Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Lamaran tak terduga


__ADS_3

" Apa Saudara Fauzan mau minta jawaban sekarang? Saya sudah bisa memutuskan." Ucap Meysha dengan penuh keformalan karena begitu kesalnya. Meysha merasa urusan Mereka sudah selesai.


" Maafkan Aku Mey. Aku khilaf. Kau tahu sendiri, sebejat-bejatnya seorang lelaki. Dia ingin dapat pendamping wanita yang baik-baik." Fauzan mencoba meminta maaf pada Meysha.


Meysha terlihat menghela nafas panjang, sebelum akhirnya menjawab pernyataan Fauzan.


" Dan Kau tahu isi surah An-Nur Ayat 26. Wanita baik-baik untuk lelaki yang baik-baik begitu juga sebaliknya." Jelas Meysha.


" Dan kalau Kau ingin mendapatkan perempuan atau wanita yang baik-baik. Perbaiki dahulu dirimu. Tapi maaf untuk saat ini, sepertinya wanita itu bukan Saya." Tambah Meysha seraya terang-terangan menolak Fauzan.


Fauzan dari yang bersikap ramah tiba-tiba tersenyum sinis mendengar kata-kata Meysha.


" Aku dengar dari Hasan. Sahabatmu itu bukan hanya sekedar sahabat. Kalian terlihat saling menyukai. Kalau Kau mencari yang baik-baik. Bukankah Dia tidak seiman denganmu?" Fauzan terlihat menatap Meysha dengan pandangan mencemooh.


" Jangan meremehkan ketidaktahuanmu. Jika Allah SWT sudah berkehendak, Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengejutkan siapa pun dan kapan saja. Termasuk hidayah keimanan." Jelas Meysha tersirat dan penuh ketenangan.


Fauzan masih merasa belum kalah. Dia memutar otak untuk tetap mempengaruhi Meysha.


" Kalau begitu, pikirkan Ayahmu. "


Fauzan masih mencoba membuat Meysha berpikir.


" Saya akan berusaha memberikan pengertian pada Beliau. Kau tak perlu mengkhawatirkan itu. Itu sudah urusan Saya sebagai putrinya. Yang jelas saat ini, mohon maaf Saya belum bisa menerima Anda. Semoga saudara Fauzan dapat yang lebih baik daripada Saya. Dan rasanya sudah cukup pembicaraan kali ini." Meysha menyudahi pembicaraannya dengan Fauzan. Mau tidak mau Fauzan pamit pulang, karena hari juga telah malam. Walaupun diraut wajahnya tersirat rasa kesal, emosi dan kecewa.Saat Fauzan pamit pulang, Ayahnya bergegas keluar dari ruang tengah. Beliau terkejut saat melihat raut wajah Fauzan yang berpamitan, seperti kesal dan kecewa.


" Apa telah terjadi sesuatu?"Ayahnya penasaran.

__ADS_1


" Maaf Pa. Meysha menolaknya." Ucap Meysha seraya menundukkan kepala.


Ayahnya tentu saja syok dan ingin marah. Namun Beliau tidak bisa memaksakan kehendak Meysha. Pasti putrinya mempunyai alasan, Karena raut wajah Meysha juga terlihat kesal dan kecewa. Meysha juga langsung melangkahkan kakinya menuju tangga dan kekamarnya.


Ayahnya hanya bisa mengelus dada dan beristighfar. Beliau mencoba lapang dada dengan keputusan Meysha. Dan berdoa yang terbaik untuk putrinya.


Pagi ini, Meysha duduk seraya menikmati teh hangatnya. Dia memandang ke jendela kamarnya. Rasanya belum lama Meysha datang ke Korea. Namun faktanya kenangan itu sudah lama. Dia lalu beranjak dan menghidupkan I-padnya. Seperti biasa, Meeting melalui aplikasi zoom meeting. Seperti biasa, Meysha menarik semua dokumen yang dibutuhkan untuk melihat perkembangan perusahaannya. Namum tiba-tiba handphonenya berdering. Andrew lagi-lagi mengajaknya bertemu untuk makan siang.


Seperti biasa, Mereka saling menyapa dengan salam.


" Kau sepertinya banyak waktu." Meysha memandang Andrew yang tengah tersenyum padanya.


" Tidak juga." Andrew jujur, Dia memang memaksakan diri meluangkan waktu ditengah-tengah padatnya jadwal.


" Karena inipenting bagiku." Sahut Andrew.


Mengingat jadwal Andrew yang padat. Andrew pun langsung to the point, saat Mereka sudah bertemu.


" Ayo Kita menikah!" Ajakan menikah yang sangat spontan membuat Meysha terkejut.


Andrew tak main-main dengan ucapannya untuk menikahi Meysha. Sebelum bertemu dengan Meysha, Andrew Sudah bergegas membelikan sebuah cincin berlian untuk Meysha. Dia pun mengeluarkan kotak cincin tersebut. Dan lalu membukanya.Sepasang mata terperangah, saat Andrew mengeluarkan cincin berlian untuk diberikannya kepada Meysha.


“Aku secara resmi melamarmu.” Ucap Andrew.


“Apa yang Kau pikirkan tentangku?” Tanya Meysha terlihat kesal.

__ADS_1


“Beras. Jika seseorang tidak memakannya, Dia tidak akan pernah merasa kenyang. Begitu juga bagiku, jika Aku tak melihatmu.” Ucap Andrew dan memakaikan cincin ke tangan Meysha, namun Meysha menolaknya. Meysha merasa Andrew terlalu banyak main drama Korea. Jadi Dia asal melamar Meysha seperti itu.


Meysha mengajak Andrew berbicara dari hati ke hati.


“Tolong dengarkan apa yang akan Aku katakan." Ucap Meysha.


" Satu, Ini sangat mendadak. Dan ini bukan berarti Aku menolak lamaranmu. Tapi Aku lebih menghargai. Jika Kau datang bersama keluargamu dan menemui Ayahku." Pinta Meysha. Bagaimana pun juga itu tata cara dan adab yang sesuai keyakinan Meysha.


Andrew pun mengerti maksud Meysha. Malam harinya, Andrew tiba-tiba datang ke rumah orangtuanya di Apgujeong. Kali ini Dia yakin ingin mengungkapkan keinginannya kepada orangtuanya. Walaupun kontrak dengan agensi masih tiga tahun lagi.Ayahnya terlihat terkejut dengan kedatangan putranya tersebut. Dan jelas Ayahnya sangat terkejut lagi setelah mendengar permintaan putranya tersebut. Secara Ayahnya baru saja melihat laporan dari anak buahnya tentang Meysha. Beliau belum mempelajari sepenuhnya.


Ayahnya Andrew terlihat memegang keningnya. Dia masih terlihat bimbang. Dia tidak membayangkan bagaimana reaksi koleganya, apabila mengetahui calon menantunya berkeyakinan tidak sama. Begitu juga putranya yang memilih berpindah keyakinan. Ayahnya sekarang yang meminta pada Andrew untuk memikirkannya dahulu.


Pagi-pagi Meysha sudah memonitor perusahaannya di Indonesia. Selain itu siangnya Dia mengadakan rapat lewat aplikasi zoom meeting. Setelah selesai Dia berniat untuk belanja.Namun saat sedang mengemudikan mobilnya. Sebuah panggilan masuk ke Hpnya dan membuatnya bingung, begitu menutup telepon. Ada seseorang yang meminta untuk bertemu. Dan Dia mengaku sebagai Ayahnya Andrew.


Meysha pun langsung memutar balik. Dia menuju ke arah Gangnam, tepatnya Apgujeong yang merupakan salah satu kawasan elit di Korea. Sambil mengemudi, Meysha pun berpikir, ada gerangan apa tiba-tiba Ayahnya Andrew ingin menemuinya. Apakah Dia kira, Meysha laj penyebab retaknya hubungan Andrew seperti yang sedang beredar saat ini. Dan Beliau mau buat perhitungan. Meysha syuudhon dan menebak-nebak. Meysha pun menggelengkan kepalanya, Dia tidak ingin syuudhon duluan.


Meysha Akhirnya sampai dikawasan Gangnam.Kawasan elit yang banyak dicita-citakan orang Korea. Tinggal di Gangnam adalah suatu kemewahan tersendiri bagi orang Korea, khususnya di lingkungan Cheongdam dan Apgujeong. Kedua tempat ini menjadi kawasan rumah bagi banyak aktor, aktris, dan idola Korea, ritel mewah, kehidupan malam yang liar, dan perusahaan hiburan terbesar Korea. Tak heran bila harga rumah dan bangunan di daerah ini amat tinggi.


Meysha memarkirkan mobilnya disalah satu alamat, dikawasan Apgujeong. Sesuai dengan alamat yang diberikan Ayahnya Andrew. Berkali-kali Meysha memastikan alamatnya. Setelah benar-benar pasti. Dia pun turun dari mobilnya.


Dan disaat yang hampir bersamaan, Ayah Andrew baru saja pulang dari kantornya. Meysha menyapanya sesuai sopan santun dalam budaya Korea. Lalu Beliau pun mempersilahkan Meysha masuk.


“Aku hanya ingin bertanya satu hal, Apa Kau sukai dari Andrew?” Tanya Ayah Andrew membuka pembicaraan.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2