
Dengan perasaan berdebar Zayn menunggu didepan pintu kamar Cinta, kamar yang telah disulap menjadi kamar pengantin yang begitu cantik dengan nuansa perpaduan warna pink dan silver.
"Nak Zayn tunggu sebentar ya, Umma masuk duluan minta adik-adikmu keluar dulu, karena mereka sedang berkumpul didalam" ucap Umma Salamah.
"Baik Umma" jawab Zayn.
Zayn menunggu di luar dengan perasaan yang begitu membuncah di hatinya. Jantungnya berdebar-debar semakin kencang.
Umma pun masuk kedalam kamar meninggalkan Zayn sendiri di depan pintu kamar pengantinnya.
Setelah semuanya keluar, gadis-gadis remaja yang kompak memakai seragam kebaya warna pink itu pun bergantian menggoda Zayn hingga wajah Zayn memerah sepeti udang rebus.
"Cie Cie Kak Zayyan udah sah jadi suami nih yeee" goda Mia pada Zayn.
"Ehmm..." Zayn berdehem saking gugup nya.
"MasyaAllah...silau Umma" ucap Anisa tiba-tiba dengan wajah seriusnya sambil menutup mulutnya hingga membuat semua yang ada didepan pintu kamar Cinta pun menoleh kearah Anisa.
"Kenapa Nis?" tanya Umma Tuti pada putri sulungnya.
"Ada tomat mateng berkilau Umma" jawab Anisa dengan ekspresi tak terbaca.
__ADS_1
"Tomat mateng berkilau, tomat apa nak, dimana?" tanya Umma Tuti serius.
"Itu Umma" jawab Anisa menutup matanya dengan jari tangan kanannya.
"Mana sih Nis, jangan buat Umma panik ahh, kamu kenapa?" Umma Tuti mulai deg deg kan.
"Itu Umma, wajah Kak Zayn merah merona kayak tomat mateng, hahahahahahha" goda Anisa pada Zayn.
"Nisaaaa...." Umma Tuti merasa gemes dengan kalakuan absurd putrinya itu.
"Abisnya Kak Zayn tegang banget, kayaknya deg deg kan banget ya Kak... hahahahah" Anisa malah makin senang menjahili Kakak iparnya itu.
"Eleh eleh si Anis ngegodain aja dari tadi, jangan digodain terus Kak Zayn nya, nanti makin mateng tomat nya, hehehe" ucap Umma Salamah.
"Umma, Umma ikut-ikutan juga, heheh" ucap Umma Tuti yang ikut tertawa bahagia.
"Nggak papa ya Zayn, diikhlaskan saja untuk hari ini, diterima dengan ikhlas kalau digodain, biar nggak tegang, heheh" ucap Umma Salamah.
"Emhh... iya Umma" ucap Zayn tersenyum.
"Waahh senyum itu bikin meleleh, udah buruan masuk Kak, berikan senyum terindah Kak Zayn untuk Kak Cinta biar Kak Cinta klepek-klepek sama Kakak, hahaha" kaki ini Mia yang menimpali.
__ADS_1
Gelak tawa pun terdengar diruangan itu, semuanya merasakan kebahagiaan yang tak terhingga dengan pernikahan antara Cinta dan Zayn. Betapa tidak, mereka semua menjadi saksi hidup bagaimana perjuangan Zayn untuk bisa menjadi suami sah bagi Cinta.
"Oke, udah yuk semuanya kita ke depan duluan biar Kak Zayn nya bisa masuk biar cepet di dandanin, kasihan Kak Cinta juga udah deg-degan banget pasti nungguin di dalem, ayo kita beri kesempatan keduanya saling klepek-klepek melihat senyum cantik dan tampan raja dan ratu sehari kita, hahahaha" Umma Salamah sekali lagi menggoda Zayn sambil merangkul cucu-cucunya itu.
"Hahaahah" semuanya pun tertawa sambil berlalu meninggalkan Zayn.
"Selamat klepek-klepek ketemu bidadari Kak Zayn" ucap Anisa sambil membuat simbol hati menggunakan kedua tangannya yang diletakkan di atas kepalanya sendiri.
Zayn pun tersenyum dengan perasaan bahagia, Zayn merasa benar-benar beruntung di sambut dengan hangat oleh keluarga besar Cinta di rumah kasih sayang.
Setelah kepergian semuanya, dengan jantung berdebar Zayn berusaha menetralisir kegugupannya sebelum masuk ke dalam kamar pengantin itu. Zayn mengatur nafasnya agar lebih rileks.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Zayn lalu menekan gagang pintu kamar.
"Assalamu'alaikum" salam Zayn ketika pintu itu terbuka.
Dengan langkah gemetar Zayn masuk ke dalam kamar Cinta.
#tbc....
...Haaii readers salam jumpa, semoga kita sehat selalu. Terima kasih karena masih setia membersamai author. Jangan lupa tetap tinggalkan jejaknya di sini ya all readers. Love U all. ...
__ADS_1