
Cinta kembali ke ruang tunggu, dilihatnya Zayn masih setia menunggunya diruangan itu.
Cinta tersenyum dari jauh, entah mengapa jantungnya kini senantiasa berdegub kencang meskipun hanya melihat Zayn dari jauh.
Cinta pun kini semakin yakin dengan keputusannya.
Zayn masih sibuk dengan buku yang sedang dibacanya tanpa ia sadari sepasang mata indah milik Cinta sedang menatap dirinya dari jauh.
“Emhhh....” terdengar seseorang berdehem disamping Cinta.
Cinta kaget lalu melihat kesamping siapa yang sedang berdehem didekatnya.
“Mbak Lia... kaget aku” ucap Cinta.
“Kirain kenapa senyum-senyum sendiri, ternyata lagi memandangi sang pangeran” goda mbak Lia smabil menganggguk - anggukan kepalanya.
“Mbak Lia apaan sih” ucap Cinta malu-malu.
“Cieee... malu-malu dia, hhehe” Mbak Lia semakin menggoda Cinta.
“Katanya dia nggak bakal datang lagi, ehh taunya udah nongol aja dari tadi pagi,hehhe” Mbak Lia makin gencar menggoda Cinta.
“Aneh ya mbak, heheh” ucap cinta ikut tertawa.
“Mbak aku titip ini, aku mau kesana sebentar, setelahnya langsung masuk kelas” ucap Cinta.
“Oke boss, jangn kelamaan berduaan ya... bilang sama Zayn cepet halalin dedek bang, hahaaha” goda mbak Lia kemudian berlari kecil menuju ruang kerjanya meninggalkan Cinta.
“Mbaakk Liaaa....” ucap Cinta pelan karena gemes dengan sikap Lia yang sedari tadi terus menggodanya.
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan mbak Lia membuat hati Cinta semakin berdebar-debar dan senyum dibibirnya tak dapat ia tepis.
“Huuufftt.... aneh ya, padahal tadi pagi aku nangis kecewa karena nggak lulus ke AIIBS, tapi sepertinya keputusan yang aku yakini tadi malam memang tepat. Kini setelah lega, semuanya pun berlalu dan sepertinya sekarang aku hanya ingin selalu tersenyum, rasanya bunga dihatiku sedang bermekaran” ucap Cinta dalam hati.
“Bismillah...” ucap Cinta kemudian melangkah berjalan menemui Zayn.
“Assalamu’alaikum” sapa salam Cinta pada Zayn.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn kemudian melihat kearah Cinta.
Deg deg deg deg....
Jantung keduanya berdegub kencang ketika netra indah milik keduanya bertemu.
“Astaghfirullahaladziim....” ucap keduanya lalu mengalihkan pandangan masing-masing.
“Maaf” keduanya kembali mengucapkan kalimat yang sama dengan kompak.
“Nggak papa” sekali lagi Zayn dan Cinta mengucapkan kalimat yang sama secara bersamaan.
Keduanya pun akhirnya tersenyum dan tertawa kecil dengan tetap menundukkan pandangan masing-masing.
Sejenak keduanya terdiam menikmati debaran dihati masing-masing.
“Rasanya jika begini terus akan banyak khilaf dan dosa yang akan kita lakukan” ucap Zayn.
“Iya, takutnya jadi zina dan fitnah” tambah Cinta.
“Oleh karena itu, aku akan segera menemui Buya Mahfud” ucap Zayn.
“Itu lebih baik” jawab Cinta.
“InsyaAllah nanti malam aku akan tarawih di rumah kasih sayang bersama Kak Prinka, tolong sampaikan pada Buya aku akan datang untuk mengkhitbahmu malam ini” ucap Zayn.
Deg deg deg deg....
Jantung Cinta berdegub kencang hingga rasanya deguban itu nyaris terdengar oleh Zayn.
Begitupun Zayn, kali ini rasanya sungguh berbeda dengan lamarannya pada Cinta selama ini. Ternyata bibirnya terasa lebih kaku mengucapkannya saking nervous nya diiringi debaran - debaran menggelitik dihatinya.
“Baiklah, akan aku sampaikan” jawab Cinta.
“Alhamdulillah... terima kasih. Kalau begitu aku pamit pulang ya” ucap Zayn.
“Iya” jawab Cinta tetap menunduk.
“Assalamu’alaikum” salam Zayn.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta.
Baru beberapa langkah Zayn melangkahkan kakinya, tiba-tiba Cinta kembali memanggilnya.
__ADS_1
“Zayn....” panggil Cinta.
Zayn pun membalikkan tubuhnya menghadap Cinta.
“Iya” jawab Zayn.
“Apakah kamu akan datang dengan Kak Prinka?” tanya Cinta.
“Iya, kenapa?” jawab sekaligus tanya Zayn pada Cinta.
“Tidak papa, tapi apakah nyonya Aleta tidak ikut juga?” tanya Cinta.
Deg....
Zayn terkejut dengan tanya Cinta.
“Setelah dari sini aku akan menemui Kak Prinka dan Oma, jika beliau tidak sibuk aku juga akan membawa beliau untuk meminangmu” jawab Zayn.
“Apakah beliau akan setuju, karena waktu itu aku pernah menolak lamaran dari beliau” ucap Cinta takut-takut.
“Kita berdoa yang terbaik saja, dengan ataupun tanpa Oma, aku dan Kak Prinka akan tetap datang malam ini untuk meminangmu, jika diperbolehkan dan kamu bersedia aku ingin menghalalkanmu malam ini juga agar tidak ada celah syaiton untuk merusak hati kita dengan fitnah zina nya yang keji” ucap Zayn.
Deg deg deg deg....
Jantung Cinta semakin tak karuan deguban nya mendengar kalimat tegas yang di ucapkan Zayn.
Kaki Cinta serasa lemas, rasanya Cinta mau meleleh mendengar kalimat yang terdengar romantis menurut Cinta.
Cinta hanya tersenyum malu-malu dalam tundukknya.
“Aku pamit ya, lama-lama disini rasanya jantung ku tak kuat menahan debaran yang belum halal ini” jawab Zayn jujur.
“Ya, aku balik ke kelas juga sepertinya mereka sudah menunggu cukup lama” ucap Cinta.
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” kali ini Cinta yang memberi salam lebih dulu.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn kemudian melanjutkan langkahnya menuju lift.
Zayn dan Cinta, keduanya kini senyum-senyum sendiri dengan semu merah jambu yang menghiasi wajah putih keduanya.
Didalam lift Zayn mencoba menghubungi Kak Prinka.
📲 “Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam Kak Prinka.
📲 “Iya Zayn, kenapa?” tanya Kak Prinka.
📲 “Kakak dimana sekarang?” tanya Zayn.
📲 “Dikantor. Kenapa, ada yang bisa Kakak bantu?” lagi tanya Kak Prinka.
📲 “Aku kekantor Kakak ya” jwab Zayn.
📲 “Tumben, ada apa?” tanya Kak Prinka penasaan.
📲 “Memang tidak boleh!” ucap Zayn.
📲 “Owhh gantengku... tentu saja boleh, kapan mau kesini?” tanya Kak Prinka.
📲 “Ini lagi menuju kantor Kakak, 15 menit lagi insyaAllah aku sampai” jawab Zayn bersemangat.
📲 “Woooww ekspress ya. Dari suaramu sepertinya kamu sedang bahagia, ada berita bahagia apakah kira-kira?” tebak Kak Prinka.
📲 “Tebakan Kakak benar aku sedang bahagia.” Jawab Zayn.
📲 “Alhamdulillah... ada apa sih sampai sebahagia itu, Kakak jadi penasaran” ucap Kak Prinka.
📲 “Tunggu aku sampai akan aku ceritakan pada Kakak” jawab Zayn.
📲 “Oke-oke Kakak tunggu, apa kau bersama Diki?” tanya Kak Prinka.
📲 “Aku sendiri” jawab Zayn.
📲 “Baiklah kalau begitu hati-hati dijalan, jangan ngebut, oke” nasehat Kak Prinka.
📲 “Siaaapp Kakakku yang cantik nan baik hati” jawab Zayn.
📲 “Gombal, makin pinter ngegombal ya sekarang, yaudah fokus kejalanan” ucap Kak Prinka.
📲 “Oke, tapi Kak, MasyaAllah... Kakak beneran memang cantik dan baik hati, makin cantik sejak berhijab syar’i” ucap Zayn memuji adik dari Papa nya.
📲“Ya ya ya, terima kasih kalau begitu atas pujiannya” jawab Kak Prinka semakin penasaran, kabar baik apa yang membuat keponakan kesayangannya itu spertinya sangat bahagia.
__ADS_1
📲 “Kalau begitu aku tutup telponnya ya Kak” ucap Zayn.
📲 “Oke, Assalamu’alaikum” salam Kak Prinka.
📲 “Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn.
Setelah menutup sambungna telponnya, Zayn pun melajukan mobilnya menuju kantor Kak Prinka.
Di MLA, kini Cinta sudah masuk kedalam kelasnya untuk berbagi ilmu, namun suasana dalam ruangan itu terasa sedikit muram, semua peserta belajar yang di mentori oleh Cinta sudah tahu bahwa Cinta tidak lulus ke AIIBS.
Meskipun mereka sedih ketika mendengar Cinta akan meninggalkan MLA jika lulus, namun kali ini rasa sedih itu ternyata lebih besar ketika mendapati mentor yang mereka sayangi gagal meraih impiannya untuk bergabung dengan AIIBS.
Aura suram begitu terasa didalam ruangan itu ketika Cinta masuk.
“Assalamu’alikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Cinta pada semuanya untuk memulai kelas.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab semuanya tapi tidak bersemnagat sperti biasanya.
“Waahh, kok lesu jawab salamnya, salamkan wajib hukumnya, yang semangat dong” ucap Cinta bersemangat sambil tersenyum pada semuanya.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” semua peserta belajar itupun mengulangi salam mereka dengan antusias.
“Bob, benarkan senyum Kak Cinta itu senyum bahagia?” tanya Mia pada Bobi.
“Entahlah, nggak mungkinkan Kak Cinta belum tahu hasilnya” jawab Bobi.
“Pada kenapa sih kok kayaknya pada lesu, jangan lesu dong mentang-mentang puasa, harus tetap semangat ya” lagi Cinta melemparkan senyum semangatnya seperti biasa.
“Kak Cinta” panggil Mia.
“Ya Mia” jawab Cinta.
“Maaf sebelumnya ya Kak" ucap Mia.
"Iyq, kenapa Mia?" tanya Cinta.
"Kak, apa benar berita bahwa Kakak tidak jadi bergabung dengan AIIBS?” tanya Mia penasaran.
“Owhh itu, iya benar” jawab Cinta tetap tersenyum dan tidak ada sedikitpun terlihat raut sedih diwajah Cinta.
“Kakak baik-baik saja, apa Kakak tidak sedih atau kecewa gitu, kita aja yang mendnegar berita itu rasanya sedih banget” ucap Mia.
“Owhh jadi kalian semua muka di tekuk karena hal itukah?” tebak Cinta.
Semuanya pun mengangguk.
“MasyaAllah... saya terharu, terima kasih semuanya karena mengkhawatirkan perasaan saya. Alhamdulillah saya baik-baik saja seperti yang kalian lihat” jawab Cinta tersenyum ramah.
“Apa Kakak nggak kecewa, aku dengar ini impian Kakak sejak lama?” kali ini Bobi yang bertanya karena Bobi juga penasaran.
“Kalau ditanya kecewa dan sedih, tentu saja saya kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa saya gagal. Sebagai manusia biasa rasa sedih dan kecewa itu pasti ada, tapi sebagai hamba Allah, apakah kita harus larut dalam kesedihan dan kekecewaan itu, apa dengan bersedih akan merubah hasilnya?” tanya Cinta.
Semuanya yang ada didalam ruangan itu menggelengkan kepala.
“Iya, tentu nggak akan merubah kenyataan yang ada, jadi lebih baik move on, dan saya yakin dibalik suatu peristiwa pasti ada hikmah yang tersimpan dibaliknya dan saya percaya Allah sudah punya rencana terindahnya untuk saya dari gagalnya bergabung dengan AIIBS.” Lanjut Cinta.
Semuanya masih terdiam menatap Cinta takjub.
“Jadi, ayo kita semua bersemangat, saya bersyukur salah satu hikmah kegagalan saya adalah, saya bisa tetap membersamai kalian semua disini sampai akhir sesi pertemuan kita bulan ini” ucap Cinta.
“Iya benar juga ya” jawab riuh dari semua perserta belajar diruangan itu.
“Yyeeeeeyyy bener kata Kak Cinta, berarti kita bisa buka bareng dan lebaran bareng dong sebelum pisah” ucap Mia bersorak riang maklumlah masih ABG.
Semua yang ada diruangan itu pun ikut bersorak dengan riang.
Hati Cinta pun menghangat, Cinta benar-benar merasa terharu. Cinta bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang senantiasa peduli dan sayang padanya.
Pada akhirnya Cinta pun dengan piawainya kembali memberikan materi pembekalannya untuk para calon TKI yang akan bekerja di Arab Saudi.
“Oke class, alhamdulilah sesi pertemuan kita hari ini sudah selesai, sampai bertemu di sesi berikutnya esok hari, Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” salam semangat dari semua yang ada di dalam ruangan itu.
Cinta pun membukakan pintu untuk semua peserta belajarnya, dan betapa terkejutnya Cinta ketika melihat sosok yang ada diluar kelasnya yang sepertinya sedang menunggunya keluar dari kelas itu.
Tatapan keduanya bertemu hingga Cinta pada akhirnya menunduk tak mampu membalas tatapan tajam dari seseorang yang ada dihadapannya.
#tbc....
...Haii readers terkasih jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komen, favorit dan boleh juga bagi hadiahnya untuk membantu meningkatkan performa karya ini. Salam sayang untuk all readers. 😍😍😍...
__ADS_1