Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Keluarga


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit.Pak Roni terlihat kesal mengingat kelakuan besannya, yang terlihat berusaha mencari muka di depan putrinya. Sedangkan dilain tempat, Tuan Kim memperlihatkan kepada istrinya foto cucu Mereka yang terlihat sangat lucu dan tampan.


Keesokan harinya Ibunya Meysha sudah lebih dulu ke rumah sakit, membawakan Meysha makanan kesukaannya.


" Terima kasih Ma." Meysha berucap.


Ibunya tersenyum dan tanpa sadar meneteskan air mata, perjuangannya tidak sia-sia karena sekarang putrinya telah membuat Dia bangga. Bahkan sudah menjadi seorang Ibu.


Tidak selang lama Tuan Kim dan Nyonya Kim datang juga. Seusai menengok Meysha, Mereka bergegas melihat cucu Mereka.


Berselang beberapa menit kemudian, Pak Roni juga datang ke rumah sakit untuk melihat Meysha dan bayinya. Wajah Pak Roni menunjukkan sedikit kekesalan, Tuan Kim lagi-lagi mendahuluinya.


Setelah itu Mereka lagi-lagi berdebat. Kini berdebat masalah nama yang akan diberikan untuk anak Andrew dan Meysha. Pak Roni ingin agar anak Meysha diberi nama yang sesuai dengan keyakinannya. Namun Tuan Kim mengatakan jika nama tersebut tidak cocok. Dan Tuan Kim juga mempunyai nama tersendiri untuk cucunya tersebut.


Andrew yang melihatnya, langsung menengahi.


" Aku dan Meysha sudah mempunyai nama sendiri untuk putra Kami." Ujar Andrew membuat keduanya terdiam.


Seminggu kemudian,


Ayah Andrew merasa kesal karena Andrew dan Meysha harus tinggal di rumah Pak Roni dahulu, sesuai tradisi keluarga masyarakat Korea Selatan. Tuan Kim takut jika menantu dan cucunya akan tinggal lama disana, terlebih besannya pasti akan berusaha untuk menunjukkan dirinya sebagai sosok kakek yang baik.


Nyonya Kim berusaha menenangkan suaminya dan berucap jika hal tersebut tidak akan terjadi. Namun ketika Andrew turun dari lantai dua dan berpamitan kepada ke dua orang tuanya untuk bertemu dengan mertuanya, Tuan Kim semakin gelisah.


Andrew menemui Ayah mertuanya. Pak Roni meminta kepada Andrew, agar Andrew tinggal di rumahnya selama setahun. Andrew akhirnya mengangguk setuju.


Tuan Kim, tentu saja terkejut ketika mendengar semua ucapan Putranya.


"Setahun?"


Andrew menganggukan kepalanya.


" Iya Setahun, setahun. Setelah itu biarkan Kami membangun keluarga kecil Kami sendiri." Andrew mengambil keputusan agar adil.Andrew meminta kepada Ayah dan Ibunya untuk mengerti. Tuan Kim tentu saja kesal. tetapi tidak ada yang bisa diperbuatnya sedangkan Nonya Kim hanya bisa mengeluh. Dia juga ingin menyanding cucunya.


Pak Roni sangat senang. Akhirnya selama setahun ini bisa tinggal bersama dengan Andrew, Meysha dan juga cucu Mereka, Azam Firdaus Kim.


Hari ini Tuan Kim mengunjungi rumah besannya tersebut, untuk melihat Meysha dan juga cucunya. Tuan Kim meminta Meysha untuk kembali ke rumahnya. Meysha tentu saja terkejut dan hanya bisa mengangguk setuju. Meysha segera menelepon Ayahnya dan mengatakan jika sekarang dirinya harus kembali ke rumah mertuanya, karena Ayah mertuanya menginginkannya.


Tuan Kim terlihat sangat bahagia.Dua orang perawat sudah dipersiapkannya, demi memuluskan rencana penjemputan dadakan untuk Meysha dan cucunya kali ini. Sementara itu, kesedihan dan rasa terkejut justru datang dari Pak Roni.


Pak Roni tak tinggal diam dan segera menelepon besannya tersebut, sayang Tuan Kim memilih mengabaikan teleponnya. Pak Roni tak kehabisan akal, Beliau kemudian menelepon telepon rumah keluarga tersebut dan yang mengangkatnya adalah Nyonya Ki, yang kemudian memberikannya pada suaminya.


" Ini belum ada setahun. Anda menyalahi peraturan." Komplain Pak Roni.


" Itu urusan Anda dengan Andrew. Saya tidak pernah menyetujui perjanjian itu. " Sahut Tuan Kim.

__ADS_1


Pak Roni pun hanya menghela nafas panjang.


Begitu Andrew pulang, Andrew disibukkan dengan konflik orang tua Mereka yang saling merebutkan cucunya. Karena Andrew tidak ingin memperpanjang masalah. Andrew pun memutuskan tidak tinggal dengan orang tua ataupun mertuanya. Mereka bisa kapan saja mengunjungi cucunya dirumah Andrew yang baru.


Enam Tahun Kemudian.


Meysha menyiapkan sarapan buat keluarga kecilnya dibantu dengan asisten rumah tangganya. Sedangkan Azam dan Andrew hanya melihat Meysha, yang sedang mondar mandir seperti setrikaan. 


" Apa kalian berdua tidak ada yang berniat membantu Mommy?" Meysha memandang Mereka seraya bergantian.


" Tidak." Jawab mereka kompak.


Meysha mendengus kesal. Sepertinya Azam memiliki sifat yang sama dengan Andrew. Dari selera makanannya, sifatnya, wajahnya sampai gaya bicaranya. Hanya satu yang mirip dengan Meysha yaitu matanya.


" Daddy." Ucap Azam sambil memainkan sendok diatas piringnya.


"Iya. Ada apa Zam?" Tanya Andrew mendekatkan wajahnya. Seraya menatap putranya tersebut.


" Teman-temanku cerita tentang adiknya. Hanya Aku tidak bisa cerita tentang adik." Keluhnya.


" Tenang, Sebentar lagi Kau akan punya adik. Bukankah seperti itu Mom?" Andrew memandang ke arah Meysha dengan senyuman jahilnya.


Meysha yang sedang menyiapkan makanan terkejut mendengar candaan Andrew. Meysha hanya menatap tajam Andrew. Andrew lagi-lagi hanya tersenyum jahil.


" Beneran Dad?"


" Azam, makan sudah. Jangan dengarin kata Daddy." Ucap Meysha seraya menaruh piringnya yang sudah lengkap dengan makanan.


" Ingat Daddy, Aku tidak suka dibohongi." Ucap Azam mengancam.


Andrew tertawa.Lagi-lagi Mereka terkejut dengan ucapan putranya. Lihat gaya mengancamnya. Seperti Mereka berdua.


" Daddy mengerti. Jangan hanya minta sama Daddy. Kau juga harus minta sama Mommy." Goda Andrew pada putranya.


" Mom, Aku mohon." Azam memandang Meysha dengan tatapan menuntut.


Meysha sungguh bingung mau menjawab apa. Sedangkan Andrew kelihatan senang melihat Meysha kebingungan.


" Makan sudah sayang. Nanti Kau terlambat sekolah." Ucap Meysha mengalihkannya.


" Ok Mom. Tapi janji juga mau memberiku Adik."


Andrew tidak bisa menahan tawa mendengarnya.


" Daddy! Kenapa tertawa seperti itu?" Azam merasa dipermainkan.

__ADS_1


" Maaf Zam. Kamu sungguh anak Daddy yang pintar."Puji Andrew seraya mengusap rambut putranya tersebut.


" Aku memang pintar. Apa Daddy baru menyadarinya?"


" Iya sayang. Maaf."


" Mommy." Azam kembali memandang ke arah Meysha, Dia masih mengingat permintaannya itu.


" Iya Zam. Makan sudah sayang. " Meysha mengingatkan Putranya tersebut dan terpaksa mengalah, untuk memenangkan Azam.


" Iya Mom." Ucapnya senang seraya memulai makan.


Andrew mengedipkan mata melihat Meysha mengalah. Meysha memandangnya dengan wajah kesal. Andrew tersenyum jahil. Sedangkan Meysha terlihat mendengus kesal. Mereka pum mulai sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan,


Mereka mengantar putra Mereka dulu ke sekolah.


" Sayang belajarlah yang baik jangan nakal." Pesan Meysha.


" Ok Mom, Tapi ingat harus memberiku Adik." Celoteh Azam.


Meysha langsung terpaku, Lalu tersenyum kecut dan mencium kening putranya, sebelum Azam berlari masuk kelas dan menghambur dengan teman-temannya.


Meysha melangkahkan kakinya kembali menuju ke mobil yang masih parkir didepan sekolahan.


" Ini salahmu Yeobo. Kau bicara seenaknya." Ucap Meysha kesal seraya memasang sabuk pengaman.


" Sayang, Apa salahnya Kita memberinya adik. Bukankah Putra Kita memang sudah besar." Ucap Andrew dengan santainya.


Andrew menyalakan mobilnya.


" Aku masih sibuk mengurus Perusahaan di Indonesia. Kalau Aku posisi hamil lagi. Siapa yang akan mengurusnya Yeobo. Kau sendiri sibuk dengan perusahaan dan Label grupmu. Tidak mungkin Aku minta bantuan Ayah. Dia sudah usia senja." Meysha memandang Andrew yang masih terlihat santai dengan perkataannya.


" Aku akan menaruh orang kepercayaanku disitu. Bukankah itu mudah Yeobo?" Andrew menoleh ke arah Meysha seraya mengangkat kedua alisnya.


" Apa benar-benar bisa diandalkan?" Tanya Meysha.


" Itu pasti. Kenapa Kau begitu membesar-besarkan masalah Yeobo." Andrew memarkirkan mobilnya didepan gedung kantor A.M Group.


Meysha membuka sabuk pengaman. Lalu Andrew mengecup kening Meysha, sebelum Dia keluar dari mobil.


" Aku akan segera kembali kekantor setelah syuting mv." Ujar Andrew. Secar Andrew masih aktif di grupnya walaupun Dia sudah tidak memperpanjang kontrak dengan agensi.


" Ahrraseo."Meysha masih sedikit kesal dengan jalan pikiran Andrew.

__ADS_1


Meysha melangkah menuju ruang kerja Andrew.Para karyawan menyapa dan tersenyum hangat menyambut kedatangan Istri CEO Mereka. Seperti biasa Meysha balik menjawab sapaan Mereka seraya tersenyum.


To be Continued


__ADS_2