


__ADS_2