
Azam sudah tumbuh menjadi pemuda remaja pada umumnya. Namun wajahnya yang identik dengan Andrew membuatnya banyak dilirik agensi Korea. Seperti siang itu, disaat Azam sedang menunggu jemputan dari Andrew. Tiba-tiba seseorang memperkenalkan diri dari sebuah agensi dan menawari dirinya untuk menjadi seorang traineer. Azam belum langsung menyetujuinya. Dan orang tersebut memberikan sebuah kartu nama.
Dalam perjalanan pulang. Azam menceritakan kepada Andrew. Andrew terlihat terkejut. Secara itu agensi yang selama ini menaungi Andrew dalam karirnya sebagai selebriti. Hal itu mengingatkan kejadian masa lalu Andrew yang hampir mirip dengan putranya tersebut. Namun bedanya dulu Andrew langsung ikut audisi tanpa meminta ijin pada Ayahnya terlebih dahulu. Sedangkan Azam kini terlihat lebih mendiskusikan dulu dengan Andrew sebagai Ayahnya.
Andrew pun memberikan saran dan kata-kata bijak untuk putranya tersebut.
" Kau sudah besar. Kau sudah bisa memutuskan passion apa yang Kau sukai dan Kau minati. Daddy tidak akan melarang-larang lagi. Jika memang itu yang Kau minati. Silahkan Zam. Cuma satu, Kau harus bertanggung jawab dengan keputusanmu." Ucap Andrew.
" Iya Dad."
" Bagus. Secara sebagai publik figure itu tidak semudah yang Kau lihat. Penuh tekanan dari segala arah. Dan semua tindak tandukmu itu akan diperhatikan. Kau tidak bisa seenaknya bersikap. Selain itu Kau harus mampu menghadapi secara mental, disaat ada komentar negatif dari netizen. Kau tahu itu tidak mudah. Berusaha tidak memperdulikan itu semua." Andrew menasihati putranya panjang lebar.
__ADS_1
Azam manggut-manggut mendengar nasehat Ayahnya. Bagaimanapun juga Ayahnya sudah melalui itu semua.
Tiga bulan kemudian
Andrew membuka handphonenya dan menscroll media sosialnya. Foto Azam terlihat terpajang jelas diberandanya. Begitu sebulan yang lalu, Andrew memperkenalkan ke publik sebagai putra pertamanya. Netizen pun banyak yang memujinya. Bahkan bertanya-tanya seperti apa wajah sang istri. Hingga Mereka mempunyai putra yang terlihat begitu tampan dan mempesona.
" Kau benar-benar membuat Netizen penasaran." Ujar Kenzo.
Sedangkan dilain tempat Azam terlihat sedang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sudah hampir tiga bulan Dia memulai sebagai traineer disalah satu agensi. Yang jelas dulu menaungi Andrew.
Hal yang pertama Azam lakukan saat terbangun di pagi hari adalah memijat area pelipisnya. Kepalanya agak pening dan matanya begitu berat. Tenaganya seperti terkuras habis. Latihan pertama itu membuat badannya terasa sakit semua. Beruntung di dorm Azam menemukan obat sakit kepala didalam tasnya. Setelah menunaikan kewajiban. Azam dan sahabat-sahabatnya memasak untuk sarapan pagi.
__ADS_1
Sedangkan dilain tempat.Meysha duduk sembari menemani putrinya. Namun pikirannya melayang ke putranya. Meysha terlihat khawatir. Apakah putranya nyaman di dunia entertainment. Apalagi menurut info, dunia entertainment diKorea begitu ketat, banyak peraturan dan penuh tekanan didalamnya. Andrew yang keluar dari kamar memperhatikannya.
" Yeobo, Kau khawatir?"
Meysha menganggukkan kepalanya.
" Itu kemauannya. Kita tidak pernah memaksakan itu. Jadi Aku yakin Dia pasti akan bertanggung jawab atas keputusannya itu." Jelas Andrew. Secara Dia sendiri dulu juga begitu. Sesuatu yang berasal dari keputusannya sendiri, biasanya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Meysha pun terlihat tenang setelah mendengar ucapan suaminya tersebut. Mereka bertiga pun sarapan pagi. Dan seperti rutinitas biasanya. Mereka mengantar putrinya ke sekolah dan lalu ke perusahaan.
...THE END...
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang telah mengikuti dan mensupport cerita ini. Baik koment,like dan votenya. Author sangat berterima kasih. Karena dukungan kalian, Author bisa menyelesaikan cerita ini. Jangan lupa follow dan baca cerita lainnya,juga tunggu cerita terbaru dari Author selanjutnya. Thanks you very much.