
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Gema Takbir berkumandang menggema di Bumi Sriwijaya.
Pagi-pagi sekali keluarga besar rumah singgah, Abah Furqon sekeluarga, Buya Mahfud sekeluarga, anak-anak rumah kasih sayang dan tentunya ada Zayn, Kak Prinka dan juga Diki ikut berkumpul dengan keluarga besar itu.
Selain itu sanak keluarga dan jiran tetangga pun ikut meramaikan komplek Rumah Kasih Sayang.
Sholat ied pagi ini di gelar di Masjid Al-Furqon, tenda-tenda besar pun dipasang dihalaman masjid Al-Furqon untuk menampung semua jama’ah sholat ied.
Pagi ini puncak kemenangan bagi semua ummat muslim sedunia, mereka semua dengan hati yang bersuka cita terus mengumandangkan takbir tanda kebesaran Allah.
Pagi ini sholat ied di Imami oleh dr.Syaamil, bilal oleh Zayyan, khutbah oleh Usatdz Ayubi dan doa oleh Ilham. Empat laki-laki sholeh generasi muda itu ditunjuk mengemban amanah yang mulia di hari nan Fitri ini
Sholat ied berlangsung dengan khusyuk, semua jama’ah bersuka cita dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena di tahun ini semuanya bisa berkumpul bersama sanak keluarga.
Lepas sholat ied, halal bihalal pun digelar di aula rumah singgah. Semua jenis makanan tersedia untuk dinikmati oleh semua jama’ah yang hadir pagi itu.
Ada ketupat, opor, rendang, malbi, dendeng, aneka sambal dan sayur khas lebaran. Selain itu ada juga macam-macam kue basah yang jadi menu wajib bagi wong Palembang mulai dari lapis legit, lapis nanas, maksuba, lapis kojo, kue 8 jam, puding.
Menu utama yang tak pernah ketinggalan yakni tekwan, model, bakso, mie ayam dan berbagai macam jenis pempek yakni pempek kapal selam, adaan, kulit, lenjer, keriting, telor dan tentunya lengkap dengan cuko nya.
Acara sungkeman keluarga pun berlangsung dengan khidmat.
"Alhamdulillah, Barokallah untuk kita semua" ucap Abah Furqon pemilik Yayasan Al-Furqon.
"Alhamdulilah" ucap semuanya.
Obrolan random pun berlangsung diantara mreka semua, dan tibalah waktunya Buya memanggil Cinta untuk mendapat jawaban Cinta dari Cinta untuk pilihannya.
Didalam ruang kerja Buya sudah ada Cints ditemani Umma Salamah.
"Nak, bagaimana dengan istikharahmu, apakah kau sudah memantapkan pilihanmu?" tanya Buya pada Cinta.
"InsyaAllah Buya" jawab Cinta dalam tunduknya.
"Alhamdulillah" jawab Umma dan Buya.
"Selagi masih diberi kesempatan untuk memilih, maka pilihlah. Karena yang namanya takdir kadang tak memberi kita kesempatan untuk memilih, selain menerimanya tanpa banyak tanya" ucap Buya pada Cinta.
__ADS_1
"Iya buya" jawab Cinta sambil menganggukkan kepalanya.
"Cinta anakku, sosok yang akan kamu pilih sebagai pasangan hidup akan menentukan bagaimana kamu menjalani sisa hidupmu nanti, maka pilihlah dengan bijak." nasehat Umma Salamah.
"Iya Umma, terima kasih sudah mengingatkan Cinta" ucap Cinta membalas genggaman tangan Umma Salamah.
"Nak, Buya hanya berpesan bahwa menikah itu bukan keputusan yang mudah, menikah adalah keputusan terbesar, pertimbangkanlah setiap pilihanmu. Libatkan selalu Allah agar tak salah pilih dan biarkan Allah yang memilihkan." nasehat Buya.
"Pasangan yang tulus akan rela membersamaimu di masa-masa sulit. Ia merasa bahwa bahagiamu adalah bahagianya dan perjuanganmu pun perjuangannya juga." lanjut Buya.
"Iya Buya" jawab Cinta terharu dengan ketulusan nasehat yang Buya Mahfud berikan meskipun Cinta bukan putri kandungnya.
"Percayalah pada seseorang yang mampu melihat tiga hal dalam hidupmu, yakni duka di balik senyummu, cinta di balik kemarahanmu, dan makna di balik sikap diammu." nasehat Buya yang mampu membuat jantung Cinta berdegub kencang mendengarnya.
"InsyaAllah Buya, terima kasih atas nasehat Buya, terima kasih karena Buya dan Umma sudah membesarkan dan menyayangi Cinta" ucap Cinta jatuh air matanya karena terharu.
"Kamu adalah amanah yang Allah titipkan kepada kami, sama seperti Kakak-kakakmu. Sudah tugas dan kewajiban Buya dan Umma untuk memberikan yang teebaik untukmu semampu Umma dan Buya" ucap Umma Salamah memeluk Cinta dengan sayang.
"Terima kasih Umma, terima kasih Buya" ucap Cinta membalas pelukan Umma Salamah.
"Jika kamu sudah mantap dengan pilihanmu, Buya akan panggil Zayn dan Ilham kesini, apakah kamu sudah siap?" tanya Buya.
"InsyaAllah siap Buya" jawab Cinta.
Cinta menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Dan pada akhirnya Cinta pun menyampaikan pada Buya dan Umma lamaran dari siapa yang diterima oleh Cinta dan apa yang menjadi alasan mengapa Cinta memilihnya.
"Baiklah jika itu pilihanmu, Buya percaya siapapun yang kamu pilih untuk menjadi pendamping hidupmu, semoga bisa membimbingmu dan memperkuat imanmu" doa Buya.
"Aamiin Yaa Allah" ucap Cinta, Buya dan Umma Salamah.
"Umma tolong bilang sama siapa yang ada di luar untuk panggilkan Zayn dan Ilham kesini" titah Buya.
"Baik Buya" jawab Umma
Tak selang berapa lama, akhirnya Zayn dan Ilham pun kini sudah berada diruang kerja Buya.
"Assalamu'alaikum" salam Zayn dan Ilham ketika memasuki ruangan itu.
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Cinta, Buya Dan Umma.
__ADS_1
Dengan langkah berdebar Zayn dan Ilgam masuk kedalam ruangan itu.
"Mari, silahkan duduk nak" Buya mempersilahkan kedaunyabuntuk duduk.
"Terima kasih Buya" jawab Zayn dan Ilham.
"Zayn, Ilham, alasan kalian dipanggil kesini pasti sudah tahu" ucap Buya membuka percakapan mereka.
'Iya Buya" jawab Zayn dan Ilham.
Buya mohon maaf ya karena kebetulan kemarin Umma baru pulang dari rumah sakit, jadi baru hari ini kita bisa duduk bersama lagi untuk mendengarkan jawaban Cinta atas lamaran dari kalian" terang Buya.
"Tidak apa-apa Buya" lagi jawaban kompak keluar dari mulut Ilham dan Zayyan.
"Nak, sebelum Buya menyampaukan jawaban anak kami Cinta, Buya hanya ingin mengingatkan bahwa perasaan cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan." ucap Buya.
"Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan. Jadi, sebelum kau mencintai siapa yang akan menjadinpasanganmu, maka cintailah dulu Allah setinggi-tingginya karena cinta yang terjadi karena Allah tidak akan pernah berakhir" nasehat Buya.
"InsyaAllah Buya" jawab Zayn dan Ilham menganggukkan kepalanya.
"Zayn dan Ilham anakku, apapun jawaban Cinta nantinya, yakinlah semua karena sudah dipertimbangkan dan melalui proses istikharahnya yang melibatkan Allah, jadi jangan ada kesedianataupun kecewa yang berlebihan" pesan Buya.
"Baik Buya" jawab Zayn dan Ilham yang semakin berdegub kencang jantung masing-masing.
"Zayn, Ilham dan Cinta, dengarkan nasehat Buya" Buya berucap dengan penuh ketegasan dan penekanan.
Zayn, ilham dan Cintanpun menajamkan telinga mereka.
"Allah selalu menjawab doamu dengan 3 cara. Pertama, langsung mengabulkannya. Kedua, menundanya. Ketiga, menggantinya dengan yang lebih baik untukmu. Jadi, berdoalah maka Allah mendengarmu dan bersabarlah karena Allah akan menjawab doamu pada waktu yang tepat." nasehat Buya.
"Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat" lanjut Buya.
"Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya.” terang Buya dengan kalimat yang tegas membuat Zayn dan Ilham semakin berdebar-debar.
"Alhamdulillah Cinta sudah menyampaikan jawabannya pada Buya dan Umma, Buya harap kalian berdua bisa ikhlas dengan apa yang sudah menjadi ketetapan hati Cinta" ucap Buya.
"InsyaAllah Buya" ucap Zayn dan Diki kompak sambil melempar senyum satu sama lain.
"Dengan mengharap berkah dan keridhoan dari Allah di hari nan Fitri ini, Bismillahirrohmanirrohim... Cinta menerima lamaran ananda Zayyan Wilson Arganta" ucap Buya terdengar mengharu biru.
#tbc....
__ADS_1
...Readers kesayangan, terima kasih masih setia mendukung karya ini. Dukungan all readers sangat berarti bagi author. Tinggalkan jejak all readers disini ya dengan like, vote, komen, favorit dan bantu bagi hadiahnya juga ya. Love U all readers....