
...💖Jika kau mencintai seseorang, biarkan ia pergi. Kalau ia kembali, ia adalah milikmu. Bila tidak, ia memang tidak pernah jadi milikmu." (Khalil Gibran)💖...
🌸
Setelah menempuh perjalanan sekitar 35 menit, akhirnya Zayn, Kak Prinka, Diki dan Jhonson sampai dikediaman tuan Erick.
Mami Ela, Lala dan segenap keluarga menyambut dengan suka cita kedatangan tamu yang ditungu-tunggu kehadirannya sejak sore tadi.
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Zayn, Kak Prinka dan Diki.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari semuanya kecuali Oma Aleta, Soraya dan Jhonson.
“Alhamdulillah calon mantunya Mami udah sampai. Mari nak silahkan duduk, Prinka sini deket aku” ajak Mami Ela.
Zayn dan Kak Prinka pun duduk ditempat yang telah disedaikan, begitupun dengan Diki dan tuan Jhonson.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga, saat itu jam didinding sudah menunjukkan pukul 21.37.
“Maaf Oma-Oma, Om dan Tante, kami datangnya terlambat tadi kami tarawihan dulu” ucap Zayn.
“Iya, tidak apa Zayn, kami memakluminya, justru tante bangga loh punya calon mantu udah tampan, baik, cerdas, sukses, rajin ibadah pula.” Ucap Mami Ela.
Zayn hanya tersenyum.
Kak Prinka yang merasa ditatap tajam oleh Mami Aleta merasa canggung untuk sekedar mengucapkan beberapa kata sapaan.
“Oiya, Mommy Daddy, Mama Papa, perkenalkan ini calon menantu kita, Zayyan Wilson Arganta” ucap Mami Aleta memperkenalkan Zayn pada kedua orang tua dan mertuanya.
Sekali lagi Zayn hanya memberikan senyum kakunya pada orang-orang yang baru dikenalnya itu.
“Kamu tampan sekali nak, Eyang titip Lala ya, dibimbing juga biar rajin ibadahnya” ucap Eyang Putri.
Zayn hanya mampu memberi senyuman.
“Baiklah karena hari sudah semakin malam dan yang ditunggu juga sudah datang, bagaimana kalau kita lanjutkan obrolan kita tadi” sela Papi Erick.
“Iya, lebih cepat lebih baik” ucap Oma Aleta.
Mendengar ucapan Oma dan Om Erick membuat Zayn menahan sesak didadanya.
Mereka pun mulai mengutarakan rencana para tetua untuk proses lamaran dan pertunangan Zayn dan Lala akan digelar pada tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an.
“Niatnya ambil berkah Ramadhan, jadi nanti kita akan buat acara sholat maghrib, isya’ dan tarawih bersama, nanti ada ceramah agama juga dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, nah sekalian malam itu juga kita akan resmikan pertunangan Lala dan Zayn, ya dengan kata lain secara resmi Zayn beserta keluarga besar datang melamar Lala putri kami. Gimana setuju nggak dengan rencana itu?” tanya Mami Ela.
“Kalau tante setuju saja, semakin cepat semakin baik” jawab Oma Aleta.
“Kita juga setuju, berkah bulan ramadhan jadinya” ucap Eyang Kakung.
“Kita juga oke, kebetulan kita selama Ramadhan akan tinggal di Indonesia, jadi sekalinya pulang bisa langsung dapat mantu” ucap Grandpa.
“Alhamdulillah kalau semuanya setuju, tinggal Lala dan kamu Zayn, gimana setuju nggak dengan rencana kita?” tanya Mami Ela.
__ADS_1
Sejenak Zayn menahan sesak didadanya, rasanya Zayn ingin menolak rencana itu, sungguh hatinya teramat berat dengan rencana perjodohan ini.
Namun, diingatnya lagi pesan yang dikirim oleh Soraya kepada Diki pada saat dalam perjalanan tadi.
“Zayn, kamu harus setuju dengan perjodohan ini, jangan ada penolakan atau bantahan. Percayalah Oma hanya ingin kamu bahagia, Oma hanya melakukan yang terbaik untukmu. Namun, jika kamu tetap menolak, maka Oma pastikan wanita itu akan gagal mencapai impiannya!!!” pesan Oma Aleta.
Kalimat ancaman itu begitu mengusik hati Zayn. Zayn sungguh mencintai Cinta tapi jika ia paksakan cintanya maka Cinta lah yang akan menjadi korban dan tentunya kecewa.
Begitupun Kak Prinka, saat ini Kak Prinka rasanya ingin sekali menanggapi dan mendukung keputusan Zayn untuk menolak perjodohan ini, Kak Cinta tahu yang dilakukan Maminya tidak akan membuat Zayn bahagia justru Zayn malah terluka.
Namun, sekali lagi Kak Prinka tak mampu berkata-kata karena ancaman dari Maminya juga berlaku untuknya. Kak Prinka seketika mengangis saat membaca pesan yang juga dikirim Maminya pada Zayn.
“*Satu lagi, Oma akan bersikap baik pada wanita yang akan datang bersamamu itu, tapi dia jangan berani-beraninya mendekati Oma, Oma masih belum bisa menerima keberadaannya, cukup diam saja dia tanpa bicara karena melihat wajahnya saja Oma sudah muak apalagi jika di tambah dengan mendengar suaranya yang menyebalkan."
"Jika dia berulah, maka akan berimbas pada wanita panti itu juga, bukan hanya kehilangan AIIBS tapi dia juga akan dikeluarkan dengan tidak hormat dari MLA*!!!" pesan Oma.
Rasanya Kak Prinka ingin menangis mendapati Maminya masih saja terus membencinya dan menaruh dendam yang tak berujung bahkan harus merugikan orang lain.
“Jadi, bagaimana Zayn, Lala?” tanya Mami sekali lagi.
“Kalau Lala, patuh saja Mi, Lala setuju dengan rencana Mami, Papi dan Oma Aleta” jawab Lala tersenyum malu-malu.
“Tidak akan mengganggu waktu mu kan sayang?” tanya Papi Erick.
“Alhamdulillah nggak Pi” jawab Lala.
“Alhamdulillah” ucap semuanya.
“Lalu bagaimna dengan mu Zayn?” tanya Papi Erick.
Kak Prinka berdebar-debar hatinya melihat sorot mata Zayn yang seakan tertekan dengan rencana ini.
Tak ada yang lebih memahami perasaan Zayn kecuali Kak Prinka dan Diki.
Begitupun Diki, sejujurnya Diki tak kuasa melihat Zayn sahabat sekaligus saudara laki-laki yang sangat disayanginya itu, cintanya harus berujung dengan perjodohan ini.
Namun dilain pihak, Diki juga tak kuasa melihat kesedihan dan kekecewaan Lala jika Zayn menolak perjodohan ini.
Meskipun Diki menciantai Lala sejak lama, namun, Diki lebih rela melepasanya jika kebahagiaan Lala bersama Zayn bukan dengan dirinya.
Zayn menarik nafas sebelum mengambil keputusanannya.
“Bismillah… saya setuju” jawab Zayn.
Gemuruh hati Zayn terasa menyeruak naik hingga ke ubun-ubunya, matanya serasa sudah mulai mengembun, namun sebisanya ia tahan air mata itu agar tak jatuh, agar semua orang tak menganggapnya lemah, terutama Oma Aleta.
Zayn tak tahu apakah ini jalan yang tepat yang dia ambil, namun saat ini yang menajdi titik fokus pikiranyya adalah menyelamatkan impian dan cita-cita Cinta.
Setidaknya meskipun tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk bersama Cinta, tapi Zayn tidak mengambil hak Cinta untuk mengapai impiannya.
Jatuh air mata Kak Prinka mendengar jawaban Zayn, Kak Prinka tahu betul itu bukan pilihan hati Zayn, begitu besarnya cinta Zayn untuk Cinta hingga ia rela melepasnya dengan cara seperti ini.
__ADS_1
“Zayn, maafkan Kakak tak bisa berbuat apa-apa untukmu” ucap Kak Prinka menunduk menyembunyikan kesedihan dan air matanya yang sudah tumpah.
“Alhamdulillah” ucap semuanya yang ada diruangan itu.
“Akhirnya meskipun sempat deg-deg kan karena Zayn yang terlambat datang, tapi akhirnya rencana kita sudah menemukan titik final, tinggal pelaksanaannya saja sekarang. Selamat ya sayang” ucap Mami Ela memeluk putri sulungnya.
“Syukurlah, sekarang tinggal menentukan kapan pernikahannya akan dilangsungkan setelah proses lamarannya" ucap Mami Aleta.
“Benar kata Tante Aleta, kira-kira kapan ya Pi, Zayn?” tanya Mami Ela pada suaminya dan Zayn.
“Papi inginnya sesegera mungkin tapi kita sesuaikan dengan jadwal kesibukan kedua putra putri kita ini, jangan sampai mengganggu pekerjaan mereka, kita cari waktu yang pas. Menurutmu bagaimana Zayn?” tanya Papi.
“Zayn ikut saja” jawab Zayn singkat.
“Emhh… bagaimana kalau hari ketiga idul fitri, jadi lamarannya di bulan Ramadhan, nikahnya dibulan Syawal?” saran Mami Ela.
“Saran bagus itu, bagaimana menurut tante Aleta?” tanya Papi Erick.
“Kalau saya oke-oke saja, berarti kami akan mempersiapkan semuanya dari sekarang agar acara kita nanti tidak ada minus nya” jawab Oma Aleta bersemangat.
“Bagaimana denganmu Lala, Zayn?” tanya Papi.
“Lala setuju saja Pi, jika Zayn setuju, kebetulan di akhir-akhir Ramadhan dan Menjelang Idul Fitri, Lala sudah mengosongkan jadwal Lala, jadi diwaktu itu Lala free” jawab Lala.
“Oke, bagaimana denganmu Zayn?” lagi Papi Erick bertanya.
“Saya ikut baiknya saja” jawab Zayn datar.
“Bagus, kalau begitu kita sudah menemukan waktu yang cocok untuk acara lamaran dan hari H nya, pertunagan akan dilaksanakan pada malam ke 17 Ramadhan dan ijab qabul serta resepsi akan kita langsungkan pada lebaran idul fitri hari ketiga” ucap Papi Erick.
“Setuju, Alhamdulillah” sorak meriah dari semua orang yang ada diruangan itu.
Disaat semua orang bersorak gembira, justru hati Zayn dan Kak Prinka merasakan tersakiti.
“Zayn, apa yang bisa Kakak lakukan untuk menghapus kesedihan dana kesakitanmu ini, jika Kakak menentangnya justru akan menyakiti perasaan Cinta juga, maafkan tante mu yang lemah ini Zayn” ucap Kak Prinka yang semakin deras air matanya.
“Ka, kamu nangis ya?” tanya Mami Ela melihat Kak Prinka yang duduk disebelahnya telah basah wajahnya oleh air mata.
Kak Prinka hanya tersenyum sambil menghapus jejak air matanya.
“Emmmhh….Ka, kamu menangis saking bahagianya ya, akhirnya ikatan keluarga kita akan semakin kuat ya Ka” Mami Ela memeluk Kak Prinka.
Sesak rasa dada Kak Prinka, mengapa Maminya masih saja kejam dengan menjodohkan Zayn.
“Mami, apakah Mami masih belum puas juga dengan menjodohkan Kak Bryan dan juga aku dengan cara memaksa dan mengancam semau Mami. Apakah dengan gagalnya Mami menjodohkan Kak Bryan lantas kini Mami menjdoahkan putranya, membuat luka lagi dihati Kak Bryan." ucap hati Kak Prinka dengan air mata yang terus mengalir tanpa suara.
"Mi, apakah Mami tidak belajar dari kasus ku yang terpuruk karena ancaman Mami, apakah Mami tidak sedikitpun memahami perasaanku yang hancur lebur karena tindakan Mami. Mami hanya menyalahkanku tanpa Mami sadari kesalahan Mami.” Lirih hati Kak Prinka menahan sesak didadanya.
Malam itu sudah ditetapkan waktu yang pas untuk acara lamaran secara resmi dan hari pernikahan antara Zayn dan Lala.
Kini Zayn hanya berharap ada keajaiban untuk cintanya pada Cinta. Jikapun tak sampai, Zayn berharap Cinta menemukan cinta sejatinya yang mencintainya dengan tulus dan ikhlas.
__ADS_1
#tbc….
Readers kesayanagn jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, favorit dan tentunya banytu vote juga ya karya ini, katren adukungan dari all readers sangat membantu karya ini agar banyak yang baca. Jika bersedia bantu bagi hadiah bunga mawar bermekarannya juga ya. Terim kasih untuk all readers terkasih.