Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Taktik


__ADS_3

Sementara itu Kenzo dan Dimas masih menatap Andrew serius.


' Keluar dari dunia hiburan.' Kalimat itu menghantui kedua sahabatnya tersebut. Sebisa mungkin Mereka menepisnya, Namun faktanya Andrew sudah menikah.


" Kau benar-benar tidak akan keluar dari dunia hiburan begitu saja kan?" Berkali-kali Mereka menanyakan hal tersebut. Membuat Andrew lelah menjawabnya. Andrew memutar kedua bola matanya. Dia terlihat sangat enggan untuk menjawabnya.


" Apa Kalian tidak mempunyai pertanyaan lain selain itu?" Tanya Andrew kesal.


" Tidak!" Jawab Mereka kompak.


Lalu Mereka bertiga terlihat hening. Andrew makan cemilan.


" Dimana istrimu?" Tanya Dimas penasaran.


" Dia sedang perjalanan ke Korea, Dari Jakarta." Jelas Andrew.


" Pantas aja Kau bolak balik Jakarta seperti kampung sendiri." Ujar Kenzo, membuat Andrew tertawa.


Sedangkan di tempat lain. Meysha yang baru saja mendarat dibandara Incheon Korea, langsung mengaktifkan hanphonenya. Dia pun membalas chatnya Andrew. Dan bilang akan ke rumah Ayahnya. Namun Andrew tiba-tiba meneleponnya dan bilang ke apartemennya saja. Secara kedua sahabatnya sudah mengetahui pernikahan Mereka.


Meysha pun mengikuti perintah suaminya tersebut. Dia mengemudikan mobilnya menuju apartement Andrew. Siang hari jalanan cukup padat. Berkali-kali Meysha terkena lampu merah. Belum sinar matahari sepertinya sedang terik.


Begitu sampai basemen parkiran. Meysha langsung mematikan mesin mobilnya dan melepas sabuk pengamannya. Tidak lupa Dia membuka bagasi mobilnya, untuk mengambil kopernya. Dengan sedikit rasa gelisah, Dia menuju ke apartemen Andrew.


Dia masuk lift dan menekan tombol tujuh. Setelah sampai di lantai tujuh, Dia pun keluar dari lift. Lalu melangkahkan kakinya menuju apartement Andrew. Walaupun Dia tahu kodenya, Namun Meysha tidak ingin masuk begitu saja disaat teman-teman Andrew berada disitu.


Meysha pun menekan bellnya. Andrew yang sedang sibuk mengobrol langsung beranjak dari tempat duduknya. Kenzo dan Dimas langsung membenarkan posisi duduknya. Dari yang santai menjadi formal.


" Kenapa Kau seperti orang mau meeting? " Tegur Dimas melihat Sikap formal Kenzo.


" Kau sendiri?" Kenzo mengingatkan Dimas. Dimas hanya nyengir.


" Aku penasaran wanita seperti apa yang bisa menaklukkan penceramah besar di grup Kita." Celetuk Dimas ketawa. Secara Andrew selalu menceramahi Mereka saat Mereka di mess dahulu. Saat Andrew juga masih belum berpindah keyakinan.


" Hus ngawur." Tegur Kenzo begitu melihat Andrew masuk ruang tengah seraya menggandeng seorang wanita.

__ADS_1


Meysha terlihat gugup. Tangannya berkeringat dingin. Namun genggaman tangan Andrew menenangkan dirinya. Andrew dan Meysha sampai di ruang tengah. Meysha berusaha tenang.


Dimas langsung terpaku, begitu juga dengan Kenzo. Mereka lebih ke terpesona melihat paras Meysha yang natural namun tetap kelihatan cantik. Bahkan Kenzo baru kali ini melihat Meysha dari dekat. Waktu dikampus Dia tidak begitu memperhatikannya.Pantas saja Andrew tertarik padanya.


" Ehm! Ehm! " Andrew berdehem, untuk menyadarkan Mereka bahwa yang Mereka tatap sekarang adalah istri Andrew.


Kenzo dan Dimas pun langsung menoleh ke arah Andrew. Dan Mereka nyengir kuda, secara ketahuan banget kalau Mereka terpesona dengan paras wajah Meysha.


" Mianhe Hyung!" Ucap Kenzo si maknae evil yang paling usil.


" Mianhe Andrew ya. Aku khilaf." Ujar Dimas cengengesan.


Meysha menyapa Mereka dengan menundukkan kepala dan tersenyum, begitu juga Kenzo dan Dimas.


Lalu Meysha meninggalkan Mereka bertiga. Meysha ke dapur dan memasak beberapa menu indo dan korea. Butuh waktu lumayan untuk menyelesaikan masakan tersebut.


" Cantik sekali." Bisik Dimas ke Kenzo.


" Benar." Sahut Kenzo.


Setelah selesai masak, Akhirnya Meysha menyuruh Mereka untuk makan dahulu. Dengan senang hati Mereka menuju ke ruang makan.Mereka terlihat makan dengan lahap. Andrew jadi semakin bangga terhadap istrinya tersebut. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan. Batin Andrew, Dia begitu sangat bersyukur mempunyai seorang istri seperti Meysha.


Begitu selesai makan, Mereka berdua langsung bergegas pulang. Tidak lupa berpamitan dengan Andrew dan Meysha. Kenzo dan Dimas pun tidak lupa mencandai Andrew untuk cepat-cepat mempunyai baby, agar Mereka cepat mempunyai ponakan. Andrew pun menatap tajam Mereka berdua. Membuat Mereka berdua langsung cepat-cepat kabur. Meysha pun menahan tawanya.


" Kenapa Kau menakuti Mereka seperti itu?"


" Kau tidak tahu, Kalau dibiarkan saja, Mereka lebih bikin rusuh." Jelas Andrew langsung menarik Meysha masuk ke dalam apartement.


" Kau tahu, Aku sangat merindukanmu Yeobo!" Ujar Andrew, namun baru mau memeluk Meysha. Hanphonenya berdering, Andrew pun terpaksa mengangkatnya. Telepon dari perusahaan, yang meminta Andrew untuk datang ke perusahaan. Katanya ada seorang investor yang tertarik untuk menanam saham diperusahaanya. Andrew bingung, secara tidak biasanya investor minta meeting mendadak seperti itu. Namun mau tidak mau, Andrew akhirnya pergi ke perusahaan.


Tidak lupa Andrew membeli kopi dulu diseberang perusahaan. Sampai perusahaan, Andrew pun langsung masuk ke ruangan kerjanya. Selang beberapa menit, Seorang lelaki masuk. Andrew tidak asing dengan orang tersebut. Fauzan datang menemuinya.


Andrew pun mempersilahkan duduk. Tanpa basa basi Andrew langsung to the points.


" Apa maksud tujuan Anda kesini?"

__ADS_1


" Seperti Kau dengar dari pegawaimu Andrew ssi. Aku tertarik untuk berinvestasi."


Jelas Fauzan membuat Andrew sangat tidak percaya.


" Ok. Secara pribadi mungkin Kita mempunyai masalah. Tapi secara bisnis, Kita tidak bermasalah bukan?"Tanya Fauzan.


" Tapi maaf , Saya tidak bisa bekerja sama dengan orang yang mempunyai masalah pribadi dengan Saya. Jadi sebenarnya tujuan Anda apa?" Tanya Andrew benar-benar tidak percaya.


" Kenapa Kau memilih Meysha? "


" Itu privasi Saya. anda tidak berhak menanyakan alasan Saya." Sahut Andrew.


" Kau tahu bagaimana kalau sampai publik mengetahuinya."


Andrew menganggukkan kepala.


" Bagaimana kalau hal itu terjadi. Apa yang akan Anda lakukan?"


" Itu juga masalah Saya, Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. " Sahut Andrew.


" Tapi Saya mengkhawatirkan Meysha." Ucap Fauzan.


" Anda tidak mengkhawatirkan Meysha. Anda hanya terobsesi padanya. Pesonanya dan kecerdasannya membuat Anda ingin memilikinya. Namun satu jiwa petualang Anda tidak bisa terhenti begitu saja." Ujar Andrew mengingatkan akan Fauzan yang diam-diam suka mempermainkan seorang wanita.


Fauzan terlihat kesal. Secara Andrew nyatanya lebih cerdas dari dugaannya. Dan kata-katanya jelas sesuai kenyataan.


" Dan ingat, Meysha adalah istriku. Anda tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. " Tegas Andrew.


" Kalau tiba-tiba tercium publik sebelum Kami konfirmasi sendiri, berarti mungkin Anda yang melakukannya." Andrew langsung to the point.


Andrew tidak ingin terlihat baik-baik lagi kepada Fauzan. Dia ingin menunjukkan pada Fauzan, bahwa Andrew juga bisa memprediksi hal-hal yang tidak diinginkannya. Fauzan hanya menatap tajam Andrew. Dia merasa gagal dan tidak berhasil mendekati Andrew dan Meysha dengan taktik bisnisnya.


To be Continued


To be Continued

__ADS_1


__ADS_2