Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Kenangan Samar


__ADS_3

... 💝Allah telah menuliskan nama pasanganmu. Yang perlu kau lakukan adalah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya.💝...


🌸


Di kamar VVIP nomor 2, kini Zayn terbaring ditemani Diki dan juga Lala. Lala nampak begitu khawatir melihat kondisi Zayn yang terluka.


“Zayn, apakah lukamu benar sudah baik-baik saja?” tanya Lala dengan tatapan prihatin.


“Alhamdulillah, aku baik-baik saja ” jawab Zayn.


“Mengapa kau sampai nekat seperti ini sih, untung saja lukanya tidak terlalu dalam. Mendengar berita bahwa kau terbaring dirumah sakit membuatku benar-benar khawatir” ucap Lala.


“Tidak usah terlalu khawatir, lagi pula aku sudah baik-baik saja” jawab Zayn tersenyum.


“Zayn lain kali jangan terlalu melibatkan dirimu dalam bahaya, jangan begini lagi” ucap Lala.


“Bagaimana aku bisa diam dan tidak melibatkan diriku dalam situasi berbahaya, kau tidak tahu saja apa yang terjadi, justru yang dalam keadaan sangat berbahaya itu adalah Cinta, mana mungkin aku diam saja ketika melihat Cinta diperlakukan seperti itu oleh penjahat itu” tegas Zayn yang membuat Lala terdiam.


“Kau marah?” tanya Lala.


“Tidak, maafkan aku karena berkata terlalu keras padamu” ucap Zayn.


“Tak apa. Oiya aku potongkan buah ya untukmu” ucap Lala.


“Terima kasih” jawab Zayn sambil memegang keningnya.


"Apakah kepalamu sakit?" lagi tanya Lala.


"Hanumya sedikit pusing" jawab Zayn beberapa kali mengerjab-ngerjabkan matanya.


Diki yang menyaksiakan interkasi tuan muda dan calon tunangannya itupun hanya bisa diam. Entah mengapa Zayn terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Lala.


“Zayn, cepat sembuh ya” ucap Lala sambil memberikan potongan buah apel pada Zayn.


“Aamiin, terima kasih doanya La” jawab Zayn.


“Zayn apa kau ingat saat kita kecil dulu, saat pertama kali kita bertemu diacara perkemahan keluarga kita. Hari itu kau terlihat begitu asyik dengan dirimu sendiri bahkan mengabaikanku yang ingin berkenalan dan bermain denganmu." Lala mengingat kenagan wal numpa dengan Zayn.


"Kau tahu aku sangat kesal saat itu, hingga akhirnya aku jatuh terpeleset kedalam sungai arus itu, tapi syukurlah kau menyelamatkanku. Dan setelah itu kitapun nerteman baik karena ternyata kau itu orang baik tidak seperti yang kukira” cerita Lala.


“Aku menyelamatkanmu?” tanya Zayn.


“Iya, apa kau ingat saat itu wajahmu nampak panik sekali, kau berulang-ulang kali memanggil namaku agar aku terbangun. Jujur saja kukira kau tak perduli padaku tapi ternyata bahkan kau mengingat namaku” Lala tersenyum malu-malu.


“Karena kejadian hari itu akhirnya kita berteman dan kau mau berjanji padaku mau menjadi temanku dan juga akan melindungiku” lagi ucap Lala dengan semburat merah muda diwajahnya.


Zayn mencoba mengingat kenangan masa kecilnya yang diceritakan Lala.


“Zayn, apa kau ingat bunga Edelweis yang kau berikan padaku dulu, sampai sekarang aku masih menyimpannya" ucap Lala dengan senyum bahagianya.


“Edelweis?” tanya Zayn heran.


“Iya, kau berikan padaku saat aku dirawat dirumah sakit, saat itu kau memberikan bunga itu dengan harapan semoga hubungan kita tetap awet seperti bunga Edelweis itu. Kau juga menjaga dan mendoakan aku agar cepat sembuh, dan kali ini giliran aku yang akan berdoa untukmu. Zayn kau harus segera sembuh karena kau harus membayar hutang masa lalumu padaku” ucap Lala.

__ADS_1


“Hutang masa lalu?” tanya Zayn semakin bingung.


“Iya, kau bilang jika aku segera sembuh dan kelak jika kita dewasa kau akan mengajakku kembali ketemapat perkemahan itu dan juga mengambilkan bunga Edelweis yang baru bermekaran khusus untukku. Aku menagih janjimu itu, jadi segeralah sembuh” ucap Lala memberikan semangat untuk Zayn.


Zayn yang mendengar setiap kalimat yang disampaikan oleh Lala terasa samar dalam ingatannya, entah apakah Zayn lupa atau memang tak pernah mengatakannya.


Diki yang mendengar interaksi dari tuan dan calon nona mudanya hanya bisa menunduk dan memberikan doa terbaiknya untuk kedua sahabatnya.


“Zayn, jangan bilang kau lupa dengan janjimu itu, aku benar-bnear kecewa jika kau melupakan hal itu!!!” ucap Lala dengan wajah cemberutnya.


“Emhh... apakah aku pernah mengatakan hal itu dulu?” tanya Zayn karena masih bingung dengan semua yang dikatakan Lala.


Meskipun masih samar-samar tapi Zayn tak menyangkali beberapa cerita Lala ada benarnya dalam kenangan samar itu ada dalam ingatan Zayn.


“Zayn, jadi kau benar-benar lupa???, aku benar-benar sedih dan merasa sangat menyedihkan!!!” tanya Lala dengan raut wajah sedihnya nyaris menangis.


“Maaf bukan begitu, tapi....” ucap Zayn terputus karena kepalanya terasa sakit.


“Nona, maafkan tuan Zayn, bukannya tuan lupa tapi mugkin tuan saat ini sedang lelah” ucap Diki menengahi percakapan keduanya karena Diki tak ingin keduanya jadi selisih paham.


“Tuan Zayn sebaiknya anda istirahat dulu” saran Diki menurunkan headbed ranjang Zayn agar lebih nyaman untuk tiduran.


“Emhh... baiklah, kepalaku juga rasanya sedikit berat dan pusing” jawab Zayn.


“Lala, maafkan aku jika melupakan semua itu, tapi.....” lagi kalimat Zayn terputus.


“Sudahlah tak apa Zayn, kau istirahatlah dulu” ucap Lala tetap memberikan senyum terbaiknya.


Zayn pun mengangukkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Tak lama Zayn pun tertidur mungkin karena efek obat yang tadi diminumnya.


“Terima kasih Diki. Oiya Diki bisakah kau panggil aku Lala saja, rasanya kau panggil dengan sebutan nona aku merasa ada jarak diantara kita, jadi panggillah seperti biasanya saja” ucap Lala.


“Baik” jawab Diki.


“Diki, apa benar Zayn melupakan itu semua?” tanya Lala yang juga akrab dengan Diki.


“Kurasa tidak, aku yakin dia ingat dengan semua ucapan dan janjinya padamu dan semuanya pasti masih tersimpan rapat direlung hatinya” jawab Diki.


“Benarkah, tapi menagapa dia seolah tidak ingat sama sekali?” tanya Lala sambil menatap Zayn yang kini sedang tertidur.


“Mungkin karena dia kelelahan dan efek mengantuk, tau sendirikan kalau orang mengantuk itu kadang nggak sadar dengan ucapnya sendiri bahkan ada yang ucapannya ngawur” alasan diki asal.


“Mungkinlah” jawab Lala memgangkat kedua bahunya.


Sedang asyik ngobrol, tiba-tiba pintu kamar rawat inap Zayn dibuka dan menampakkan wajah Oma Aleta yang dikawal oleh Soraya dan jhonson serta sepuluh pengawal lainnya yang senantisa berbaris rapi membentuk barisan segitiga dibelakang Oma Aleta.


“Oma” sapa Lala lalu mendekat untuk menyalamai tanga Oma Aleta.


“Nyonya” ucap diki terkejut dengan kedatangan Oma Aleta.


“Bagaimana dengan keadaan Zayn?” tanya Oma Aleta berjalan mendekati ranjang Zayn.


“Tuan muda baru saja tertidur, keadaannya sudah membaik” jawab Diki.

__ADS_1


“Mengapa zayn bisa masuk dan dirawat dirumah sakit, jelaskan padaku!!!” tanya Oma Aleta.


Dikipun menceritakan secara singkat namun sangat jelas apa yang menyebabkan Zayn terluka.


“Jadi Zayn terluka karena gadis itu lagi?” wajah Oma Aleta terlihat murka.


Diki hanya menunduk karena bibirnya tak mampu menjawab pertanyaan Oma Aleta.


“Lalu, mengapa kau tak segera mengabariku tadi malam dan juga tadi pagi jika Zayn terluka dan dirawat dirumah sakit ini, aku justru dapat kabar dari orang lain. Apa maksud kalian menyembunyikan ini???” Tanya Oma Aleta semakin terdengar menyeramkan suaranya ditelinga Diki.


“Maaf nyonya, tuan...” kalimat Diki terputus ketika sekali lagi Oma Aleta memotong ucapannya.


“Apa karena wanita tak tahu diri itu, wanita kurang ajar yang telah mengancurkan nama besar keluarga ini.” Ucap Oma Aleta terdengar pedas.


“Tidak begitu nyonya, Nona Prinka tidak seperti itu. Tuan muda Zayn lah yang dengan sadar memerintahkan saya untuk jangan menghubungi nyonya besar dulu dengan alasan tuan tidak ingin nyonya khawatir, tuan tidak ingin hal ini mengganggu kesehatan dan ketenangan nyonya” jawab Diki dengan merangkai alasan asal yang masuk akal.


“Jangan kau sebut namanya dihadapanku!!!” ucap Oma Aleta lantang.


“Maaf nyonya” ucap Diki menunduk


“Kalian pikir aku siapa hingga kalian main rahasia-rahasiaan denganku. Aku Oma nya dan aku berhak tahu bagimana keandaan Zayn” ucap Oma Aleta dengan suran meninggi.


“Oma, oma sayang, sabar dan tenang ya Oma, aku yakin niat Zayn itu tidak buruk, Zayn hanya memikirkan kesehatan Oma” bujuk Lala yang kini memeluk Oma Aleta dari samping.


“Lala, terima kasih ya nak sudah menemani Zayn disini” ucap Oma Aleta kembali melembut.


“Iya sama-sama Oma, Oma duduk dulu ya, ayo Oma kita duduk disana sambil minum teh chamomile” ajak Lala pada oma Aleta menuju sofa tamu dikamar rawat Zayn.


“Kau memang gadis yang baik dan pandai meredam amarahku.” Ucap Oma Aleta menghela nafas sambil mengelus lembut rambut bergelombang milik Lala.


“Terima kasih Oma” jawab Lala tersenyum tersipu malu.


“kau memag jauh lebih pantas untuk Zayn dari pada gadis itu, dia hanya bisa membuat Zayn terluka dan ditimpa kemalangan seperti ini” ucap Oma Aleta geram.


Lala merasa ambigu dengan ucapan Oma Aleta, ingin bertanya tapi rasanya momennya kurang pas, jadi Lala memilih untuk menelaah sendiri ucapan Oma Aleta.


Oma Aleta pun berdiri dari tempat duduknya.


“Oma mau kemana?” tanya Lala gesit ikut berdiri.


“Oma mau kesana lagi melihat keadaan Zayn” jawab Oma Aleta.


“Mari aku temani Oma” Lala pun berjalan beriringan dengan Oma Aleta untuk melihat Zayn lebih dekat.


Oma Aleta dan Lala pun kini sudah berada disisi ranjang Zayn.


“Zayn cucuku tersayang, segera sembuh ya, jangan buat Oma khawatir begini” ucap Oma Aleta dengan mata berkaca-kaca.


“Lala, aku titipkan Zayn padamu, tolong bahagiakan dia selalu, buatlah dia hanya mencintaimu, lakukanlah yang terbaik yang kau bisa, Oma pasti akan selalu mendukungmu” ucap Oma Aleta menepuk lembut punggung tangan Lala.


“Baik Oma, terima kasih karena Oma mempercayaiku” ucap Lala menunduk sebagai penghormatan pada Oma Aleta.


“Zayn, segeralah sembuh, aku ingin melihat senyum manis diwajahmu, akan kulakukan yang terbaik untukmu, cepatlah sembuh dan kita akan membuat janji untuk mendaki gunung bersama" gumam hati Lala dengan menatap lekat pada wajah Zayn.

__ADS_1


#tbc....


...Salam sayang untuk all readers tersayang, jangan lupa setelah baca tinggalkan jejaknya disini ya dengan tekan like, komen, favoritkan, bantu beri hadiah, bantu rate bintang lima dan tentunya dihari senin yang manis bagikan vote nya juga untuk karya ini ya. Love U all readers terkasih....


__ADS_2