
Kak Prinka berdiri disamping Zayn.
"Zayn, ada apa?" tanya Kak Prinka.
"Kakak" ucap Zayn.
"Jhonson, kenapa kamu ada disini?" tanya Kak Prinka.
"Maaf nona, atas perintah nyonya besar kedatangan saya kemari untuk menjemput tuan Zayn" jawab Jhonson.
"Apa???" Kak Prinka kaget.
Kak Prinka terkejut mendengar jawaban dari Jhonson.
“Maaf tuan jhonson, saya sudah sampaikan bahwa saya tidak datang ke acara itu” ucap Zayn.
“Maaf tuan, nyonya besar memerintahkan kepada saya untuk menjemput anda dan memastikan anda ikut bersama saya" ucap Jhonson.
“Kalau begitu kamu pulangnglah sekarang dan sampaikan kepada Oma maaf karena saya benar-benar tidak bisa datang kesana”ucap Zayn tegas.
“Pesan nyonya jika anda tidak datang maka apapaun hasil dari kesepakatan tentang perjodohan dan pernikahan tuan Zayn dengan nona Lala, maka hasilnya tuan harus setuju tanpa bantahan” ucap Jhonson.
“Maksudnya?” tanya Zayn karena sedikit syok mendengar ucapan Jhonson.
Begitupun dengan Kak Prinka, sifat memaksa Maminya masih saja tidak berubah.
“Iya apapaun hasil yang disepakati kedua belah pihak maka tuan juga harus setuju” ulang Jhonson.
“Ancaman apaan itu, mana bisa begitu, ini hidupku, aku tidak suka diatur-atur begitu untuk masa depannku, apa lagi soal jodoh” tegas Zayn.
“Maaf tuan, menurut saya tuan datang saja, jika memang tuan tidak setuju tuan bisa mengungkapkkanya langsung pada nyonya dan tuan Erick disana” ucap Jhonson.
“Kenapa Mami jadi maksa begitu pada Zayn?” ucap Kak Prinka.
“Saya tidak akan datang, dan saya juga tidak akan pernah setuju dengan perjodohan yang memaksa ini!” ucap Zayn tegas.
Melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Zayn, Diki dapat menyimpulkan bahwa memang tidak ada tempat bagi Lala di hati Zayn saat ini.
Diki tidak bisa membayangkan betapa sedih dan kecewa nya Lala wanita yang dicintainya sejak lama, jika tahu bahwa tidak ada tempat dihati Zayn untuknya.
“Tuan Zayn benar kata tuan Jhonson sebaiknya tuan datang saja dulu” ucap Diki.
“Mengapa Oma begitu jahat memaksakan semua ini padaku, dan lagi Oma juga tidak menepati janjinya, aku jadi malas untuk bertemu pada seseorang yang tidak bisa memegang kata-katanya” tegas Zayn.
“Zayn, saran Kakak cobalah temui dulu, mungkin saja pertemuan itu tidak seperti yang kamu bayangkan, bisa saja itu hanya obrolan biasa, Kakak akan menemanimu dam seperti janji Kakak, Kakak akan selalu mendukung keputusanmu” saran Kak Prinka.
"Maaf nona, atas perintah nyonya besar, nona tidak diijinkan untuk membersamai tuan Zayn" ucap Jhonson.
Zayn dan Kak Prinka pun terkejut mendengar ucapan Jhonson.
Zayn mengeluarkan ponselnya kemudian menekan panggilan pada nomor yang ada didalam kontak telpon nya.
__ADS_1
“Zayn” ucap seorang wanita diujung telponnya.
“Oma maaf aku tidak bisa datang” ucap Zayn.
Ternyata Zayn langsung menghubungi nyonya Aleta, Oma nya.
“Kamu harus datang Zayn, setidaknya hargailah undangan tuan Erick” ucap Oma Aleta.
“Maaf Oma aku tidak bisa, dan soal perjodohan aku tidak bersedia, maaf membauat Oma kecewa” ucap Zayn.
“Zayn kamu tidak bisa begitu, bukankah kamu sudah berjanji pada Oma mau dijodohkan dengan Lala.” Ucap Oma.
“Bukankah Oma juga berjanji memberiku kesempatan untuk meyakinkan Cinta, jika memang pada akhirnya Cinta tidak bersedia barulah perjodoahn ini dilakukan, mengapa sekarang menjadi dadakan seperti ini” protes Zayn.
“Zayn, Oma tanya, apakah sampai detik ini ada tanda-tanda dari perempuan itu untuk menerima lamaran atau perasaanmu?, lagi pula waktu yang kamu punya tinggal beberapa hari lagi” ucap Oma Aleta.
“Zayn, Oma tidak memaksakan kehendak Oma, Oma hanya ingin yang terbaik untukmu, Lala wanita baik dan terhormat serta dari keluarga yang jelas bibit bebet dan bobotnya. Oma hanya ingin memenuhi janji Oma pada kedua orang tuamu. Apakah kamu tidak ingin menjadi anak yang berbakti?” tanya Oma Aleta.
“Mama dan Papa tidak pernah menjodohkanku dengan Lala, maaf Oma aku tidak akan datang dan tolong sampaikan pada tuan Erick aku menolak perjodohan ini” tegas Zayn.
“Zayn, kau tidak bisa begitu, bukankah kau sudah setuju dengan perjodohan ini,apa yang akan Oma katakan pada keluarga Erick, mereka pasti akan merasa terhina dengan caramu seperti ini” ucap Oma Aleta yang mulai naik darah.
“Akan lebih menyakitkan hati lagi jika aku datang kesana dan mengungkapkannya sendiri dengan bahasaku sendiri. Oma yang memulai semua ini jadi Oma lah yang harus menyelesaikannya” jawab Zayn.
“Zayn, kau harus datang jika tidak kau akan menyesal” ancam Oma Aleta.
“Apa maksud Oma?” tanya Zayn.
"Sisa waktu yang kau punya hanya sia-sia, jadi apa salah jika Oma mempercepat rencana pertunanganmu, Oma tidak ingin kau terluka karena ditnggalkan olehnya dan lagi keluarga Om Erick mu ingin pertunaganmu dengan Lala bisa segera diresmikan dalam waktu dekat ini." lanjut Oma Aleta.
Deg deg deg....
Jantung Zayn berdegub mendengar ucapan Oma Aleta.
“Dia satu-satunya calon kuat yang terpilih untuk mewakili MLA ke AIIBS, apakah kamu yakin dalam kesempatan waktu beberapa hari lagi yang kau punya dia akan menerimamu sedangkan impiannnya sudah didepan mata. Memilihmu berarti mengabaikan impiannya” ucap Oma Aleta.
Zayn hanya bisa diam sambil berpikir mencerna ucapan Oma Aleta. Zayn menyadari kesempatan yang dimilikinya hanya sepersekian persen untuk diterima oleh Cinta, jika Cinta lulus ke AIIBS kemungkinan kecil Cinta akan menerimanya karena Cinta pasti akan memilih impiannya dan tinggal dalam waktu yang lama di Arab.
“Bukalah hatimu untuk Lala dan biarkan dia mengejar impiannya. Bukankah kau juga berharap dia berhasil mengejar mimpinya" bujuk Oma Aleta.
"Apa kau tega demi memaksakan keinginan mu untuk menikahinya lalu dia melepas impiannya, Oma yakin dia tidak akan melakukan itu, hubungan jarak jauh itu tidak sehat” lagi nasehat Oma Aleta.
“Zayn, percayalah yang Oma lakukan saat ini hanya ingin kau bahagia, Oma tidak ingin kau terluka karena terus berjuang padahal kau tahu hasil akhirnya, perjuanganmu itu sia-sia, dia tetap akan meninggalkanmu." ucap Oma Aleta.
"Pikirkanlah baik-baik jika kau tidak datang malam ini, maka Oma pastikan dia akan gagal ke AIIBS” ucap Oma Aleta.
“Oma tidak boleh melakukan itu” ucap Zayn.
“Apakah kau ingin dia gagal, karena jika dia gagal kau masih punya kesempatan untuk bersama dengannya? Oma bisa melakukan itu jika kau mau” tanya Oma Aleta.
“Aku bukan orang picik seperti itu yang rela mengorbankan impian seseorang demi memenuhi keinginannku” jawab Zayn.
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu datanglah bersama Jhonson temani Oma disini, saat ini Oma benar-benar malu pada tuan Erick, kau tidak ingin memeprmalukan Oma disini kan.” Ucap Oam Aleta dengan suara memelas.
“Baiklah, tapi ada syaratnya” ucap Zayn.
“Waktu yang ku punya, biarlah aku tetap berusaha meyakinkan hatinya sampai pada titik akhir. Jika dia tetap menolakku maka aku terima perjodohan ini, namun jika ada sebuah keajaiban dia menerimaku maka batalkan perjodohan ini” ucap Zayn tegas.
Zayn menyadari, kemungkinan untuk diterima oleh Cinta sangatlah kecil, namun Zayn percaya sebuah keajaiban itu ada.
“Baiklah, Oma janji padamu” jawab Oma Aleta.
“Terima kasih, oh iya satu lagi” ucap Zayn.
“Apa?” tanya Oma Aleta.
“Aku bersedia dijodohkan jika Oma mau berbaikan dengan Kak Prinka” ucap Zayn lugas.
“Apa??????” ucap Oma Aleta kaget.
“Itu syarat utamaku” ucap Zayn.
“Tidak bisa!!!” tegas Oma Aleta.
“Kalau begitu aku juga tidak bisa” ancam Zayn.
“Zayn, kau....” ucap Oma Aleta menggantung ketika Mami Ela menghampirinya.
“Tante Aleta maaf ya menunggu lama. Alhamdulillah kami semua sudah selesai sholat maghribnya, mari kita ruang makan” ajak Mami Ela.
“Owhh iya tidak apa-apa, mari” jawab Oma Aleta atas ajakan Mami Ela.
“Oiya Zayn kalau begitu kami menunggu kedatanganmu, hati-hati dijalan” ucap Oma Aleta dengan lembut untuk memberi kode pada Mami Ela bahwa Zayn akan datang.
“Aku akan datang bersama Kak Prinka dan ku harap Oma berbaik hatilah pada Kak Prinka serta tidak melakukan sesuatu yang menyakiti hati Kak Prinka” jawab Zayn tegas.
Oma Aleta tidak bisa berkata apa-apa saat ini karena ada Mami Ela disampingnya.
Panggilan telpon itupun terputus.
“Jadi, Zayn akan datang ya tante?” tanya Mami Ela.
“Iya, tadi dia telpon mengabari bahwa sekarang baru mau kesini, maaf telat katanya” ucap Oma Aleta beralasan.
“Alhamdulillah, Lala pasti seneng banget dengan kabar ini, aku akan segera memberi tahunya” ucap Mami Ela.
Kembali ke rumah kasih sayang. Saat ini hati Kak Prinka terenyuh mendengar ucapan Zayn pada Mami nya, Kak Prinka berharap semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubungnnya dengan Maminya yang sudah sangat lama terputus.
Dengan berat hati, Zayn pun memutuskan untuk datang memenuhi undangan Om Erick. Zayn pun berpamitan pada semuanya, termasuk pamit pada Cinta.
#tbc...
...Readers yang baik hati jangan lupa tinggalkan jejak like dan vote nya ya, favoritkan juga bagi yang belum memfavoritkan. Terima kasih untuk dukungan dari all readers. Salam terkasih untuk all readers. 😍😍😍...
__ADS_1