
Baru saja Cinta, Zayn dan Diki berdoa, tiba-tiba Ammar datang menghampiri ketiganya.
“Assalamu’alaikum” salam Ammar.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta, Zayn dan Diki.
Ketiganya melihat kearah sumber suara sang penyapa.
“Bang Ammar” sapa Cinta kaget.
Seketika Cinta baru ingat kalau Ammar sedang menunggunya tadi.
“Kamu disini, Abang nungguin kamu disana tadi, Abang pikir kamu kenapa-kenapa karena belum sampai-sampai, Abang telpon juga nggak diangkat” ucap Ammar dengan wajah khawatir.
“Astahgfirullah… maaf ya Bang handphone ku ketinggalan” ucap Cinta merasa bersalah.
“Tidak apa, syukurlah kamu baik-baik saja, Abang baru saja mau ke atas tadi dan tak sengaja melihat kearah sini, ternyata kamu disini."ucap Ammar masih berdiri ditempat.
“Yaa Allah… sekali lagi maafin aku ya Bang” ucap Cinta menagkupkan kedua tanganya didepan dada.
“Ya sudah tidak apa-apa. Oiya tuan Zayn disini juga, kok kalian bisa bareng?” tanya Ammar penasaran.
“Kebetulan kami ada agenda acara didekat sini dan tak sengaja tadi kami bertemu di pintu masuk" jawab Zayn.
“Oh ya… kebetulan sekali” ucap Ammar seolah tak percaya.
“Iya tadi kami bertemu di pintu depan, tadi pas aku mau jalan ke lift, aku lihat ada tuan Zayn dan setelah kupastikan ternyata benar tuan Zayn dan tuan Diki, alhamdulillah bertemu mereka jadi aku nggak bingung sendirian tadi” jawab Cinta.
“Owhh begitu." Ammar menganggukkan kepalanya.
"Ohh ya boleh saya gabung disini?” tanya Ammar.
Cinta melihat kearah Zayn yang pembawaan wajahnya tenang tanpa ekspresi, berbeda dengan sikapnya yang tadi begitu ramah pada Cinta.
“Iya silahkan” ucap Zayn akhirnya memberikan senyum tipisnya pada Ammar.
“Oiya Pak Ammar, ada yang bisa saya bantu untuk mengambilkan sarapan untuk bapak?” tanya Diki ramah.
“Terima kasih, tidak usah tadi saya sambil nunggu Cinta udah sarapan juga, paling kalau boleh saya minta ambilkan kopi panas saja” ucap Ammar.
“Baik Pak, saya ambilkan dulu” jawab Diki.
“Maaf ya saya jadi merepotkan kamu" ucap Ammar tersenyum pada Diki.
“Iya tidak apa Pak, tidak merepotkan” ucap Diki.
“Saya permisi dulu tuan, nona” pamit Diki pada Zayn dan Cinta.
Zayn hanya menganggukkan kepalanya pada Diki.
__ADS_1
“Oiya ini sarapannnya banyak banget tadi Zayn yang ambilkan, Abang makanlah juga, ini roti bakarnya untuk Abang, isinya selai coklat kesukaan Bang Ammar” ucap Cinta meletakkan roti bakar isi coklat dihadapan Ammar.
“Kamu masih ingat roti isi coklat kesukaan Abang” ucap Ammar tersenyum.
Zayn yang melihat perhatian Cinta pada Ammar membuat ada sesuatu yang nyeri dihatinya. Zayn hanya tersenyum sendiri sambil menyeruput air lemon hangatnya.
“Oiya ini juga untuk mu Zayn, ini makanan favoritmu saat sarapankan. Omelet dengan saos sambal pedas ditambah sedikit saos mayo, teman yang cocok menemani lemon hangatnya” Cinta meletakkan satu piring kecil yang berisi omelet dihadapan Zayn, sedangkan satu piring kecil omelet lagi ia ambil untuk dirinya sendiri.
Sesimpel itu menu sarapan favorit Zayn, omelet, salad buah dan tentunya air lemon hangat, jika tidak ada lemon hangat bisa diganti dengan lemon tea, yang penting tetap ada lemon nya.
“Dari mana kamu tahu omelet sarapan favoritku?” tanya Zayn yang tak menyangka Cinta bisa tahu pasal menu favoritnya saat sarapan.
“Owhh… itu karena Mama Lita Rahimahullah dulu pernah cerita padaku bahwa putranya sangat suka sarapan omelet yang dibuat oleh beliau” jawab Cinta yang merasa sedikit gugup karena keceplosan berbicara seolah tahu banyak tentang pribadi Zayn padahal jelas-jelas dia selalu merasa tak suka dengan sosok Zayn yang suka mengganggunya.
"Mama???, dia menyebut Mama dengan panggilan Mama juga???" tanya Zayn dalam hati.
“Begitu yq, jadi Mama pernah cerita padamu?” tanya Zayn.
Cinta hanya bisa mengangukkan kepalanya.
“Mama, aku tidak salah mengira kan bahwa memang Cinta gadis yang Mama maksud, bukanlah Lala?” lagi tanya Zayn sendiri dalam hatinya.
“Maaf apa aku salah?” tanya Cinta yang tak enak hati ketika melihat raut wajah Zayn yang berubah ekpresi wajahnya.
“Owhh… tidak, tidak salah, aku hanya tiba-tiba ingat Mama” jawab Zayn lalu melihat omelet gulung yang ada dihadapannya.
Karena Zayn sangat menyukai omelet akhirnya Mama Lita membuat banyak kreasi omelet spesial untuk Zayn dengan berbagai variasi, ada yang isi daging, ayam, sayuran dan jenis bahan lainnya.
Hingga Mama Lita sudah tiada, Zayn masih sering minta dibuatkan menu itu oleh koki masak dirumahnya, meskipun berbeda rasa namun kerinduan Zayn pada Mama Lita dan juga omelet masakan Mama Lita bisa menghibur hatinya.
“Maafkan aku jika membuat kamu jadi ingat Mama Lita” ucap Cinta merasa dua kali membuat kesalahan.
Yang pertama karena bertemu zayn dan Diki, Cinta jadi lupa kalau ada Ammar yang sedang menunggunya.
Yang kedua, kini laki-laki yang dihadapannya, laki-laki yang senantiasa selalu memberi kejutan padanya justru Cinta membuatnya sedih teringat dengan sang Mama.
“Tidak apa, aku tidak sedang sedih, aku hanya terharu dan tiba-tiba ingat Mama. Mungkin karena rindu” ucap Zayn lalu tersenyum sambil melihat omelet yang ada dihadapannya.
Zayn kini bener-benar tak mampu menatap Cinta, entah menagapa ketika menatap Cinta secara langsung akan menimbulkan geteran tak menentu dihatinya, jadi lebih baik Zayn memilih tak kontak mata dengan Cinta.
Ammar dan Diki yang baru saja duduk dikursinya hanya turut tersenyum.
“Oiya semuanya mari sarapan” ajak Zayn.
“Mari” jawab ketiganya.
Dan sekali lagi ke empat nya kembali berdoa dihati masing-masing sebelum memulai memasukkan santapan lezat yang ada dihadapan mereka kedalam mulut masing-masing.
Dengan tenang mereka berempat melanjutkan sarapanya sambil sesekali mengucap syukur dan mengomentari sedapnya rejeki makanan yang mereka santap pagi itu.
__ADS_1
“Alhamdulillah” ucap Diki setelah selesai.
Begitupun Cinta, Zayn dan Ammar mengucapkan syukur dan berdoa setelah selesai sarapan.
Sejenak mereka ngobrol sebentar tentang perkembangan perusahaan yang menaungi MLA tempat Ammar bekerja.
Ammar tahu bahwa sebentar lagi Zayn lah yang akan menjadi petinggi di Arganta Corps, yang berarti MLA pun akan tunduk dan patuh atas titah Zayn sang pemilik perusahaan.
“Oiya Cinta jam 9 jadwal interview nya, setelah ini kamu siap-siap ya, jam 08.30 kita berangkat ke MLA” ucap Ammar membuka obrolan.
“InsyaAllah, baik Bang” jawab Cinta.
Saat itu jam baru menujukkan pukul 07.57 pagi. Jarak dari hotel tempat mereka menginap hanya sekitar 5 menit jadi mereka tidak takut telat untuk menuju MLA.
Karena tak ingin Cinta dan Ammar curiga bahwa sebenarnya Zayn dan Diki menginap di hotel bukan karena urusan bisnis melainkan sengaja mengikuti Cinta, maka Zayn pun berpamitan lebih dulu.
Zayn memberi kode menggunakan matanya pada Diki, awalnya Diki bingung sebenarnya apa yang tuannya inginkan. Namun, ketika Zayn memberi kode dengan matanya seolah menujuk ponsel pintar berukuran seperti buku yang merupakan notebook agenda acara keseharian Zayn, Diki pun mengerti maksud dari tuan mudanya.
“Tuan” Diki memebuka ponsel pintarnya lalu menujukkannya pada Zayn.
“Oke, baiklah” ucap Zayn serius.padahal tak melihat apa-apa.
“Oiya Pak Ammar, Cinta, karena sarapannya sudah selesai, saya pamit duluan karena sepertinya rekan bisnis kami sudah hampir sampai di lokasi titik temu kami” ucap Zayn meyakinkan.
“Ohh begitu, baiklah. Kalau begitu sampai bertemu lagi” ucap Ammar menyalami tangan Zayn.
Zayn pun menjabat tangan Ammar.
Mendegar Zayn akan pergi lebih dulu, Cinta pun ikut berdiri.
“Cinta, aku duluan ya, semoga interview mu berajlaan lancar dan berhasil. Semoga mereka terpukau dengan semua jawabanmu hingga akhirnya kamulah yang terpilih untuk menjadi duta MLA ke AIIBS” ucap Zayn tulus.
“Aamiin, terima kasih atas doanya” jawab Cinta.
Entah mengapa ada perasaan ambigu dihati Cinta mendengar ucapan Zayn yang memberikan dukungannya untuk Cinta.
Cinta senang namun ada terselip perasaan nyeri juga dihatinya. Cinta semakin bingung mengapa akhir-akhir ini Cinta sering merasakan sesuatu yang aneh dihatinya apalagi ketika mendapati Zayn yang bicara secara serius dengan sikap yang tak seperti Zayn yang ia kenal diawal-awal dulu.
“Yaa Allah… ada apa dengan hatiku sebenarnya, mengapa aku merasa ada sesuatu yang tak nyaman dihati ini. Zayn mengapa ketika melihatmu, mendengar semua ucapanmu membuatku jadi serba salah. Ada apa sebenarnya denganku, astaghfirullah….” Ucap Cinta dalam hati yang masih belum bisa memahami tentang perasaannya pada Zayn.
“Cinta, aku akan mendoakan yang terbaik untuk, semoga kau berhasil, aku akan terus mendukung cita dan impianmu melalui doa tulus dari hatiku untukmu” ucap Zayn dalam hati sambil berjalan meninggalkan Cinta dan Ammar.
#tbc….
...**Haaii readers kesayangan jangan lupa bantu like, vote, komen, favoritkan, bantu bagi bunga mawar bermekarannya dan juga rate bintang lima nya juga ya....
...Oiya all readers besok udah puasa aja, jangan telat bangun sahurnya ya, semoga semua ibadah kita dibulan Ramadhan ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dan hambatan yang menganggu. Aamiin Yaa Allah....
...Semoga kita semua selalu sehat dan jangan lupa harus selalu bahagia. Love U all readers, mohon maaf lahir batin ya**. 🙏🤗😍...
__ADS_1