
Cinta masih terdiam menimbang rasa dihatinya.
“Nak Cinta, kamu tidak perlu menjawab nya sekarang, jika hatimu masih ragu, baik Zayn maupun Ilham akan memberimu waktu untuk memantapkan hatimu. Bukan begitu nak Ilham, Zayn” tanya Buya yang tahu putri nya itu sedang dalam dilema antara dua pilihan.
“Iya Buya” jawab Zayn dan Ilham.
“Jadi, berapa lama waktu yang kamu minta dari mereka nak?” tanya Buya pada Cinta.
“Satu minggu Buya, tolong beri aku waktu satu minggu untuk mempertimbangkannya” jawab Cinta.
“Baiklah, nak Zayn, Ilham seperti yang disampaikan Cinta, dia meminta waktu satu minggu untuk mepertimbangkan lamaran dari kalian berdua. Buya harap kalian bisa menunggu dan kelak bisa menerima dengan ikhlas lamaran siapapun yang diterima oleh Cinta” pesan Buya.
“Iya, insyaAllah Buya” jawab Zayn dan Ilham bersmaan.
“Baiklah, kalau begitu sudah jelas dan kita sudah mendapat kesimpulannnya, insyaAllah seminggu kedepan datanglah lagi pada Buya, Buya kan menyampaikan jawaban dari cinta untuk kalian berdua” ucap Buya.
“Baik Buya, insyaAllah” ucap Zayn dan Ilham.
Ilham dan Zayn pun bersalaman dengan melemparkan senyum tulus diantara keduanya, kemudian mereka pun saling berpelukan sebagai tanda mereka tetap damai dalam memperjuangkan lamaran Cinta.
Buya Mahfud kagum dengan dua lelaki sholeh yang ada dihadapannya. Buya berharap meskipun salah satunya tidak dipilih Cinta, tapi silaturahim mereka sebagai muslim tetap terjaga.
“Baiklah kalau begitu Cinta kamu silahkan kembali ke aktifitasmu” perintah Buya.
“Baik Buya” jawab Cinta.
“Kalau begitu Umma keluar juga bareng Cinta ya Buya, mau bantu-bantu nyiapin buka bersama” ucap Umma Salamah.
“Iya Umma silahkan” jawab Buya.
“Nak Ilham, nak Zayn, Umma dan Cinta pamit keluar duluan ya. Nak Zayn sekalian buka bersama disini saja ya Nak” tawar Umma.
“Sebenarnya mau Umma, tapi kasihan Kak Prinka dirumah sakit, jadi setelah ini saya akan langsung kerumah sakit menemani Kak Prinka” jawab Zayn.
“Owhh begitu, baiklah kalau begitu salam untuk Prinka ya Nak, insyaAllah kalau tak ada halangan besok kami akan besuk nona Prinka” ucap Umma Salamah.
“InsyaAllah Umma” jawab Zayn.
“Kalau begitu kami permisi ya, Assalamu’alaikum” salam Umma dan Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Buya, Zayn dan Ilham.
Cinta dan Umma pun berlalu dan menghilang dibalik pintu.
“Buya kalau begitu saya pamit pulang dulu, terima kasih atas bantuan Buya meluruskan masalah saya dan Cinta, terima kasih juga sudah menyampaikan niat saya pada Cinta.” Ucap Zayn.
“Iya sama-sama nak” ucap Buya Mahfud.
“Ustadz Ilham, saya permisi duluan ya” Zayn pun berpamitan dengan Ilham.
“Iya, hati-hati di jalan, titip salam untuk nona Prinka” jawab Ilham.
“InsyaAllah” jawab Zayn.
“Mari Buya, ustadz Ilham, Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Zayn pada Buya dan Ilham.
“Wa’alaikumussalm warohmatullahi wabarokatuh” jawab Buya dan Ilham.
Zayn pun meninggalkan ruang kerja Buya.
Sepeninggalan Zayn, Buya dan Ilham pun lanjut ngobrol.
***
Lepas sholat tarawih dan ditutup dengan witir, Cinta pun beranjak menuju rumah bersama Azizah, Anisa dan Naura.
“Kak Cinta kenapa, dari tadi kayaknya lagi banyak pikiran banget” tanya Azizah.
“Oh ya, masak” jawab Cinta sebisanya menutupi kegelisahan hatinya.
“Aku salah lihat kali ya, efek kebanyakan makan celimpungan kali ya, hehhe” ucap Azizah.
“Bisa jadi…” jawab Cinta, Anisa dan Naura sambil tertawa kecil.
“Emhh… nggak berasa Ramadhan udah mau meninggalkan kita ya Kak” ucap Naura tiba-tiba.
“Iya, tinggal seminggu lagi. Semoga kita dipertemukan kembali di Ramadhan tahun depan ya Dek” ucap Cinta.
“Aamiin Yaa Allah” jawab keempatnya kompak.
“Kompak banget, lagi ngomongin apaan sih?” tanya Umma Zilvia, Umma Hilma dan Umma Tuti.
“Ehhh… ada Umma-umma” ucap Anisa putri sulung Umma Tuti.
“Kita lagi berdoa aja Umma, semoga tahun depan kita bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan” jawab Naura.
“Aamiin” ucap semuanya kompak.
“Kak, aku duluan ya kebelet nih” ucap Naura.
“Ya udah duluan gih” jawab Cinta.
“Zah, Nis, temenin aku dong, kita duluan ya abis itu kita lanjut bisnis kita tadi” ajak Naura.
“Bisnis apaan sih?” tanya Umma Hilma.
“Bisnis mau jualan kue basah Umma, lumayankan buat nambah modal jualan online dan tabungan kita” jawab Anisa.
__ADS_1
“Alhamdulillah, semangat jualan nya ya” ucap Umma Zilvia.
Setelah berpamitan ketiganya pun bergegas masuk kedalam rumah.
“Umma-umma ada yang mau aku diskusikan dengan Umma-umma, bolehkan aku ganggu waktunya sebentar?” tanya Cinta.
“Boleh Dek, kita mau ngobrol dimana?” tanya Umma Zilvia yang di tua kan diantara mereka.
“Di ruang muroja’ah anak-anak biasanya aja Kak, boleh?” tanya Cinta.
“Boleh, ayok” jawab Umma Zilvia, Umma Hilma dan Umma Tuti.
“Setelah sampai diruangan itu, ke empat wanita cantik dengan hijab lebarnya pun duduk membuat lingkaran.
“Ada apa Dek, sepertinya ada hal yang urgent ya?” tanya Umma Hilma.
Cinta menganggukkan kepalanya.
Ketika Cinta sedang bingung, ketiga Kakaknya lah yang menjadi tempat untuk diajak berdiskusi.
“Coba kamu cerita sama kita, kalau kita bisa bantu kita pasti akan bantu kamu Dek” tawar Umma Hilma.
“Apa ini ada hubungannya dengan kamu dipanggil Buya dan Umma tadi sore Dek?” tanya Umma Tuti.
Cinta menganggukkan kepalanya.
“Dipanggil Umma dan Buya?, ada apa Dek?” tanya Umma Zilvia dan Umma Hilma bersamaan.
Akhirnya Cinta pun menceritakan tentang lamaran dari Zayn dan Ilham yang berniat untuk mengkhitbah Cinta.
“MasyaAllah….” Ucap ketiga Kakaknya takjub.
“Jadi, kamu gimana Dek?” tanya Umma Tuti.
“Aku bingung Kak” jawab Cinta.
“Istikharah Dek, libatkan lah Allah insyaAllah kamu akan mendapatkan jawaban yang pasti” saran Umma Zilvia.
“Iya Kak” jawab Cinta.
“Kakak nggak nyangka loh kalau Ilham ternyata mengkhitbah Cinta juga, anak itu luar biasa bikin kaget” ucap Umma Tuti.
“Lalu perasaan kamu pada Ilham gimana Dek?” tanya Umma Hilma.
“Sejujurnya aku memang sayang dan kagum sama Bang Ilham, tapi rasanya agak aneh ketika mendengar bahwa Bang Ilham mau mengkhitbahku, rasanya Bang Ilham itu sudah aku anggap seperti Kakak kandungku sendiri Kak” jawab Cinta.
“Lalu bagaimana dengan Zayn?” tanya Umma Zilvia kali ini untuk mengulik perasaan Cinta.
“Entahlah Kak, rasanya banyak sekali konfliknya. Aku tak ingin menyakiti banyak hati, saat ini hatiku merasa berat untuk bersamanya” jawab Cinta.
“Lalu dari lubuk hatimu yang paling dalam, antara Zayn dan Ilham, mana yang kamu lebih condong Dek?” kini Umma Tuti yang bertanya.
Rasanya nama Zayn terukir jelas dihatinya, namun nama Ilham selalu terngiang ditelinga dan pikirannya.
Cinta memejamkan matanya.
“Apakah kamu ingin menikah Dek?” tanya Umma Hilma.
“Iya Kak, aku rasa dengan menikah hatiku akan merasa lebih tenang” ucap Cinta.
“Alahmdulilah kalau begitu, apakah kamu akan memilih salah satu dari keduanya?” tanya Umma Tuti.
“Iya Kak” jawab Cinta.
“Baguslah, keduanya adalah pria yang baik dan bertanggung jawab, mungkin inilah jalan Allah untukmu Dek, dipilihkan dua laki-laki sholeh lagi bertanggung jawab menjadi pilihanmu” ucap Umma Zilvia.
“Zayn adalah laki-laki yang tak gentar berjuang untuk mengkhitbahmu, meski sudah ditolak berkali-kali tapi dia terus berusaha memperbaiki dirinya untuk pantas mendampingimu, kita tahu sendrilah bagaimana perjuangan Zayn untuk bisa pada tahap ini” terang Umma Zilvia mengingatkan Cinta.
“Begitupun Ilham, dia sosok laki-laki yang senantiasa melindungimu dan menyayangimu dengan tulus dalam diamnya, Kakak paham akan hal itu, dia pandai menjaga sikap dan prilakuknya untuk tetap menghormatimu. Perjuangannya pun berat untuk sampai pada titik ini” lanjut Umma Zilvia.
“Siapapun yang kamu pilih, salah satu dari keduanya adalah laki-laki baik yang pasti akan menjaga kehormatanmu dan membahagiakanmu. Jalan satu-satunya untuk memantapkan hatimu adalah istikharah” saran Umma Zilvia.
“Benar kata Umma Zil Dek, baik Ilham maupun Zayn adalah dua laki-laki yang baik lagi sholeh, kami percaya siapapun yang akan kamu pilih nanti insyaAllah bisa membahagiakanmu dan membimbingmu bersama-sama menggapai Ridho Allah” tambah Umma Hilma.
“Bener Dek, istikharahlah lagi dengan sungguh-sungguh untuk memantapkan hatimu, Kakak yakin kamu sudah menentukan jawabannya hanya saja kamu masih ragu, dan untuk menghilangkan keraguan itu istikharahlah jalannya, curahkan isi hatimu hanya kepada Sang Pemilik Hati” saran Umma Tuti.
“Baiklah, terima kasih saran dan nasehat dari Kakak semua, alhamdulillah aku lega. Terima kasi Kakak-kakak ku semua, kalian memang tempat yang tepat untuk diajak diskusi dan dimintai pendapat” ucap Cinta.
“Kita saudara Dek, itulah gunanya saudara, saling mengingatkan ketika alfa, saling menasehati ketika gundah, dan saling mencintai karena Allah” ucap Umma Zilvia.
Cinta pun menganggukkan kepalanya. Seketika keempat bersaudara itupun saling berpelukan.
Lima hari telah berlalu sejak lamaran dari Zayn dan Ilham pada Buya.
Sore itu Cinta baru saja selesai bimbingan adik-adik kelas Tahfidzul Qur’an, tiba-tiba ponsel Cinta berbunyi. Cinta pun melihat panggilan dari ponselnya.
“Bang Ammar” ucap Cinta kaget.
Panggilan itu pun berakhir karena Cinta belum sempat mengangkatnya.
“Ada apa ya Bang Ammar nelpon?” tanya Cinta dalam hatinya.
Seketika ponsel pintar milik Cinta kembali berdering. Lagi-lagi panggilan itu dari Ammar.
Karena merasa mungkin saja ada hal penting yang ingin disampiakan Ammar, Cinta pun akhirnya mengangkat panggilan telpon itu.
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Cinta.
__ADS_1
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Ammar terdengar bahagia diujung telpon.
“Cinta, kamu dimana?” tanya Ammar.
“Di rumah tahfidz Bang, ada apa Bang?” tanya Cinta.
“Cinta ada kabar gembira yang ingin Abang sampaikan padamu, bisakah kita bertemu sore ini, atau sekalian kita buka bersama, ada acara buka bersama kan Angkatan kamu sore ini, Abang insyaAllah akan datang karena diundang juga oleh ketua Angkatan kamu, kamu datang juga kan, ada hal penting yang ingin Abang sampaikna padamu” ucap Ilham.
“Rencananya aku memang akan datang Bang, karena aku juga dewan pengurus, jadi insyaAllah aku akan datang Bang” jawab Cinta.
“Baik, baguslah kalau begitu” ucap Ammar terdengar lega diujung telpon.
“Memangnya kabar gembira apa Bang?” tanya Cinta yang penasaran.
“Apa yaaa… kejutan… nanti malam saja ya, Abang akan sampaikan dua berita penting untuk kamu, Abang harap kamu akan sennag mendengarnya” ucap Ammar main rahasia-rahasiaan.
“Begitu ya, baiklah kalau begitu” ucap cinta yang sebenarnya sanagt penassaran.
“Apa kamu mau Abang jemput, kita bisa pergi bareng” tanya Ammar.
“Aku biar naik taxi online saja Bang, kita ketemu disana saja” ucap Cinta menolak halus.
“Baiklah kalau begitu, sampai ketemu nanti ya” ucap Ammar.
“Iya Bang, Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” ucap Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Ammar.
Setelah menyelesaikan kegiatannya dirumah tahfidz dan membantu persiapan berbuka didapur, Cinta pun berpamitan pada Umma dan Buya untuk menghadiri acara buka bersama oleh alumni Angkatan Cinta saat masih kuliah.
Malam itu semuanya bergembira, merak senang Ramadhan tahun ini masih bisa berkumul bersama dalam keadan sehat, semua anggota mereak masih lengkap.
Dang yang lebih menyenangkan lagi ketika dosen favorit mereka yakni Ammar yang masih lajang pun ikut bergabung bersama mereka, Ammar memang dosen yang supel dan bisa menempatkan diri hingga semua mahasiswa nya begitu menghormatinya sekaligus bisa dijadikan sahabat.
Iya itulah Ammar, dosen yang begitu baik, ramah, cerdas, tampan dan juga mapan, hingga membuat Cinta saat masih menjadi mahasiswa, pernah menaruh hati pada Ammar dalam diamnya.
Gayung pun bersambut, ternyata dalam diam Ammar pun memiliki perasaan yang sama dengan Cinta. Mereka semakin dekat ketika tanpa sengaja kembali dipertemukan Allah di MLA.
Namun sayang setahun mereka bekerja sama di MLA, akhirnya Ammar pindah tugaskan ke Arab, hingga akhirnya perasaan keduanya masih dipendam satu sama lain, meskipun nampak jelas bahwa ada aura cinta diantara mereka.
Walau tak terikat sebuah hubungan namun keduanya berharap kelak kembali dipertemukan dan saat itu tiba seperti yang pernah diucapkan Ammar pada Cinta, Ammar akan menjemput Cinta untuk ikut bersmanya.
Setelah acara tarawih bersama, mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing, sekedar ngobrol ataupun membuat rencana untuk kegiatan halal bihalal, secara dua tahun belakang Indonesia dilanda virus covid-19 yang membuat jarak diantara mereka membanetang hingga tak bisa kumpul bersama.
“Cinta” sapa Ammar.
“Bang Ammar” Cinta menoleh kearah Ammar.
“Boleh kita bicara berdua?” tanya Ammar.
“Emhh, silahkan duduk Bang” jawab Cinta.
Cinta membolehkan Ammar duduk semeja berdua dengannya, sebenarnya tidak berdua juga karena situasi di sana sangat ramai, hanya saja semuanya sibuk dnegan kegiatan masing-masing.
“Oiya katanya ada yang mau Abang sampaikan padaku, berita baik apa Bang?” tanya Cinta.
“Iya, ada dua berita yang ingin Abang sampaikan padamu” ucap Ammar tersenyum nampak begitu baahagia.
“Apa Bang?” tanya Cinta antusias.
“Berita pertama, dua hari yang lalu Abang dapat telpon dari AIIBS, kebeneran Abang punya kenalan disana. Dan mereka bilang ada lowongan kerja untuk mengajar di AIIBS, mereka menawarkan pada Abang mungkin Abang punya rekanan yang bisa bergabung bersama mereka." jawab Ammar.
"Mereka sempat menayakan tentang kamu, mereka sempat sedikit kecewa karena kamu tidak lolos saat itu, karena meraka berharap kamu bisa bergabung dengan mereka.” Terang Ammar.
“Ini Qodarullah Cinta, bahkan tanpa melalui MLA, Allah masih memberikan kesempatan padamu untuk bisa bergabung dengan AIIBS, mereka berharap kamu mau menerima tawaran dari mereka” ucap Ammar.
“Benarkah begitu Bang?” tanya Cinta dengan mata berkaca-kaca.
Ammar menganggukkan kepalanya.
“Kok bisa?” tanya Cinta.
“Entahlah, semuanya Qodarullah. Bagaimana apakah kamu mau mengambil kesempatan ini?” tanya Ammar.
“MasyaAllah….Allahu Akbar” Cinta nampak begitu senang.
“Jika kamu bersedia, insyaAllah kita akan berangkat H+5 setelah lebaran” ucap Ammar.
“H+5?” tanya Cinta dengan raut wajah bimbang.
“Iya, alhamduilillah direktur untuk MLA disini insyaAllah akan segera ditetapkan karena sudah ada kandidatnya. Dan kebetulan masa cuti Abang juga sudah habis jadi Abang harus segera kembali ke Arab lagi” ucap Ammar.
Cinta masih diam.
“Berita keduanya…” ucap Ammar sengaja mengantung ucapannya.
Cinta masih menunduk sambil mendengar apa yang ingin disampaikan Ammar berikutnya.
“Karena kita akan berangkat ke Arab bersama, Abang harap kita bisa halal sebelum berangkat bersama agar tidak ada fitnah dan zina” ucap Ammar.
Seketika Cinta mengangkat kepalanya melihat kearah Ammar dengan wajah yang kaget dan tak percaya.
“Iya Cinta, maaf aku baru bisa mengatakannya sekarang, sebenarnya sudah sejak lama Abang ingin mengatakannya,pada saat kamu berulang tahun juga Abnag sudah menyiapkan semuanya, tapi selalu gagal. Malam ini tepat H-4 Idul Fitri, Abang ingin mengkhitbahmu Cinta, maukah kamu menjadi istri Abang. Abang sudah kembali dan seperti janji Abang, Abang datang untuk menjemputmu” ungkap Ammar pada Cinta.
Duuuuuaaaaarrrrrrr…….
Jantung Cinta serasa mau meledak, belum selesai perkara lamaran Zayn dan Ilham, kali ini Ammar pula yang melamarnya. Cinta semakin dilema.
__ADS_1
#tbc....
...Readers kesayangan jangan lupa like, vote, komen, favoritkan dan bantu karya ini dengan bagi hadiahnya juga ya. Love U all readers. Happy eid Mubarok....